CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
TENTANG DAVE (2)


__ADS_3

Laurel langsung menoleh ke arah pintu begitu terdengar suara pintu kamarnya dibuka, sosok Mama Denia segera muncul dari balik pintu bersama Freya. Melihat kedua sosok itu, Laurel langsung tersenyum dan segera mengalihkan pikirannya dari obrolannya dengan Lusiana barusan tentang Dave yang 7 tahun lalu sudah menyelamatkannya.


“Hallo Kak, bagaimana lukamu?” Freya langsung mendekat ke arah Laurel, memeluknya dengan hati-hati karena tidak ingin menimbulkan rasa sakit pada luka Laurel dan menciumi pipinya dengan penuh rasa sayang.


“Maaf, aku baru sempat menjenguk kakak lagi, tidak bisa setiap hari melihat kondisi Kakak. Kemarin di café sibuk sekali, Mama juga sedang banyak pesanan kue,” Laurel tersenyum sambil mengelus punggung Freya yang memeluknya. Setelah Freya melepaskan pelukannya, Mama Denia segera bergantian dengan Freya memeluk Laurel.


“Tumben siang-siang Mama dan Freya kemari?” Laurel langsung bertanya begitu Freya dan Mama Denia duduk di pinggiran tempat tidur, menghadap ke arah Laurel yang langsung menggeser posisi kursi meja rias yang didudukinya menghadap ke arah mereka berdua.


“Nanti sore kami akan ke rumah Om Pram, mengirimkan pesanan kue untuk besok. Besok ada undangan ulang tahun pernikahan Om Pram dan Tante Lia. Kak Laurel juga diundang bersama Kak Dave, tapi nanti kami akan bilang kepada Om Pram belum tentu Kakak bisa datang karena masih sakit,” Laurel mengangguk mendengar penjelasan Freya.


“Nanti biar kakak tanya kakak iparmu dulu,”


“Laurel…,” Laurel langsung menoleh ke arah mamanya yang memanggil namanya dengan lembut.


“Ya Mam?” Mama Denia tersenyum lembut, dipandanginya wajah Laurel dalam-dalam, terlihat bahwa Mama Denia ingin mengatakan sesuatu kepada Laurel tapi dari wajahnya Mama Denia terlihat dia begitu ragu-ragu untuk mengatakannya.


“Mama kenapa? Ada sesuatu yang mau Mama katakan? Katakan saja ma,” Mama Denia menarik nafas panjang mendengar perkataan Laurel.


“Laurel, apa hubunganmu dengan Dave baik-baik saja?” Laurel sedikit tersentak mendengar pertanyaan mamanya.


“Maksud mama? Apa hubungan kami terlihat buruk? Apa mama melihat kami seperti musuh besar?” Laurel berusaha menjawab pertanyaan mamanya dengan nada suara senormal mungkin, tidak ingin membuat mamanya berpikir terlalu jauh. Kalaupun ke depannya pada akhirnya dia harus berpisah dari Dave, Laurel ingin mamanya hanya mengetahui hasil akhirnya, tanpa perlu tahu apa yang telah terjadi selama prosesnya, sehingga membuat mamanya terbebani pikirannya.

__ADS_1


Tangan Mama Denia langsung bergerak meraih kedua tangan Laurel yang ada di pangkuannya dan menggenggamnya dengan erat.


“Kalau kalian baik-baik saja, kenapa sampai sekarang kamar tidur kalian masih terpisah? Bukannya kalian sudah sah sebagai suami istri?” Wajah Laurel tidak lagi dapat menutupi kegelisahannya begitu mamanya mengatakan itu, membuat Mama Denia semakin erat menggenggam tangan Laurel.


“Apa kamu belum bisa menerima Dave? Apa kamu tidak mencintai Dave? Apa ada laki-laki lain yang kamu cintai selama kalian berpisah 7 tahun ini?” Laurel langsung menggeleng kuat-kuat mendengar pertanyaan mamanya.


“Aku mencintainya ma, aku mencintai Dave, bahkan mungkin sangat mencintainya. Aku belum pernah mencintai seorang laki-laki seperti aku mencintai Dave. Membuatku tidak mampu untuk membencinya, membuatku tidak bisa menjadi anak yang berbakti. Maafkan aku ma,” Baik Mama Denia maupun Freya saling berpandangan dengan wajah tidak mengerti mendengar perkataan Laurel, apalagi mereka melihat mata Laurel yang mulai memerah dan terlihat hampir meneteskan airmata.


“Apa hubungan antara kamu mencintai Dave dengan tidak menjadi anak berbakti?” Laurel terdiam untuk beberapa lama, di dalam hatinya saat ini benar-benar sedang terjadi perang bathin. Di satu sisi Laurel ingin menyembunyikan kebenaran tentang bagaimana keluarga Shaw yang telah menghancurkan kehidupan keluarga mereka agar Mama Denia dan Freya tidak membenci Dave. Namun, di satu sisi, Laurel ingin menceritakan semua tentang kebenaran itu karena Mama Denia dan Freya berhak untuk tahu itu, sebagai bagian dari keluarga Tanputra.


