CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
HUBUNGAN TAK BIASA ANTARA SHAW DAN XANDERSON


__ADS_3

Dave sedikit menahan nafasnya melihat bagaimana Devan terlihat benar-benar serius dengan ancamannya. Dan Dave yakin pistol Devan yang sekarang sedang mengarah tepat di keningnya saat ini bukanlah pistol kosong, apalagi hanya sekedar pistol mainan untuk pajangan.


Dave teringat beberapa saat begitu dia sampai di villa yang disebutkan oleh Ornado. Dave sempat melihat dari jauh bagaimana beberapa orang pengawal Devan memapah Dicky dengan luka tembak di kaki dan lengannya. Dengan bantuan Ornado, Dave segera mendapatkan info tentang keberadaan Laurel yang sedang bersama Devan menuju rumah Devan, sehingga Dave langsung memerintahkan orang-orangnya memutar balik mobil mereka, melaju ka arah kediaman Devan.


Ada sedikit rasa penyesalan di hati Dave karena terlalu menganggap remeh keberadaan Devan dengan hanya membawa enam orang pengawalnya, sedangkan yang dia hadapi sekarang ternyata adalah orang-orang gila dan nekat yang siap dengan senjata api di tangan mereka. Walaupun dia merupakan orang yang ahli dalam beladiri, tapi menghadapi banyak orang bersenjata api, tentu saja Dave tidak berani bertindak ceroboh yang justru akan dapat melukai baik dirinya, maupun anak buah yang dibawanya, apalagi Laurel yang bisa dipastikannya tidak memiliki kemampuan sedikitpun untuk membela dirinya.


"Tuan Dave! Aku tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama dengan Anda! Aku akan hitung mundur mulai dari angka 10! Sebelum aku menyebutkan angka 1 jika Anda tidak menjawab aku asumsikan Anda memilih untuk menyerahkan nyawa Anda kepada timah panas milikku dan para pengawalku!" Devan berkata sambil menggerakkan tangannya kepada para pengawalnya yang sedang menodongkan pistolnya ke arah kepala para anak buah Dave. Enam orang langsung menempelkan pistolnya langsung ke kepala para anak buah Dave, sedang sisanya yang lain langsung mengarahkan senjata api mereka ke seluruh tubuh Dave di bagian vital tubuhnya, siap untufk menembakkan peluru ke arah Dave begitu Devan memberikan kode perintah untuk menembak.


Begitu anak buahnya yang berjumlah lebih dari 4 orang mengarahkan senjatanya ke arah Dave, Devan menyeringai dengan wajah puas dan dilemparkannya pistol yang sedang ada di tangannya.


"Lihat, aku sudah berbaik hati membuang senjataku. Agar bukan tanganku yang kotor dengan darahmu jika kamu memutuskan untuk mengorbankan nyawamu," Dave tersenyum mendengar perkataan Devan yang penuh percaya diri.


"Apa kamu pikir dengan mudah kamu bisa mendapatkan Laurel walaupun kamu membunuhku? Sedangkan kamu tahu jelas hatinya sudah bukan lagi milikmu. Baginya, kamu sudah hilang dari hatinya tepat pada saat kamu memutuskan untuk menghilang darinya sebagai seorang pengecut tujuh tahun lalu. Dan kamu sadar itu adalah kebenaran yang tidak bisa kamu ubah ataupun paksakan," Mendengar perkataan Dave, Devan melotot dengan menggeretakkan giginya karena kemarahan di dalam dadanya mendengar bagaimana Dave menghina keputusannya melarikan diri dari Laurel tujuh tahun lalu, bahkan menjual hubungan mereka hanya demi uang yang ditawarkan oleh Keluarga Shaw.


"Kamu dan keluargamu yang memaksaku untuk meninggalkannya!" Devan berteriak keras, hampir saja dia mendekat ke arah Dave dan memukulnya, tapi dengan cepat dia menyadarkan dirinya sendiri tentang bahayanya jika dia berani mendekat ke arah Dave. Dan sebenarnya Dave memang sengaja memancing emosi Devan agar kemarahan membuatnya sedikit lengah dan mendekat ke arahnya.


