
Dave langsung tersenyum begitu mendengar suara seseorang yang sedang melakukan panggilan telepon padanya saat ini. Laurel yang sedang duduk bersantai di sampingnya sambil membaca buku tentang hematologi (cabang ilmu kedoteran yang berhubungan dengan darah dan jaringan yang membentuk darah), lebih memilih berkonsentrasi kepada buku yang ada di pangkuannya. Namun begitu Dave menyebutkan nama “Ad”, Laurel langsung menoleh ke arah Dave yang sedang mengobrol dengan Ornado via telepon.
“Ayolah Ad, kenapa harus bersikap seresmi itu? Kapanpun kamu datang kami akan selalu menyambutmu, tidak perlu meminta ijin kepada kami,” Dave berkata sambil melirik ke arah Laurel yang sedang memperhatikannya.
“Ok, akan aku sampaikan kepada Laurel. Kami tidak ada rencana kemana-mana sore ini. Kami akan menunggu kedatanganmu,” Dave mengakhiri panggilan teleponnya dengan Ornado dengan wajah senangnya.
“Ad mau ke sini?” Dave langsung mengangguk mengiyakan mendengar pertanyaan Laurel yang langsung tersenyum senang mendengar Ornado yang mau berkunjung ke rumah mereka. Dimana ada Ornado, pasti ada Cladia, mengingat hal itu membuat Laurel tersenyum senang.
“Mereka baru kembali dari Italia, kata Ad sedari kemarin Cladia sudah meminta untuk bertemu denganmu untuk mengantarkan oleh-oleh dari sana,” Laurel tertawa mendengar penjelasan Dave.
“Kalau begitu aku akan mandi dulu dan meminta Bi Yuni untuk menyiapkan kue untuk mereka. Kebetulan kan hari ini aku membuat brownies kukus (Brownies merupakan sebuah makanan yang dipanggang atau dikukus yang berbentuk persegi, datar atau bar dikembangkan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan dipopulerkan di Amerika Serikat dan Kanada pada paruh pertama abad ke-20) dan juga croissant isi daging kesukaan Ad (Dikenal juga dengan Roti sabit (bahasa Inggris: croissant) adalah sejenis kue kering/pastry yang berasal dari Prancis, dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai bulan sabit. Menurut legenda, roti ini berasal dari Eropa untuk merayakan kemenangan pasukan Franks atas pasukan Umayyad dalam peperangan di Tours pada tahun 732, dengan bentuk seperti bulan sabit, Di Prancis, roti sabit umumnya dijual tanpa isi dan dimakan tanpa tambahan mentega. Namun di luar negara asalnya, terdapat pula roti sabit yang berisikan cokelat, daging, dan sebagainya),” Dave langsung tersenyum geli melihat bagaimana bersemangatnya Laurel mendengar Ornado yang akan datang ke rumah mereka sore ini.
“Ayo…,” Mendengar ajakan Dave, Laurel mengernyitkan dahinya.
“Kemana?” Mendengar pertanyaan dari Laurel, Dave yang awalnya sudah bersiap ke arah kamar mandi kembali berjalan mendekat ke arah Laurel.
“Membantumu mandi mo cuisle,” Tanpa menunggu lebih lama lagi, setelah berbisik lembut di telinga Laurel, Dave langsung mengangkat tubuh Laurel, menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi, sedang Laurel hanya bisa tertawa melihat tindakan Dave yang sejak masa aman kandungannya selalu mencari cara dan alasan untuk dapat menyentuhnya.
# # # # # # #
“Bagaimana liburanmu di Italia? Apakah menyenangkan?” Laurel berkata sambil memeluk hangat tubuh Cladia, sedang Ornado langsung memeluk bahu Dave begitu berdiri di samping Dave.
“Amore mio, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Dave. Apa tidak masalah kamu bersama Laurel untuk sementara waktu?” Ornado berkata sambil memandang ke arah Cladia, menunggu jawaban dari Cladia atas permintaannya barusan.
“Ist…, sejak kapan kalian berdua bermain rahasia-rahasiaan terhadap kami para istri?” Laurel berkata sambil mencibirkan bibirnya ke arah Ornado yang langsung menjitak kening Laurel pelan.
