
"Ada seorang pasien wanita mengalami Anoreksia nervosa (Anoreksia adalah suatau gangguan psikologis, anoreksia nervosa merupakan gangguan makan akibat rasa takut berlebihan terhadap peningkatan berat badan), aku sudah menyarankan mereka untuk ke klinik psikiater dan menemui ahli gizi rumah sakit, namun suaminya bersikeras aku harus memberinya obat untuk membuat istrinya merasa nyaman saat makan tapi dengan makanan seadanya," Mendengar penjelasan Laurel, Dave mengernyitkan dahinya.
"Apa maksud suaminya?" Mendengar pertanyaan Dave, Laurel mendesah pelan.
"Istrinya memiliki banyak masalah kesehatan, dari kehilangan berat badan yang cukup drastis, kelemahan otot, kelelahan, depresi dan anemia karena malnutrisi, (Malnutrisi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan cacat fisik atau mental. Penyebabnya berupa pola makan yang buruk, kondisi pencernaan atu penyakit lain. Pengobatan harus dilakukan dengan mengatasi penyebab terjadinya malnutrisi dan mengganti nutrisi yang hilang) dia mengalami gizi buruk, sedang suaminya sepertinya laki-laki egois yang inginnya istrinya makan sesedikit mungkin agar berat badannya tidak naik, di depanku dia bahkan mengancam menceraikan istrinya jika dia tidak bisa menjaga berat badannya," Dave sedikit terbeliak mendengar penjelasan Laurel.
"Ada suami seegois itu ya?" Laurel mendengus, menunjukkan kekesalannya, membuat Dave tersenyum melihat wajah polos Laurel yang tampak tidak berusaha menyembunyikan emosi di depannya.
"Bagiku itu lebih dari egois, menurutku laki-laki itu adalah laki-laki yang kejam, tidak bertanggung jawab sama sekali. Bagaimana bisa dia menikahi seorang wanita hanya karena fisiknya saja, semua orang juga tahu dengan bertambahnya usia, apalagi jika sudah pernah melahirkan fisik wanita pasti berubah. Harusnya dia melihat pada dirinya sendiri, bukan hanya wanita, priapun dengan bertambahnya usia pasti fisiknya berubah juga, kalau ingin memiliki pasangan yang tidak pernah berubah menikah saja dengan patung lilin," Dave tersenyum geli, melihat Laurel yang mengomel seperti itu benar-benar membuatnya ingin meraih kepala gadis itu dan membawanya ke dadanya, lalu mengelus kepalanya untuk dapat meredamkan emosinya.
"Aku jadi merasa benar-benar kasihan dengan istrinya, seolah-olah suaminya tidak perduli sama sekali jika istrinya menderita, dari gaya-gayanya bisa jadi suaminya berharap istrinya meninggal supaya dia bisa menikah lagi, rasanya ingin kujitak saja suaminya," Dave kembali tersenyum geli mendengar ancaman Laurel yang ditujukan kepada suami pasiennya.
"Dijitak dokter secantik kamu, sepertinya laki-laki itu justru akan merasa berbahagia daripada bertobat," Pipi Laurel langsung memerah mendengar perkataan Dave yang baginya terdengar seperti pujian karena mengatakan dia cantik, dengan cepat Laurel buru-buru berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Eh, aku membawa sesuatu untuk makan siang, aku akan panaskan dulu. Boleh aku masuk duluan?" Tangan kanan Laurel menunjuk ke arah rumah Dave, sedang tangan kirinya mengangkat kantung plastik yang di dalamnya berisi kotak makan stainles berisi tom yam dan ayam bakar. Dave langsung mengangguk, membiarkan Laurel berjalan di depannya menuju rumahnya sedang dia sendiri mengekor di belakang Laurel.
"Bi Yuni tidak kesini hari ini?" Laurel memandang ke sekeliling dan langsung menanyakan keberadaan Bi Yuni yang biasanya langsung menyambut kedatangan mereka selama beberapa hari ini.
__ADS_1
"Bi Yuni sedang sibuk di rumah mama, dia tidak bisa membantu disini, tadi Mira yang menyiapkan semuanya," Laurel mengangguk mendengar penjelasan Dave, sedang Dave tanpa sadar menarik nafas lega karena Laurel tidak lagi bertanya tentang Bi Yuni yang sengaja dicegah oleh Dave untuk datang ke rumahnya hari ini, karena siang ini Dave ingin menghabiskan waktu berdua dengan Laurel sebelum besok dia berangkat ke Irlandia bersama Bryan dan Jhon.
