CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
CINTA PANDANGAN PERTAMA


__ADS_3

Untuk beberapa saat Dave duduk bergabung bersama dengan mereka, sampai jam istirahat hampir berakhir.


“Waktunya kembali bekerja,” Lusiana menyenggol bahu Nia yang langsung tersenyum sambil memandang Laurel, memberi tanda untuk dia pamit kepada Dave untuk meninggalkan kantin.


“Bos, kamu kembali ke pos kami masing-masing, terimakasih untuk waktunya mengobrol dengan kami,” Laurel bangkit dari duduknya, diikuti yang lain termasuk Dave.


“Lain kali kalau kalian ingin membicarakan seperti kasus hari ini, langsung sampaikan saja di apel kita,” Indah tersenyum mendengar perkataan Dave, karena sebelumnya Indah sempat membahas beberapa kesulitannya saat menjalankan tugasnya, terutama jika berhubungan dengan dokter-dokter yang kadang mau seenaknya sendiri, termasuk dokter Arman.


Mereka segera berjalan meninggalkan kantin, Dave kembali ke kantornya sedang yang lain berjalan ke arah poliklinik.


“Eh Laurel, sepertinya bos memang tertarik padamu,” Laurel tersenyum mendengar perkataan Nia.


“Jangan bergosip, kedengaran dokter Hana bisa dapat kuliah subuh kalian,”


“Eh, apa itu artinya kamu sudah dipanggil dokter Hana?” Laurel langsung menoleh ke arah Lusiana yang baru saja menanyakan tentang dokter Hana yang memanggilnya.


“Kamu tahu dari siapa?” Mendengar pertanyaan balik dari Laurel, mereka bertiga langsung menatap wajah Laurel bersamaan.


“Wahhhhh, belum berubah juga dokter Hana, bahkan kamu belum lepas masa percobaan 3 bulan sudah dipanggil juga. Hampir semua karyawan perempuan di sini setelah melewati masa percobaan 3 bulan dinyatakan lulus pasti akan diberi pengarahan oleh dokter Hana terutama tentang jangan berani-berani mendekati bos,” Laurel terbeliak kaget mendengar penjelasan Nia.


“Kamu satu-satunya yang dipanggil paling cepat oleh dokter Hana, berarti kamu benar-benar dianggap sebagai saingan berat olehnya,” Lusiana menimpali perkataan Nia sebelumnya, membuat Laurel hanya bisa terdiam.


“Kalau aku jadi dokter Hana pasti khawatir sih, dari cara bos memandang dokter Laurel sudah terlihat benar-benar beda, apalagi tadi di kantin, mana pernah bos mengobrol dengan pegawai perempuan kecuali dengan dokter Hana, itupun karena kemanapun bos pergi dokter Hana selalu berusaha mendekati bos,” Indah berkata sambil matanya mengarah ke atas, seolah mengingat-ingat kejadian di kantin barusan.


“Bukan itu saja, tadi aku benar-benar kaget waktu bos meminum air bekas Laurel, artinya mereka sudah melakukan ciuman secara tidak langsung,” Nia tersenyum menggoda ke arah Laurel.

__ADS_1


“Hust,” Laurel langsung menegur teman-temannya dengan wajah merah padam karena malu, membuat ketiga temannya langsung tertawa.


“Sudah ah, jangan dibicarakan lagi, nanti ada yang mendenger dipikir apa yang kalian katakan benar-benar terjadi,” Laurel buru-buru mempercepat langkahnya ke arah poliklinik penyakit dalam, membuat ketiga temannya yang lain hanya bisa memandangnya dengan terkikik.


# # # # # # #


"Wah, seperti biasanya, dengan pakaian apapun dokter Laurel selalu tampil cantik," Indah memandang dengan kagum ke arah Laurel yang baru saja memasuki gedung Bina Bersama untuk menghadiri pesta ulang tahun Dave malam ini. Di undangan jelas tertulis dress code (Dress Code adalah instruksi mengenai pakaian yang harus dikenakan. Biasanya dicantumkan dalam suatu undangan. Entah Undangan meeting, Undangan Petemuan, atau undangan-undangan resmi lainnya) yang harus dikenakan hari ini adalah pakaian resmi, karena undangan bukan hanya untuk para pegawai rumah sakit, tapi beberapa rekan bisnis dari Dave, sehingga mau tidak mau Laurel juga harus mengenakan gaun seperti para undangan yang lain.


"Hei, kamu sudah datang? Apa kamu melihat Lusiana?" Feri yang tiba-tiba sudah ada di samping Laurel langsung mendekat ke arahnya, diikuti Roy yang langsung mengeluarkan suara suitan begitu melihat Laurel yang hanya bisa tersenyum melihat tindakannya.


"Memang seharusnya kamu lebih pantas menjadi seorang selebriti daripada dokter," Mendengar perkataan Feri, Lusiana yang baru saja datang dan berjalan ke arah mereka langsung mencubit lengan Feri yang langsung meringis.


