
Laurel terdiam di tempatnya untuk beberapa saat. Saat ini Laurel sudah berdiri di ruang yang menghubungkan kantor Dave dengan jalan setapak menuju rumah kaca milik Dave, bahkan sudah lebih dari 5 menit dia berdiri dalam diam di sana.
Apa aku siap mendengar kebenaran ini? Apa yang harus kulakukan jika benar Keluarga Shaw terlibat dalam kehancuran kehidupan keluargaku. Apa yang harus kulakukan dengan perasaan cintaku kepada Dave? Kenapa aku harus mendengar kebenaran ini saat ini? Saat aku sudah benar-benar sangat mencintai Dave, Apa aku harus berhenti di sini? Laurel berkata dalam hatinya dengan matanya yang memandang ragu ke arah pintu penghubung itu, tangannya sebentar bergerak ke arah pegangan pintu, beberapa detik kemudian dia menjauhkan tangannya dari gagang pintu itu, begitu dia mengulang-ulang apa yang dilakukannya selama beberapa kali, sampai akhirnya dia menarik nafas dalam-dalam dan memutuskan untuk tetap menemui Dave.
Sejak mendapatkan telepon dari Laurel, hampir tiap menit Dave mengarahkan matanya ke jalan setapak di depan pintu rumah kacanya, menunggu sosok Laurel muncul di sana. Buku yang sedang dibacanya saat Laurel menelponnya tadi tetap terbuka di atas pahanya, tetap terbuka di halaman yang sama sejak tadi, karena pikirannya sudah tidak lagi ada pada buku yang sedang dibacanya.
Suara Laurel di telepon yang terdengar tidak seperti biasanya membuat Dave sedikit khawatir dan mencoba menebak apa kira-kira yang sedang terjadi pada istrinya tersebut.
Begitu sosok Laurel terlihat berjalan di jalan setapak, Dave buru-buru memindahkan buku yang dibacanya ke atas meja di depannya dan bangkit berdiri, berjalan ke arah pintu rumahnya, dan langsung membukakan pintu untuk Laurel.
"Kenapa tiba-tiba kesini?" Begitu Laurel masuk ke dalam rumahnya dan Dave menutup pintu rumahnya, Dave langsung memeluk tubuh Laurel dan mengecup kening Laurel lembut.
Untuk beberapa saat Laurel membiarkan Dave tetap memeluknya dengan erat dan berkali-kali mengecup puncak kepalanya dengan mesra, membuat Laurel harus beberapa kali menahan nafasnya, untuk meredakan gejolak di dadanya sekaligus mencegahnya untuk menangis karena teringat akan perkataan Devan tadi tentang Dave.
"Apa ada sesuatu? Apa yang membawamu malam-malam datang kesini?" Dave bergerak menjauhkan tubuhnya dari tubuh Laurel, diamatinya dalam-dalam wajah Laurel yang terlihat murung, dan semakin dia memperhatikan wajah Laurel, Dave baru menyadari kalau dari mata Laurel yang terlihat sedikit bengkak, gadis itu pasti baru saja menangis.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu menangis? Apa yang membuatmu menangis?" Tangan kanan Dave menyentuh dagu Laurel, menggerakkannya ke atas dengan lembut, membuat wajah Laurel mendongak dan menatap wajah Dave yang menunduk ke arahnya.
"Siapa yang sudah membuatmu menangis? Devan?" Tanpa sadar Dave menyebutkan nama Devan begitu saja saat dilihatnya Laurel tetap terdiam tanpa menjawab pertanyaannya.
"Dave...," Laurel menggerakkan tangannya, menarik tangan Dave yang ada di dagunya dan menyingkirkannya dari sana.
"Dave, apa kamu pernah bertemu Devan? Sebelum pertemuan siang tadi? Apa kamu mengenal Devan?" Dave terdiam mendengar pertanyaan Laurel.
__ADS_1
"Ayo kita duduk, sepertinya kamu harus menenangkan dirimu dulu," Mendengar ajakan Dave, Laurel langsung meraih tangan Dave yang sudah membalikkan tubuhnya, berencana untuk berjalan ke sofa yang ada di ruang tamu, membuat Dave mengurungkan niatnya dan membalikkan tubuhnya kembali dan berhadap-hadapan dengan Laurel.
"Dave, jelaskan padaku, apa yang terjadi antara keluarga Shaw dan keluarga Devan 7 tahun yang lalu," Mendengar pertanyaan Laurel, Dave langsung tersentak kaget dan menahan nafasnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan Laurel.
