CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MENCINTAIMU LEBIH DALAM LAGI


__ADS_3

Ketika Dave terbangun, dilihatnya Laurel masih tertidur dengan lelap di dalam pelukannya. Sambil tersenyum, Dave mengamati wajah istrinya yang tampak damai, membuatnya yakin bahwa hati Laurel saat ini sudah tenang, tidak lagi gelisah karena memikirkan tentang Meria, yang bagi Dave tidak pernah terpikirkan sedikitpun bagaimana Laurel bisa cemburu dengan wanita yang bahkan tidak pernah membuat hatinya bergetar sedikitpun. Namun Dave hanya bisa kembali tersenyum mengingat bagaimana selama ini dia juga tidak pernah bisa mengendalikan gemuruh di dadanya setiap melihat laki-laki lain memandang ke arah Laurel dengan tatapan terpesona.


Laurelku yang tidak pernah menunjukkan ekspresi marah karena keberadaan wanita lain di dekatku, ternyata kamu menyimpan begitu banyak pertanyaan dalam hatimu yang selalu kamu pendam dalam diam. Untuk ke depannya aku sungguh berharap kamu benar-benar mau membuka dirimu, tidak berkutat dalam pikiranmu sendiri, agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Aku juga akan belajar untuk menjelaskan apapun kepadamu sebelum kamu berpikir yang lain, Dave berkata dalam hati dengan matanya yang terpaku pada wajah tidur Laurel, semakin hari rasanya dia merasa cintanya kepada Laurel semakin besar, semakin sulit untuk dia bendung. Bahkan sejak mereka bertemu kembali sejak hampir 4 bulan lalu, tidak pernah sedetikpun Dave tidak merasakan getaran hebat dalam dadanya jika berada di dekat Laurel.


Sepertinya sudah menjadi kutukan bagi laki-laki di Keluarga Shaw terikat dalam cinta mati dengan istri mereka, tidak berkutik jika itu menyangkut wanitanya, Dave kembali berbisik dalam hati mengingat bagaimana semua laki-laki bermarga Shaw di keluarganya begitu cinta mati kepada istrinya. Untungnya, walaupun mereka keluarga kaya dan berpengaruh, tidak pernah memaksakan setiap anak laki-lakinya untuk menikah dengan wanita yang bukan pilihan mereka sendiri.


Dave menarik nafas panjang sambil mengamati Laurel, terutama bagian lehernya yang menunjukkan tanda-tanda bekas perbuatannya tadi malam, yang meninggalkan begitu banyak tanda merah di kulit istrinya yang putih bersih, membuat tangan Dave terulur ke arah leher bagian depan Laurel. Dengan lembut ujung jari Dave menyentuh tanda merah yang ada di leher Laurel, lalu bergerak ke bawah, menyentuh tanda merah yang dia tinggalkan di area dada istrinya sambil menyungingkan senyum kembali, menyadari tanda itu seperti stemple kepemilikan yang menunjukkan bahwa Laurel adalah miliknya yang sah, dan hanya dia yang berhak memberikan tanda itu di tubuh Laurel.


Laurel mengerjap-ngerjapkan matanya sebelum membuka matanya dengan perlahan menyadari ada seseorang yang menyentuh bagian tubuhnya dengan lembut, bahkan memijat dengan lembut bagian sensitif di dadanya. Melihat Laurel yang terbangun dari tidurnya, Dave langsung menyambutnya dengan sebuah kecupan lembut di keningnya.


"Morning mo cuisle," Laurel tersenyum sambil menyentuh tangan Dave yang masih berada di dadanya, yang sedang menyentuh bagian tubuhnya yang sensitif, dengan pelan Laurel menyingkirkan tangan Dave dari tubuhnya yang hanya bisa tersenyum. Dan dengan cepat Laurel menarik selimut yang menutupi tubuhnya agar menutup erat tubuhnya sampai sebatas lehernya dengan tubuhnya meringkuk karena udara dingin di dalam kamar, membuat Dave langsung mempererat pelukannya, membuat Laurel dengan manja menyelipkan wajahnya di dada bidang Dave.


"Apa aku mengganggu tidurmu?" Mendengar pertanyaan Dave, Laurel hanya bisa meringis pelan.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tidur jika ada yang bersikap nakal, sibuk menyentuh tubuhku kesana kemari," Dave tertawa terkikik mendengar sindiran dari Laurel, walaupun kenyataannya memang begitu. Sejak dia terbangun lebih awal dari Laurel, Dave memilih untuk menikmati pemandangan cantik bukan hanya wajah istrinya, namun juga tubuhnya yang sepanjang malam berada dalam pelukannya. Dan bukan hanya sekedar memandanginya, hatinya begitu tidak tahan untuk tidak menyentuh tubuh istrinya walaupun dengan gerakan-gerakan pelan, menyentuh, mengelus bahkan memijat lembut, tetap saja pada akhirnya membuat Laurel terbangun.


