CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
BEGITU BANYAK ORANG INGIN TAHU TENTANG KITA


__ADS_3

“Bos juga ada jadwal meeting dengan para pegawai rumah sakit jam 1 siang tentang rencana pembangunan gedung baru untuk pengembangan jumlah ruang rawat inap di rumah sakit kita,” Lusiana yang terpilih sebagai salah seorang yang diminta Dave untuk ikut mengawasi proyek pembangunan gedung baru rumah sakit menambahkan kata-kata Mira tentang jadwal Dave hari ini, membuat Dave sedikit menahan nafasnya dan menggaruk-garuk keningnya yang sebenarnya tidak terasa gatal. Dave benar-benar baru menyadari, keberadaan Laurel di dekatnya akhir-akhir ini membuatnya selain lupa waktu, bahkan lupa akan janji-janji, rencana dan segalanya.


“Maaf Bos, saya mengingatkan tentang janji Bos untuk bertemu dengan orangtua salah satu pasien yang mengalami malpraktik saat melakukan tindakan bedah mulut di rumah sakit lain dan meminta rumah sakit kita menangani anaknya yang sekarang mengalami komplikasi. Bos berjanji untuk menemui mereka pukul 2 siang ini,” Nia menambahkan jadwal tugas Dave yang harus dilakukan hari ini.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh para pegawainya tentang jadwalnya, Dave menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya dia memandang ke arah Mira, sedangkan keempat pegawainya yang sedang menunggu keputusan Dave terlihat saling melirik, karena sebenarnya dibalik semua alasan yang mereka kemukakan, saat ini mereka sedang benar-benar merasa penasaran dengan kondisi hubungan Dave dan Laurel, karena itu begitu melihat Dave dan Laurel sedang bersama di kantor Dave, sebenarnya mereka sudah tahu bahwa saat ini kehadiran mereka sudah mengganggu kedua orang yang terlihat sedang dimabuk cinta tersebut.


“Ayo kita selesaikan satu persatu, minta Pak Roni datang ke kantorku sekarang. Untuk Lusiana, tunda meeting kita jam 3 sore ini, jam 2 aku harus tetap menemui keluarga pasien, setelah urusanku dengan Pak Roni selesai. Pasien dan kelaurganya harus tetap jadi prioritas utama kita,” Baik  Mira, Lusiana dan Nia langsung menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari Dave.


“Ehmmm, kalau saya perlu bertemu dengan dokter Laurel, mau melaporkan tentang pasien yang hari ini kebetulan sedang full, membutuhkan penanganan cepat. Maaf, karena biasanya sebelum jam 1 dokter Laurel sudah kembali ke poliklinik, jadi saya sengaja mencari dokter Laurel untuk memberikan info kondisi antrian pasien hari ini,” Indah berkata lirih sambil matanya melirik ke arah Laurel, membuat Dave menolehkan kepalanya ke samping, memandang ke arah istrinya.


“Sebaiknya kamu segera kembali ke poliklinik, supaya jam 3 sore ini kamu bisa ikut bergabung di meeting,” Mendengar perintah Dave, Laurel menganggukkan kepalanya dan langsung mengikuti Indah berjalan dengan bergegas ke arah poliklinik penyakit dalam, walaupun dari pengalaman Laurel tahu jika pasien sedang menumpuk, dia tidak akan bisa menyelesaikannya dalam waktu 3-4 jam, jadi kemungkinan besar dia tidak akan sempat untuk mengikuti meeting jam 3 nanti.


# # # # # # #


“Ah, akhirnya Indah, selesai semua, itu tadi pasien terakhir kan?” Indah yang berdiri di dekat meja kerja Laurel di poliklinik mengangguk sambil tersenyum.


“Iya dok, pasien terakhir. Hari ini pasien sangat ramai, seolah-olah mereka semua tahu kalau hari ini dokter Laurel sudah kembali ke rumah sakit,” Laurel tertawa kecil mendengar perkataan Indah.


