CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
KEGIATAN BERSAMA SAHABAT


__ADS_3

“Dave…, selanjutnya apa yang akan kamu lakukan kepada Tante Lina?” Mendengar pertanyaan Laurel, Dave hanya menghela nafasnya.


“Tidak ada. Aku tidak mau berurusan dengan orang-orang licik seperti dia. Aku memilih diam karena mengingat bagaimanapun dulu dia sudah pernah membantu keluargamu. Sebaiknya mulai sekarang kamu juga mulai menjaga jarak dengannya. Aku tidak mau dia mencari celah untuk memanfaatkan keberadaanmu lagi seperti dulu,” Dave berkata sambil meraih minuman di yang ada di meja di depannya, meneguknya sekali, kemudian kembali meletakkan gelasnya di atas meja.


“Dave…, apa mungkin ada sesuatu yang terjadi yang kita tidak tahu sehingga membuat Tante Lina berubah seperti itu?” Dave memandang ke arah Laurel dalam-dalam mendengar apa yang baru saja ditanyakan oleh Laurel.


“Mo cuisle, aku tidak tahu pasti apa yang membuat tantemu berubah begitu drastis. Tapi, apapun itu adalah keputusan buruk untuk memilih menjadi dia yang seperti sekarang ini, apalagi dia sempat memiliki kerjasama dengan Devan. Dan jujur saja, aku tidak tahu sejauh mana, sedekat apa hubungan mereka. Karena itu, tolong, lebih baik kamu tidak memulai hubungan lagi dengan Tante Lina. Sampai saat inipun aku merasa Devan masih menginginkanmu,” Dave berkata sambil mengelus lembut wajah Laurel.


“Dengan pesonamu, aku sadar banyak laki-laki yang sudah begitu tertarik untuk memilikimu. Tapi…,”


“Aku hanya milikmu Dave. Jangan pernah berpikir macam-macam,” Laurel langsung memotong perkataan Dave.


“Aku percaya sepenuhnya pada cintamu padaku mo cuisle, tapi aku begitu khawatir orang-orang yang ingin merebutmu dariku saat ini sedang memikirkan berbagai cara untuk memisahkanmu dariku. Kamu tahu sendiri bagaimana Dicky yang belum tertangkap sudah membuat kepalaku cukup pusing, sekarang harus ditambah dengan keberadaan Devan yang ternyata selama ini memiliki hubungan dekat dengan Tante Lina yang begitu kamu percayai,” Dave berkata sambil mencium kening Laurel dengan penuh perasaan.


“Apa kita perlu meminta bantuan dari Ornado? Dalam bidang kemananan sepertinya dia memiliki banyak koneksi dan juga peralatan modern karena salah satu perusahaannya ada yang di bidang IT? Dia memiliki banyak tim hebat di bidang teknologi,”


(Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi).


“Mungkin jika ada kesempatan, aku akan membicarakan hal itu dengan Ornado,” Dave berkata lirih sambil menarik nafas dalam-dalam, membuat Laurel menatap Dave dengan pandangan mata mengamati. Dengan jelas Laurel bisa melihat kekhawatiran di wajah Dave yang bergerak mendekatkan bibirnya ke arah kening Laurel.

__ADS_1


“Dave…, apapun yang terjadi kedepannya, percayalah aku hanya mencintai satu pria, Dave Alexander Shaw, dan sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menggantikanmu di hatiku,” Laurel berkata dan mendongakkan kepalanya sehingga bibir Dave yang awalnya mencium keningnya bergerak mencium hidung dan kemudian bibirnya dengan mesra. Tanpa menunggu lama, Laurel ikut terhanyut ikut membalas ciuman Dave dengan tidak kalah mesranya.


# # # # # # #


"Morning mo cuisle," Begitu Laurel membuka matanya walaupun belum sepenuhnya Dave langsung menyapanya dengan bisikan lembut di telinganya, rutinitas pagi yang selalu dilakukan mereka berdua saat terbangun di pagi hari. Siapapun yang lebih dahulu bangun dari tidur mereka, akan menunggu pasangannya untuk terbangun dan mengucapkan sapaan selamat pagi mereka dengan lembut dan mesra.


