CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
PERMINTAAN AUGISTIN SHAW


__ADS_3

“Dave…, sejak kapan kamu terbangun?” Dave langsung bergerak, bangun dari posisi tidurnya dan duduk di sebelah Laurel setelah melepaskan genggaman tangannya pada tangan Laurel, tanpa menjawab pertanyaan Laurel yang terdengar sedikit gugup karena tidak menyangka bahwa Dave sudah terbangun dan sempat mendengar apa yang sedang dia dan mertuanya bicarakan.


“Kenapa? Apa kalian berdua sedang membicarakan sesuatu yang buruk tentangku?” Dave balik bertanya sambil memandang ke arah Laurel dan mamanya secara bergantian dengan wajah serius, membuat Laurel semakin salah tingkah, sedang Mama Rosalia terlihat lebih tenang menghadapi pertanyaan dari Dave.


“Dave…, jangan menggoda istrimu. Lihat wajahnya sudah mulai pucat. Awas kalau kamu berani membuat menantuku tidak nyaman di rumah ini,” Mama Rosalia langsung menegur Dave, karena Mama Rosalia tahu bahwa Dave hanya sekedar menggoda Laurel, apalagi dia merasa tidak ada yang salah dengan pembicaraan yang barusan dia lakukan dengan Laurel.


Mendengar ancaman dari mamanya, Dave melirik ke arah Laurel dengan serius, namun setelah itu dengan cepat tiba-tiba saja lengan kanan Dave melingkar di bahu Laurel, dan menariknya ke arahnya dengan cepat.


“Kenapa dengan wajah pucatmu Laurel? Jangan-jangan…,” Dave menatap wajah Laurel dalam-dalam, sambil menggantung perkataannya.


“Jangan-jangan kamu hamil?” Setelah mengatakan itu Dave langsung tertawa terkekeh, sedang Laurel langsung melotot dengan tangan kirinya langsung bergerak mencubit pinggang Dave, bisa-bisanya Dave menggodanya habis-habisan seperti itu di depan mertuanya, lagipula, mereka baru melakukannya kemarin malam, bisa-bisanya Dave mengatakan hal seperti itu di depan mertuanya, membuat wajahnya memerah karena malu.


“Dave…, jangan terus menggodanya, kalau nanti istrimu marah dan memutuskan pulang ke rumah orangtuanya, kamu sendiri yang rugi,” Dave tersenyum geli mendengar teguran mamanya, dengan cepat Dave menggerakkan kepalanya ke arah Laurel dan mengecup lembut puncak kepala istrinya.


“Bercanda ma, lagipula harusnya mama harus mencegahnya melakukan hal seperti itu kalau mama ingin segera menimang cucu seperti yang selalu mama katakan pada kami anak-anak mama, yang aku yakin Mama Denia pun juga menginginkannya,” Laurel sedikit tersentak mendengar perkataan Dave yang tetap tidak berhenti menggoda dia dan mamanya, sedang Mama Rosalia hanya bisa menarik nafas panjang, enggan berdebat dengan Dave yang pasti akan terus menggoda Laurel jika diteruskan.


Melihat kedua wanita yang disayanginya tidak melakukan perlawanan atas kata-katanya, Dave tertawa kecil sambil menggigit bibir bawahnya, sekilas kemudian dia mengecup pipi Laurel yang lagi-lagi hanya bisa tersentak karena Dave melakukan itu tepat di depan mertuanya.


“Tenang saja, aku baru saja terbangun, aku tidak tahu apa yang tadi kalian bicarakan, tapi menurut perasaanku, apapun yang sedang kalian bicarakan tentang aku pasti adalah hal-hal yang baik. Tebakanku betul kan ma?” Mama Rosalia dan Laurel hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan Dave, dan mereka merasa tidak perlu menjawab pertanyaan itu.


“Dave, kalian berdua sudah melewatkan makan siang. Ayolah ajak istrimu untuk makan dahulu,” Mama Rosalia bangkit dari duduknya.


“Ayo, kita makan, jangan sampai suara perutmu membuat batal acara kita seperti tadi pagi,” Dave berbisik pelan ke arah telinga Laurel yang wajahnya langsung merah padam karena ingat dengan kejadian tadi pagi.


