
Beberapa orang masih menikmati makan malam mereka ketika Raga dan Mira sibuk menyalakan api unggun di samping tenda, membuat beberapa orang segera berkumpul mengelilingi api unggun sambil menikmati makan malam mereka.
Dave yang sudah menyelesaikan makan malamnya, awalnya duduk sendirian di salah satu kursi yang ada di dekat meja panjang yang berisi beraneka makanan, sampai Hana mendekat ke arahnya dan mengambil duduk di sampingnya sambil membawa sebuah gelas berisi jus jeruk.
"Bagaimana kondisimu? Aku dengar kamu mabuk tadi pagi. Kamu tahu kamu tidak tahan jika naik bus. Apa sekarang sudah lebih baik?" Dave tersenyum tipis mendengar pertanyaan Hana.
"Aku baik-baik saja, Laurel sudah banyak membantuku tadi pagi," Hana sedikit menahan nafasnya mendengar Dave menyebutkan nama Laurel yang sudah membantunya, sedang Dave dengan sengaja ingin memperjelas di depan Hana dengan cara halus bahwa baginya Laurel bukan sekedar karyawannya.
"Sepertinya kamu benar-benar memperlakukan Laurel dengan istimewa dibanding pegawai lain," Dave memandang ke arah Hana yang jelas-jelas tidak bisa menyembunyikan ketidaksukaan di wajahnya.
"Beberapa orang yang bekerja bersamaku memang bukan sekedar pegawai biasa, beberapa diantara mereka bahkan sudah menjadi orang-orang dekat dan orang-orang kepercayaanku bahkan sebelum aku menjadi kepala rumah sakit, termasuk kamu, kita sudah berteman lama semenjak SMA," Mendengar perkataan Dave, Hana menoleh untuk memandang wajah Dave dalam-dalam.
"Aku tidak ingin membuat hatimu panas, tapi aku hanya mengingatkan jangan sampai kamu salah memilih orang yang bisa kamu percayai atau kamu cintai. Aku tidak mau menjadi penebar berita buruk, tapi kamu perlu selidiki latar belakang orang-orang yang ada di dekatmu, jangan sampai kamu lengah dan mempermalukan dirimu sendiri sebagai pewaris utama Shaw Corporation," Dave sedikit mengangkat kedua bahunya mendengar perkataan Hana yang menyiratkan ada sesuatu yang mau dia sampaikan tentang Laurel tapi dia tidak mau terang-terangan menjelaskan di depan Dave.
"Aku bukan orang bodoh, dan aku tahu dengan jelas apa yang harus aku lalukan, dengan siapa aku bergaul dekat. Terima kasih untuk peringatanmu. Jangan khawatir, seperti yang kamu tahu selama ini aku selalu bisa mengendalikan semuanya dengan baik," Hana menarik nafas panjang mendengar perkataan Dave yang menunjukkan dia sudah benar-benar jatuh cinta pada Laurel, tidak perduli dengan latar belakang atau apapun masa lalu Laurel, apalagi sambil mengatakan itu mata Dave tidak pernah lepas memandang ke arah sosok Laurel yang sedang bercanda dengan rekan-rekannya yang lain.
"Aku tahu dengan jelas apapun tentang orang-orang yang ada di dekatku, bahkan aku tahu siapa saja yang merupakan pendukungku, siapa orang-orang yang bermuka dua maupun musuh dalam selimut. Jangan khawatir, tidak akan semudah itu orang menjatuhkanku," Dave kembali melanjutkan kata-katanya kepada Hana dengan tersenyum sambil matanya tetap memandang ke arah Laurel, membuat Hana ikut mengalihkan pandangannya ke arah Laurel, diamatinya sekilas wajah Laurel yang terlihat semakin cantik ketika sedang tertawa, dan diliriknya wajah Dave yang sesekali menyungingkan senyum saat melihat ke arah Laurel, membuat dadanya terasa panas.
"Malam bos," Mira berjalan ke arah Dave sambil membawa potongan kue gulung di piring dan meletakkannya di atas kursi kosong di sebelah kiri Dave, karena kursi di sebelah kanan Dave ditempati oleh Hana.
"Terimakasih Mir," Dave langsung mengambil sepotong roti dan menikmatinya, dengan matanya masih memandang ke arah api unggun yang di kelilingi oleh hampir seluruh team yang sedang berlibur, termasuk Laurel yang duduk di dekat api unggun bersebelahan dengan Indah dan Lusiana. Mereka yang saat ini berada di dekat api unggun sedang sibuk bernyanyi bersama dengan diiringi petikan gitar oleh Arnold.
"Bos, kenapa tidak bergabung dengan yang lain di dekat api unggun?" Dave tersenyum mendengar pertanyaan dari Mira, dan dengan cepat Dave bangkit dari duduknya, berjalan ke arah api unggun, membuat Hana mau tidak mau berjalan mengikuti Dave di belakangnya.
"Bos, duduk disini bos," Begitu melihat Dave mendekat ke arah api unggun Roy langung menggeser duduknya dan mempersilahkan Dave untuk duduk bergabung dengan mereka.
Begitu Dave ikut duduk di antara mereka, spontan mereka menghentikan nyanyian mereka, termasuk Arnold yang langsung menghentikan permainan gitarnya, membuat Dave tersenyum.
"Silahkan lanjutkan, jangan sampai keberadaanku mengganggu rencana kalian untuk bersenang-senang, kita sengaja datang ke tempat ini memang untuk berlibur," Dave berkata sambil memandang ke arah Arnold, memberikan tanda dengan tangannya agar Arnold melanjutkan petikan gitarnya.
