
"Jangan bergerak dulu, aku akan memeriksa gaunmu," Begitu Laurel bangkit dari duduknya, Dave langsung meminta Laurel untuk tetap berdiri di tempatnya tanpa bergerak.
Dave melepaskan kedua tangannya yang tadinya menggenggam erat kedua tangan Laurel dan mulai sibuk merapikan gaun Laurel. Dengan hati-hati Dave menarik ekor gaun pengantin Laurel ke belakang dan membiarkannya melebar hingga menutupi lantai di sekitar tempat Laurel berdiri. Dengan teliti Dave memandangi pola pemasangan berlian dan kristal-kristal yang ada di gaun Laurel, memastikan semuanya dikerjakan dengan baik dan rapi seperti yang sudah dimintanya kepada pihak Dior.
“Dave…, Kenapa kamu tidak memanggil para pegawai butik ini untuk melakukan itu?” Dave yang begitu serius mengamati gaun Laurel hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Laurel.
“Aku ingin memastikan sendiri agar aku tahu apakah gaun ini sudah dimodifikasi sesuai dengan perintah dan keinginanku,” Laurel menggerakkan kepalanya, berusaha menoleh ke belakang melihat Dave yang masih menundukkan wajahnya, menatap tajam ke arah bagian ekor gaun pengantin Laurel.
“Apa semuanya baik-baik saja? Semuanya sudah sesuai dengan keinginanmu? Aku secara peribadi merasa puas dengan gaun ini, bahkan tanpa kamu modifikasi sebenarnya gaun ini sudah menjadi gaun yang sempurna bagiku,” Dave mengalihkan pandangan matanya yang serius dari ekor gaun pengantin Laurel, melirik ke arah Laurel yang masih menoleh ke arah Dave.
“Sebenarnya inti dari gaun ini bukan dari model, bahan atau berapa banyak berlian yang terpasang di gaun ini. Inti kecantikan dari gaun ini adalah orang yang sedang memakainya. Gaun ini menjadi sempurna karena yang memakainya adalah wanita yang begitu sempurna,” Dave berkata sambil berjalan ke arah depan Laurel, untuk dapat berdiri saling berhadapan dengan Laurel yang tersenyum mendengar pujian dari Dave.
Dave yang sudah berdiri berhadap-hadapan dengan Laurel, berdiri dengan jarak kurang lebih satu meter dari hadapan Laurel sambil mengamati Laurel dan gaunnya dari atas sampai bawah dengan tangan kiri terlipat di depan perutnya, sedang tangan kanannya memegang dagunya. Mata Dave begitu tjam mengamati detail dari gaun pengantin yang dikenakan oleh Laurel, seolah-olah tidak ingin ada kesalahkan atau ketidak sempurnaan sekecil apapun pada gaun itu. Setelah beberapa lama Dave merasa tidak ada masalah dengan gaun yang dikenakan oleh Laurei, dia menggerakkan kedua tangannya ke arah pinggang ramping Laurel dan mengelusnya dengan lembut.
“Kamu tidak memakai korset?” Laurel menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah sedikit memerah karena memikirkan alasannya kenapa dia sengaja tidak memakai korset. Melihat wajah Laurel yang sedikit memerah, membuat Dave tersenyum tanpa melepaskan kedua tangannya yang sedang berada di pinggang Laurel.
__ADS_1
“Apa pinggangku terlihat terlalu lebar sehingga perlu memakai korset agar tampak ramping?” Dave tertawa mendengar pertanyaan Laurel yang diucapkan dengan nada manja, seolah sengaja menyatakan protesnya karena berpikir bahwa Dave menganggap pinggangnya terlihat kurang ramping tanpa memakai korset.
“Tidak, justru aku begitu kagum dan terpesona bagaimana pinggangmu terlihat begitu ramping dalam balutan gaun pengantinmu padahal kamu tidak memakai korset. Walaupun kalau boleh jujur, aku jauh lebih suka melihatmu tanpa mengenakan apapun di tubuhmu agar aku bisa melihat semuanya dengan jelas dan mengagumi keindahan tubuhmu,” Laurel langsung melotot mendengar kata-kata Dave yang baginya terdengar sedikit mesum, membuat Laurel langsung memukul bahu Dave yang tidak berusaha menghindar atau melawan sama sekali, justru tertawa dengan geli melihat wajah Laurel yang terlihat begitu merah seperti kepiting rebus karena perkataannya barusan.
“Mo cuisle…, kamu benar-benar terlihat cantik hari ini, bahkan tanpa riasan di wajahmu,” Dave menghentikan tawanya, meraih dagu Laurel dengan lembut dan berkata-kata dengan nada serius memuji Laurel yang hanya bisa tersenyum lembut sambil mendongakkan kepalanya memandang ke arah wajah Dave yang sedikit menunduk agar dapat melihat wajah wanitanya dengan jelas.
Dengan gerakan pelan Dave menggerakkan tangannya untuk mengarahkan rambut Laurel yang ada di kanan kirinya dan menyelipkannya di belakang telinga Laurel, lalu menyentuh lembut anting yang ada di telinga Laurel, memegangnya di telapak tangannya dan sedikit menggerak-gerakkannya dengan jempol tangannya.