"Tuan Dave! Anda begitu cerdas! Tapi aku bukanlah orang yang bisa dengan mudah untuk Anda tipu!" Setelah berteriak ke arah Dave, Devan tertawa keras, sekilas diliriknya Laurel yang masih terpaku di tempatnya dengan wajah terlihat khawatir dan pucat menatap ke arah Dave, dengan kedua telapak tangannya mengatup dengan erat, membentuk posisi seperti orang berdoa.

__ADS_1


Apa yang dilihat Devan membuat Devan semakin tidak sabar untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan Dave. Hatinya terasa benar-benar sakit melihat bagaimana kondisi Laurel yang bahkan terlihat begitu menyedihkan dan lelah dengan wajah pucatnya tapi tetap saja pandangan matanya menatap ke arah Dave dengan pandangan khawatir sekaligus penuh cinta dan kerinduan.


"Aku tidak mau kita terlalu menghabiskan banyak waktu Tuan Dave! Aku tahu Anda juga salah satu orang penting yang tidak memiliki banyak waktu," Devan berkata dengan suara yang terdengar sedikit bergetar karena kemarahan yang ada di dadanya saat ini. Devan sadar sepenuhnya bahwa hati Laurel sudah tidak bisa lagi dia dapatkan, namun keegoisan dan kemarahannya membuatnya tetap memilih untuk bisa memisahkan Laurel dan Dave.


"Aku akan mulai menghitung mundur sekang! Sebaiknya Anda segera memberikan jawaban Anda dalam hitungan kurang dari 10! 10..., 9..., 8..., 7...," Mendengar Devan mulai menghitung mundur, Laurel hanya bisa memejamkan matanya dengan airmatanya yang mengalir deras di pipinya. Laurel hanya bisa berharap yang terbaik yang terjadi, karena saat inipun dia tidak bisa membantu Dave sama sekali.


"Hentikan tindakan bodohmu sekarang juga Tuan Devan Amarta!" Baik Dave maupun Devan langsung menoleh ke arah sisi lain dari tempat mereka berdiri mendengar sebuah suara lantang seorang laki-laki yang sosoknya berjalan dengan tegap dan percaya diri dari arah dia berteriak.


Di belakangnya sosok laki-laki itu tampak puluhan orang yang mengiringinya, lengkap dengan senjata api di masing-masing tangan mereka yang siap memuntahkan isinya. Tidak perlu menunggu lama begitu sosok itu mendekat, Laurel dan Dave langsung bisa mengenali siapa laki-laki tampan yang baru saja ikut bergabung dalam kekacauan itu.


"Ad...," Laurel langsung berbisik pelan menyebutkan nama Ornado yang terlihat berjalan ke arahnya.


Begitu selesai mengenakan jasnya ke tubuh Laurel dan merapikannya agar dapat menghalangi tubuh Laurel dari terpaan angin yang cukup kencang malam ini, Ornado langsung memandangi wajah Laurel yang terlihat sedikit pucat. Dari wajahnya terlihat jelas Ornado begitu lega melihat kondisi Laurel yang sepertinya baik-baik saja walaupun terlihat sedikit pucat dan lelah.


"Laurel, apa kamu baik-baik saja?" Mendengar suara seorang wanita yang cukup dikenalnya, Laurel langsung menoleh. Dan begitu dilihatnya Lusiana dan Nia juga Leo datang bersama Ornado, Laurel langsung tersenyum lega.


"Sebaiknya kalian cepat bawa Laurel pergi dari sini," Ornado berkata sambil memberi kode kepada teman-teman Laurel untuk segera mengajak Laurel pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Tapi Ad, Dave...," Ornado tersenyum sambil mengelus kepala Laurel dengan lembut, seperti seorang kakak yang mengelus rambut adik kesayangannya.


"Tenang saja, aku berjanji akan segera mengembalikan Dave ke sisimu. Tanpa terluka sedikitpun. Aku berani menjamin bahwa Dave juga ingin kamu segera pergi dari sini ke tempat yang lebih aman agar bisa beristirahat sambil menunggunya pulang. Hubungi Cladia agar bisa menemanimu sambil menunggu kami kembali. Sejak kamu menghilang hampir setiap lima menit sekali Cladia menelponku untuk menanyakan kondisimu," Ornado berkata sambil mengedipkan salah satu matanya dengan bibir tersenyum, membuat Laurel menarik nafas dalam-dalam.


