
Laurel hanya bisa tertawa geli tanpa berani mengeluarkan suara melihat wajah tertekan Dave yang sedang menerima panggilan telepon dari mamanya. Dengan gerakan pelan, Laurel mendekati Dave yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur dengan masih menerima panggilan telepon dari Mama Rosalia.
Dengan sengaja Laurel duduk di pangkuan Dave, salah satu tangannya bergerak ke balik piyama tidur Dave dan mengelus lembut kulit dada Dave dengan ujung-ujung jarinya. Bukan hanya itu saja, Laurel sengaja mendekatkan bibirnya ke telinga Dave dan mencium lembut telinga suaminya dengan bibirnya, sedang tangannya yang satu sibuk mengelus tengkuk Dave, sambil berbisik dengan suara benar-benar pelan agar tidak terdengar oleh Mama Rosalia.
“Sepertinya kamu sedang tidak beruntung pagi ini Mr. Shaw,”
Hsstt…, kamu benar-benar berhasil membuatku tidak berkutik mo cuisle. Godaanmu benar-benar menyiksaku, Dave berkata dalam hati sambil menahan nafasnya karena tindakan Laurel yang sengaja menggodanya tanpa dia bisa membalasnya karena sedang berbicara dengan mamanya di telepon.
“Dave! Dimama Laurel? Kamu sedang bersamanya? Biarkan mama berbicara dengannya sebentar,” Dengan menarik nafas dalam-dalam, Dave menyodorkan handphone di tangannya ke arah Laurel yang tersenyum ke arah Dave dengan wajah menggoda.
“Ya ma, ini Laurel,” Sambil menjawab telepon dari Mama Rosalia, Laurel bangkit berdiri, menjauh dari pangkuan Dave yang langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur dengan merentangkan kedua tangannya.
“Laurel, pagi ini ajak Dave ke rumah. Mama sudah siapkan masakan kesukaannya. Kalian sarapan di sini saja. Kalian tidak ada acara kan pagi ini? Bisa langsung berangkat kemari?”
“Tidak ma, kami sedang senggang, tidak ada rencana acara apapun pagi ini. Kami akan segera berangkat ke sana,” Laurel menjawab keinginan mertuanya dengan mata melirik ke arah Dave yang memilih untuk pura-pura tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan Laurel pada mamanya dan memejamkan kedua matanya, berusaha keras menenangkan dirinya sendiri yang sedang bergejolak.
“Oke kalau begitu, mama tunggu kedatangan kalian secepatnya. Papamu juga bersikeras tidak mau memulai sarapannya, menunggu kalian datang ke sini,”
“Baik ma, kami akan segera bersiap-siap dan meluncur ke sana,” Laurel berkata sambil menahan senyumnya melihat Dave yang terlihat masih dalam posisi berpura-pura tidak mendengar pembicaraan antara Laurel dan mamanya.
“Sampai ketemu, hati-hati di jalan,” Begitu Mama Rosalia mengakhiri panggilan teleponnya, Laurel segera mendekat ke arah Dave, berusaha menarik kedua tangan Dave agar bangun dari posisi berbaringnya, namun dengan cepat justru Dave menarik tubuh Laurel sehingga jatuh ke atas tubuhnya dengan saling berhadapan.
“Apa bagimu begitu menyenangkan bisa menggodaku seperti itu mo cuisle?” Laurel tersenyum manis mendengar pertanyaan Dave yang menyindirnya.
__ADS_1
“Ayolah Dave, papa dan mama sudah menunggu kita di rumah besar, kita harus bersiap-siap kesana sekarang,” Mendengar suara Laurel yang terdengar manja, membuat Dave hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan keras melalui bibirnya.
“Apa kamu tahu Mr. Shaw, bibirmu benar-benar sangat seksi dan menggoda,” Laurel langsung mencium bibir Dave dengan mesra, namun hanya sekilas, setelah itu Laurel langsung bergerak cepat menjauhkan tubuhnya dari Dave sambil tertawa senang melihat wajah kaget sekaligus kesal Dave atas tindakannya barusan.
Melihat bagaimana Laurel menggodanya habis-habisan pagi ini Dave segera bangun dari posisi tidurnya dan mengejar Laurel yang berusaha melarikan diri ke arah kamar mandi.
“Laurel! Buka pintunya!” Laurel hanya tertawa mendengar suara Dave yang mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil namanya, meminta agar Laurel membuka pintu kamar mandi yang dengan sengaja dikuncinya dari dalam.
“Tunggu aku selesai mandi Dave, setelah itu baru giliranmu!”
“Kita mandi sama-sama saja supaya cepat! Seperti katamu tadi, papa dan mama sedang menunggu kita,”
“Tidak! Kamu tunggu aku saja sebentar! Kalau kamu masuk ke sini bukannya cepat justru bisa-bisa sore nanti baru kita sampai di rumah besar,” Dave hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam mendengar teriakan Laurel yang menolak keinginannya untuk mandi bersama.
# # # # # # #
“Pagi Ma,” Begitu memasuki ruang keluarga rumah besar dan melihat mamanya yang sedang sibuk memberikan perintah kepada para pelayan, Dave langsung mendekat ke arah mamanya dan mencium pipinya dengan penuh rasa sayang, sedangkan Mama Rosalia yang melihat kehadiran Laurel langsung memeluk Laurel dan membiarkan Laurel mencium pipinya juga, sambil tangan Mama Rosalia menepuk lembut punggung Laurel, menunjukkan betapa Mama Rosalia bahagia melihat kehadiran Dave bersama Laurel pagi itu.
