CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
JAMES DAN EVELYN?


__ADS_3

“Jangan berpikir macam-macam Dave. Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Jangan takut membuatku mengalami kerugian besar hanya karena tidak lagi bekerjasama dengan perusahaan Devan. Bagiku kerjasamaku dengan perusahaan Devan bukan sebuah kerjasama besar. Dengan cepat aku akan mendapatkan kerjasama dengan perusahaan sejenis. Perusahaan Devan bukan satu-satunya perusahaan yang mengantri untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan kami,” Ornado langsung menjelaskan dengan cepat kondisi kerjasamanya dengan perusahaan Devan begitu dilihatnya ada keraguan yang terpancar di wajah Dave atas penawaran yang dia ajukan. Dan dengan begitu tepat Ornado bisa menebak apa yang membuat Dave bersikap ragu seperti itu.


“Dan untukmu, jangan merasa sungkan. Sudah aku katakan, aku dengan senang hati akan selalu membuatmu berhutang budi padaku sebagai calon besan di masa depanku,” Ornado berkata sambil tertawa renyah, membuat mau tidak mau Dave ikut menyungingkan senyum di bibirnya mendengar candaan dari Ornado.


“Kamu tahu pasti Dave. Orang seperti Devan, akan selalu mencari kesempatan untuk menyerang balik. Jangan biarkan dia melakukan itu, apalagi ada sosok pamanmu sebagai pendukungnya. Kamu sudah menjadi seorang yang terlalu pemaaf dengan membebaskannya dari jerat hukum, tapi jangan membuat dirimu terlalu lemah. Ingat bahwa sekarang kamu harus melindungi Laurel dan calon anakmu dengan baik. Selain itu, kamu sebagai pewaris utama Shaw Corporation, harus bisa menjaga perusahaan itu dengan baik, juga melindungi semua Kleuarga Shaw yang lain. Orang yang ada di rumah sakitmu, yang menjadi mata-mata Devan. Cepat singkirkan orang itu dari sini jika tidak ingin semakin hari dia menjadi orang yang semakin berbahaya. Jangan sampai kamu menjadi majikan yang digigit oleh hewan peliharaanmu sendiri,” Dave menggigit bibir bawahnya mendengar perkataan Ornado yang dia tahu ada benarnya.


Ornado yang memiliki jiwa bisnis dan kejeniusan dalam bidang itu, memiliki jauh lebih banyak pengalaman dibanding Dave, dan Dave harus mengakui itu. Setiap tindakan Ornado selalu dilakukan dengan pertimbangan yang matang, dan instingnya yang kuat membuat dia begitu ahli dalam mengambil keputusan dan menilai suatu kondisi atau seseorang, membuat hampir semua yang dikerjakannya selalu berhasil dengan baik dan menghasilkan banyak keuntungan. Dan dengan kemampuan Ornado selama ini membuat begitu banyak perusahaan lain yang mengantri untuk menawarkan kerjasama dengannya.


“Percayalah padaku, biarkan aku membantu urusanmu dengan Devan, setelah itu dengan senang hati aku akan membantumu menyelesaikan urusanmu dengan pamanmu. Kalau kamu percaya padaku, aku akan membuat semuanya berjalan dengan baik. Aku akan membuat pamanmu mundur dengan sendirinya, tidak lagi mengganggu perusahaan dan keluargamu. Tapi seperti kataku, asal kamu mengijinkan aku membereskannya, karena sebenarnya bagiku dan bagi perusahaanku, urusan Devan dan pamanmu tidak ada hubungannya sama sekali denganku dan tidak akan menggangguku sama sekali. Semua keputusan ada padamu. Aku mau melakukan ini jujur saja untuk Laurel. Aku tidak mau Devan kembali menyakiti Laurel yang bagiku sudah seperti adikku sendiri dan bagi istriku, Laurel sudah seperti kakak kandungnya. Cukup sekali saja aku mengampuni Devan, lain kali aku benar-benar akan menghancurkannya jika dia berani menyakiti Laurel lagi,” Ornado berkata dengan wajah terlihat tenang, tapi Dave bisa memastikan bahwa Ornado tidak main-main dengan ancamannya barusan, dia benar-benar serius dengan kata-katanya dan dia lebih dari mampu untuk melakukan itu.