“Dave…, kamu ini…,” Dave melirik sekilas ke arah mamanya yang sudah melangkah pergi meninggalkan kamarnya, membuatnya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membungkam bibir Laurel dengan bibirnya sehingga tidak bisa melanjutkan protesnya.


“Ayo kita makan,” Begitu Dave melepaskan tautan bibirnya dari bibir Laurel dia langsung mengajak Laurel makan, sedang Laurel yang masih sedikit kaget dengan tindakan Dave barusan masih terdiam, membuat Dave kembali tersenyum geli.

__ADS_1


“Kamu belum lapar? Kalau begitu mau kita teruskan yang barusan di ranjang?”


“Aku lapar!” Laurel langsung menjawab perkataan Dave dengan cepat sambil lengsung bergerak bangki dari duduknya, membuat Dave terkekeh dan menyusulnya untuk berdiri.


Dan tanpa menunggu Dave, Laurel sengaja berjalan lebih dahulu ke arah pintu kamar Dave, karena bagaimanapun dalam beberapa menit ini Dave sudah sukses membuat dadanya berdebar-debar dengan begitu keras dan membuatnya semakin salah tingkah. Laurel tidak bisa bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika sepanjang siang ini Dave terus menggodanya seperti itu. Jika saja hal itu terus berlanjut Laurel tidak bisa menjamin, apakah Dave yang tidak akan bisa menahan diri, atau justru dia yang akan tergoda dengan keberadaan Dave di dekatnya, memikirkan itu Laurel buru-buru menarik nafas dalam-dalam dan berjalan dengan sedikit tergesa-gesa keluar dari kamar Dave yang hanya bisa tersenyum simpul di belakangnya, menyadari saat ini bukan hanya dia yang sedang dalam kondisi cinta mati dengan istrinya. Saat ini dia juga bisa merasakan dan melihat dengan jelas bagaimana Laurel juga begitu mencintainya.


# # # # # # #


“Makanlah yang banyak,” Mama Rosalia menyodorkan piring saji berisi masakan bola-bola cacahan daging di depan Laurel yang hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar perkataan mertuanya. Mama Rosalia dan Augistin Shaw sengaja hanya menemani Dave dan Laurel makan di meja makan karena mereka berdua telah menyelesaikan makan siangnya tadi, ketika Dave tertidur.


“Kenapa Laurel? Apa masakan di sini tidak sesuai dengan seleramu?” Mama Rosalia sedikit mengernyitkan dahinya melihat makan Laurel yang terlihat tidak terlalu banyak.


“Tidak ma, semua masakan ini enak. Laurel sudah makan cukup banyak,”


“Kapan rencana kalian untuk mengadakan pesta perayaan pernikahan kalian? Aku mau pesta itu secepatnya diadakan,” Laurel sedikit menghentikan gerakan makannya mendengar pertanyaan dari Augistin Shaw.


Melihat Laurel terlihat gugup dengan pertanyaan ayahnya, tangan kanan Dave yang duduk di samping Laurel langsung meraih tangan kiri Laurel dan menggenggamnya dengan erat, seolah memberi kode kepada Laurel, agar dia yang akan menjawab dan menyelesaikan urusan itu, Laurel hanya perlu duduk tenang di sampingnya.


“Kami akan pikirkan secepat mungkin pa. Aku secara pribadi juga tidak ingin terlalu lama menyembunyikan status pernikahan kami. Akan jauh lebih baik jika dunia luar segera mengetahui tentang pernikahan kami, tapi kami perlu waktu untuk menyiapkan semuanya agar bisa berjalan sesuai dengan yang keluarga kita harapkan,”


“Dave benar, pesta pernikahan dalam Keluarga Shaw, bukan pernikahan yang bisa disiapkan dalam waktu sehari dua hari, seminggu dua minggu,” Mama Rosalia langsung menambahi perkataan Dave, membuat Augistin hanya bisa menghela nafasnya, kalau sudah istrinya ikut berbicara, dia tahu dia tidak akan bisa menolak.


“Jangan khawatir, pesta itu akan segera kita bicarakan, biarkan mereka menikmati makan siang mereka dahulu,” Mama Rosalia berkata sambil menyentuh kedua tangan Augistin Shaw yang terkatup di atas meja dan mengelusnya dengan lembut, membuat sekali lagi Augistin Shaw hanya bisa memandang ke arah Dave dan Laurel sambil menarik nafas panjang.