Seorang pelayan langsung berjalan mendekat ke arah Odi yang berjalan di belakang Dave dan Laurel dengan membawa koper berisi pakaian mereka. Sesuai permintaan Augistin Shaw, dua hari ini Dave dan Laurel akan menginap di rumah besar.
“Bawa kopernya langsung ke kamar Tuan Dave,”
“Baik Nyonya Ros,” Pelayan itu langsung mengiyakan perintah nyonyanya dan berlalu meninggalkan mereka bertiga dengan membawa koper yang dibawa Odi.
__ADS_1
“Mama senang sekali bisa melihat kalian berdua di tempat ini. Ayo, kita sarapan dulu. Papa sudah menunggu kedatangan kalian juga sedari tadi,” Mama Rosalia langsung menarik lengan Laurel dan mengajaknya ke ruang makan, dimana sudah tampak Augistin Shaw duduk sambil membaca koran, terlihat dengan jelas bahwa laki-laki itu sedang menunggu kedatangan Dave dan Laurel.
“Pagi Pa,” Mendengar sapaan dari Dave dan Laurel, Augistin Shaw segera menurunkan koran yang dibacanya, melipatnya untuk kemudian diletakkannya di atas meja, dan seorang pelayan dengan sigap mengambil koran itu dari atas meja, dan meletakkannya di rak tempat koran dan majalah yang ada di pojok ruang makan.
“Duduklah kalian berdua,” Mendengar perintah Augistin Shaw, Dave dan Laurel langsung mengambil posisi duduk bersebelahan di dekat Augistin Shaw yang sudah duluan duduk di kursi meja makan yang berukuran cukup besar itu, cukup untuk menampung 20 orang sekaligus.
“Kak Dave, Kak Laurel,” Evelyn yang baru saja memasuki area ruang makan langsung berjalan mendekat ke arah Dave dan Laurel, berdiri di antara kursi yang sedang diduduki oleh mereka berdua, dan dengan posisi sedikit membungkuk tangan kanan dan kiri Evelyn memeluk kedua bahu bagian belakang baik Dave dan Laurel secara bersamaan.
“Pagi kak,” Dengan cepat Evelyn mencium pipi kanan Dave, kemudian pipi kiri Laurel yang duduk di sebelah kanan Dave.
Setelah mencium pipi kedua kakaknya, dengan langkah-langkah bergegas, Evelyn menuju bagian lain meja makan dan mengambil posisi duduk di sebelah mamanya, berhadap-hadapan dengan posisi duduk Dave dan Laurel.
“Ah, senang sekali melihat kakak berdua datang ke rumah besar. Rasanya rumah menjadi sepi sejak Kak Dave dan Kak Bryan keluar dari rumah ini,” Evelyn berkata sambil menyendok makanan yang ada di depannya.
“Kapan kalian akan mengadakan pesta perayaan pernikahan kalian dan masuk ke rumah besar? Sudah waktunya rumah ini menerima kedatangan Nyonya baru mereka,” Laurel sedikit tersentak mendengar pertanyaan Augistin Shaw yang tanpa pembukaan ataupun basa basi langsung menanyakan tentang hal itu, matanya melirik ke arah wajah Dave yang terlihat tetap tenang menghadapi pertanyaan dari papanya, padahal bagi Laurel pertanyaan itu sudah cukup membuat telapak tangannya tiba-tiba terasa basah.
“Kami masih belum memikirkan untuk pesta pernikahan, Laurel masih baru saja kembali ke Indonesia. Setelah lama meninggalkan negara ini dia perlu kembali beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, dan menurutku, tempat yang paling ideal baginya adalah rumah yang kami tempati sekarang, rumah yang ditinggalinya sejak dia lahir,” Dave berkata sambil tangannya bergerak, meraih tangan Laurel yang ada di bawah meja, berada di pangkuan Laurel dan menggenggamnya dengan erat, sebagai ganti dari kata-katanya agar Laurel merasa tenang.
Augistin Shaw memandang ke arah Laurel dan Dave bergantian, lalu menarik nafas panjang. Sesuai perkiraannya, Dave tetaplah Dave, anak pertamanya yang memiliki keahlian dalam bernegosiasi dan mengatur segala sesuatu termasuk kehidupan pribadinya dengan rapi, dan begitu melindungi wanita yang dicintainya.
“Kamu tidak mau mengadakan pesta pernikahan secepatnya, tidak mau pindah ke rumah besar. Kamu tidak ingin orang lain mengakui keberadaan Laurel sebagai istrimu? Kalau kamu tidak mau, itu masalahmu, tapi aku ingin dunia tahu Laurel adalah menantuku yang sah,” Dave langsung terdiam mendengar perkataan papanya.
Dave melirik ke arah Laurel, ingin sekali dia menentang keinginan papanya untuk secepatnya mengadakan pesta pernikahan, karena tidak ingin membuat Laurel tertekan dan merasa bersalah, karena jika pesta itu diadakan, semua orang yang tahu tentang apa yang pernah mereka alami pasti akan mempertanyakan peristiwa 7 tahun lalu, karena beberapa keluarga dekat dan kolega-kolega dekat pasti masih ingat tentang peristiwa 7 tahun lalu.
__ADS_1
Dave tahu itu pasti akan membuat Laurel merasa tidak nyaman, sedangkan hubungan mereka baru saja membaik dalam hitungan hari. Tetapi, tanpa pesta pernikahan itu, dunia luar tidak akan pernah tahu tentang status mereka saat ini, yang artinya beberapa pihak tetap akan begitu berusaha keras untuk menjodohkan Dave dengan gadis-gadis bahkan sengaja melakukannya untuk mendapatkan keuntungan karena berharap hubungan dengan Keluarga Shaw akan membantu mereka untuk lebih sukses, lebih besar, atau lebih berkuasa.