Akhirnya Laurel menganggukan kepalanya untuk menyatakan dia setuju dengan perintah Ornado, lalu tersenyum ke arah Ornado. Bagi Laurel yang sudah begitu mengenal Ornado, Laurel yakin Ornado adalah laki-laki yang selalu memegang janjinya. Akhirnya dengan gerakan pelan Laurel memandang ke arah Dave yang langsung menganggukkan kepalanya, setelah itu tanpa ragu Laurel bergerak mendekat ke arah Lusiana dan Nia yang langsung memeluknya dengan erat dan segera membawanya menjauh dari tempat itu.


Devan yang melihat kehadiran Ornado dengan puluhan pengawalnya dengan senjata lengkap, terlihat tersentak kaget. Bukan hanya karena banyaknya  orang-orang yang dibawa oleh Ornado, tapi juga karena sosok Ornado Xanderson yang mendunia tiba-tiba saja datang untuk membawa pergi Laurel darinya. Devan benar-benar tidak menyangka bahwa Laurel memiliki hubungan begitu dekat dengan Ornado Xanderson, sosok pebisnis muda yang begitu mengagumkan dan memiliki kekuatan besar untuk mengendalikan dunia.


"Tuan Devan Amarta, sebaiknya kita bicarakan baik-baik apa yang sedang terjadi di sini tanpa melibatkan senjata. Tentu saja aku tetap akan mengikuti permainan Tuan Devan Amarta, jika Anda tetap bersikeras memakai kekerasan untuk menyelesaikan masalah ini. Manapun jalan yang Anda pilih, itu hak Anda, hanya saja pikirkan baik-baik sebelum bertindak agar tidak menyesal," Ornado berkata sambil berjalan mendekat ke arah Devan yang hampir saja bergerak mengambil kembali pistol yang tadi dilemparkannya, namun dengan gerakan begitu cepat Ornado menggerakkan kakinya dan menendang pistol itu sehingga terlempar jauh dari hadapan Devan.


Sial! Kenapa tiba-tiba Ornado Xanderson muncul di sini dan merusak semua rencanaku, sebenarnya apa hubungan Laurel dan Ornado Xanderson? Kenapa tiba-tiba saja seorang Ornado Xanderson ikut campur dan turun tangan sendiri untuk membantu Laurel dan Dave? Devan merutuk dalam hati sambil mencoba berpikir dengan cepat apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan diri.


"Anda tahu Anda sendiri yang akan rugi jika tetap memutuskan menyelesaikan ini dengan kekerasan." Ornado berkata sambil matanya melirik ke arah Dave yang masih terpaku di depannya dan Devan dengan wajah terlihat jauh lebih tenang setelah kemunculan Ornado.


“Jangan memandang remeh keberadaan seorang Dave Alexander Shaw. Kalau saja Anda berhasil melumpuhkan Dave, apa Anda pikir dengan kekuatan yang dimiliki oleh keluarga Shaw mereka akan berdiam diri? Apalagi sepertinya Anda benar-benar tidak tahu kalau antara keluarga Shaw dan keluarga Xanderson memiliki hubungan yang tidak biasa. Anda berani menentang keluarga Shaw, berarti Anda juga secara tidak langsung telah menyatakan perang dengan keluarga Xanderson,” Ornado berkata dengan nada santai, namun pandangan matanya saat ini benar-benar menunjukkan aura dingin dan mengintimidasi.


Setelah memastikan kondisi Dave baik-baik saja, Ornado melirik ke arah pistol Devan yang tadi ditendangnya, dari bentuknya Ornado langsung bisa menebak tentang pistol itu. Salah satu pistol dengan jenis yang cukup mematikan, pistol Colt 1991. Namun wajah Ornado tidak menunjukkan wajah khawatir sedikitpun melihat pistol itu karena menyadari timnya juga memegang salah satu jenis pistol yang canggih juga, bahkan hari ini dia sengaja membawa lebih dari 20 orang dengan senjata Smith & Wesson 500 Magnum berdiri di belakangnya dengan posisi berjajar dan mengarahkan senjata mereka ke arah Devan dan anak buahnya dari arah depan.