Mendapatkan dirinya yang tertidur lelap dalam pelukan Dave dan mendengar suara lembut Dave yang menyapanya pagi ini membuat Laurel langsung tersenyum dan mendongakkan kepalanya ke arah Dave. Dengan manja Laurel memanyunkan bibirnya, sehingga membuat Dave tertawa pelan dan langsung menggerakkan bibirnya untuk mencium bibir Laurel yang langsung mengarahkan kedua lengannya dan memeluk leher Dave dengan erat untuk beberapa saat, kemudian menggerakkan lengannya ke arah pinggang Dave dan memeluk tubuh Dave dengan hangat.


"Morning Dave, I love you," Setelah membalas sapaan Dave dan mendapatkan ciuman selamat paginya, Laurel kembali menelusupkan wajahnya ke dada Dave yang langsung memeluknya dengan erat.


"O, ya. Kemarin sore, saat aku berlatih taekwondo Ornado sempat mengatakan padaku hari ini kamu ada janji dengan Cladia untuk membantu persiapan pernikahan Jeremy dan Niela. Kata Ornado, Cladia ingin segera mengajakmu memilih desain gaunmu sebelum Cladia dan Ornado berangkat ke Italia untuk mengikuti acara peluncuran produk baru mereka," Laurel mengangguk pelan mendengar pertanyaan Dave.


Biasanya Laurel akan ikut menemani Dave saat berlatih taekwondo yang dilakukannya bersama Ornado, baik di rumah mereka ataupun di rumah Ornado. Laurel akan membiarkan Dave dan Ornado berlatih sedangkan dia menghabiskan waktu bersantai dengan Cladia. Tetapi kemarin Laurel tidak bisa pergi bersama Dave untuk menemaninya berlatih karena jadwal kerjanya di rumah sakit yang harus berubah tiba-tiba ke shift sore karena salah seorang dokter yang seharusnya mendapatkan shift sore berhalangan datang karena istrinya melahirkan, sedangkan jika Laurel mendapatkan shift sore, Dave tidak akan membiarkan Laurel menghabiskan waktu di luar sepanjang hari agar Laurel memiliki cukup waktu untuk beristirahat sebelum memulai kerjanya.


"Hari ini Cladia memintaku untuk ke butik milik Ornado untuk mulai memilih gaun untuk pesta. Pestanya masih lama tapi Cladia minta aku dan dia mengenakan gaun yang berbahan dan bewarna senada walaupun beda desain. Cladia minta kami menyiapkannya sedari sekarang, apalagi saat pernikahan Jeremy dan Niela nanti, pasti perutku sudah terlihat besar, jadi gaun yang harus kami pakai harus dipersiapkan dengan baik, agar kami bisa tetap tampil maksimal. Hari ini Ornado sengaja mendatangkan desainernya dari Italia untuk membantu kami mendesain gaun pesta kami," Dave sedikit menggigit ujung bibirnya mendengar penjelasan Laurel, dengan wajah terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Jangan merepotkan mereka, kalau memang kamu membutuhkan gaun, kita akan membayarnya," Mendengar perkataan Dave, Laurel mencium dada Dave dengan pelan, membuat dada Dave sedikit bergetar, sebelum akhirnya mendongakkan kepalanya ke arah Dave.


"Kali ini aku sengaja menerima permintaan Cladia untuk menerima gaun itu secara gratis, karena Cladia bilang gaun ini memang dipersiapkan khusus untuk pernikahan Jeremy dan Niela yang juga sudah menganggapku sebagai adiknya. Cladia ingin aku menerimanya sebagai seorang kakak baginya. Berharap kita bisa menjadi bagian dari keluarga mereka sebagai tuan rumah di acara pernikahan Jeremy dan Niela. Kamu tahu sendiri, Jeremy dan Cladia sudah tidak memiliki orangtua lagi," Dave tersenyum, sejak Laurel bertemu kembali dengan Cladia hubungan mereka kembali dekat, bahkan perlakuan Laurel kepada Cladia tidak jauh beda dengan perlakuannya kepada Freya, menunjukkan bahwa Laurel betul-betul menyayangi Cladia.

