CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA SHAW


__ADS_3

"Mana file yang dititipkan Bryan padamu?" Begitu mendengar suara Dave dari arah tangga Evelyn langsung tersenyum dengan wajah malu, karena teringat akan pemandangan yang dia temukan saat pertama kali membuka pintu kamar Dave. Pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat dan cukup membuatnya malu, walaupun saat ini dilihatnya rambut dan pakaian Dave sudah terlihat kembali rapi.


"Ini kak," Evelyn menyodorkan amplop coklat ke arah Dave, yang langsung menerimanya tapi hanya memegangnya tanpa membukanya, membuat Evelyn sedikit mengernyitkan alis kenapa Dave tidak mau membuka amplop itu di depan Laurel, padahal Bryan tadi berpesan agar dia segera menyerahkan file itu krena selain penting juga sudah ditunggu-tunggu oleh Dave. tapi Evelyn memilih untuk diam.


"Kak, Mama juga berpesan kalau ada waktu Kak Dave pergilah ke rumah besar," Dave tersenyum mendengar perkataan Evelyn.


"Aku mau kesana sekarang bersama Laurel, mama ada di rumah kan?"


"Ehmmm, ada sih, tapi Mama sedang ada pertemuan arisan dengan teman-temannya," Begitu mendengar penjelasan Evelyn, Laurel melirik ke arah Dave, berharap Dave membatalkan niatnya ke rumah besar. Bertemu dengan mertuanya saja sudah cukup membuat Laurel berdebar-debar, apalagi harus menghadapi teman-teman mertuanya.


"Ok, kalau begitu kami kesana dulu, kamu mau ikut pulang atau ada acara lain?" Evelyn tersenyum mendengar pertanyaan Dave.


"Aku mau bertemu Kak Leo sebentar, dia sudah berjanji untuk membantuku memberikan konsultasi tentang penyakit tulang mama temanku, setelah itu aku mau ke cafe Freya," Dave mengernyitkan dahinya dan sedikit menyipitkan matanya mendengar perkataan Evelyn.


"Kenapa bukan temanmu sendiri yang kesini untuk konsultasi?" Dave langsung bertanya dengan wajah menyelidik.


"Eh..., dia sedang sibuk jadi minta aku yang berkonsultasi duluan...," Begitu melihat Evelyn terlihat sedikit gugup, Laurel segera mendekat ke arah Dave.


"Mungkin teman Evelyn ingin mendapat gambaran dulu dari Leo sebelum dia membawa mamanya ke sini," Laurel berkata sambil menarik lengan Dave, memberi kode agar Dave tidak meneruskan pertanyaannya kepada Evelyn yang mulai terlihat salah tingkah.


"Iya Kak Dave, benar yang dikatakan Kak Laurel. Ok, aku pergi dulu menemui Kak Leo ya," Tanpa menunggu jawaban dari Dave, Evelyn segera membalikkan tubuhnya, berjalan keluar dengan sedikit buru-buru, membuat Dave menatap kepergiannya dengan wajah bertanya-tanya.


"Dave...," Melihat Dave yang terdiam untuk beberapa lama, Laurel menggerak-gerakkan telapak tangannya tepat di depan wajah Dave yang langsung menoleh ke arah Laure.


"Apa kamu tidak melihat ada yang aneh dengan Evelyn?" Laurel mengangkat kedua bahunya mendengar pertanyaan Dave yang terlihat bertanya sambil mengernyitkan dahinya, sepertinya berusah menebak apa yang membuat Evelyn begitu ngotot untuk menemui Leo.


"Apanya yang aneh? Apa anehnya seorang gadis menyukai seorang laki-laki? Toh mereka sama-sama single. Ada masalah?"

__ADS_1


"Apa masudmu? Tidak mungkin..., jangan katakan kalau...," Dave tidak melanjutkan bicaranya setelah melihat wajah Laurel yang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Evelyn? Menyukai Leo? Yang benar saja?" Laurel sedikit terkikik mendengar pertanyaan Dave dengan wajah tidak percaya.