“Bagaimana caramu untuk menyelesaikan masalah pamanku sedangkan perusahaanmu tidak bekerja secara langsung dengannya?” Ornado tersenyum mendengar pertanyaan dari Dave.


“Aku akan hubungi James agar datang ke sini dengan membawa semua file yang akan aku tunjukkan padamu. Ketika kamu melihat file-file itu aku yakin kamu akan langsung mengetahui bahwa hanya dengan menjentikkan jariku, aku bisa menghancurkan kehidupan pamanmu. Tapi aku tidak akan bergerak dan bertindak jika kamu tidak memberiku ijin untuk melakukannya, bagaimanapun itu pamanmu. Keputusan ada di tanganmu,” Tanpa menunggu jawaban dari Dave, Ornado segera menghubungi James dan memintanya untuk datang ke rumah kaca milik Dave dengan membawa semua data yang sudah mereka kumpulkan untuk diberikan kepada Dave. Ornado berharap Dave melihatnya dan memikirkan matang-matang sebelum menyampaikan keputusannya kepada Ornado.


# # # # # # #


Melihat Ornado dan Dave yang baru saja keluar dari ruang kerja Dave sambil mengobrol sambil tertawa, Laurel dan Cladia langsung mengalihkan pandangan mata mereka ke arah kedua laki-laki tampan tersebut. Dave dan Ornado langsung berjalan menuju ruang keluarga setelah keluar dari ruang kerja Dave.


Begitu sampai di ruang keluarga, Ornado langsung duduk di sofa yang ada di hadapan sofa yang sedang diduduki oleh Laurel dan Cladia. Begitu duduk, Ornado langsung memandang ke arah Cladia dengan tatapan penuh cintanya, seperti biasanya, membuat Laurel hanya bisa mengulum senyum sedang Cladia terlihat begitu salah tingkah.


“Amore mio, duduklah di sini,” Ornado berkata sambil menepuk-nepuk sofa yang ada di sebelahnya, dan dengan gerakan pelan Cladia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Ornado yang langsung memeluk pinggangnya begitu Cladia duduk di sisinya, membuat Dave maupun Laurel tersenyum simpul.


“Ck ck ck ck…, Ad, kamu ini selalu tidak pernah membiarkan Cladia menjauh dari sisimu barang sedetikpun,” Mendengar perkataan Laurel yang jelas-jelas menyindirnya, bukannya tersinggung, Ornado justru langsung tertawa.


“Kamu ini benar-benar tidak peka, tidak merasa berterimakasih sedikitpun kepadaku. Aku meminta Cladia duduk di sini agar kamu bisa menikmati kehangatan tubuh Dave di sisimu,” Ornado berkata sambil terkikik geli melihat wajah Laurel yang langsung memberengut karena kata-katanya justru diputar balik oleh Ornado untuk balik menyerangnya.

__ADS_1


Dan seperti biasanya, Cladia dan Dave lebih senang memperhatikan tindakan Ornado dan Laurel yang seringkali saling mengolok-olok satu sama lain, dengan senyum di wajah mereka. Dan untuk beberapa saat mereka berempat saling bercerita tentang apa yang terjadi selama beberapa waktu mereka berpisah saat Ornado dan Cladia berada di Italia, sampai Bi Yuni berjalan mendekat ke arah Dave dan Laurel.


“Maaf Tuan Dave…, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan Dave dan Tuan Ornado,” Mereka berempat yang sedang mengobrol langsung menghentikan obrolannya mendengar perkataan Bi Yuni.