"Kenapa kamu menyakan itu? Apa Devan menelponmu? Atau dia datang menemuimu dan menceritakan kejadian 7 tahun lalu?" Laurel memandang dalam-dalam ke arah wajah Dave.
"Kamu tidak perlu menanyakan tentang itu, jawab saja dengan jujur, apa yang terjadi antara keluarga Shaw dan keluarga Devan 7 tahun yang lalu," Laurel berkata sambil matanya tetap menatap ke arah Dave, menanti jawaban dari Dave atas pertanyaan yang dia ajukan sebelumnya.
# # # # # # #
Dave teringat kembali kejadian malam itu, malam dimana dia yang saat itu sedang bertugas jaga di rumah sakit Anugrah Indonesia sebagai dokter umum. Saat itu dia sedang menghabiskan waktu istirahatnya, duduk di salah satu kursi tunggu pengunjung sambil mengamat-amati foto seorang gadis di layar handphonenya dengan wajah Dave yang terlihat begitu bahagia karena papanya sudah menyetujui penawarannya untuk menikah dengan gadis yang fotonya ada di layar handphone Dave saat itu, Laurel Tanputra, dengan syarat dia menerima permintaan keluarganya untuk terjun ke dalam bisnis keluarga Shaw, tidak hanya fokus untuk mengejar mimpinya sebagai seorang dokter.
Selain menikahi Laurel, Dave juga diijinkan untuk memulihkan nama baik Tuan Purnama Tanputra, menghapuskan semua dakwaan yang dituduhkan kepadanya dan mengeluarkannya dari penjara, dan tetap diijinkan untuk melanjutkan studinya agar bisa menjadi dokter spesialis bedah saraf untuk ke depannya dia diperbolehkan juga untuk mengelola rumah sakit Anugrah Indonesia yang merupakan salah satu rumah sakit usaha milik keluarganya, karena saat itu Dave juga sudah tahu bahwa menjadi dokter juga merupakan impian terbesar Laurel dan Dave begitu ingin mendukung Laurel untuk mencapai mimpinya.
Sejak gadis yang sedang terluka itu memasuki ruang IGD membuat perasaan Dave tidak tenang dan akhirnya dia memutuskan untuk berlari menyusul ke dalam. Wajah Dave langsung terlihat shock begitu melihat wajah gadis yang sedang terbaring tak sadarkan diri di brankar dorong itu.
“Laurel Tanputra?” Dave langsung menanyakan nama gadis yang terbaring tidak sadarkan diri dengan wajah yang terlihat begitu pucat kepada perawat yang menanganinya.
“Benar dokter, nona ini bernama Laurel Tanputra,” Terdengar suara jawaban dari suster yang berdiri di dekat kepala Laurel tergeletak. Dave menundukkan badannya, matanya mengamati luka tusuk di pinggang kanan Laurel dengan serius. Sekilas diliriknya wajah Laurel yang terlihat sempat membuka sedikit matanya, membalas tatapan matanya yang sedang mengamatinya.
“Siapkan segera ruang operasi, saya sendiri yang akan melakukan tindakan,” Dave mengeluarkan perintah sebelum akhirnya kesadaran Laurel menghilang kembali.
Setelah selesai melakukan tindakan pada Laurel, begitu keluar dari kamar operasi, Dave bertemu dengan laki-laki yang mengaku sebagai kekasih Laurel. Dan tanpa sengaja setelah mengetahui tentang hubungan Laurel dan Devan, di ruang administrasi Dave sempat mendengar sebuah pembicaraan antara Devan dengan seseorang di telepon.
__ADS_1
"Aku tidak bisa pa, aku tidak mungkin tidak kembali melanjutkan kuliahku di Australia, apa kata orang kalau gara-gara kesulitan keuangan di perusahaan kita membuat aku harus kembali ke Indonesia? Melanjutkan kuliah di sini? Mau ditaruh dimana mukaku pa kalau sampai teman-temanku tahu tentang itu? Lagipula aku akan mengajak Laurel untuk kuliah bersamaku di Australia. Aku akan membawa Laurel bersamaku ke sana," Dave melirik ke arah Devan yang menghentikan bicaranya dan mendengarkan suara dari seberang sana dengan wajah terlihat stress, berkali-kali tangan kanan Devan menarik-narik rambut yang ada di kepalanya dengan tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri.
