CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MASA LALU YANG BERSIAP KEMBALI


__ADS_3

Begitu Dave membuka matanya pagi itu, dilihatnya Laurel sudah tidak ada di sampingnya, dipandanginya di sekeliling kamarnya, tapi tidak ditemukannya sosok Laurel, diliriknya secarik kertas yang ada di atas nakas sebelah kanan tempat tidurnya. Dave menggerakkan tangan kirinya untuk meraih kertas tersebut dan membaca apa yang tertulis di sana.


Selamat pagi Tuan Shaw, semoga tidurmu nyenyak semalam, terimakasih banyak atas pelayanan Tuan Shaw tadi malam, di kesempatan lain aku akan membalas kebaikan Tuan Shaw dengan memasak makanan favoritmu. Pagi ini aku harus kembali ke kamarku untuk berganti pakaian, bersiap untuk mengikuti pelatihan, sampai bertemu di restoran hotel untuk sarapan.


Dave tersenyum melihat apa yang dituliskan Laurel untuknya di atas secarik kertas itu. Sambil menarik nafas dalam-dalam Dave meletakkan kembali kertas itu di atas nakas. Dengan senyum bahagia memenuhi wajahnya, diingatnya kejadian tadi malam bersama Laurel.


Dave sedikit menggigit bibir bawahnya dengan senyum masih menghias wajahnya, mengingat bagaimana tadi malam keberadaan Laurel di dalam pelukannya benar-benar hampir membuatnya lupa diri. Kehangatan dan bau harum tubuh Laurel tadi malam benar-benar membuatnya hampir hilang kendali, membuat sepanjang malam dadanya terus berdetak dengan kencang, bahkan dia merasa bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri karena begitu kerasnya detakan itu, namun keberadaan Laurel dalam pelukannya sekaligus membuat tidurnya malam tadi menjadi begitu nyenyak, bahkan dia lupa kapan terakhir kali dia bisa tidur senyenyak itu dalam kurun waktu 7 tahun terakhir ini.


# # # # # # #


“Maafkan aku, aku benar-benar tidak sadar sudah mengunci kamar dari dalam padahal kamu masih belum masuk ke kamar, semalam aku benar-benar lupa,” Laurel hanya bisa menahan nafasnya mendengar permintaan maaf Lusiana dengan wajah terlihat begitu merasa bersalah, walaupun dalam hati dia merasa sedikit curiga temannya ini sengaja menjebaknya tadi malam.


“Tapi Laurel…, apa yang terjadi tadi malam?”


“Tidak ada yang terjadi, memang apa yang kamu harapkan terjadi antara aku dan bos?” Lusiana meringis mendengar pertanyaan balik dari Laurel.


“Tentu saja bukan kejadian antara suami istri seperti yang dibayangkan layaknya orang dewasa, kamu kan sedang datang bulan, karena itu juga semalam aku tidak khawatir meninggalkanmu bersama bos,” Mendengar perkataan Lusiana, Laurel langsung melotot kaget.


“Dasar, ternyata kamu benar-benar sudah merencanakannya ya?” Laurel bergerak ke arah Lusiana yang langsung berlari untuk menghindari Laurel sambil tertawa, dan dengan cepat dia berlari ke arah pintu dan membukanya.


Laurel yang memegang bantal langsung melempar bantal ke arah Lusiana bertepatan dengan saat Lusiana membuka pintu kamar hotel hendak melarikan diri sambil membungkuk untuk menghindari lemparan bantal dari Laurel, membuat bantal yang dilempar oleh Laurel mengarah pada seseorang yang sedang berdiri di balik pintu yang baru saja dibuka oleh Lusiana.


“Ahhh!” Lusiana berteriak kaget melihat kejadian itu, walaupun dengan sigap Dave menangkap lemparan bantal dari Laurel, namun tetap saja kejadian itu merupakan kejadian yang memalukan, bagaimana bisa mereka membuat Dave yang merupakan pimpinan di tempat mereka bekerja menerima lemparan bantal seperti itu.