“Kan ada dokter penggantiku selama aku tidak masuk bekerja?” Indah tersenyum mendengar perkataan Laurel, karena mau tidak mau Indah harus mengakui, sejak kedatangan Laurel, lebih banyak pasien penyakit dalam yang ingin diperiksa oleh Laurel, bahkan tidak segan-segan mereka membatalkan rencana mereka untuk kontrol atau diperiksa jika mengetahui hari itu bukan Laurel yang menangani mereka. Sudah menjadi rahasia umum diantara para pasien penyakit dalam bahwa Laurel merupakan dokter yang selain sangat cantik, ramah, juga kompeten dalam menangani penyakit-penyakit mereka.


“Ah, dokter seperti tidak tahu saja, di rumah sakit ini banyak pasien yang menjadi penggemar rahasia dokter. Mereka begitu mengidolakan dokter, beberapa justru sering bergosip, menanyakan pada kami para suster tentang status dokter Laurel apakah sudah menikah atau masih lajang. Bahkan beberapa perawat sempat berpikir bahwa beberapa pasien sembuh hanya karena senang bertemu dengan dokter,” Laurel langsung tertawa mendengar cerita Indah yang baginya terdengar konyol, mana ada pasien sembuh dari penyakitnya hanya karena bertemu dengan dokternya, kecuali kalau penyakitnya hanya penyakit pura-pura.


“O, iya Dok, saya ikut berbahagia atas pernikahan dokter Laurel dan Bos,” Indah yang sedari tadi pagi begitu ingin mengobrol dengan Laurel tentang pernikahannya dengan Dave, akhirnya tidak tahan juga untuk tidak membicarakan hal itu kepada Laurel.


“Ah, pasti jadi berita heboh ya? Untung saja beberapa hari ini aku tidak masuk rumah sakit, jadi tidak perlu mendengar kehebohan yang terjadi karena berita itu,” Indah terkikik geli mendengar respon dari Laurel atas ucapan selamatnya.


“Saya jadi malu pernah menjodoh-jodohkan dokter Laurel dengan Bos yang ternyata memang suami dokter Laurel,” Laurel tersenyum, mengingat kembali saat-saat dimana Lusiana, Nia, bahkan Indah sibuk menjodoh-jodohkannya dengan Dave, dan saat itu dia sendiri tidak menyangka bahwa Dave adalah suami sahnya yang dia tinggalkan 7 tahun lalu ke Amerika di hari pernikahan mereka. Tapi, Laurel memilih untuk diam, tidak berencana menceritakan apapun kepada Indah tentang apa yang dia alami di masa lalu agar tidak menimbulkan lebih banyak gosip di lingkungan rumah sakit. Dengan adanya Leo, Mira dan Lusiana yang tahu dengan jelas tentang apa yang pernah terjadi antara dia dan Dave, bagi Laurel sudah lebih dari cukup, tidak perlu yang lain tahu tentang cerita yang sebenarnya, walaupun Laurel tahu jelas dari tatapan para pegawai di rumah sakit ini saat melihat kehadirannya dan Dave mereka begitu ingin tahu cerita tentang kisah cinta antara dirinya dan Dave.

__ADS_1


# # # # # # #


Dave baru saja menyelesaikan mandinya ketika dilihatnya Laurel sedang duduk di depan meja riasnya sambil memotong kuku-kuku tangannya.


“Sini, berikan gunting kukunya padaku, biar aku yang melakukannya,” Tanpa menunggu jawaban dari Laurel, Dave langsung duduk di samping Laurel, lalu meraih gunting kuku di tangan Laurel dan mulai menggunting  kuku jari-jari tangan Laurel dengan hati-hati.


“Apa kamu tidak ada keinginan untuk melakukan manikur? Kalau kamu malas ke salon, biar orang salon yang datang ke rumah,” Laurel tersenyum mendengar pertanyaan Dave.


(Diterjemahkan dari bahasa Inggris-Manikur adalah perawatan kecantikan kosmetik untuk kuku dan tangan yang dilakukan di rumah atau di salon kuku. Manikur terdiri dari pengarsipan dan pembentukan ujung kuku yang bebas, mendorong dan memotong setiap jaringan yang tidak hidup, perawatan dengan berbagai cairan, pijatan tangan, dan aplikasi cat kuku).


