
“Ayo…,” Dave yang sedang berdiri bersandar di dinding kamarnya dengan kedua tangannya terlipat di depan perutnya segera mengajak Laurel untuk segera turun menemui papa dan mamanya.
“Tunggu sebentar Dave,” Laurel menyahuti ajakan Dave sambil merapikan kaos tanpa kerah bewarna biru muda yang dikenakannya bersama celana kain hitam sepanjang lututnya, membuat warna putih kulit Laurel semakin terlihat putih bersih dan mempesona.
Dave tersenyum mendengar jawaban Laurel sambil mengamati Laurel yang sedang menyisir rambutnya sebentar setelah merapikan kaosnya. Bagi Dave begitu sulit untuk tidak selalu terpesona saat melihat sosok Laurel. Bahkan Laurel yang hari ini sengaja tidak memoles wajahnya dengan make up sedikitpun tetap terlihat begitu cantik dan menggoda bagi Dave. Laurel yang sedang berdiri di depan cermin meja riasnya tersenyum melihat bagaimana mata Dave yang terus mengamatinya sejak tadi, bahkan beberapa kali Laurel sempat menangkap basah Dave memandangnya sambil menggigit bibir bawahnya, terlihat jelas bahwa Dave begitu mengaguminya.
“Apa matamu tidak lelah memandang sesuatu yang sama selama itu Dave?” Dave langsung tertawa geli mendengar pertanyaan Laurel, dengan gerakan santai Dave menjauhkan punggungnya dari dinding tempatnya bersandar dan segera mendekat ke arah Laurel, ditatapnya dalam-dalam wajah cantik istrinya tanpa berkedip untuk beberapa saat.
“Mana mungkin aku bosan melihatmu, yang ada justru seandainya bisa, setiap jam, setiap menit, setiap detik, aku ingin selalu menikmati keberadaanmu di sisiku. Rasanya hanya dengan membayangkan wajahmu saat kita sedang tidak bersama sudah cukup membuat aku begitu merindukanmu dan ingin dengan segera waktu berlalu agar kita bisa segera saling bertemu lagi,” Dave berkata sambil memeluk erat tubuh Laurel.
“Bukan hanya memandangi wajahmu, mencium bau tubuhmu merupakan obat penenang paling ampuh buatku, kelembutan kulitmu, semua yang ada padamu membuatmu seperti orang yang kecanduan akan keberadaanmu. Setiap apa yang ada padamu selalu begitu menggoda panca inderaku, terlebih lagi membuat sesuatu yang dulunya tertidur lelap tanpa kehadiranmu sekarang seringkali bangun dan meminta untuk mendapatkan perhatianmu,” Laurel langsung tertawa geli mendengar kata-kata Dave.
“Ah, sejak kapan bosku yang dingin berubah menjadi laki-laki mesum seperti ini? Apa kata dunia kalau mengetahui ternyata dibalik sosok seorang Dave Alexander Shaw yang selalu membuat orang terpukau dan terkagum-kagum karena sikapnya yang selalu terlihat tenang dan dewasa, seolah sambaran petir dan suara gemuruh badai tidak akan bisa membuatnya bergeming, ternyata menyembunyikan sifat mesumnya,” Mendengar kata-kata Laurel, Dave langsung mengatupkan kedua giginya dan mencubit hidung Laurel dengan gemas.
“Enak saja! Aku tidak pernah bersikap mesum kepada siapapun kecuali istriku sendiri. Lagipula itu bukan mesum, tapi itu namanya bergairah. Lagipula siapa yang melarang seorang laki-laki bersikap seperti itu kepada istrinya sendiri. Harusnya kamu sendiri yang susah kalau aku tetap bersikap tenang dan diam saat di dekatmu. Bukannya setiap aku berada di dekatmu, kamu juga selalu menginginkan aku? Merindukan setiap sentuhan dan kehangatan tubuhku?” Dave mengakhiri kata-katanya sambil tertawa senang melihat Laurel yang memanyunkan bibirnya begitu mendengar kata-katanya barusan.
“Dasar narsis! Terlalu percaya diri!” Laurel berkata sambil mencubit pinggang Dave pelan, membuat Dave sedikit meringis.
“Tapi inilah laki-laki milikku yang begitu aku cintai!” Laurel melanjutkan kata-katanya, setelah itu dengan lembut diciumnya bibir Dave dengan penuh perasaan.
__ADS_1
“I love you Dave,” Laurel berbisik pelan dengan bibirnya yang baru saja mencium bibir Dave masih menempel di bibir Dave, membuat Dave harus segera menjauhkan diri dari Laurel jika tidak ingin kendali dirinya kembali hilang seperti tadi saat di kamar mandi.
Sebenarnya Dave tidak keberatan jika harus kehilangan kendali dirinya saat bersama Laurel, justru bukannya keberatan, dia justru begitu menginginkan itu, tapi mengingat papa dan mamanya sedang menunggu mereka di bawah, sepertinya ini bukan saat yang tepat bagi Dave. Mengingat itu, Dave hanya bisa meringis sambil menggigit bibir bawahnya, kemudian melepaskan pelukannnya dari tubuh Laurel dan menarik pergelangan tangan Laurel untuk mengajaknya turun ke bawah menemui kedua orangtuanya.
“Kamu benar-benar membuatku seperti seorang pemabuk berat yang tergila-gila dengan alkohol,” Dave berbisik pelan sambil berdesis, membuat Laurel yang awalnya tidak terlalu memperhatikan apa yang diucapkan oleh Dave langsung menoleh.
“Apa yang baru saja kamu katakan Dave?” Dave langsung tersenyum sambil menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Laurel.