Begitu mendengar info bahwa ada seseorang yang mencari Dave dan Ornado, dengan cepat Ornado memberikan tanda kepada Dave dengan lirikan matanya. Dan begitu Ornado memberinya tanda, Dave dan Ornado secara bersamaan bangkit dari duduknya, sedang Cladia dan Laurel saling melihat ke arah suami mereka masing-masing.


“Aku dan Dave akan melihat siapa yang mencari kami, kalian berdua tunggu di sini saja,” Mendengar permintaan Ornado, Cladia dan Laurel saling berpandangan dan justru langsung ikut berdiri menyusul Dave dan Ornado.


Melihat bagaimana istri mereka ikut bangkit dari duduknya, Dave melirik ke arah Ornado, yang langsung memberi tanda dengan menggeleng-gelengkan kelapanya pelan, sebagai tanda agar Dave tenang saja dan membiarkan tindakan Cladia dan Laurel. Ketika Dave dan Ornado sampai di ruang tamu, begitu mereka melihat kehadiran James yang diantar oleh Mira, Ornado dan Dave langsung tersenyum dan saling berpandangan.


“James? Kenapa tiba-tiba menyusul ke sini?” Cladia langsung mendekat dan bertanya kepada James begitu melihat kehadiran James yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.


“Eh, Ad memanggilku Cla, ada file tentang perusahaan kita yang berhubungan dengan perusahaan Dave yang harus dipelajari oleh Dave, karena itu Ad menyuruhku membawanya ke sini,” Ornado dan Dave mengulum senyum di bibirnya melihat bagaimana jawaban James yang cukup bijak sehingga tidak menimbulkan kecurigaan baik Laurel dan Cladia.


Bagi Dave dan Ornado bukannya mereka tidak ingin jujur kepada istri mereka, tapi sebaiknya urusan seperti ini tidak didengar oleh istri mereka yang sedang mengandung dan mengganggu pikiran mereka. Bagi Dave dan Ornado lebih baik menceritakan segala sesuatunya setelah semuanya dapat diselesaikan dengan baik.


Begitu melihat semua kakaknya menoleh, Evelyn yang datang bersama Leo langsung tersenyum lebar. Laurel yang tidak menyangka kalau Evelyn datang bersama Leo langsung tersenyum penuh arti dan satu rencana langsung terbersit di otaknya.


“Kemarilah Evelyn, kamu datang bersama dokter Leo?” Evelyn yang mendengar panggilan dari Laurel langsung mengangguk dan mendekat ke arah Laurel.


“Iya Kak Laurel, tadi waktu Kak Laurel menelpon, aku sedang minum teh bersama Kak Leo di restauran. Kebetulan sopirku sedang mengantar Mama dan belum kembali, jadi Kak Leo yang mengantarku kemari,” Laurel mengangguk sambil tersenyum mendengar penjelasan Evelyn, tidak disangkanya sore ini dia mendapatkan kesempatan untuk membuat Leo menyadari perasaannya kepada Evelyn selama ini.


“Ah, kebetulan kamu sudah datang. Disini ada Ornado Xanderson yang begitu ingin kamu temui,” Laurel langsung meraih pergelangan tangan Evelyn dan mengajaknya mendekat ke arah Ornado yang sedang berdiri di dekat Dave dan James.


“Ad, ini Evelyn, adik perempuan satu-satunya dari Dave. Sudah lama dia mengagumi sosokmu sebagai pengusaha muda yang sukses,” Mendengar kata-kata Laurel, Ornado langsung tersenyum ramah ke arah Evelyn.

__ADS_1


“Apa kabar Evelyn? Senang bertemu denganmu,” Ornado berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Evelyn yang langsung menyambutnya dengan senyum lebar di bibirnya.


“Bagaimana aku harus memanggilmu? Bolehkah dengan sebutan Kak Ornado?”


“Silahkan saja, boleh memanggilku Ornado atau Ad,” Ornado langsung menjawab pertanyaan Evelyn, yang matanya langsung melirik ke arah dua orang yang tidak dikenalnya, Cladia dan James. Dan pandangan itu langsung dilihat jelas oleh Laurel yang sejak kehadiran Evelyn tadi sengaja fokus kepada Evelyn.