“Sembarangan saja! Aku dan Dave ada masalah bisnis yang harus dibicarakan. Seorang dokter sepertimu, lebih baik tidak menambah pusingmu dengan memikirkan masalah perusahaan Shaw. Apalagi kalian para wanita hamil, lebih baik bicarakan segala sesuatu yang menyenangkan, jangan mencari sesuatu yang menambah kepusingan kalian,” Ornado berkata sambil tersenyum, berusaha meyakinkan Laurel bahwa apa yang hendak dibicarakannya dengan Dave benar-benar hanya tentang perusahaan.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan Ornado barusan, tentu saja tidak ada alasan bagi Laurel untuk meragukannya karena memang sedari awal Ornado dan Dave sudah memiliki hubungan bisnis.
__ADS_1
“Lagipula, biarkan Cladia melepas rindunya kepadamu, daripada di mimpinya bukan lagi menyebutkan namaku tapi nama Laurel,” Laurel langsung terkikik geli mendengar perkataan Ornado yang sukses membuat Cladia membeliakkan matanya ke arah Ornado sebagai tanda protes dengan semburat merah di pipinya yang tampak justru membuat Ornado mengerlingkan matanya kepada Cladia dan memberikan tanda kiss bye (ciuman di udara/ciuman jarak jauh dengan cara memajukan bibir dan menempelkan telapak tangannya untuk kemudian mengarahkan telapak tangan itu ke arah orang lain seolah melemparkan ciuman itu dari tangannya).
“Sudahlah kalau begitu, pergilah bersama Dave ke ruang kerjanya,” Laurel langsung menggerakkan kedua tangannya ke punggung Ornado dan mendorongnya ke arah ruang kerja Dave.
“Ayo Cla, kita ke ruang keluarga, kita bersantai di sana, biarkan para pria mengurus urusan mereka, dan kita akan bersenang-senang dengan urusan kita sendiri,” Laurel langsung menarik pergelangan tangan Cladia dan mengajaknya ke arah ruang keluarga, sedang Ornado dan Dave sudah memasuki ruang kerja Dave yang berada di sisi lain rumah kaca tersebut.
Cladia langsung menyodorkan sebuah tas kertas tebal ke arah Laurel begitu mereka duduk berdampingan di sofa ruang keluarga. Laurel langsung tersenyum menerima tas kertas itu dan langsung melihat ke dalamnya.
“Terimakasih oleh-olehnya Cla,” Cladia membalas ucapan terimakasih Laurel dengan senyumannya.
“Al yang memilihkan semua oleh-oleh khas Italia itu, semoga kamu menyukainya,” Cladia berkata pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.
Perjalanan jauh dari Italia yang sudah dilakukan oleh Cladia cukup membuatnya lelah, tapi keinginannya yang begitu besar untuk segera bertemu dengan Laurel mengalahkan rasa lelahnya. Sehingga sejak kemarin Cladia memaksa Ornado untuk mengijinkannya bertemu dengan Laurel dan melihat kondisi Laurel setelah pertistiwa penculikan beberapa waktu yang lalu.
“Tentu saja aku akan suka. Tidak perlu khawatir. Ad juga tahu seleraku dengan baik,” Laurel berkata sambil tangannya bergerak mengeluarkan satu persatu oleh-oleh yang dibawa oleh Cladia dan Ornado untuknya.
(Balsamic vinegar alias cuka merupakan buah tangan yang unik dari Italia. Berasal dari daerah Modena dan Regio Emilia, cuka yang satu ini memiliki warna cokelat kemerahan. Bentuknya cair dan dikemas dalam botol kaca dengan desain yang unik. Cuka ini memiliki aroma asam yang tajam namun cita rasanya cukup segar. Balsamic vinegar merupakan hasil fermentasi jus anggur yang dimasak hingga susut. Sebagai bahan makanan klasik, cuka yang satu ini sudah diproduksi sejak abad pertengahan. Cuka ini biasanya digunakan untuk saus daging, saus salad atau penambah rasa asam alami pada sup. Cuka Balsamic Tradisional Modena P.D.O ini adalah produk yang bisa kamu berikan sebagai buah tangan. Berusia minimal 12 tahun, cuka ini harus dimasak saat digunakan.