"Apa yang kamu bawa?" Dave bertanya sambil melirik ke arah kotak makan yang dibawa oleh Laurel.
"Sup tom yam dan ayam bakar, sedikit spicy (pedas), tapi semoga kamu menyukainya," Dave berdiri di meja marmer dekat dapur sambil melipat kedua tangannya dan meletakkannya di atas meja marmer tersebut, dengan tubuh sedikit membungkuk.
"Kamu memasaknya sendiri?" Mendengar pertanyaan Dave, Laurel menganggukkan kepalanya dengan senyum tersungging di wajahnya, membuat lesung pipinya ikut andil bagian membuat Dave harus menahan nafasnya karena begitu terpesona dengan pemandangan di depannya. Selama beberapa hari ini saat jam makan siang Dave seringkali mendapatkan suguhan senyum manis dan lesung pipit Laurel, dan sampai detik ini setiap dia melihat senyum itu selalu saja membuatnya terpesona dan berdebar-debar.
"O, ya? Kalau begitu aku pasti akan makan banyak siang ini, bisa-bisa malam nanti aku tidak akan memiliki nafsu makan lagi," Laurel tertawa kecil mendengar perkataan Dave.
"Kalau tahu kamu pandai memasak harusnya sewaktu kamu kuliah di Harvard dulu aku mengajukan catering kepadamu," Mendengar perkataan Dave, Laurel tersenyum sambil membuka lemari gantung di dapur untuk mengambil wadah kaca.
Dave teringat kembali masa-masa dia kuliah di Harvard, bagaimana setiap pagi dia akan memarkir mobilnya tak jauh dari homestay tempat Laurel tinggal, mengikuti Laurel sampai dia masuk ke kelasnya, dan saat Laurel pulang dari kampusnya, menuju tempat kerja part timenya, diapun akan mengikutinya, sampai Laurel pulang kembali ke homestaynya kembali, memastikan gadis itu pulang dengan selamat.
Dave ingat suatu ketika pernah Laurel harus pulang agak malam karena spertinya ada sedikit masalah di tempat kerja part timenya, ketika melewati salah satu lorong di jalanan yang sepi, dua orang pemabuk mengikutinya dan berencana melakukan sesuatu yang jahat kepadanya, dengan sigap Dave yang mengikuti di belakang mereka langsung menghajar kedua pemabuk itu. Bagi Dave dengan sabuk hitam taekwondo yang dimilikinya bukan hal yang sulit untuk mengalahkan kedua pemabuk itu. Karena peristiwa itu juga setelah Dave lulus dan kembali ke Indonesia tanpa sepengetahuan Laurel, Dave menyewa pengawal untuk Laurel selama 2 tahun Laurel ada di Amerika untuk memastikan keselamatan Laurel disana.
Setelah mengambil wadah kaca dari lemari gantung, Laurel berjalan ke arah microwave (Microwave adalah sebuah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 1 milimeter sampai 1 meter dan berfrekuensi antara 300 megahertz sampai 300 gigahertz. Magnetron merupakan bagian inti dari microwave oven. Komponen ini akan mengubah energi listrik menjadi radiasi gelombang mikro. Gelombang mikro adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi, yaitu berada di atas 3 GHz Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, akan muncul efek pemanasan pada benda tersebut. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, makanan menjadi panas dan masak dalam waktu singkat), berencana untuk memindahkan masakannya dalam wadah kaca khusus untuk micorawave untuk dipanaskan.
__ADS_1
Dave yang awalnya hanya mengamati Laurel dari meja panjang di dekat dapur berjalan ke arah Laurel.
"Perlu bantuan?" Posisi Dave yang tiba-tiba sudah berada di belakang Laurel dengan jarak begitu dekat membuat Laurel sedikit tersentak kaget, bau segar parfum Dave segera menerpa hidungnya.
Aduh, terlalu dekat. Kenapa tubuhmu terlalu dekat ke tubuhku? Laurel berbisik dalam hati sambil sedikit menarik nafas panjang, posisi Dave yang berada tepat di belakangnya membuat dadanya berdetak dengan keras, apalagi posisi tangan kiri Dave yang menumpu pada meja dapur di sebelah kiri lengan Laurel, sedang tangan kanannya bergerak ke arah wadah kaca yang ada di hadapan Laurel, sehingga membuat posisi Dave seolah sedang memeluk Laurel dari belakang.