“Maaf bos, maaf,” Lusiana langsung meminta maaf kepada Dave. Laurel tidak kalah kagetnya dengan Lusiana begitu menyadari lemparan bantalnya yang salah sasaran, hampir saja mengenai Dave.


Dengan mengernyitkan dahinya, Dave memandang ke arah bantal yang baru saja ditangkapnya, kemudian memandang ke arah Lusiana dan Laurel bergantian, mencoba mendapatkan penjelasan sebenarnya apa yang baru saja terjadi barusan, sehingga sepagi ini dia sudah mendapatkan hadiah lemparan bantal dari Laurel.

__ADS_1


“Maaf bos, kami tidak sengaja, saya akan ke restoran duluan untuk sarapan, silahkan bos masuk ke dalam,” Lusiana berkata sambil sedikit menganggukkan kepalanya karena merasa bersalah dengan kejadian barusan.


“Kenapa kita tidak sama-sama saja sarapannya?” Lusiana kembali meringis mendengar pertanyaan Dave.


“Tidak untuk hari ini bos, saya tidak mau nanti di restoran mendapat lemparan gelas atau piring dari Laurel. Maaf, saya permisi dulu bos,” Dengan buru-buru Lusiana langsung meninggalkan Dave yang sambil tersenyum melihat tingkah Lusiana berjalan masuk ke dalam kamar Laurel.


“Ma…,af…,” Dengan buru-buru Laurel langsung mendekat ke arah Dave, meraih bantal yang ada di tangan Dave dan melemparkannya ke atas tempat tidur yang masih terlihat berantakan, karena ketika Laurel meraih bantal untuk dilemparkan ke arah Lusiana, tanpa sengaja sprei di atas tempat tidur ikut tertarik tangannya, dan hampir terlepas seluruhnya dari tempat tidur, mengakibatkan bantal lain dan tas Laurel yang awalnya ada di atas tempat tidur terlempar ke lantai, sehingga membuat tempat tidur benar-benar terlihat berantakan.


“Ishhh, seperti baru saja terjadi perang besar di kamar kalian,” Dave berkata sambil menggaruk-garuk keningnya, setelah itu dia langsung tertawa terbahak-bahak, membuat wajah Laurel memerah karena malu.


“Sebenarnya apa yang terjadi sampai Lusiana begitu ketakutan menghadapimu?” Laurel menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Dave, wajahnya terlihat kembali kesal mengingat bahwa semalam Lusiana sengaja menjebaknya.


“Kejadian tadi malam, ternyata semua rencana Lusiana. Dia sengaja membuat aku terkunci di luar bersamamu,”


“O, ya? Lalu kenapa kamu marah kepadanya?” Laurel mengernyitkan dahinya mendengar tanggapan Dave yang terkesan begitu santai, setelah itu dia langsung melotot ke arah Dave.


“Maksudmu? Memang seharusnya aku marah kan merasa dijebak. Bayangkan kalau kamu dijebak seperti aku semalam? Apa kamu akan diam saja?” Dave mengangkat bahunya sambil tersenyum.


“Hah?” Laurel membuka mulutnya dan mengeluarkan udara lewat mulutnya sambil menggerakkan kepalanya ke samping denga wajah terlihat kesal mendengar kata-kata Dave yang berjalan mendekat ke arahnya.


“Aku akan memberi hadiah kepada Lusiana karena rencana jeniusnya, memberiku kesempatan tidur bersama istriku setelah aku menunggunya selama 7 tahun. Bahkan apa yang dilakukan Lusiana semalam menurutku benar-benar hebat, tidak pernah terpikirkan ide seperti itu di kepalaku,” Sambil mengucapkan kata-katanya, Dave berjalan mendekat ke arah Laurel yang hanya bisa terdiam di tempatnya, tidak menyangka dengan kata-kata Dave barusan, sehingga Laurel yang sedang termenung benar-benar tersentak kaget ketika tiba-tiba saja bibir Dave sudah menempel di bibirnya dan mencium bibirnya dengan lembut, dengan kedua lengan Dave memeluk tubuh Laurel.