“Tidak ada, aku baru ingat tentang salah satu temanku yang seringkali kehilangan akal dan kendali atas dirinya karena terlalu menyukai alkohol,” Laurel mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Dave.
“Sepertinya bukan itu yang tadi sekilas aku dengar,” Mendengar protes dari Laurel, Dave mendekatkan wajahnya ke telinga Laurel.
“Ah Dave! Laurel! Ayo cepatlah turun!” Laurel baru saja hendak membalas kata-kata mesra suaminya ketika di dengarnya suara teriakan dari Mama Rosalia dari arah bawah tangga, membuat Dave dan Laurel yang masih berada di bagian paling atas tangga rumah mereka langsung saling melempar senyum mesra satu sama lain sebelum bergegas turun mendekat ke arah Mama Rosalia.
“Ayo, kami semua sudah lapar menunggu kalian,”
“Maaf ma, terlalu lama ya kami mandi dan bersiap-siap?” Mama Rosalia hanya bisa tersenyum mendengar permintaan maaf dari Laurel, apalagi sekilas saat tanpa sadar Laurel mendongakkan kepalanya ke arah Dave, Mama Rosalia sempat melihat salah satu tanda cinta yang bisa dipastikan merupakan hasil perbuatan Dave yang terlihat di balik kaos tanpa kerah Laurel sekilas yang sepertinya Laurel lupa untuk menutupinya dengan baik. Mama Rosalia hanya bisa mengulum senyumnya melihat wajah Laurel dan Dave yang diliputi oleh aura bahagia.
Untung saja kalau tidak benar-benar diperhatikan dan Laurel tidak dalam posisi mendongakkan kepalanya tanda itu tidak terlihat. Dasar Dave, kenapa asal memberikan stempel kepemilikanmu kepada Laurel di sembarang tempat yang bisa terlihat orang lain. Benar-benar Laurel sudah membuatmu tergila-gila sehingga mampu membuatmu melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti bukan Dave yang biasanya selalu dapat mengendalikan diri dan bersikap tenang. Beruntung sekali Laurel yang sudah membuatmu cinta mati adalah gadis ceria yang baik hati, sehingga kehadirannya membuat kehidupanmu menjadi ikut semakin baik juga, Mama Rosalia berkata dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
Walau bagaimanapun dia begitu bahagia bisa melihat sosok Dave yang sejak kehadiran Laurel kembali di sisinya menjadi sosok yang terlihat begitu bahagia. Mama Rosalia tahu betul sosok anak pertamanya yang pendiam dan tidak banyak bicara, cenderung lebih senang memendam keinginan dan perasaannya. Namun sejak kehadiran Laurel, Mama Rosalia bisa melihat bagaimana senyum dan tawa sekarang seringkali menghiasi wajah Dave dengan tatapan matanya yang selalu menunjukkan rasa cintanya saat matanya memandang atau menceritakan tentang Laurel di depan orang lain. Membuat Mama Rosalia begitu senang bisa menatap wajah ceria dan bahagia Dave setelah sebelumnya selama tujuh tahun berlalu Dave menjadi sosok yang awalnya sudah pendiam menjadi semakin pendiam sejak kepergian Laurel ke Amerika di hari pernikahan mereka.
“Tidak juga…, tenang saja Laurel. Kalian tidak perlu terburu-buru, kami tidak ada acara hari ini. Kalau kalian menginginkannya, sepanjang hari ini kami bisa menemani kalian di sini,” Mendengar kata-kata Mama Rosalia, Laurel langsung tersenyum geli, apalagi melihat wajah Dave yang terlihat tersentak kaget begitu mendengar kata-kata mamanya yang tidak disangkanya justru menawarkan diri untuk berada di rumah mereka sepanjang hari ini, padahal sedari tadi Dave berharap setelah sarapan papa dan mamanya akan segera meninggalkan rumah mereka, sehingga dia bisa bermesraan berdua dengan Laurel sepanjang hari ini.
“Apa kamu keberatan Dave?” Dave sedikit tersentak kaget mendengar pertanyaan dari mamanya yang tiba-tiba saja menanyakan pendapatnya tentang usulnya barusan.
“Ah…, eh…, tidak Ma, silahkan saja,” Dave menjawab pertanyaan Mama Rosalia dengan gugup, membuat Mama Rosalia justru semakin ingin menggodanya.
“Apa kamu sudah punya rencana penting hari ini bersama Laurel?”
“Eh…, tidak juga Ma,” Dave menjawab pelan, sedang Laurel berusaha mengalihkan wajahnya agar baik Dave maupun Mama Rosalia tidak melihat bagaimana saat ini Laurel begitu sulit untuk menahan tawanya yang hampir meledak melihat sikap gugup dan salah tingkah Dave saat ini.
“Atau mungkin kamu akan ada acara keluar rumah bersama Laurel hari ini?” Dave langsung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari berikutnya dari mamanya.
“Laurel sedang butuh banyak istrahat Ma,” Dave mencoba berkelit, memberi kode kepada mamanya bahwa mereka sedang butuh waktu tenang berdua.
“Ok, kalau begitu tidak akan jadi masalah jika sepanjang hari ini Mama menemani kalian berdua beristirahat di rumah kalian,” Mendengar perkataan mamanya Dave hanya bisa mengangguk pasrah.
“Laurel, ada sesuatu yang mau Mama bicarakan sebentar dengan Dave. Bolehkan?” Laurel langsung mengangguk pelan mendengar permintaan Mama Rosalia.
__ADS_1
“Kalau begitu, Laurel ke meja makan duluan Ma,” Begitu selesai menjawab mertuanya, Laurel langsung melepaskan pergelangan tangannya dari pegangan tangan Dave, lalu berjalan mendahului Dave dan Mama Rosalia yang masih berdiri di dekat tangga paling bawah.