"Berikan wadah kaca itu padaku," Dave menggerakkan tangan kanannya untuk meraih wadah kaca di depan Laurel, membuat tubuh Dave ikut bergerak ke depan dan menyentuh punggung Laurel, membuat Laurel harus menahan nafasnya. Entah hanya perasaan Laurel atau apakah memang begitu kenyataannya, Laurel merasa Dave sengaja memperlambat gerakan tangannya untuk meraih wadah kaca di depan Laurel, membuat tubuh mereka saling bersentuhan untuk waktu yang tidak sebentar.
Dave menarik nafasnya dalam-dalam, posisi tubuhnya yang saat ini begitu dekat dengan Laurel membuatnya bisa menikmati bau harum dari rambut dan parfum dari tubuh Laurel yang terasa begitu menggoda indra penciumannya, membuatnya tidak memiliki keinginan untuk menjauh dari tubuh Laurel, dan membuatnya tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak mengungkapkan apa yang ada di hatinya saat ini.~~~~
"Aku akan mengambil wadah lain," Laurel menggerakkan tubuhnya ke arah kiri, sehingga menabrak lengan tangan kiri Dave yang sedang menumpu di meja dapur yang berada di sebelah kiri tubuh Laurel, membuat Laurel harus menghentikan niatnya untuk menghindari tubuh Dave karena sepertinya lengan kiri Dave tidak mau bergeming dari tempatnya, justru Dave menggeser lengan kirinya sedikit ke arah kanan dan tangan kanan Dave tiba-tiba melepaskan wadah kaca yang tadi sempat dipegangnya, kemudian telapak tangan kanan Dave ikut menumpu di atas meja dapur, membuat tubuh Laurel terjepit diantara meja dapur dan tubuh Dave, sedang di kiri kanan Laurel lengan kokoh Dave mengurung tubuhnya, membuatnya dalam posisi tidak bisa bergerak lagi.
"Dave..., aku mau mengambil..., wadah..., lainnya," Laurel berkata dengan suara pelan dan sedikit terbata-bata, berharap Dave tidak mendengar nada suaranya yang saat ini benar-benar terlihat gugup, sehingga membuat kalimat yang diucapkannya terputus-putus.
"Aku mencintaimu Laurel," Dave menundukkan kepalanya dan berkata lembut di telinga Laurel, membuat mata Laurel terbeliak seketika dan tanpa sadar menjatuhkan kotak makan stainless berisi ayam bakar di tangan kirinya sehingga terguling di atas meja dapur.
"Dave..., apa maksudmu? Jangan..., bercanda," Tangan kiri Laurel yang terlihat bergetar berusaha meraih kotak makan stainless yang terguling, namun dengan cepat tangan kiri Dave meraih telapak tangan Laurel dan menjauhkannya dari kotak makan itu, menghalanginya untuk membereskannya. Dengan lembut tangan kiri Dave yang menggenggam tangan kiri Laurel bergerak ke arah perut Laurel dan menempelkan lengan bawah Laurel ke perutnya sendiri, dan lengan kiri Dave memeluk lengan kiri Laurel yang ada di depan perutnya, sedang tangan kanan Dave bergerak meraih tangan kanan Laurel yang berada di atas meja dapur dan menggenggamnya dengan lembut.
__ADS_1
"Aku mencintaimu..., sangat..., sangat mencintaimu, bahkan lebih dari yang bisa kamu bayangkan," Dave kembali berbisik lembut di telinga Laurel. Laurel menarik nafas dalam-dalam, suara lembut Dave di telinganya membuatnya begitu terbuai, bahkan hembusan nafas Dave yang mengucapkan pernyataan cintanya membuatnya merasa seluruh tubuhnya dialiri sesuatu yang terasa hangat, tapi sesuatu yang tiba-tiba melintas di pikirannya membuatnya tersadar bahwa dia tidak memiliki hak untuk membalas cinta Dave.
NOTE: Episode selanjutnya akan up agak lama dari biasanya, akan up di bulan Mei karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan oleh author, terima kasih untuk semua dukungan para pembaca, terimakasih untuk yang sudah like, komentar, vote, follow dan join ke grup. Semoga bisa cepat up lagi. Happy reading guys.