Makanan bisa juga jadi buah tangan tak terlupakan dari Italia. Apalagi jika buah tangannya berupa cokelat, pasti deh langsung jadi rebutan. Cokelat dari Italia boleh jadi tidak sepopuler cokelat Swiss atau Belgia. Namun dijamin kamu tidak bisa menolak lezatnya cokelat khas Turin yang merupakan kota pusat cokelat di Italia. Venchi 56% Dark Chocolate Bar menjadi pilihan cokelat untuk oleh-oleh. Dengan rasa yang manis tanpa rasa asam, cokelat ini bebas gluten. Terbuat dari cocoa mass, cokelat ini juga diberi gula, cocoa butter dan pedmont Hazelnut. Cokelat berukuran 100 gram ini bisa dibeli di Supermarketiraly dengan harga Rp 920.671.
Sedangkan Italian Olive Oil juga merupakan oleh-oleh khas Italia. Minyak zaitun dari Italia dikenal memiliki kualitas yang baik. Italia sendiri dikenal sebagai produsen minyak zaitun terbesar di dunia setelah Spanyol. Minyak zaitun di Italia dibuat dari varietas Biancolilla).
“Terimakasih sudah repot-repot membawakan oleh-oleh sebanyak ini. Bolehkan aku membaginya dengan Evelyn? Adik Dave yang juga suka memasak dan memiliki usaha restauran?” Laurel merapikan kembali oleh-olehnya dan meletakkannya di atas meja, setelah itu Laurel yang duduk dalam posisi miring menghadap ke arah Cladia langsung menyandarkan bahunya ke sandaran kursi.
“Ah, tentu saja. Setelah diserahkan di tanganmu semua barang-barang itu sudah menjadi hakmu sepenuhnya. Mau diapakan juga terserah kamu,” Begitu mendengar ijin dari Cladia, Laurel langsung tersenyum lebar.
“Sebentar, biar aku hubungi Evelyn agar datang ke sini. Lagipula, dia begitu ingin bertemu dengan Ornado yang merupakan salah satu pengusaha muda yang selama ini menjadi inspirator baginya, tentunya selain kedua kakaknya yang selalu dia bangga-banggakan,” Cladia langsung tertawa mendengar perkataan Laurel tentang Evelyn yang begitu mengidolakan suaminya, karena bagi Cladia adalah sesuatu yang umum dia dapati melihat bagaimana banyaknya orang yang mengagumi sosok Ornado dan mengidolakannya, bahkan bukan hanya kaum wanita, banyak pria yang selain mengagumi kesuksesan Ornado, kadang juga begitu iri kepadanya.
“Ayo, ceritakan padaku pengalamanmu selama di Italia. Apa perjalananmu menyenangkan?” Cladia langsung tersenyum dengan wajah terlihat begitu bahagia mendengar pertanyaan Laurel.
__ADS_1
“Tentu saja menyenangkan. Al membawaku berkeliling ke seluruh kota Roma, bahkan Al mengajakku ke Venice, menikmati matahari terbenam di jembatan Bride of Sighs (berciuman dengan pasangan di bawah jembatan Bride of Sighs dipercaya bisa membuat cinta pasangan itu menjadi kekal abadi),” Laurel sedikit membeliakkan matanya mendengar cerita dari Cladia.
Dengan kondisi Cladia yang memiliki trauma terhadap laki-laki membuatnya tidak pernah melakukan perjalanan jauh di mana ada banyak orang, apalagi sampai ke luar negeri. Kalau tidak bersama Ornado rasanya Cladia tidak akan pernah merasakan bagaimana indahnya pemandangan dan tempat-tempat wisata di luar sana. Karena itu bagi Laurel tidak heran melihat bagaimana bahagia dan cerianya Cladia saat menceritakan pengalaman perjalanannya selama di Italia bersama Ornado.
“Yang lebih penting Cla…, apa akhirnya kamu sudah melakukan “itu” bersama Ornado untuk kedua kalinya?” Wajah Cladia langsung memerah mendengar pertanyaan dari Laurel.
