CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MAAFKAN KEBODOHANKU


__ADS_3

“Hallo,” Dave yang berada dalam mobilnya dengan Odi yang mengemudikannya mengangkat panggilan telepon di handphonenya begitu dilihatnya nama Detektif Eka yang melakukan panggilan kepadanya.


“Selamat malam Tuan Shaw,” Suara berat di seberang sana langsung terdengar begitu Dave mengangkat panggilan teleponnya.


“Selamat malam Pak Eka. Apa ada berita terbaru tentang pelaku penusukan istriku?”


“Sudah Tuan Shaw, seperti yang selama ini Tuan Shaw curigai, sepertinya pelaku penusukan itu benar adalah anak tunggal dari Pramono Agung, Dicky. Kami belum mendapatkan bukti kuat, tapi sementara ini semua bukti dari hasil penyelidikan mengarah padanya,” Dave mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari Detektif Eka.


“Dari penyelidikan yang kami lakukan, kami sudah bisa memastikan bahwa orang yang selalu membeli bunga tulip merah itu adalah Dicky. Dia sengaja memberikan alamat pengiriman di komplek rumah susun itu, setelah diterima oleh satpam, bunga itu diambil oleh salah satu penghuni rumah susun yang saat sudah berhasil kami amankan. Dari pengakuannya, setelah menerima bunga itu dia harus pergi ke salah satu café yang ada di dekat lokasi rumah Dicky, dan mengambil kartu ucapan yang dititipkan kepada kasir café tersebut berikut uang pembayaran Dicky untuk orang yang disuruhnya itu. Pelaku pengiriman bunga tidak mengenal siapa Dicky dan wajahnya, tapi dari nomor telepon yang biasa digunakan untuk melakukan komunikasi kami sudah selidiki dan kami bisa pastikan itu adalah salah satu nomor telepon milik Dicky. Dave menarik nafas dalam-dalam mendengar penjelasan dari Detektif Eka.


“Tuan Shaw jangan khawatir, dalam waktu dekat kami akan segera mendapatkan bukti kuat untuk menangkap pelaku, apalagi orang suruhan Dicky sudah kami amankan. Bahkan selama dua hari ini kami sudah melacak keberadaan Dicky dan selalu memantau pergerakannya. Seperti saat ini, sepertinya dia sedang menuju ke daerah XY. Daerah yang jauh dari lokasi rumah Tuan Shaw, jadi Tuan Shaw dan Nyonya bisa tenang,” Dave terhenyak mendengar perkataan Detektif Eka. Memang daerah XY bukan daerah tempat tinggalnya bersama Laurel, tapi itu daerah dimana Freya dan Mama Denia tinggal.


“Pak Eka, tolong segera meluncur ke tempat dimana Dicky sedang berada, aku merasa ada sesuatu yang dia incar di sana. Itu bukan daerah tempat tinggalku, tapi di sana daerah tempat tinggal mertua dan adik iparku,” Detektif Eka langsung terbeliak mendengar penjelasan dari Dave yang baginya cukup mengagetkannya.


“Sial!” Dari seberang sana terdengar suara umpatan dari Detektif Eka yang merasa kecolongan.


“Baik Tuan Shaw, saya dan tim akan segera meluncur ke sana,” Detektif Eka segera menutup kaca mobilnya yang terparkir di tepi jalan dan menginjak gas mobilnya menuju daerah XY tanpa menundanya lagi.

__ADS_1


Begitu Dave dan Detektif Eka memutus panggilan telepon, Dave langsung menelpon Laurel, berharap kondisi Laurel sedang baik-baik saja dan aman bersama yang lain di restauran Evelyn.


Nomer yang Anda hubungi sedang tidak aktif.


Beberapa kali Dave berusaha melakukan panggilan telepon sambil memandang ke arah depan mobil dengan gelisah.


“Odi, cepat putar balik, kita ke rumah mertuaku sekarang!” Dave memberi perintah sambil beberapa kali berusaha untuk tetap menghubungi Laurel, namun tetap saja terdengar suara operator yang menyatakan nomor Laurel sedang tidak aktif, membuat Dave akhirnya menyerah dan mencoba menghubungi yang lain untuk menanyakan keberadaan Laurel. Dan yang terpikirkan pertama kali oleh Dave adalah Leo. Berharap Laurel masih berada di restauran Evelyn bersama yang lain yang sedang merayakan pesta ulang tahun Leo.


“Hallo,” Mendengar suara Leo yang mengangkat panggilan teleponnya membuat Dave merasa sedikit lega, berharap bisa segera mendengar suara Laurel setelah ini.


“Leo, apa Laurel masih ada di sana?”


"Hei! Kenapa kamu berteriak sekeras itu padaku? Dimana Laurel? Tolong berikan handphonemu kepadanya, aku ingin bicara sebentar dengannya. Sedari tadi aku berusaha menghubunginya tapi sepertinya handphonenya mati,” Leo mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan Dave.


“Kamu ini! Tidak pernah mendengarkan aku! Sudah kubilang jangan terlalu percaya pada Meria, jangan terlalu dekat dengannya! Kalau kamu tidak mengerti dengan istilah yang halus, kalau begitu aku harus menegaskannya padamu sekarang! Dia itu serigala berbulu domba! Jangan pernah percaya dengan apa yang dia katakan atau lakukan. Dia benar-benar licik!”


