
"Meria sengaja meminta bantuan anak dari sahabat papanya? Jadi, apa papa Meria tahu apa yang sudah dilakukan oleh Meria? Tentang kebohongan yang sedang dia lakukan? " Dave bertanya dengan nada pelan, seolah-olah pertanyaan itu ditujukannya untuk dirinya sendiri.
Jujur saja Dave tiba-tiba teringat tentang persahabatan papanya dengan papa Meria. Rasanya begitu sayang sekali sebuah persahabatan yang sudah terjalin puluhan tahun menjadi rusak karena keegoisan salah satu pihak yang mencoba memaksakan kehendaknya.
"Menurutmu? Siapa yang tidak ingin anak perempuannya menjadi bagian dari Keluarga Shaw, menjadi istri dari anak laki-laki Keluarga Shaw? Lagipula kamu lihat dengan jelas. Walaupun mendengar Meria sakit parah tidak ada satupun anggota keluarganya yang datang menjenguk. Itu artinya mereka tahu ini hanya sebuah kebohongan yang dilakukan oleh Meria untuk menjebakmu, untuk mendapatkan simpatimu, untuk selanjutnya dia berharap bisa menjauhkanmu dengan Laurel, bahkan memisahkanmu dari Laurel," Leo berkata sambil mengambil kembali amplop coklat yang sudah dirapikan kembali oleh Laurel.
Dave memandang ke arah Leo, dari kata-kata Leo, jelas sekali menunjukkan bahwa papa Meria tahu tentang apa yang dilakukan anaknya dan tidak berusaha untuk menghentikannya. Dengan menarik nafas panjang Dave memandang ke arah Leo dengan tatapan lembut, merasa bersyukur dia memiliki sahabat seperti Leo, yang bahkan rela mengorbankan perasaannya untuk mempertahankan persahabatan mereka.
"Sayang sekali...," Mendengar perkataan Laurel, spontan Leo dan Dave mengarahkan pandangannya ke arah Laurel.
"Aku masih belum percaya Meria memalsukan hasil pemeriksaan kesehatannya hanya untuk mendapatkan kesempatan untuk mendapat simpatimu Dave," Dave menyentuh tangan Laurel yang ada di pangkuannya dan menggenggamnya dengan erat.
"Aku akan ke sana, meminta penjelasan dari perbuatan Meria. Mau sampai kapan dia bersikap bodoh dan munafik seperti ini," Leo meraih amplop coklat dari atas meja dan bersiap untuk bangkit dari duduknya.
"Dokter Leo...," Mendengar panggilan dari Laurel, Leo membatalkan niatnya, pandangan matanya kembali menatap ke arah Laurel.
"Sepertinya masalah ini berhubungan erat dengan Dave dan aku. Biarkan aku bertemu dengan Meria berdua saja tanpa kalian," Dave dan Leo spontan sedikit terbeliak mendengar permintaan Laurel.
"Laurel, kenapa kamu ingin bertemu dengan Meria sendirian? Kita tidak tahu tindakan nekat apa yang bisa dilakukan Meria dalam kondisi terpojok," Leo langsung menolak keinginan Laurel.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu mendengarkan apa yang dikatakan oleh Leo," Dave langsung menunjukkan dukungannya kepada Leo, membuat Laurel sedikit menengadahkan kepalanya dan menarik nafas panjang, lalu tersenyum dengan lembut.
"Dengan keberadaan kalian, menurutku Meria tidak akan berani menunjukkan wajah aslinya. Biarkan aku mencoba untuk memancingnya agar dia menunjukkan siapa dia sebenarnya. Ijinkan aku menemuinya sendiri. Aku juga ingin tahu kenapa dia bertindak begitu nekat," Leo langsung menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar permintaan Laurel.
"Kamu tidak tahu seberapa nekatnya Meria," Dave melirik ke arah Laurel yang tersenyum mendengar perkataan Leo.
"Tenang saja dokter Leo, Dave tidak mungkin akan diam saja jika terjadi sesuatu yang buruk. Iya kan Dave?" Mendengar pertanyaan Laurel yang ditujukan untuk Dave, Leo menatap tajam ke arah Dave, seolah memberi kode agar Dave menolak keinginan Laurel untuk menemui Meria sendirian.
"Aku pikir memang kita harus membuat Meria sadar bahwa apa yang dia lakukan tidak akan berpengaruh apapun terhadap hubungan kita. Kamu bisa masuk ke kamar Meria. Aku dan Leo akan menunggu di luar pintu sambil mengamati apa yang terjadi," Leo sedikit tersentak dengan keputusan Dave.
"Dave..., apa kamu yakin? Membiarkan Laurel hanya berduaan saja dengan Meria?" Leo bertanya dengan berusaha menahan agar wajahnya tidak terlihat bahwa saat ini dia sebenarnya sangat mengkhawatirkan Laurel, tidak ingin membuat Dave salah paham jika melihatnya mengkhawatirkan Laurel.
"Kita akan tetap berada di dekat Laurel, aku harap Meria bisa mengakui kesalahannya tanpa membuat keributan. Meria gadis yang lembut dan baik hati, dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk," Leo hanya bisa menahan nafasnya sekilas mendengar keputusan Dave yang sebenarnya benar-benar membuatnya khawatir.