"Lus, jangan terlalu galak, nanti tidak ada laki-laki yang berani mendekatimu," Mendengar peringatan dari Roy, Lusiana mengepalkan tangannya dan mengangkatnya ke atas berpura-pura bermaksud untuk memukul Roy yang langsung ikut berpura-pura menghindar, membuat Feri langsung bertindak dengan berdiri diantara Roy dan Lusiana.


"Cemburu? Apa aku tidak salah dengar? Cemburu? Padamu? Sepertinya langit sudah runtuh," Roy dan Indah langsung tertawa mendengar protes dari Lusiana, sedang Feri justru wajahnya sedikit memerah. Melihat reaksi dari Feri, Laurel tersenyum.


Sepertinya Feri ada rasa suka kepada Lusiana, Laurel berkata dalam hati sambil matanya tanpa sengaja menatap ke arah lain, yang ternyata Leo dan Arnold sedang ada disana dan sedang melihat ke arahnya. Melihat Laurel memandang ke arah mereka, Leo langsung mengangkat gelas yang ada di tangan kanannya ke arah Laurel sambil tersenyum, sedang Arnold lebih memilih tersenyum tapi dengan wajah sedikit memerah karena sedikit salah tingkah.


Bagaimanapun walau Laurel menolaknya dengan sopan tapi tetap saja ada rasa kecewa menerima penolakan dari gadis cantik itu, tapi dia tetap bertekad untuk tetap berharap sampai Laurel benar-benar menemukan laki-laki yang dicintainya, sesuai pepatah jawa yang mengatakan, sebelum janur kuning melengkung (peribahasa ini sering dijumpai di daerah Jawa, artinya sebelum terjadi pernikahan apapun masih bisa terjadi, masih boleh menikung atau masih punya kesempatan untuk mendapatkannya), masih ada kesempatan, dan Arnold memutuskan untuk tetap berharap dan mencoba sebelum ada undangan pernikahan Laurel dengan pria lain.


Dari arah lain Dave melihat kejadian itu sambil menarik nafas dalam-dalam, sebentar kemudian dia memberi kode kepada Mira untuk mendekat kepadanya, lalu membisikkan sesuatu di telinga Mira yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya, setelah itu Mira langsung bergegas melaksanakan perintah Dave.


Sejak awal Laurel datang mata Dave tidak pernah lepas dari sosok gadis itu, tapi setiap dia berencana mendekat ke arahnya selalu saja teman-teman yang lain berkerumun di dekatnya.


Dave menahan nafasnya, sejak kedatangan Laurel di rumah sakit ini tidak dapat dipungkiri memang gadis itu membawa suasana ceria di setiap kehadirannya karena wajahnya yang selain cantik tapi juga selalu ceria dan penuh dengan senyum, membuat orang lain begitu mudah untuk menyukainya, termasuk Dave yang sejak pandangan pertamanya telah jatuh cinta pada Laurel, walaupun saat dia pertama kali bertemu dengan Laurel adalah di acara pemakaman papa Laurel. Banyak orang tidak percaya pada cinta pandangan pertama, tapi bagi Dave, sejak pertama kali dia melihat sosok Laurel hari itu, walaupun dalam balutan pakaian serba hitam dan mata bengkak akibat terlalu lama menangis, hatinya sudah benar-benar jatuh hati pada gadis itu, hatinya selalu berdebar-debar saat berada di dekatnya, bahkan hanya dengan membayangkan wajahnya ataupun melihat foto Laurel selalu membuat jantungnya berdetak dengan keras, dan dia belum pernah sekalipun merasakan hal yang sama terhadap gadis lain.

__ADS_1


Dave kembali teringat hari itu, hampir 8 tahun yang lalu, saat mendengar bahwa Tuan Purnama Tanputra meninggal hal yang pertama di pikirkan olehnya adalah bagaimana membantu keluarga Tuan Purnama Tanputra yang terpuruk akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh adik ipar Tuan Purnama yang juga melibatkan paman kandung Dave. Keluarga Laurel yang memiliki perusahan makanan kaleng cukup besar merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Shaw Coporation yang merupakan milik keluarga Dave.


Saat Dave yang saat itu baru saja lulus dari kedokteran umumnya mendapatkan perintah dari orangtuanya untuk ikut membantu di Shaw Corporation. Awalnya Dave bersikeras untuk berkonsentrasi menjadi dokter, tidak tertarik untuk meneruskan usaha keluarganya, sampai di dengar olehnya bahwa pamannya melakukan kecurangan dengan memalsukan bahan baku yang dikirimkan kepada perusahaan milik Purnama Tanputra, bekerja sama dengan saudara ipar Purnama, mengakibatkan gagal produk dan terjadinya kasus beberapa keracunan yang berakibat fatal, yang sempat membawa Purnama ke ranah hukum karena menghadapi banyaknya tuntutan dari sejumlah korban yang merasa dirugikan, membuat perusahaan Tanputra mengalami kerugian besar, belum lagi terjadinya kebocoran keuangan yang ternyata dilakukan oleh saudara ipar Purnama dan paman kandung Dave, membuat dalam hitungan bulan perusahaan tersebut mengumumkan kebangkrutannya dan sebagian besar aset-asetnya disita.