“Ok Leo, maafkan aku, lain kali aku akan dengarkan penjelasanmu tentang Meria. Tapi sekarang ada yang lebih penting. Dimana Laurel sekarang? Tolong berikan teleponmu kepadanya, aku ingin bicara dengannya,” Dave berkata dengan suara pelan, seperti orang memohon.

__ADS_1


“Cih…, aku benar-benar ingin menghajarmu Dave! Dengan gampangnya kamu meninggalkan Laurel di sini sendirian demi Meria. Dan sekarang kamu ingin berbicara dengannya. Dia sudah pulang duluan karena merasa tidak enak badan. Tadi aku menawarkan sopir keluargaku tapi dia lebih memilih untuk naik taksi. Saat aku kembali mencarinya, dia sudah pergi. Dia mau aku menyampaikan pesan padamu kalau baterai handphonenya habis. Kamu diminta Laurel untuk menjemputnya langsung ke rumah mertuamu. Dia sedang dalam perjalanan menuju rumah mamanya,” Dave terhenyak kaget mendengar penjelasan dari Leo yang mengatakan bahwa saat ini Laurel sedang menuju rumah mamanya di daerah XY, dimana Dicky juga sedang dalam perjalanan ke daerah itu. Entah apakah itu hanya suatu kebetulan, tapi melihat bagaimana rapinya Dicky selama ini dalam bertindak, sepertinya bagi Dave itu bukan suatu kebetulan, tapi justru sepertinya dia dengan sengaja mengikuti Laurel dan mencari kesempatan dan di saat Laurel lengah dan tidak ada pengawalan Dicky akan bertindak. Memikirkan itu cukup untuk membuat tubuh Dave tiba-tiba menggigil dengan hebat.


Mo cuisle. Aku benar-benar salah prediksi, aku berpikir bahwa Dicky sedang mengincar Mama Denia atau Freya. Ternyata dia sedang mengincarmu, Dave berkata dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya dengan jantungnya yang berpacu dengan cepat karena memikirkan kemungkinan buruk yang akan menimpa Laurel jika dia bertemu kembali dengan Dicky, apalagi sendirian tanpa ada seseorang yang bisa melindunginya.


“Odi! Tambah kecepatan mobilmu! Kita harus segera sampai di sana sebelum Nyonya!” Leo mengernyitkan dahinya mendengar suara panik dari Dave di telepon.


“Dave! Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba suaramu terdengar begitu panik?” Leo bertanya sambil matanya memandang sekeliling, untungnya para tamu undangan sudah hampir semuanya sudah pulang, hanya tinggal beberapa keluarga dekat, itupun mereka sedang mengobrol di sisi lain restauran itu, sehingga suara keras Leo yang berteriak di telepon barusan tidak mungkin didengar oleh mereka.


“Pak Eka baru saja menghubungiku, memastikan bahwa pelaku penusukan benar adalah Dicky, seperti kecurigaanku yang pernah aku ceritakan padamu. Dan saat ini Pak Eka yang sekarang mengawasi pergerakan Dicky melalui sinyal handphonenya menyatakan kalau Dicky sedang mengarah ke daerah XY, tempat tinggal Mama Denia dan Freya,” Mendengar itu Leo terbeliak kaget, dengan spontan dia meraih kunci mobil dan berlari keluar dari restauran Evelyn.


“Leo!”


“Kak Leo! Mau kemana?” Suara teriakan-teriakan dari arah belakang Leo, baik teriakan dari mamanya, kakak perempuannya bahkan dari Evelyn tidak lagi diperdulikan oleh Leo.


“Sial! Dave! Kamu benar-benar bodoh! Membiarkan Laurel sendiri sedang pelaku penusukannya belum tertangkap! Apa kamu tahu! Tadi sore aku mendengar dari Evelyn bahwa Freya menelponnya, memberinya kabar gembira, mengatakan kalau sebentar lagi dia akan memiliki keponakan! Apa kamu tahu apa artinya itu? Laurel sedang mengandung anakmu! Bagaimana seorang Dave Alexander Shaw bisa bertindak ceroboh dan bodoh seperti hari ini!” Leo berteriak sambil masuk ke mobilnya dan dengan keras diinjaknya gas mobilnya, memutus panggilan teleponnya dengan Dave, kemudian melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Mama Denia, dan benar-benar berharap agar tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Laurel.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Leo, seluruh otot-otot di tubuh Dave tiba-tiba saja terasa lemas. Tangan Dave yang awalnya memegang handphonenya di tangan kanannya tiba-tiba terasa tidak memiliki tenaga lagi sehingga handphone yang dipegangnya langsung terjatuh ke lantai mobil. Dada Dave berdegup dengan begitu kencang, tenggorakannya tiba-tiba terasa begitu kering, sehingga membuatnya sulit mengeluarkan suara, bahkan terasa begitu sulit baginya hanya untuk sekedar menelan ludahnya. Tanpa disadarinya, sesuatu yang bening mengalir di pipi Dave.

__ADS_1


Apa yang sudah aku lakukan padamu mo cuisle? Dave hanya bisa berkata dalam hati sambil menahan dirinya untuk tidak berteriak sekuat tenaga dan menahan dadanya yang terasa begitu sakit, bahkan membuatnya sulit untuk bernafas.


__ADS_2