“Kalian berdua, kalau memang tidak ada acara, menginaplah di sini malam ini agar kita bisa berbincang-bincang,” Akhirnya Augistin Shaw hanya bisa mengucapkan kata-kata itu.


“Maaf pa, nanti malam kami ada undangan acara pesta ulang tahun pernikahan salah satu sahabat dari Mama Denia,” Dave langsung merespon permintaan dari papanya yang rasanya sulit untuk mereka penuhi malam ini.

__ADS_1


“Kalau begitu kapan kalian akan meluangkan waktu untuk menginap di sini?” Mendengar pertanyaan Augistin Shaw, Dave melirik selikas ke arah Laurel yang wajahnya terlihat pasrah, seolah memberi tanda kepada Dave supaya dia yang memutuskan menjawab pertanyaan itu, setelah itu Dave memandang ke arah wajah papanya yang terlihat datar.


“Akhir pekan ini kami usahakan untuk menginap di sini,” Dave menjawab sambil tersenyum ke arah Mama Rosalia yang tampaknya ikut puas dengan jawaban Dave.


“Setelah ini kami pamit dulu pa, karena harus menyiapkan diri untuk menghadiri acara nanti malam,” Mendengar perkataan Dave, Augistin Shaw hanya mengangguk pelan dengan wajah tetap terlihat datar.


“Akhir pekan ini, kami tunggu kedatangan kalian, jam 7 malam kita akan adakan pesta berbeque di belakang rumah,” Dave dan Mama Rosalia langsung tersenyum mendengar perkataan Augistin Shaw, sedang Laurel memilih untuk diam.


# # # # # # #


“Hufttt…,” Laurel menghembuskan nafas dari mulutnya begitu dia duduk di dalam mobil di samping Dave yang menyetir dan mobil yang mereka naiki mulai bergerak meninggalkan halaman rumah besar, sekilas Laurel melirik melalui kaca spion mobil, Mama Rosalia dan Augistin Shaw yang berdiri di depan rumah besar melepas kepergian mereka.


Dave yang melihat bagaimana Laurel berusaha mengurangi rasa stressnya dengan menghembuskan nafasnya melalui mulutnya, langsung tersenyum. Setelah mereka meninggalkan halaman rumah besar dan berada di jalan raya, tangan kiri Dave bergerak ke arah tangan Laurel yang berada di pangkuannya, lalu menggenggamnya dengan erat.


“Apa kamu tidak nyaman dengan permintaan papa tadi?” Laurel menoleh ke arah Dave sambil menggeleng.


“Tidak, apa yang dikatakan papamu tidak ada yang salah, baik tentang pesta pernikahan kita maupun permintaannya untuk kita menginap di sana, hanya saja papamu seorang yang pendiam, jadi mungkin itu yang membuat hubungan kami menjadi sedikit kaku, tapi aku yakin ke depannya hubungan kami pasti membaik,” Dave tersenyum mendengar perkataan Laurel.


“Aku yakin ke depannya kamu bisa akrab dengan papa, hanya menunggu waktu, siapa yang bisa menolak pesona seorang Laurel.” Laurel terkikik geli mendengar pujian dari Dave, wajahnya langsung menoleh melihat ke arah Dave.


“Dave…, sebenarnya, sikap papamu mengingatkanku pada seseorang yang aku kenal,” Dave langsung menoleh mendengar perkataan Laurel.


“Siapa? Apa dia seseorang yang aku kenal juga?” Dave langsung bertanya.


“Aku baru sadar darimana kamu mewarisi sikap pendiam dan tatapan dinginmu itu, ternyata dari papamu. But, whatever..., you are the only one that I love, and nothing gonna change my love for you (Tapi, apapun…, kamu adalah satu-satunya yang aku cintai, dan tidak akan ada yang bisa merubah cintaku padamu),” Laurel mengerakkan tangannya yang berada dalam genggaman tangan Dave ke arah bibirnya, dan mencium punggung tangan kiri Dave dengan lembut dan mesra.


 

__ADS_1


 


__ADS_2