"Apa ada yang salah jika Evelyn menyukai Leo?" Dave menahan nafasnya sebentar, mencoba berpikir bagaimana Evelyn bisa menyukai Leo, sedangkan semenjak mereka kecil, bahkan Leo seringkali menggendong Evelyn di punggungnya layaknya perlakuan seorang kakak ke adiknya, apalagi Dave tahu Leo sebenarnya menyukai Laurel, walaupun mulai sekarang Leo tidak akan pernah bisa lagi mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Laurel.


"Kenapa Dave? Apa ada yang salah?" Dave langsung menggelengkan kepalanya sambil berusaha memperlihatkan senyum di wajahnya mendengar pertanyaan Laurel.


"Semoga Evelyn tidak mengalami patah hati," Laurel mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Dave yang tampak sengaja diucapkan dengan nada pelan.


"Kenapa? Apa Leo sudah menyukai gadis lain?" Dave sedikit tersentak mendengar pertanyaan Laurel.


"Ah, lupakan apa yang baru saja aku katakan. Ayo, kita ke rumah besar," Dave langsung berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Laurel ke rumah besar. Dan seperti dugaan Dave, setelah mendengar apa yang dikatakan Dave barusan, wajah Laurel berubah sedikit menegang, membuat Dave harus menahan senyumnya melihat perubahan wajah Laurel.


# # # # # # #


"Ah, kalian datang kesini?" Begitu melihat sosok Dave dan Laurel memasuki ruang tamu rumah besar, Mama Rosalia langsung bangkit dari duduknya, meninggalkan teman-teman arisannya dan berjalan ke arah Dave dan Laurel dan memeluk mereka berdua secara bergantian.


Tangan Mama Rosalia langsung menarik pergelangan tangan Laurel dan menariknya ke arah teman-temannya yang sedang berkumpul.


"Siapa gadis cantik itu Nyonya Ros?" Mama Rosalia langsung tertawa kecil mendengar pertanyaan salah satu dari temannya.


"Perkenalkan, gadis cantik ini bernama Laurel Tanputra, ini menantuku, istri Dave," Semua yang ada di ruangan itu segera saling berpandang-pandangan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tersenyum untuk menyapa Laurel yang terlihat sedikit canggung.


"O, menantu Nyonya Ros yang dokter lulusan Harvard itu ya?" mama Rosalia langsung mengganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan salah satu temannya.


Laurel sedikit tertegun mendengar pertanyaan yang menunjukkan bahwa selama ini seluruh Keluarga Shaw memang sudah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga mereka, bahkan kepada orang lain pun mereka tidak segan-segan menyebutkan tentang dirinya sebagai menantu Keluarga Shaw. Bahkan, dari wajah mama Rosalia terlihat bahwa wanita itu benar-benar bangga menceritakan tentang Laurel sebagai menantunya.

__ADS_1


"Wah, benar-benar pasangan serasi, yang laki tampan, yang perempuan cantik, sama-sama dokter jebolan Harvard lagi. Selamat ya Dave," Dave tersenyum mendengar pujian dari salah satu teman mamanya, diliriknya Laurel yang masih tampak canggung, sehingga dengan cepat Dave melingkarkan lengannya ke arah pinggang Laurel untuk membantunya memberi rasa percaya diri.


"Beruntung sekali Dave bisa dapat istri secantik dan sepandai Laurel. Anak-anak mereka kelak pasti menjadi anak- anak yang tampan-tampan dan cantik-cantik," Salah seorang teman Mama Rosalia yang merupakan salah seorang artis terkenal di negara ini berkomentar sambil tersenyum manis ke arah Laurel yang hanya bisa membalas senyumnya dengan canggung.


"Menantuku bukan hanya cantik dan pandai, tetapi dia juga jago memasak," Mendengar perkataan Mama Rosalia, beberapa temannya membeliakkan wajahnya, lalu tersenyum manis ke arah Laurel, membuat Laurel semakin salah tingkah, tidak menyangka Mama Rosalia akan begitu membangga-banggakannya di depan teman-temannya yang notabene Laurel tahu latar belakang mereka pasti bukan dari keluarga biasa-biasa saja.