Ciuman Dave hanya sekilas, namun tetap saja membuat Laurel harus menarik nafas dalam-dalam karena dadanya yang langsung berdetak dengan keras, apalagi walaupun Dave hanya mencium bibirnya sekilas, saat ini kedua lengan Dave tetap memeluknya dengan erat, bahkan lengan kiri Dave menarik tubuh Laurel ke arahnya, dan menempelkan wajah Laurel ke dadanya lalu mengelus rambut Laurel dengan lembut.


“Aku bersyukur bisa menikmati waktu bersamamu seperti sekarang ini,” Mendengar perkataan Dave, untuk beberapa saat Laurel terdiam, namun dengan perlahan kedua lengan tangannya bergerak ke atas, dan mulai melingkar ke tubuh Dave, membalas pelukan laki-laki itu, membuat Dave tersenyum bahagia karena apa yang dilakukan Laurel.


“Laurel, kamu tidak tahu betapa aku mencintaimu,”

__ADS_1


“Dave…, boleh aku menanyakan sesuatu?” Dave menggerakkan tubuhnya, menjauh dari tubuh Laurel dengan kedua tangannya memegang lembut kedua lengan Laurel.


“Apa yang ingin kamu ketahui?” Dave bertanya sambil tersenyum memandangi wajah Laurel yang terlihat serius.


“Kenapa kamu memilihku? Kenapa kamu mencintaiku?” Dave mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan dari Laurel yang baginya terasa sedikit aneh.


“Kenapa? Apa ada yang aneh jika aku jatuh cinta padamu?”


“Tidak…, hanya saja…, aku…,” Laurel menghentikan bicaranya, karena bibirnya tidak lagi sanggup meneruskan perkataannya. Dave langsung mengelus lembut kedua lengan Laurel.


“Aku jatuh cinta padamu sejak kita pertama kali bertemu, dan alasan kenapa aku jatuh cinta padamu akupun tidak bisa menjawabnya, tiba-tiba saja sejak aku melihatmu, aku tidak pernah bisa melupakanmu barang sedetikpun,”


“Tapi Dave…,”


“Ya?”


“Tolong jangan jatuh cinta padaku karena kasihan,” Dave sedikit tersentak mendengar perkataan Laurel.


“Kenapa kamu selalu merasa tidak percaya diri? Siapapun kamu dan apapun latar belakangmu, kamu adalah satu-satunya gadis yang aku cintai, satu-satunya yang aku inginkan untuk menyandang nama Nyonya Shaw bagiku, tidak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku,” Dave mengecup kening Laurel lembut.


“Ayo, kita harus segera sarapan agar tidak terlambat mengikuti pelatihan,” Dave menarik pergelangan tangan Laurel dan mengajaknya keluar dari kamar hotelnya.


# # # # # # #


Laurel baru saja memulai menikmati sarapannya bersama Dave ketika bunyi notifikasi dari handphonenya berbunyi. Sambil mengunyah nasi yang ada dalam mulutnya, Laurel membuka handphonenya dan mendapati pesan dari sebuah nomor asing yang tidak dikenalnya.


Apa kabar Laurel, lama tidak bertemu, dan sampai saat ini pun aku masih belum bisa melupakanmu, aku berharap kamu bisa meluangkan waktu untuk bertemu denganku. Aku tidak berharap kamu bisa memaafkanku, juga tidak mengharapkan kamu percaya ini, tapi sampai detik inipun aku masih sangat mencintaimu. Aku belum bisa melupakanmu, dan ada sesuatu yang harus aku katakan padamu, sesuatu yang seharusnya aku katakan padamu sejak 7 tahun lalu. Alasan mengapa aku terpaksa meninggalkanmu 7 tahun yang lalu. Devan

__ADS_1


 


 


__ADS_2