CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
SULIT UNTUK MENGHINDAR DARIMU


__ADS_3

“Bagaimana menurutmu? Semua orang begitu bersemangat menyambut acara liburan kali ini,” Nia berkata sambil menyenggol bahu Lusiana.


“Selama setahun hanya sekali kita mendapat kesempatan liburan bersama-sama, itupun pasti ada beberapa orang yang kena giliran untuk tetap piket disini bersama dengan dokter-dokter lain yang diperbantukan dari rumah sakit lain,” Lusiana menanggapi perkataan Nia.


“Ah, aku berharap kita bertiga tidak mendapatkan giliran jaga karena kali ini aku dengar bos mengajak kita ke kawasan villa milik keluarga Shaw yang terkenal dengan kemewahannya dan kamar-kamarnya yang berjumlah lebih dari 30 kamar. Menurut orang-orang yang pernah diajak ke sana villa milik keluarga Shaw benar-benar memiliki pemandangan yang indah, juga ada kawasan perkebunan pinus dan teh yang bisa digunakan untuk outbound (Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang disituasikan dan dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik dan mental, biasa dilakukan untuk melatih kerjasama, kepemimpinan, keberanian, kekompakan dan kemampuan untuk memecahkan masalah),” Nia berkata sambil mengeluarkan suara desisan di bibirnya, menunjukkan dia begitu menantikan acara tersebut.


"Benar, aku dengar villanya terbagi menjadi 6 bangunan yang terpisah, masing-masing bangunan memiliki 5-6 kamar, salah satu bangunannya yang paling mewah merupakan daerah private karena hanya keluarga Shaw dan orang-orang terdekat mereka yang boleh menginap di bangunan itu," Lusiana menimpali perkataan Nia tentang villa keluarga Shaw.


Lusiana dan Nia yang begitu asyik membahas rencana liburan yang akan diadakan rumah sakit setahun sekali tiba-tiba melirik ke arah Laurel yang terlihat begitu tidak bersemangat hari ini, membuat Nia mengernyitkan alis kepada Lusiana yang langsung mengangkat bahu menyatakan tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Laurel.


“Laurel…, apa kamu baik-baik saja?”


“Eh?” Laurel menoleh kaget mendengar pertanyaan Lusiana, dan buru-buru tersenyum untuk menghilangkan kekhawatiran kedua temannya itu.


“Kenapa denganmu? Kenapa hari ini kamu terlihat banyak melamun?” Laurel tersenyum mendengar pertanyaan dari Nia.


"Tidak apa-apa, aku hanya sedang berpikir, kira-kira apa memungkinkan kalau acara minggu depan aku yang mendapatkan jadwal piket jaga di rumah sakit saja,"


"Hah?" Baik Nia maupun Lusiana langsung terbeliak kaget mendengar harapan Laurel untuk bisa tetap di rumah sakit sedang yang lain justru begitu berharap tidak mendapatkan jadwal untuk tetap di rumah sakit.


"Apa bisa aku mengajukan ijin untuk tidak ikut berlibur?" Laurel bertanya dengan wajah serius, membuat Nia mengernyitkan dahinya karena bingung, dimana semua orang mengharapkan liburan kali ini, justru Laurel ingin tetap berada di rumah sakit, sedang Lusiana hanya terdiam karena dia tahu pasti alasan Laurel tidak tertarik sama sekali dengan acara liburan minggu depan, dia benar-benar ingin menghindari Dave.

__ADS_1


Lusiana menarik nafas dalam-dalam setelah mendengar keinginan Laurel yang baginya akan sulit untuk dia dapatkan, mengingat bagaimana Laurel menceritakan apa yang sudah dilakukan Dave untuk tetap bisa menahannya di rumah sakit ini, pasti Dave tidak akan membiarkan Laurel tidak mengikuti acara liburan kali ini yang jelas-jelas Dave juga akan ikut berlibur disana, dan baru kali ini mereka diajak berlibur ke villa milik keluarga Shaw. Lusiana yakin salah satu alasan Dave memilih villa keluarganya sebagai tempat untuk berlibur para pegawainya juga karena adanya Laurel.


Dengan tanpa diketahui Nia, Lusiana melirik ke arah wajah Laurel yang sejak beberapa hari ini terlihat banyak melamun. Sebagai sahabat dia ingin sekali membantu, tapi untuk saat ini tidak ada yang bisa dilakukannya, selain hanya mengamati apa yang terjadi. Dia ingin sekali membantu Dave karena sejak awal dia tahu bosnya itu benar-benar mencintai Laurel, tapi jika dia membantu Dave, maka dia harus bersiap persahabatannya dengan Laurel akan retak. Jika dia membantu Laurel, dalam hati dia adalah pendukung Dave yang menurutnya adalah laki-laki yang paling tepat untuk Laurel, apalagi memang mereka adalah sepasang suami istri dan Lusiana adalah gadis modern dengan pikiran kolot yang membenci sebuah perceraian apapun alasannya walaupun awal pernikahan itu terjadi bukan karena kesepakatan kedua belah pihak, dia tidak akan pernah setuju dengan yang namanya perceraian.


# # # # # # #


"Bagaimana Mir? Apa bisa?" Mira tersenyum mendengar pertanyaan Laurel yang saat ini sedang duduk di depannya.


"Nama-nama para pegawai yang mendapatkan jadwal piket pada saat kita berlibur sudah keluar dok, mana bisa diganti?"