Cladia ingat dengan jelas perkataan Laurel sore itu di pinggir kolam renang yang ada di rumahnya ketika mereka berdua sedang menunggu Ornado dan Dave yang berenang setelah puas berlatih taekwondo. Saat itu Laurel mengingatkan Cladia tentang usia kehamilannya yang sudah memasuki hitungan aman untuk melakukan kegiatan intim suami istri dengan Ornado. Mengingat kondisi trauma Cladia, sejak dia menikah hanya sekali dia dan Ornado melakukannya, itupun saat Cladia di bawah pengaruh obat tidur di malam setelah pernikahan mereka. Setelah itu sesuai janji Ornado untuk tidak meminta haknya sebagai suami sampai Cladia siap, dan Ornado adalah laki-laki yang benar-benar memegang janjinya.
“Cla…?” Mendengar panggilan dari Laurel, Cladia yang sedikit melamun langsung menoleh ke arah Laurel dengan wajah yang semakin memerah.
“Apakah kamu sudah mencoba melakukannya bersama Ad?” Mendengar pertanyaan Laurel, Cladia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan malu-malu tanpa bisa mengeluarkan suara.
Jawaban Cladia sukses membuat Laurel terbeliak kaget dengan tangannya menutupi mulutnya yang terbuka. Melihat reaksi Laurel, wajah Cladia semakin terasa panas dan memerah, tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.
“Selamat ya. Akhirnya Ad bisa menjadi laki-laki yang membuatmu sembuh dari traumamu,” Laurel memeluk tubuh Cladia dengan erat sambil mengelus-elus punggung Cladia dengan lembut, ikut merasa senang melihat perjuangan Ornado selama bertahun-tahun menunggu Cladia akhirnya terbayar juga.
Laurel yakin 100 persen bahwa Cladia mulai sembuh dari traumanya dan bisa menerima Ornado karena Cladia juga begitu mencintai Ornado. Tanpa adanya rasa cinta Cladia yang dalam kepada Ornado, tidak mungkin Cladia bisa melewati masa-masa sulit traumanya bersama Ornado.
“Aku ikut bahagia melihat akhirnya kehidupan pernikahan kalian bisa berjalan normal dan bahagia seperti sekarang ini,” Laurel berkata pelan sambil melepaskan pelukannya dari Cladia.
# # # # # # #
Begitu Dave dan Ornado duduk saling berhadapan, dipisahkan oleh meja kerja Dave, terlihat Ornado langsung menarik nafas panjang. Ornado sengaja ingin menemui Dave sendirian tanpa Laurel, agar tidak menambah kekhawatiran Laurel tentang Devan, karena apa yang hendak mereka bicarakan hari ini terkait erat dengan Devan.
“Aku sudah cek semuanya, memang sepertinya Devan bekerja sama dengan pamanmu untuk menggerogoti Shaw Corporation dari dalam,” Ornado berkata kepada Dave sambil memandang ke arah Dave yang menarik nafasnya dalam-dalam begitu mendengar perkataan Ornado.
“Aku bisa membantumu dengan memutuskan kerjasama beberapa perusahaanku dengan Devan. Beberapa usaha Devan memerlukan support dari anak perusahaanku yang ada di Australia. Jika kami memutuskan kerjasama, kekuatan perusahaan Devan akan menurun jauh, seperti seseorang yang memiliki dua kaki tapi dipaksa untuk tetap berjalan normal dengan satu kakinya. Jika aku memutuskan kerjasama kami, itu sama artinya dengan kita mematahkan salah satu kakinya,” Mendengar perkataan Ornado, Dave memandang Ornado dalam-dalam, memikirkan apakah dia pantas mendapatkan bantuan sebesar itu dari Ornado, karena Dave tahu, begitu Ornado memutuskan kerjasamanya dengan Devan, bukan hanya Devan yang akan rugi, pihak Ornado pun pasti akan mengalami kerugian karena kehilangan rekan bisnisnya.
NB: Untuk para pembaca setia, novel CINTA KARNA CINTA dalam waktu dekat akan segera tamat, sudah terbit novel baru dengan judul BUKAN CINDERELLA BIASA bergenre romantis fantasi, semoga suka dengan cerita barunya. Jangan lupa vote, like, komen, rate dan klik favourite. LOVE YOU ALL
__ADS_1