“Aku terbiasa merawat kukuku sendiri, ke depannya kalau aku luang aku akan mencobanya, tapi tidak sekarang. Waktuku masih terlalu banyak aku gunakan untuk konsentrasi pada pekerjaanku,” Dave tersenyum mendengar perkataan Laurel.


“Tidak ada salahnya sekali-sekali kamu memanjakan dirimu. Lain kali aku akan meminta Evelyn mengurus hal-hal seperti itu untukmu. Dia pasti dengan senang hati melakukannya, mengingat sudah begitu lama dia juga menantikan kehadiranmu sebagai kakak iparnya,” Laurel memilih untuk tidak menanggapi perkataan Dave, justru pikirannya langsung teringat kepada pekerjaan mereka di rumah sakit sepanjang hari ini.


“Hari ini banyak sekali jadwal pekerjaanmu, apa semuanya sudah beres?” Laurel bertanya sambil memandangi wajah Dave yang tampak serius menatap ke arah kuku-kuku istrinya yang sedang diguntingnya. Sepanjang perjalanan pulang tadi Dave menerima begitu banyak panggilan telepon, sehingga tidak memberi kesempatan pada mereka berdua untuk berbincang-bincang mengenai kejadian-kejadian di rumah sakit.


“Iya, banyak sekali pasien hari ini, ada satu kasus yang cukup serius. Seorang pasien baru dari Feri. Dulunya dia tidak pernah memeriksakan diri ke dokter kandungan, hanya ke bidan, sedang hamil di trisemester kedua, tapi baru diketahui bahwa dia menderita hipertiroid,” Dave menghentikan gerakan tangannya sebentar, memandang ke arah wajah Laurel yang tampak bersimpati sehingga tampak aura sedih di wajahnya saat bercerita tentang pasien yang sedang hamil dan menderita hipertiroid.


(Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3), yang merupakan dua hormon utama yang mengontrol bagaimana sel-sel menggunakan energi. Kelenjar tiroid mengatur metabolisme melalui pelepasan hormon-hormon ini. Hipertiroid terjadi ketika tiroid menghasilkan terlalu banyak T4, T3, atau keduanya. Pasien dengan hipertiroid ringan seringkali tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertiroid karena tidak ada gejala. Jumlah T4, T3 yang tinggi atau keduanya dapat menyebabkan tingkat metabolisme yang terlalu tinggi. Keadaan ini disebut dengan hipermetabolik. Saat dalam keadaan hipermetabolik seseorang mungkin mengalami detak jantung cepat, tekanan darah tinggi, dan tremor tangan. Hipertiroid dapat menyebabkan lebih sering buang air besar, penurunan berat badan dan pada wanita siklus menstruasi tidak teratur. Hipertiroid ringan dalam kehamilan biasanya tidak menimbulkan masalah bagi seorang ibu dan bayinya, namun hipertiroid sedang hingga parah pada ibu dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain preeklampsia (kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine. Kondisi ini terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Preeklampsia harus diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi dan mencegah berkembang menjadi eklamsia \= adalah komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan kejang sebelum, selama, atau setelah persalinan. Kondisi serius ini selalu di dahului dengan preeklamsia sebelumnya. Eklamsia merupakan kelanjutan dari preeklampsia, yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin), keguguran, melahirkan prematur (sebelum minggu ke 37 kehamilan) dan bayi memiliki berat badan lahir rendah).


“Pasien ini sudah menikah lebih dari 10 tahun, dan istrinya baru saja hamil anak pertama mereka setelah begitu lama menunggu, menurutku kesulitan untuk hamil itu terjadi, kemungkinan karena ternyata selama ini istrinya menderita hipertiroid yang baru diketahui akhir-akhir ini. Besok aku akan menerima hasil tes darah pasien, semoga angka T4 dan T3  nya tidak terlalu tinggi sehingga aman untuk janin dalam kandungannya,” Laurel meneruskan bicaranya.


“Semoga terjadi sesuai dengan yang kamu harapkan,” Dave mengelus lembut rambut Laurel sekilas, sebelum akhirnya melanjutkan untuk memotong kuku jari-jari tangan Laurel.


“Kamu ini gampang sekali terbawa suasana,” Dave berkata sambil meletakkan gunting kuku di atas meja rias setelah selesai memotong dan merapikan kuku-kuku Laurel.