__ADS_1


Hal itu tidak jauh beda dengan sikap Ornado yang tampak sekali juga begitu perduli dengan Laurel seperti seorang kakak kepada adiknya. Melihat bagaimana akrabnya mereka bertiga Dave bisa membayangkan masa-masa bahagia mereka bertiga saat masih kanak-kanak dulu. Dan Dave sangat bersyukur sebagai orang yang tiba-tiba bergabung di tengah-tengah persahabatan mereka, Ornado juga bersikap seperti saudara kepadanya, membuatnya merasa nyaman berada diantara mereka walaupun boleh dibilang Dave baru saja mengenal Ornado dan Cladia.


"Jam berapa kamu berencana untuk bertemu dengan Cladia?" Dave mencium kening Laurel sekilas.


"Nanti jam istirahat, Cladia akan menjemputku di rumah sakit," Dave tersenyum sambil tangannya sibuk mengelus lembut punggung Laurel yang masih berada di pelukannya.


"Dave..., sekalian ya..., nanti aku ijin kembali ke rumah sakit mungkin terlambat. Aku tidak yakin apakah waktu istirahatku cukup untuk menyelesaikan urusan kami di butik," Dave tersenyum geli.


"Kenapa harus ijin? Lagipula Ornado sudah memintakan ijin untukmu dan Cladia untuk acara kalian hari ini. Aku sudah tahu kamu akan membutuhkan waktu cukup lama untuk urusan itu," Laurel tersenyum, dipereratnya pelukannya lengannya di tubuh Dave.


"Aku minta ijin sebagai karyawan yang sedang meminta ijin kepada bosnya," Laurel berkata dengan manja, membuat Dave mencium hidung Laurel dengan gemas.


"Dasar, mana ada pegawai meminta ijin kepada bosnya dalam posisi seperti ini?" Laurel meringis mendengar pertanyaan Dave sambil melepaskan lengannya yang tadinya memeluk Dave, berencana menjauhkan tubuhnya dari Dave, namun dengan tangan Dave yang awalnya mengelus punggung Laurel bergerak menarik tubuh Laurel agar mendekat kembali ke arahnya.


“Kalau begitu nanti setibanya di rumah sakit aku akan mengajukan ijin secara resmi kepadamu di kantormu,” Dave tertawa tergelak mendengar perkataan Laurel, dan memperat pelukannya.


"Dave, aku mau bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit," Mendengar perkataan Laurel, Dave bukannya membiarkan tubuh Laurel menjauh darinya, justru dengan gerakan pelan tangan Dave bergerak menelusup di balik piyama Laurel dan mulai bergerak menyentuh langsung kulit punggung Laurel dengan lembut, lalu tangannya bergerak ke bagian depan tubuh Laurel, bergeser pelan ke dada Laurel dan menyentuh bagian tubuh sensitif Laurel di sana, mengelus dan memijatnya dengan lembut, membuat Laurel tersentak.


"Dave...," Mendengar suara pelan Laurel menyebutkan namanya sambil menggelengkan kepalanya pelan, memberi tanda kepada Dave agar menghentikan tindakannya, membuat Dave justru tersenyum mesra dengan matanya memandang ke arah Laurel dalam-dalam.

__ADS_1


"Hanya pemanasan saja. Takutnya aku sudah lupa bagaimana caranya karena sudah terlalu lama tidak melakukannya. Jangan lupa, minggu depan masa trimester pertama kehamilanmu akan lewat. Sudah aman untuk baby kita, waktunya kita bisa melaksanakan aktifitas normal kita," Wajah Laurel langsung memerah dengan mata sedikit terbeliak mendengar perkataan Dave yang Laurel tahu dengan pasti apa yang sedang dimaksud dan diinginkan Dave dengan perkataannya barusan.


__ADS_2