"Aku rasa, ini akan jadi pertemuan terakhir kita. Bagiku itu lebih baik untuk kita bisa saling melupakan apa yang terjadi hari ini, juga lebih baik kita melupakan hubungan baik kita di masa lalu, anggap saja kita tidak pernah bertemu," Dave bangkit dari hadapan Meria, dan dengan gerakan cepat tangan Meria meraih tangan Dave yang langsung menoleh ke arahnya dan melepaskan tangannya dari Meria dengan gerakan sedikit kasar.
"Kak Dave...," Meria memanggil nama Dave dengan suara serak karena tangisnya yang belum berhenti semenjak tadi.
"Aku tulus menyayangimu seperti adikku sendiri. Aku tidak menyangka kamu melakukan hal seperti ini untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi milik orang lain," Dave berjalan menjauh dari Meria, mendekat ke arah Laurel dan diraihnya bahu Laurel lalu dipeluknya denganĀ begitu erat, menunjukkan bahwa Dave tidak ingin membiarkan Laurel menjauh darinya.
__ADS_1
"Kak Dave..., dengarkan penjelasanku!" Meria berteriak memanggil Dave yang melangkah keluar dari kamar tempat Meria dirawat dengan memeluk bahu Laurel dengan erat, tanpa menoleh lagi ke belakang.
Meria berusaha bangkit berdiri ketika tiba-tiba tangan Leo memegang bahunya dengan erat, membuat Meria menoleh ke arah Leo yang sudah berada di sampingnya dengan posisi berjongkok dan menahan gerakan Meria untuk mengejar Dave dengan tangannya.
"Kak Leo! Apa yang Kak Leo lakukan? Jangan menghalangiku! Lepaskan aku! Kakak tidak tahu bagaimana aku begitu menginginkan Kak Dave! Aku begitu mencintainya!" Leo memandang Meria dengan tatapan begitu tajam, rasanya kesabarannya sudah mulai habis menghadapi sikap Meria yang begitu sulit untuk disadarkan dari kesalahannya.
"Berhentilah! Kamu sudah menyakiti Laurel maupun Dave! Kamu pikir Dave tidak terluka melihat bagaimana kamu yang selama ini selalu dianggapnya seperti adiknya sendiri tega melakukan hal seperti ini kepadanya dan kepada istri yang dicintainya?" Meria memandang ke arah Leo sambil melotot dengan mata nanar.
"Kak Leo tidak berhak mengajariku apapun! Kak Leo tidak tahu bagaimana rasa sakitnya melihat orang yang begitu kita cintai justru begitu mencintai orang lain dan lebih memilih untuk melindunginya!" Leo melotot mendengar tuduhan dari Meria. Dengan menarik nafas dalam-dalam, Leo menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya sebentar.
Berani sekali kamu mengatakan aku tidak mengerti tentang itu! Aku tahu betul bagaimana rasa sakitnya melihat orang yang begitu kita cintai justru sangat mencintai orang lain, tapi aku tidak sepertimu! Apapun yang terjadi aku akan tetap memilih untuk melindungi orang yang aku cintai, bukan membuatnya terluka seperti yang kamu lakukan sekarang! Leo berteriak dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
"Kamu tidak tahu apa yang kamu katakan! Kalau kamu begitu mencintainya, lepaskan dia bersama dengan orang yang dia cintai dan juga mencintainya! Puaslah dengan melihatnya bahagia! Itu yang membuktikan bahwa kamu begitu mencintainya!"
"Aku tidak mau! Aku tidak akan menyerah!" Tangan Leo yang masih memegang bahu Meria dengan kasar melepaskannya, dan dengan cepat Leo bangkit dari posisi jongkoknya di dekat Meria yang masih duduk bersimpuh di lantai.
"Terserah keputusanmu, mau berhenti atau tidak! Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti mereka berdua! Kamu yang memaksaku! Aku akan menjelaskan semua kejadian dua tahun lalu kepada Dave! Kejadian saat kamu berencana menjebaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak benar di hotel dua tahun lalu!" Mata Meria melotot mendengar apa yang dikatakan oleh Leo.
"Kak Leo! Jangan berani melakukan itu!" Tanpa perduli Leo berjalan keluar dari kamar tempat Meria dirawat, meninggalkan Meria yang tampak begitu shock dengan ancaman Leo, membuatnya semakin menangis dengan keras sambil memukul-mukul lantai ruangan itu. Perkataan Leo benar-benar membuatnya frustasi. Jika benar Leo menceritakan tentang kejadian dua tahun lalu, mau di taruh di mana mukanya? Bagaimana dia bisa menghadapi Dave di masa depan.
__ADS_1
Aku tahu bagaimana sakitnya melihat orang yang kita cintai bersama dengan orang lain, tanpa aku bisa berada di dekatnya, tidak bisa menyentuhnya, menikmati keberadaannya di sisiku, tapi akan lebih menyakitkan bagiku jika aku memaksa orang yang aku cintai untuk bersamaku sedangkan hati dan cintanya adalah milik orang lain, dan orang lain itu juga begitu mencintainya, Leo berkata dalam hati sambil menyalakan mesin mobilnya, dan langsung meluncur menju rumah Mama Denia untuk menemui Dave.
Malam ini, akan kuceritakan semua tentang kebusukan Meria. Aku tidak akan membiarkan Meria kembali mengusik kehidupan Dave dan Laurel. Aku tidak akan membiarkan Laurel menderita karena akal licik Meria yang begitu ingin merebut Dave darinya, Leo berbisik dalam hati sambil menarik nafas dalam-dalam, memantapkan hatinya untuk bertemu dengan Dave.