Awalnya karena tidak tahu bahwa kesalahan dilakukan oleh saudara ipar Purnama Tanputra dan adik kandung Augistin Shaw (papa Dave) sendiri, dengan keras Augistin Shaw memerintahkan untuk tidak memberi ampun perusahaan Tanputra, karena Augistin beranggapan bahwa semua kejadian itu telah mempermalukan Shaw Corporation dan semua adalah tanggung jawab Purnama Tanputra. Setelah Augistin Shaw tahu tentang kebenarannya semuanya sudah terlambat, Purnama Tanputra yang mengalami depresi meninggal karena terkena serangan jantung.


Saat datang ke pemakaman Purnama Tanputra, Dave ingin bertemu dengan keluarga yang ditinggalkan dan menawarkan bantuan kepada mereka, tapi saat dia melihat sosok seorang gadis cantik yang sedang menangis sambil memeluk gadis lain yang tampak lebih muda dan seorang wanita paruh baya, tiba-tiba saja mata Dave tidak bisa lagi lepas untuk tidak terus menatap gadis itu. Dan saat dia mendapatkan info bahwa gadis itu bernama Laurel Tanputra, putri dari Tuan Purnama Tanputra saat itu juga Dave semakin bertekad untuk menikahi gadis itu apapun yang terjadi, agar dapat selalu bersama dan melindungi gadis itu.


Saat itu dengan jelas Dave ingat, dia menerima permintaan keluarganya untuk terjun ke dalam bisnis keluarga Shaw dengan syarat dia diijinkan untuk memulihkan nama baik Tuan Purnama Tanputra, menikahi Laurel Tanputra dan tetap diijinkan untuk menjadi dokter untuk ke depannya dapat mengelola rumah sakit Anugrah Indonesia yang merupakan salah satu rumah sakit milik keluarganya juga, karena saat itu Dave juga sudah tahu bahwa menjadi dokter juga merupakan impian terbesar Laurel.


Awalnya Augistin Shaw membiarkan keputusan Dave untuk menikahi Laurel untuk dapat menebus sedikit rasa bersalahnya kepada Purnama Tanputra, dan jika Laurel menolak untuk menikah dengan Dave, Augistin sudah bersiap untuk memberikan bantuan berupa bentuk lain kepada keluarga Purnama dan berharap dengan mudah Dave akan bertemu dengan gadis lain yang akan membuatnya jatuh cinta, tapi tidak disangka-sangkanya anak laki-lakinya itu telah benar-benar jatuh cinta pada Laurel sehingga saat Laurel meninggalkannya di hari pernikahannya, baru kali itu dia melihat anak pertamanya yang selama ini selalu terlihat dewasa dan kuat menangis diam-diam di hadapan foto Laurel dan berhari-hari tidak keluar dari kamarnya, bahkan sejak dua tahun lalu setelah kelulusannya dari spesialis bedah syaraf dan kembali ke Indonesia Dave lebih memilih untuk tinggal di rumah peninggalan orang tua Laurel yang awalnya akan dia tempati bersama Laurel setelah mereka menikah dibandingkan dengan kembali ke rumah orangtuanya sendiri.


# # # # # # #


Semua orang langsung saling berpandang-pandangan mendengar pengumuman dari MC bahwa malam ini ada acara spesial, Dave akan berdansa dengan salah seorang pegawai wanita yang masih single. Penentuan siapa yang dapat berdansa dengan Dave dilakukan dengan mengambil bola yang terdapat pada fishbowl (aquarium dari kaca berbentuk bulat, biasa buat melakukan pengundian).


"Semoga namaku yang keluar,"


"Semoga aku,"


"Andaikata aku belum menikah,"


Semua pegawai perempuan yang merasa masih single langsung saling berbisik, mengharapkan nama mereka yang keluar sebagai pemenang undian untuk dapat berdansa dengan Dave, walaupun sebenarnya sebagian besar dari mereka tidak dapat berdansa, tapi siapa yang rela melewatkan kesempatan untuk dapat berdansa dengan bos mereka yang ketampanannya mengalahkan para artis.


"Yang beruntung bisa berdansa dengan tuan rumah tampan kita yang sedang berulang tahun malam ini adalah....Laurel Tanputra," Laurel dan Nia sedang sibuk membetulkan ikatan pita yang lepas di gaun Lusiana, sehingga saat nama Laurel disebutkan sebagai nama pemenang yang tertempel pada bola bewarna merah yang dipegang oleh Dave, dan namanya disebutkan oleh MC di depan, Laurel sama sekali tidak memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2