“Apa aku tidak boleh bersimpati terhadap para pasienku?” Dave tersenyum mendengar pertanyaan Laurel, lalu tangannya terulur ke arah perut Laurel.

__ADS_1


“Karena aku ingin kamu segera hamil, aku harap kamu harus terus jaga kesehatan dan pikiranmu. Aku tidak mau kejadian di sekitarmu terlalu mempengaruhi ketenangan pikiranmu sehingga mengganggu proses kehamilanmu. Kamu tahu aku sudah berusaha dengan rajin agar kamu cepat hamil,” Laurel tertawa mendengar perkataan Dave, karena dia tahu arti kata rajin yang dimaksud oleh Dave.


“Kalau boleh jujur, aku masih ingin menikmati masa-masa berpacaran denganmu, tapi kalau memang kita diberi kepercayaan untuk segera memiliki anak, dengan senang hati aku akan menerimanya,” Dave tersenyum mendengar apa yang dikatakan Laurel, sekilas diciumnya kening Laurel dengan lembut.


“Apapun kita akan terima bersama-sama. Mo cuisle, jangan lupa akhir pekan kita harus menginap ke rumah besar sesuai janji kita kepada papa,” Laurel sedikit meringis karena Dave mengingatkannya kembali tentang rencana mereka untuk menginap di rumah besar.


“Tidak bisa dibatalkan ya?” Dave tersenyum geli melihat wajah Laurel yang terlihat sedikit gugup, menunjukkan ada rasa takut saat dia mengingatkan tentang rumah besar.


“Bisa saja. Aku akan berikan nomer handphone papa kepadamu, kamu bisa langsung menghubungi papa untuk membatalkan rencana menginap akhir pekan ini,” Mendengar perkataan Dave, mata Laurel langsung melotot.


“Itu sama saja artinya dengan cari mati,” Dave tergelak mendengar kata-kata pesimis Laurel.


“Sudah aku bilang, kamu belum mengenal papa, kalau kamu sudah mengenalnya, kamu tidak akan lagi takut padanya. Atau kamu hanya perlu membawa hadiah kesukaannya saat berkunjung nanti. Aku jamin dia akan langsung memberikan senyum termanisnya untukmu,”


“Memang apa yang disukai oleh papa? Aku akan berusaha menyiapkannya untuk dibawa akhir pekan ini,” Dave tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.


“Tidak perlu jauh-jauh mencarinya, kabar kehamilanmu akan jadi hadiah yang paling ditunggu oleh papa,” Dave berkata sambil tangannya menyentuh perut Laurel sekilas, lalu bergerak ke bagian lain tubuh Laurel yang membuat Laurel tersentak kaget.


“Dave! Tanganmu, kenapa selalu iseng, berlarian kemana-mana?” Dengan cepat tangan Laurel menarik tangan Dave agar menjauh darinya, membuat Dave menyunggingkan sebuah senyum nakal di wajahnya.


“Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku serius mau bekerja keras untuk memenuhi keinginan papa,” Laurel terbeliak mendengar apa yang baru saja dikatakan Dave, tidak menyangka bagaimana sekarang Dave menganggapnya sebagai candu yang membuat Dave begitu tergila-gila dan ketagihan.


“Dasar, kamu benar-benar tidak kenal kata lelah ya,” Laurel memalingkan wajahnya dari tatapan Dave, meraih gunting kuku di atas meja riasnya dan memasukkannya ke dalam laci meja riasnya.


“Eh,” Dave menyipitkan matanya begitu pandangan matanya melihat sebuah kotak perhiasan di laci meja rias Laurel, membuat Laurel menghentikan gerakan tangannya untuk menutup laci meja riasnya dan mengamati kemana arah mata Dave tertuju sehingga mengubah wajah Dave menjadi begitu serius.


“Apa itu?” Laurel langsung meraih kotak perhiasan yang sedari tadi membuat Dave menatapnya dengan pandangan mata tajam.

__ADS_1


“Ini hadiah dari Dicky pada waktu pesta pindah rumah,” Laurel meletakkan kotak perhiasan itu di atas meja riasnya, membiarkan Dave mengamatinya dengan wajah yang berubah tegang.


__ADS_2