Setelah mereka menyanyikan dua lagu, Arnold menghentikan petikan gitarnya dan meletakkan gitar tersebut di depannya. Sebentar kemudian Hana memberi kode kepada Raga untuk mengambil gitar di depan Arnold.
Begitu Hana menerima gitar dari Raga, dia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Dave, lalu menyodorkan gitar yang dipegangnya kepada Dave.
"Sejak SMA bos terkenal pandai bermain gitar, selain itu juga pernah menjadi vokalis salah satu grup band di sekolah kami dulu. Bagaimana kalau malam ini bos menyanyikan sebuah lagu buat kami?" Dave sedikit tersentak kaget mendengar permintaan dari Hana, sudah sejak Laurel meninggalkannya 7 tahun lalu dia tidak lagi pernah tertarik untuk bermain gitar lagi, sampai Laurel kembali ke Indonesia beberapa waktu lalu baru dia mulai lagi bermain gitar di waktu-waktu senggangnya sepulang kerja, itupun terhitung sangat jarang dia lakukan.
"Ah, aku sudah lama tidak bermain gitar, pasti jari-jariku sudah kaku," Dave berusaha menolak pemintaan Hana dengan halus.
"Bos, kalau dari awalnya sudah jago, pasti hanya butuh waktu sebentar untuk membuat jari-jarinya kembali terbiasa lagi," Roy yang duduk di sebelah Dave ikut memberikan semangat.
__ADS_1
"Ayo bos, 1 lagu saja, 1 lagu sederhana," Feri yang duduk di dekat Roy ikut berkomentar, sekilas Dave melirik ke arah Laurel yang tampak ikut memandang ke arahnya, seolah ikut menunggu dia menjawab permintaan teman-temannya.
Akhirnya, dengan gerakan pelan Dave meraih gitar yang disodorkan Hana ke arahnya, membuat semua yang ada disana spontan bertepuk tangan menyambut gembira tindakan Dave.
Dave menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai memetik senar gitar yang sudah dipegangnya dan dia tumpangkan pada kedua pahanya yang duduk bersila. Begitu Dave mulai memetik gitarnya, pandangan matanya langsung tertuju kepada sosok Laurel yang beberapa kali harus dengan sengaja mengalihkan pandangannya dengan melihat ke samping kanan kiri atau menundukkan wajahnya karena tidak ingin orang lain melihat bagaimana gugupnya dia saat ini melihat bagaimana cara Dave memandangnya dari jauh.
Suara indah Dave yang menyanyikan lagu Cinta Karena Cinta milik Judika diiringi petikan gitar membuat Laurel beberapa kali menahan nafasnya. Dave terlihat menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan, sesekali wajahnya tertunduk, mengamati petikan senar gitar di pangkuannya, dan setiap dia mendongakkan wajahnya, matanya langsung tertuju kepada Laurel.
Aku hanyalah manusia biasa
Bisa merasakan sakit dan bahagia
Izinkan kubicara
Agar kau juga dapat mengerti
Kamu yang buat hatiku bergetar
Rasa yang telah kulupa kurasakan
Tanpa tahu mengapa
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara
Kamu yang buat hatiku bergetar
Senyumanmu mengartikan semua
Tanpa aku sadari
__ADS_1
Merasuk di dalam dada
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karna hati ini telah bicara
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karna hati ini telah bicara
Tak bisa jelaskan karna hati ini telah bicara
Aku mencintaimu mo cuisle, tidak perlu menanyakan alasan kenapa aku jatuh cinta padamu, karena itulah cinta, kamu tidak tahu kapan dan kenapa dia datang dan mengikat hatimu, aku pun tidak tahu kenapa aku begitu mencintaimu sejak pertama melihatmu, yang pasti sejak saat itu sampai detik ini aku benar-benar sangat mencintaimu, Dave berbisik dalam hati sambil memandang dengan lembut ke arah Laurel setelah selesai menyanyikan lagu tersebut.
Mau tidak mau tindakan Dave selama dia menyanyi sambil memainkan gitarnya tidak lepas dari pengamatan beberapa orang, termasuk Hana yang wajahnya berubah sinis dengan sesekali mengeluarkan suara desisan dari sela-sela bibirnya, menunjukkan dia begitu kecewa bahwa apa yang terjadi malam ini tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan, Leo yang hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sambil berusaha agar pandangan matanya tidak selalu tertuju pada Laurel yang baginya selalu terlihat menarik dalam suasana apapun sekaligus mengamati pandangan mata Dave yang saat ini dilihatnya benar-benar terlihat tidak bisa lagi menutupi perasaan cintanya pada Laurel, Lusiana dan Mira yang wajahnya tampak terlihat bahagia melihat apa yang baru saja dilakukan Dave untuk Laurel, yang terlihat begitu romantis.
Beberapa orang yang tidak mengerti hanya berpikir bahwa apa yang dilakukan Dave saat ini hanya sekedar untuk menghibur mereka, sedang yang lain lebih memilih untuk tidak perduli dengan apa yang terjadi, lebih memilih untuk menikmati hiburan tanpa berpikir macam-macam, begitu menikmati suara indah Dave yang diiringi permainan gitarnya yang terdengar merdu.
Setelah selesai menyanyikan lagu Cinta Karena Cinta, suara riuh tepuk tangan langsung terdengar, beberapa orang meminta Dave untuk kembali menyanyikan satu lagi, tapi Dave langsung menolaknya, karena sejak awal dia menyanyikan lagu itu dia harus berusaha dengan begitu keras agar tidak membiarkan dirinya berjalan mendekat ke arah Laurel dan merengkuh tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.
__ADS_1