__ADS_1


Selain itu ada 10 orang yang saat ini sedang bersiap menembak dari arah belakang para pengawal Devan yang sedang mengarahkan pistolnya ke arah Dave dan para pengawalnya. Belum lagi 10 orang penembak jitu jarak jauh yang sudah bersiap di berbagai sisi halaman rumah itu, siap menembakkan pelurunya hanya dengan hitungan detik begitu Ornado memberikan aba-aba kepada mereka.


(5 pistol dan revolver paling mematikan di dunia yang punya daya rusak luar biasa adalah : Colt 1911 (Senjata ini dibuat oleh pengrajin pistol kenamaan bernama John Browning. Soal rumor, Colt 1911 sudah menjadi semacam legenda yang lekat dengan militer Amerika. Ya, pistol ini mungkin terkesan tua modelnya, tapi sudah dipakai lebih dari 70 tahun. Bukan tanpa alasan kenapa sebuah pistol sampai digunakan selama 7 dekade. Senjata ini sudah dipakai militer Amerika dalam waktu yang sangat lama. Colt 1911 berisi 7 buah peluru dan seriap satu butirnya bisa dimuntahkan dengan kecepatan 1.225 kaki/seconds atau setara dengan 373 m/detik. Di Amerika, pistol mematikan ini tidak hanya populer di kalangan militer, tapi juga rumahan), Glock 20 (Begitu ringan dan tipis, tapi mematikan, begitu kata orang-orang yang pernah menggunakan pistol satu ini. Glock 20 dibuat dengan bahan-bahan berkualitas. Misalnya penggunaan bahan polymer yang dikatakan mampu mengurangi hentakan yang ditimbulkan. Pistol ini juga katanya memiliki mekanisme bongkar yang cukup susah. FBI saja butuh waktu lama untuk membongkar dan memasangnya. Senjata ini mampu memuat 15 peluru 10 mm yang masing-masingnya mampu dilontarkan hingga kecepatan 1.600 kaki/seconds atau sekitar 487 m/detik. Alasan lain senjata ini mematikan adalah kemampuan akurasinya yang tinggi), Ruger Super RedHawk .454 Casull (Soal daya rusak, pistol revolver selalu unggul dibanding jenis yang biasa. Alasannya, karena umumnya pistol ini memuat tipe peluru yang lebih besar. Revolver juga makin banyak dikembangkan, dan salah satu yang paling keren di antaranya adalah Ruger Super RedHawk .454 Casull ini. Dari tampilannya sendiri sebenarnya senjata ini tidak perlu deskripsi panjang karena dilengkapi dengan lensa bidik yang membuatnya mampu meletuskan peluru dengan sangat akurat. Kecepatan pelurunya sendiri bisa mencapai 1.900 kaki/second atau sekitar 579 m/detik. Kombinasi akurasi dan keepatan ini disempurnakan dengan deretan peluru sebesar 240 gram), Desert Eagle (Senjata buatan Israel ini sudah punya pamor yang mendunia akan kemampuan mematikannya. Kalau biasanya pistol lain hanya seperti menusuk saja, Desert Eagle mampu membuat obyeknya tertusuk dan meledak. Daya hancurnya memang gila dengan sematan peluru 325 gram-nya. Walaupun dari tampilannya terlihat klasik, tapi pistol ini sangat ikonik dan keren. Senjata yang sering disebut Deagle ini hanya memuat 7 peluru saja, karena peluru Deagle ini besar besar dan satu peluru Deagle dampaknya sama dengan 3-4 peluru biasa), yang terakhir adalah Smith & Wesson 500 Magnum (Inilah jenis dari pistol paling mematikan di dunia,  Smith & Wesson 500 Magnum. Pistol ini berjenis revolver yang punya daya hancur hampir sama seperti Desert Eagle. Namun pistol satu ini punya kelebihan lain, apalagi kalau bukan akurasinya yang sangat mematikan. Hal tersebut dikarenakan moncongnya yang lebih panjang dari revolver biasa. Sehingga menawarkan akurasi hebat. Kemampuan ini juga didukung oleh kecepatan pelurunya yang bisa menembus angka 2.075 kaki/seconds atau setara dengan 632 m/detik).


__ADS_2