“Aku ingin sekali membelikanmu satu set perhiasan yang baru, tapi kamu pasti tidak akan mau memakainya, karena itu yang bisa aku lakukan hanya meminta orang untuk membersihkannya dan membuatnya kembali terlihat seperti baru,” begitu mendenger perkataan Dave, Laurel menggerakkan tangannya, dipeluknya tubuh Dave dengan erat, menikmati kehangatan tubuh Dave yang membuatnya merasa begitu nyaman dan damai. Dengan lembut Dave langsung membalsa pelukan Laurel, dielusnya belakang leher sampai ke bagian punggung Laurel yang tidak tertutup gaun pengantinnya yang berbentuk strapless, sehingga Laurel bisa merasakan kehangatan yang mengalir ke punggungnya yang berasal dari telapak tangan Dave.
(Strapless weddding dress adalah gaun pengantin tanpa bantuan tali, sehingga mengandalkan bagian atas gaun yang mirip kemben. Umumnya bagian atas berkerah lurus seperti pembungkus dan agak ketat. Ini merupakan necklines (garis leher) yang paling populer di antara berbagai jenis atasan untuk gaun pengantin. Biasa disebut juga dengan model kemben, tidak mempunyai strap atau tali penghubung antar bahu bagian depan dan belakang, fungsinya apalagi kalau bukan untuk memperlihatkan kehalusan kulit dan bahu cantik sang mempelai).
Pantas saja kamu ingin semua barang yang kamu kenakan sama dengan apa yang kamu kenakan 7 tahun lalu, ternyata sebenarnya kamu begitu menghormati pernikahan kita 7 tahun lalu. Mungkin dengan melakukan semua ini bisa menghapus rasa bersalahmu terhadap masa lalu kita, Dave berkata dalam hati sambil tersenyum ke arah Laurel yang masih memeluknya dan sedang menatapnya dengan mata indahnya dalam-dalam.
“Jangan pernah lagi merasa bersalah dengan masa lalu, lupakan semua yang telah terjadi 7 tahun lalu, sekarang kita hanya perlu memandang ke depan, menatap masa depan kita, karena masa lalu tidak akan pernah kembali,” Dave berkata sambil sedikit menjauhkan tubhnya dari Laurel dan melepaskan pelukannya kepada Laurel, lalu menyentuh kalung berlian yang melingkar di leher Laurel dengan tangan kanannya.
__ADS_1
“Aku bukan orang yang hidup di masa lalu Dave, tapi aku ingin menghormati masa lalu kita. Karena orang harus tahu seharusnya aku sudah menjadi milikmu sejak 7 tahun lalu,” Dave tersenyum mendengar kata-kata Laurel, tangannya yang awalnya menyentuh kalung berlian di leher Laurel turun ke bawah, menyentuh bagian kerah gaun Laurel yang berbentuk strapless, yang sedikit rendah, yang dipenuhi oleh berlian yang tersusun rapi membentuk pola yang indah.
Ujung-ujung jari tangan kanan Dave mengelus susunan berlian di kerah gaun Laurel pelan, lalu turun ke dada Laurel, dan membiarkan tangannya berhenti di sana untuk beberapa saat, membuat Laurel tersentak kaget.
“Dave!” Mendengar teriakan Laurel yang cukup keras Dave langsung tertawa.
“Nyonya Shaw, hati-hati, orang yang tidak mengenal kita bisa berpikir bahwa aku berniat memperkosamu. Untung saja ruangan ini cukup besar untuk bisa menahan suara teriakanmu agar tidak terdengar sampai luar,” Laurel melotot, kali ini Laurel memukul bahu Dave dengan serius, sehingga membuat Dave sedikit meringis lalu tertawa.
“Dave, kamu sengaja ya?” Dave tertawa terkikik mendengar pertanyaan Laurel.
“Maaf, reflek, godaanmu terlalu sulit untuk diabaikan,” Dave berkata sambil menahan tawanya, namun beberapa saat kemudian wajah Dave berubah serius.
“Kenapa kita tidak mengambil foto berdua sebelum kamu melepaskan kembali gaun pengantinmu?” Laurel menatap ke arah Dave. Hari ini Dave kebetulan juga sedang mengenakan setelan jas resminya, bukan pakaian formal biasa yang biasanya tertutup oleh jas dokternya, sehingga jika mereka berfoto sekarang pasti akan membuat foto itu seperti foto pre wedding (Kata foto prewedding berasal dari Bahasa Inggris yang berarti foto sebelum pernikahan. Arti kata 'prewedding' sendiri adalah masa sebelum pernikahan. Kemudian, biasanya hasil foto tersebut dipajang pada acara resepsi, pada undangan, atau diselipkan di suvenir pernikahan).
"Ayolah, sepertinya diingatanku kita juga jarang sekali mengambil foto saat ada momen-momen kita berdua," Laurel menarik lengan Dave agar berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Kita ambil foto dengan handphoneku dulu, setelah itu aku akan minta Nyonya Smith mengambil beberapa foto kita yang lain sebelum kamu kembali melepas gaunmu," Dave mengambil handphone dari saku jasnya dan mulai mengambil foto mereka berdua.
Melihat bagaimana bersemangatnya Dave mengambil foto mereka berdua melalui kamera depan handphonenya, membuat Laurel hanya bisa tersenyum bahagia dan dengan sengaja mengambil beberapa posisi yang membuat hasil dari foto-foto mereka tersebut terlihat begitu mesra, menunjukkan bahwa mereka merupakan pasangan yang sedang kasmaran. Bahkan beberapa foto wefie mereka menunjukkan Dave yang sedang mencium pipinya dan sebaliknya, Laurel yang sedang mencium mesra pipi Dave dengan wajah Dave yang dipenuhi dengan senyum bahagianya. Seolah-olah hari ini dunia hanya milik mereka berdua.