CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
EPISODE EKSTRA


__ADS_3

"Kak Laurel...," Evelyn memandang ke arah Laurel dengan tatapan terlihat sayu dan wajah sedikit pucat, membuat Laurel hanya bisa tersenyum sambil menepuk lembut bahu Evelyn.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Kamu akan menikah dengan laki-laki yang sudah begitu lama kamu idam-idamkan. Laki-laki terbaik untukmu yang akan membuatmu bahagia," Evelyn mencoba untuk tersenyum mendengar kata-kata Laurel berusaha untuk menenangkannya.


Freya yang duduk berdiri di samping Evelyn meraih tangan Evelyn. Wajah Freya terlihat sedikit kaget begitu menyadari bahwa tangan Evelyn terasa begitu dingin karena rasa gugup yang dialaminya.


"Evelyn, tanganmu dingin sekali," Freya berkata sambil merapikan posisi kalung berlian yang melingkar di leher Evelyn, yang terlihat begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya dan mahkota di atas kepalanya.


"Mo cuisle...," Suara panggilan dari Dave yang baru saja memasuki kamar Evelyn yang sudah siap dengan dandannya cantiknya untuk menghadiri pesta pernikahan sebagai tokoh utama hari ini bersama Leo langsung mendekat ke arah Laurel.


"Kenapa Evelyn masih di sini? Belum bersiap untuk berangkat ke tempat pesta pernikahan?" Dave berkata sambil menghentikan langkahnya sejenak, berdiri di samping Evelyn sebelum mendekati Laurel.


"Kenapa denganmu hari ini? Bukannya ini adalah impianmu untuk menjadi pengantin wanita dari Leo? Jangan khawatir, laki-laki yang akan menikahimu adalah laki-laki yang paling tepat untukmu," Dave berkata sambil menepuk lembut bahu Evelyn.

__ADS_1


"Aku tahu Kak Dave, tapi tidak tahu kenapa tapi aku gugup sekali," Laurel tersenyum mendengar keluhan dari Evelyn.


"Tenang saja Evelyn, semua pengantin pasti mengalami nervous pada hari pernikahannya. Jangankan kita para wanita, aku yakin para pria juga akan mengalami hal yang sama. Betul kan Dave?" Dave langsung tersenyum mendengar perkataan Laurel.


"Kalian beruntung hanya merasakan nervous sekali di hari pernikahan kalian. Sedangkan aku harus mengalaminya dua kali," Dave berkata sambil melirik ke arah Laurel yang langsung meringis karena kembali teringat bahwa Dave harus mengalami acara pernikahan dua kali karena dia yang melarikan diri di hari pernikahannya dengan Dave waktu itu.


"Ayo, cepat bersiap. Jangan biarkan Leo menunggumu terlalu lama atau dia akan berjamur," Dave berkata dambil tertawa pelan melihat bagaimana wajah Evelyn yang terlihat begitu gugup.


# # # # # # #


"Hallo cantik, bagaimana kabarmu hari ini?" Ornado berkata sambil mengelus lembut pipi Aine yang terlihat menggemaskan. Aine, bayi cantik berumur 1,5 bulan yang ada di gendongan Laurel terlihat tertawa melihat bagaimana Ornado menggodanya.


"Ah, calon menantuku ini benar-benar cantik Laurel," Mendengar perkataan Ornado, Laurel langsung mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Sembarangan saja, belum tentu setelah dewasa Mateo bisa membuat Aine jatuh cinta kepadanya," Ornado langsung tertawa mendengar perkataan Laurel tentang anak laki-lakinya dengan Cladia.


"Jangan khawatir Laurel, jagoanku pasti akan membuat hati Aine bertekuk lutut. Sebagai papanya aku akan mengajarinya secara private untuk bisa mendapatkan hati Aine kelak," Laurel langsung tertawa mendengar perkataan Ornado yang penuh dengan percaya diri.


"Eh, di mana Cladia Ad?" Mendengar pertanyaan Laurel, Ornado mengarahkan pandangan matanya ke samping, membuat Laurel mengikuti arah pandangan Ornado yang menunjukkan posisi Cladia yang berada tak jauh dari mereka, sedang menggendong Mateo sambil mengobrol dengan seorang wanita cantik yang juga sedang menggendong bayinya.


Ketika Cladia menoleh ke arah mereka, Ornado segera melambaikan tangannya, memberi tanda agar Cladi mendekat ke arah mereka berdua. Dari sisi lain Dave berjalan ke arah mereka juga.


Begitu Dave dan Cladia mendekat, Ornado yang hendak mengatakan sesuatu kepada Dave langsung terdiam begitu mendengar suara musik wedding march mengalun lembut menandakan bahwa pasanga pengantin segera memasuki ruangan pesta.


Dari arah lain terlihat Leo yang tampak gagah dengan jas pengantinnya yang bewarna hitam, berjalan beriringan dengan Evelyn yang tampak begitu cantik dengan balutan gaun pengantinnya. Wajah kedua pengantin itu terlihat jelas tidak dapat menyembunyikan wajah bahagianya walaupun di sisi lain mereka terlihat cukup gugup.


Baik Dave, Laurel, Ornado dan Cladia begitu fokus melihat kepada sosok Leo dan Evelyn. Sehingga ketika momen penting kedatangan kedua pengantin selesai, mereka berempat begitu terkejut melihat Aine yang berada dalam gendongan Laurel tangan kanannya dipegang oleh Mateo yang ada di gendongan Cladia, yang berdiri tepat di sebelah kanan Laurel, sedang tangan kiri Aine dipegang oleh bayi Xavier yang ada di gendongan mamanya yang berdiri tepat diselah kiri Laurel. Xavier adalah bayi laki-laki dari Alvero Adalvino, seorang raja dari negara Gracetian di Eropa yang merupakan salah satu negara di Eropa yang masih menganut sistem pemerintahan monarki absolut, yang hari itu diundang sebagai tamu kehormatan bersama permaisurinya, Deanda Federer.

__ADS_1


__ADS_2