"Pa, aku tidak bisa membiarkan Laurel menikah dengan laki-laki asing yang tidak dikenalnya sama sekali. Pokoknya, aku akan membawa Laurel bersamaku ke Australia," Dave mengepalkan tangan kanannya mendengar bahwa Devan berencana membawa Laurel ke Australia bersamanya, berusaha mengambil calon istrinya dari sisinya.
Bagitu Devan pergi menjauh dari meja administrasi, Dave segera meminta data pribadi Devan yang tertulis sebagai penjamin Laurel. Setelah itu, Dave berjalan ke arah toilet, memandang ke arah kaca yang tergantung di dinding kamar mandi, diamatinya wajahnya sendiri yang terlihat menggemeretakkan gigi mengingat pembicaraan Devan tadi, dilihatnya mata coklatnya yang memancarkan kemarahannya, warna coklat dari softlens (Softlens atau lensa kontak sebenarnya adalah silikon atau plastik kecil berbentuk bulat dan cekung, digunakan untuk memperbaiki ketajaman penglihatan. Softlens dapat digunakan untuk rabun dekat, rabun jauh, dan astigmatisme \= mata silinder adalah gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa. Kondisi ini menyebabkan pandangan kabur, baik dalam jarak dekat maupun jauh. Namun beberapa orang juga menggunakan softlens untuk mengubah warna kornea matanya) yang biasa dia gunakan untuk menutupi warna matanya yang biru, karena wajah bulenya yang mencolok ditambah dengan warna matanya yang biru seringkali membuatnya terganggu karena pandangan mata orang yang kadang terlalu fokus mengamatinya, yang baginya cukup merepotkan karena menjadi pusat perhatian, sehingga dalam kehidupan di tempat kerja Dave memutuskan untuk memakai softlens, namun beberapa tahun terakhir ini dia memutuskan untuk tidak lagi memakai softlensnya.
Dave menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya dia mengambil handphone di sakunya dan melakukan panggilan.
"Aku minta secepatnya kamu selidiki dengan detail tentang siapa Devan Amarta beserta kondisi perusahaan yang dipegang oleh keluarganya. Secepatnya!"
# # # # # # #
Dave kembali menyadarkan dirinya dari ingatannya tentang kejadian 7 tahun lalu, dan dengan lembut kembali fokus memandang wajah Laurel, gadis yang benar-benar sudah membuatnya jatuh cinta, dan bisa membuatnya melakukan hal-hal gila demi mempertahankan gadis itu untuk tetap berada di sisinya dan menjadi miliknya.
"Keluarga Shaw tidak ingin Devan menjadi penghalang pernikahan kita, kami menawarkan sejumlah uang kepada keluarganya untuk membantu menangani kesulitan ekonomi yang sedang mereka hadapi saat itu, sekaligus mempertahankan Devan untuk bisa tetap menyelesaikan kuliahnya di Australia," Laurel menarik nafas dalam-dalam mendengar penjelasan Dave.
Bagi Laurel masalah Devan dia tidak terlalu perduli, justru dia begitu menghargai Dave yang mau jujur mengakui dia pernah menekan keluarga Devan dengan menggunakan uang dan kekuasaan yang dimilikinya.
Dengan keluarga Devan menerima penawaran dari keluarga Shaw menunjukkan mental buruk seperti apa yang dimiliki oleh keluarga Devan dan Devan sendiri. Dia juga tidak akan pernah bisa menerima kembali Devan sebagai kekasihnya karena ternyata laki-laki itu rela menjual hubungan mereka demi uang, apalagi dia sadar saat ini tidak ada lagi nama Devan di dalam hatinya.
Tetapi kebenaran tentang apa yang telah dilakukan keluarga Shaw terhadap keluarganya, Laurel benar-benar tidak bisa mengesampingkan hal itu. Tidak mungkin baginya untuk tetap bersama dengan orang yang sudah menghancurkan keluarganya, menghancurkan ayah yang begitu disayanginya, walaupun saat ini Laurel benar-benar sadar dia sudah begitu jatuh dalam pesona Dave, dia begitu mencintai laki-laki yang saat ini berdiri di hadapannya. Dalam hati Laurel sungguh berharap bahwa keluarga Shaw tidak terlibat sama sekali dengan apa yang dialami papanya.
NOTE: Maaf ya, para reader harus lebih bersabar lagi karena adanya Devan membuat hubungan Dave dan Laurel terganggu lagi. Hehehe. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak berupa komen dan like. Thank u......
__ADS_1