"Ayolah Mir, kalau aku menggantikan salah satu dari mereka pasti mereka akan dengan senang hati menerimanya, benar tidak? Siapa yang tidak ingin pergi berlibur di tempat yang aku dengar dari yang lain katanya tempatnya benar-benar indah," Mira menahan senyumnya mendengar perkataan Laurel, karena sebagai asisten pribadi Dave sedikit banyak dia sudah mengetahui kejadian antara Dave dan Laurel, bahkan dia, atas perintah dari Dave merupakan orang yang menyiapkan surat kontrak kerja yang ditandatangani Laurel saat itu.


"Ah, aku baru saja bekerja di tempat ini, untuk sementara waktu aku ingin belajar lebih banyak tentang kasus-kasus penyakit yang dialami oleh masyarakat daerah tropis, karena selama ini di Amerika aku belum terlalu banyak menemukan kasus penyakit-penyakit yang biasa dialami masyarakat daerah tropis," Kali ini Mira benar-benar harus tersenyum karena sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Kalau begitu dokter Laurel bisa minta ijin langsung kepada bos, saya mana berani mengajukan ijin seperti itu kepada bos, bisa-bisa saya dianggap tidak menghargai niat baik bos untuk menyenangkan para pegawainya. Dengan memberikan liburan mewah kali ini merupakan salah satu bentuk penghargaan bos kepada pegawainya," Laurel langsung menghela nafasnya mendengar saran dari Mira. Niatnya meminta tolong Mira, justru Mira menyuruhnya langsung menghadap Dave, yang baginya sama artinya dengan sengaja masuk ke sarang harimau.


"Ah, bagaimana kalau dokter Laurel mengirim pesan dulu ke bos, kalau dokter Laurel memang merasa tidak enak untuk meminta ijin langsung ke kantornya," Mira berkata sambil tersenyum, karena beberapa kali saat dia berada di kantor Dave untuk membantunya, dilihatnya Dave begitu sering melihat ke arah layar handphonenya, seolah-olah sedang menunggu panggilan telpon atau pesan dari seseorang. Dia sengaja mengusulkan pada Laurel untuk mengirim pesan pada Dave sehingga paling tidak bisa membantu menyambungkan komunikasi mereka kembali walaupun sekedar lewat pesan.


Evelyn yang cukup dekat dengan Mira sudah menceritakan padanya tentang kejadian hari itu, karena selain Mira merupakan asisten pribadi Dave, sebenarnya hubungan mereka lebih dekat dari itu, Mira merupakan anak dari adik kandung Rosalia. Mira tersenyum, kalau dia bukan merupakan saudara yang cukup dekat dengan keluarganya, bisa dipastikan Dave tidak akan memilihnya yang merupakan seorang wanita untuk menjadi asisten pribadinya, mengingat selama ini Dave tidak pernah mau dekat dengan seorang wanita sejak dia menikah dengan Laurel.


Sejak kejadian hari itu Mira juga mengamati Laurel yang begitu keras berusaha menghindari pertemuan atau pembicaraan dengan Dave, membuat Mira kadang merasa gemas dengan Laurel yang jelas-jelas dari pandangan matanya terlihat mencintai Dave, tapi karena ego dan kemarahannya dia berusaha untuk terus menghindari Dave.

__ADS_1


# # # # # # #


Laurel memandangi handphone yang ada di tangannya, berkali-kali dia hampir memencet kontak dengan nama Dave Alexander Shaw, tapi berkali-kali juga dia membatalkan niatnya, sampai akhirnya di membuka aplikasi wa di handphonenya, lalu mulai menuliskan pesan.


Selamat malam bos, untuk acara minggu depan saya minta ijin untuk bertukar dengan salah satu pegawai yang mendapatkan jadwal piket.


Dengan menarik nafas panjang Laurel memberanikan diri untuk mengirimkan pesan tersebut.


Untuk beberapa lama Laurel menunggu balasan dari Dave tapi pesan balasan tidak juga muncul, padahal dengan jelas dia melihat tanda bahwa pesannya telah terkirim, bahkan sudah ada tanda bahwa pesannya telah dibaca, membuatnya meletakkan handphonenya di atas nakas dan dia sendiri memutuskan untuk keluar dari kamarnya, berjalan ke arah dapur, mengambil segelas air dan meminumnya dengan sekali teguk.


Ah, apa maksudmu dengan membuatku menunggu begitu lama balasan pesan yang sudah jelas-jelas sudah kamu baca, Laurel berkata dalam hati sambil memandang ke arah gelas yang sudah kosong di genggaman tangan kanannya.


Lebih dari 30 menit Laurel memilih untuk duduk diam di kursi depan jendela besar di kamarnya sambil sesekali melihat ke arah layar handphonenya yang tampak belum terlihat adanya notifikasi pesan balasan dari Dave.


Tak begitu lama kemudian Laurel meraih handphone yang awalnya dia letakkan di meja yang ada di depan tempatnya duduk, ketika tiba-tiba ada notifikasi sebuah pesan masuk dari Dave Alexander Shaw.


Kamu tidak ingin berlibur di villa keluarga Shaw? Kalau begitu kita pergi berlibur berdua ke Bali pada hari itu.


Laurel terbeliak membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Dave, apalagi di bawah pesan itu Dave langsung mengirimkan foto bukti pemesanan tiket pesawat first class ke Bali atas nama Laurel Tanputra dan Dave Alexander Shaw, juga bukti booking di sebuah kamar hotel mewah di Bali atas nama Dave pada tanggal yang sama selama 3 hari 2 malam.


Silahkan kamu pilih, mau ikut berlibur ke villa keluarga Shaw bersama rekan-rekanmu atau pergi ke Bali berdua denganku, pilih mana yang paling kamu suka. Apapun yang kamu pilih, dengan senang hati aku akan menemanimu.

__ADS_1


__ADS_2