“Evelyn, ini istri dari Ornado yang membuatmu begitu penasaran, Cladia Sanjaya,” Evelyn sedikit membeliakkan matanya mendengar penjelasan Laurel tentang wanita cantik dan anggun yang tadi saat matanya melihat sosok cantik itu membuatnya begitu penasaran.


“Kak Cladia…, begitu ya harusnya aku memanggilnya? Salam kenal Kak, Aku Evelyn Devanie Shaw. Seperti kata temanku yang pernah bertemu dengan istri Kak Ornado di butik waktu itu, Kakak cantik sekali,” Cladia yang sedang menjabat tangan Evelyn langsung tersenyum mendengar pujian dari Evelyn.


“Lalu, itu siapa kak?” Evelyn berbisik pelan di telinga Laurel sambil melirik ke arah James, membuat Laurel langsung tersenyum.


“Hei Ad, bolehkan aku mengenalkan James kepada Evelyn?” Ornado yang mendengar pertanyaan dari Laurel langsung tertawa pelan.


“Bolehlah. Just info for you..., James belum ada yang punya lho. Sudah terlalu banyak gadis yang berusaha aku kenalkan tapi tidak satupun yang bisa menangkap apalagi mengikat hati James sampai sekarang,” Ornado berkata sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Laurel yang langsung terkikik geli menyadari perkataan Ornado barusan tanpa sengaja justru memperlancar usahanya untuk membuat Leo cemburu.


“James Xanderson,” Tanpa menunggu lebih lama lagi, dengan senyum di wajahnya James langsung mengulurkan tangannya ke arah Evelyn yang juga langsung menyambutnya dengan senyuman manis.


“Kak James seorang Xanderson juga? Apa semua laki-laki di keluarga Xanderson semuanya memiliki wajah tampan dan merupakan pebisnis hebat?” James dan Ornado langsung tertawa mendengar pertanyaan Evelyn yang bagi mereka justru merupakan sebuah pujian, yang tanpa diketahuinya telah membuat Leo menarik nafas panjang dengan wajah terlihat gusar. Dan apa yang baru saja ditunjukkan oleh Leo tentu saja tidak lepas dari pengamatan Dave dan Laurel.


"Jangan diragukan lagi, James Xanderson seorang pengusaha hebat juga, dia merupakan sepupuku yang juga tangan kananku. Dia memiliki beberapa perusahaan yang justru dipercayakan kepada orang lain karena begitu inginnya dia untuk selalu berada di sampingku," Ornado menjelaskan tentang James sambil memeluk bahu James dan menepuk-nepuknya, sedang James hanya menanggapi kata-kata pujian dari Ornado dengan senyum di wajahnya.


"Aku yakin jika denganku saja James sebegitu setianya, apalagi dengan gadis beruntung yang menjadi kekasihnya kelak," Ornado kembali melanjutkan kata-katanya sambil tersenyum kepada Evelyn yang terlihat sedikit salah tingkah karena merasa seolah-olah Ornado sengaja menjodoh-jodohkannya dengan James, membuat Evelyn merasa gugup apalagi itu dilakukan Ornado di depan Leo yang memilih untuk diam dan berusaha mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


Melihat bagaimana reaksi Leo, Laurel dan Dave yang saling berpandangan saling menahan senyum di wajahnya. Setelah itu justru Dave mendekat ke arah James dan menepuk bahu James pelan.

__ADS_1


NB: Untuk para pembaca setia, novel CINTA KARNA CINTA dalam waktu dekat akan segera tamat, sudah terbit novel baru dengan judul BUKAN CINDERELLA BIASA bergenre romantis fantasi, untuk yang belum sempat baca novel pertama author silahkan mampir di novel dengan jugul MY WILD ROSE, semoga suka dengan cerita barunya. Jangan lupa vote, like, komen, rate dan klik favourite. LOVE YOU ALL


__ADS_2