"Semoga Nyonya Ros segera menimang cucu," Mama Rosalia langsung tertawa dengan wajah senang mendengar perkataan salah satu temannya yang merupakan istri dari pejabat tinggi di kota itu.


"Silahkan melanjutkan acara anda sekalian, saya akan mengajak istri saya untuk masuk dulu," Dave berpamitan dengan sopan untuk menghindari Laurel semakin tidak nyaman.


"Eh, nanti kita makan siang bersama. Dave, satu jam lagi ajak Laurel ke ruang makan," Dave langsung mengangguk untuk berikutnya melangkah meninggalkan ruang tamu dengan tangan kanannya masih melingkar di pinggang Laurel, beranjak meninggalkan para wanita yang sedang berkumpul di ruang tamu mengadakan acara arisan rutin bersama mama Rosalia.


"Hahhhh...," Laurel menarik nafas panjang setelah mereka menjauh dari ruang tamu, membuat Dave tersenyum sambil mengecup puncak kepala Laurel.


"Apa yang kamu takutkan? Sudah aku bilang di rumah ini semua akan menyambut kedatanganmu dengan senang hati," Laurel mendongakkan kepalanya untuk memandang ke arah Dave sambil sedikit melotot.


"Gampang sekali kamu bicara seperti itu. Apa kamu tahu, teman-teman mamamu beberapa aku kenal wajah mereka dari televisi, mereka wanita-wanita berlatar belakang hebat, mulai dari artis, istri para pejabat juga pengusaha sukses," Dave mendengarkan apa yang dikatakan Laurel dengan wajah berpura-pura serius, begitu Laurel selesai berbicara, Dave langsung tertawa.


"Tentu saja aku kenal mereka, bahkan hapal satu persatu, tapi jangan lupa, kamu juga menantu dari Keluarga Shaw, mana ada yang berani merendahkanmu sebagai bagian dari Keluarga Shaw. Bahkan mereka yang ada di sana tadi aku jamin akan segera mencari info detail tentang kamu, mulai dari tempatmu bekerja, apa minat dan bakatmu. Mereka akan berusaha mendekati dan mencari perhatianmu," Laurel sedikit bergidik mendengar apa yang dikatakan Dave barusan, tampaknya kehidupan sosialnya tidak akan mudah setelah orang lain tahu tentang statusnya sebagai istri Dave.


"Kenapa? Apa kamu takut?" Dave bertanya sambil membuka sebuah pintu kamar, yang tanpa Dave menjelaskan pun Laurel tahu bahwa itu pasti kamar Dave, karena penataan dan warna dekorasinya mirip dengan kamar Dave di rumah kaca, apalagi di kamar itu terpasang dua buah foto berukuran besar. Dua foto yang terpasang di salah satu sisi dinding kamar dengan posisi saling bersebelahan. Di sebelah kiri fotonya dengan gaun pengantin dan di sebelah kanan foto Dave dengan mengenakan jas pengantinnya.


"Sedikit," Laurel menjawab pertanyaan Dave dengan pelan dan singkat. Mendengar itu Dave langsung menarik tangan kanan Laurel yang awalnya berdiri di sebelah kanannya, sehingga tubuh mereka saling berhadap-hadapan, dan dengan gerakan cepat Dave langsung memeluk tubuh Laurel.


"Semua akan baik-baik saja, percaya saja padaku," Dave berkata lembut, sambil tangan kanannya mengelus lembut punggung Laurel, sedang tangan kirinya mengelus lembut kepala bagian belakang Laurel.


"Aku akan pastikan tidak akan ada yang berani mengusikmu. Lakukan apa saja yang kamu suka sebagai dirimu sendiri. Aku adalah suamimu, orang yang akan selalu mendukung dan melindungimu," Laurel tersenyum mendengar janji Dave, kedua lengannya segera bergerak untuk memeluk pinggang Dave dengan erat, menunjukkan dia begitu nyaman berada di dekat Dave.

__ADS_1


 


 


__ADS_2