"Bagaimana aku bisa bertahan melihat pemandangan seindah kamu di depanku? Sedangkan selama 7 tahun ini aku hanya bisa memandangi fotomu atau sosokmu dari jauh tanpa memiliki kesempatan untuk menyentuhmu, merasakan kulit tubuhmu yang ternyata begitu halus, jauh dari apa yang pernah aku bayangkan," Laurel melotot mendengar perkataan Dave.


"Jadi, selama ini kamu sudah pernah membayangkan yang bukan-bukan bersamaku?" Dave meringis mendengar pertanyaan Laurel.


"Apa salah membayangkan dan menginginkan istriku sendiri?" Laurel hanya bisa terdiam mendengar itu, ada rasa bersalah menyeruak di dalam hatinya mengingat bagaimana dia telah menyiksa Dave selama 7 tahun ini, sedangkan dia tahu pasti sebagai pria normal pasti sangat sulit bagi Dave untuk menahan diri.


Aku tahu sekarang, saat itu kamu sengaja bersikap dingin kepadaku karena kamu takut kamu tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri saat berada di dekatku. Maafkan aku Dave, membiarkanmu tersiksa begitu lama. Terimakasih karena kamu tetap menjaga dirimu sampai saat kita bersatu, memberikan yang pertama dan terbaik untukku, Laurel berkata dalam hati sambil  mendongakkan kepalanya ke arah Dave, dielusnya dengan lembut dagu Dave.


"Mo cuisle...," Dave berbisik pelan dengan suara sedikit bergetar, membuat Laurel tersenyum, dan dengan sengaja kembali menyembunyikan kepalanya di dada Dave dan mencium mesra dada bidang Dave yang masih tidak mengenakan pakaiannya dengan bibirnya yang lembut untuk menggoda Dave.


"Dave..., aku masih ingin tidur...," Mendengar suara rengekan manja dari Laurel, Dave melirik ke arah jam dinding di kamar yang masih menunjukkan pukul 5 pagi, masih cukup pagi mengingat pesta kemarin malam selesai pukul 11:40 malam, dan dia harus menenangkan Laurel, lebih tepatnya memanjakan dirinya sendiri bersama Laurel sampai pukul 1 dini hari.

__ADS_1


Dave tersenyum mengingat apa yang terjadi semalam bersama Laurel, membuatnya tidak tahan untuk tidak menggerakkan kepalanya untuk bisa mengambil posisi untuk mencium leher Laurel, membuat Laurel yang awalnya dalam posisi nyaman di dalam pelukan Dave menggeliatkan tubuhnya.


"Mo cuisle..., bisakah jangan tertidur lagi?" Laurel membuka matanya yang awalnya sudah kembali terpejam, dielusnya rambut coklat milik Dave. Dan tanpa menunggu jawaban dari Laurel, begitu Laurel mengelus rambutnya, wajah Dave langsung bergerak ke arah dada Laurel, membiarkan bibir dan tangannya yang menikmati keindahan dan mengeksplore dada istrinya dengan memberikan ciuman dan sentuhan-sentuhan yang membuat Laurel hanya bisa melenguh pelan, menyadari pagi ini dia tidak akan bisa menghentikan Dave untuk melakukan sesuatu yang lebih intim berdua dengannya.


Bayangan tentang kejadian semalam, bagaimana bisa dia bersikap secemburu itu kepada sosok Meria membuat Laurel sedikit menahan nafasnya.


Apa lagi yang perlu aku pertanyakan darimu Dave? Sedangkan kamu sosok laki-laki yang begitu sempurna namun begitu mencintaiku? Bahkan melebihi cintamu pada dirimu sendiri. Aku berharap ke depannya bisa lebih mencintaimu, sebesar cintamu padaku, Laurel berkata dalam hatinya, sambil menutup matanya, menikmati setiap ciuman dan sentuhan Dave di tubuhnya.


"I love you Dave," Akhirnya hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari bibir Laurel yang membuat Dave menyungingkan senyum bahagia di bibirnya dan membiarkan gejolak dan hasrat yang ada di dalam dirinya meluap keluar. Hasrat yang begitu menginginkan Laurel lebih dari apapun, tanpa bisa dia tahan sedikitpun. Dengan gerakan cepat, Dave menggerakkan tubuhnya sehingga berada di atas tubuh Laurel dengan tubuh Laurel berada di bawahnya, dalam kungkungan kedua lengannya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2