“Ma…, maaf…,” Laurel berkata sambil menundukkan kepalanya, Mama Denia melirik kembali ke arah Freya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebelum akhirnya kembali memandang ke arah Laurel yang jelas-jelas menyembunyikan airmatanya dengan menundukkan kepalanya.


“Apa yang sebenarnya terjadi Laurel? Ceritakan pada Mama. Kita sudah sama-sama berjanji, kita tidak akan lagi saling menyembunyikan sesuatu, tidak saling menyalahkan dan tidak lagi saling menyakiti,” Mendengar itu, tetesan airmata Laurel semakin deras, membuatnya semakin tertunduk tanpa berani memandang mamanya. Dengan lembut Freya menyentuh tangan Laurel yang berada dalam genggaman tangan mamanya.


Mendengar kata-kata Freya, Laurel memberanikan diri untuk mendongak, melepaskan tangannya dari genggaman tangan Mama Denia dan mencoba menghapus airmatanya.


“Maafkan Laurel ma, karena menyembunyikan kebenaran ini. Laurel yang salah, karena terlalu mencintai Dave, sehingga terlalu melindunginya,” Mama Denia mengernyitkan dahinya mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Laurel.


“Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?” Mendengar pertanyaan mamanya, Laurel menarik nafas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan kekuatan untuk berbicara.


“Ma, Laurel juga baru mengetahui tentang kebenaran ini. Kebenaran tentang Keluarga Shaw yang ikut terlibat dalam kehancuran usaha keluarga kita dan menyebabkan papa harus menanggung kesalahan yang tidak dia perbuat di penjara, sehingga menyebabkan depresi dan papa mengalami serangan jantung,”  Wajah Mama Denia sedikit memucat mendengar perkataan Laurel.

__ADS_1


“Laurel, darimana kamu dengar tentang semua itu?”


“Dari Devan Ma. Selama ini aku hanya tahu Paman sudah memalsukan bahan baku produk kita dengan cara bekerja sama dengan salah satu penyedia bahan baku kita, tapi aku tidak tahu kalau itu melibatkan Keluarga Shaw. Perusahaan milik Keluarga Shaw yang men supply (memasok) bahan baku palsu itu, bahan baku yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk produk makanan,” Mama Denia menarik nafas dalam-dalam mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Laurel.


“Dan kamu berpikir bahwa Dave pasti terlibat dalam kasus itu?” Laurel langsung menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Mama Denia.


“Mama akan jelaskan semuanya hari ini padamu,” Mama Denia menahan nafasnya sebentar sebelum kembali berbicara.


“Papa Dave, Augistin Shaw, memiliki seorang adik laki-laki, satu ayah, beda ibu yang bekerja sama dengan adik mama, yang adalah pamanmu untuk menjatuhkan Shaw Corporation dan merebutnya dari Augistin Shaw. Sedang pamanmu karena sejak awal tidak menyukai papamu yang menikah dengan mamamu, lalu menikah denganku yang merupakan adik kandungnya, sengaja mencari jalan untuk menjebak papamu. Dari awal pamanku ingin mamamu dan aku menikah dengan salah satu temannya yang merupakan salah satu orang berpengaruh di negara ini, karena pamanku dijanjikan mendapatkan posisi strategis di pemerintahan jika berhasil membuat mamamu atau aku menikah dengan temannya. Kamu tahu antara aku dan mamamu memiliki wajah yang hampir sama seperti gadis kembar. Awalnya pamanmu masih memiliki kesempatan untuk menjodohkanku dengan temannya begitu papamu menikahi mamamu, tapi dia tidak menyangka kalau mamamu meninggal setelah melahirkan kamu, yang akhirnya membuat papamu menikahiku. Pernikahanku dengan papamu tentu saja membuat rencana pamanmu gagal, sehingga membuatnya sakit hati. Pamanmu bukan orang yang pandai berbisnis, tapi dia sangat pandai berpolitik, karena itu awalnya dia ingin terjun de dunia politik dengan memanfaatkan kekuasaan dari temannya,” Mama Denia menghentikan bicaranya, diliriknya Laurel yang mendengarkannya dengan wajah tegang.


“Ketika papamu jatuh secara mental maupun ekonomi, Dave adalah orang pertama yang sudah membantunya. Dia mengorbankan dirinya yang tidak menyukai dunia bisnis untuk terjun dalam Shaw Corporation dengan syarat diijinkan untuk menikah denganmu, memulihkan nama baik papamu, mengeluarkan papamu dari penjara, dan tetap menjadi dokter dan mengembangkan rumah sakit Anugrah Indonesia karena dia tahu menjadi dokter adalah impian terbesarmu, dia ingin membantumu mewujudkan mimpimu. Kamu salah jika menganggap Keluarga Shaw terlibat 100% dalam kehancuran usaha papamu. Saat itu keuangan perusahaan kita memang sudah memburuk, selain karena tuntutan konsumen yang menjadi korban bahan baku palsu, persaingan ketat dengan munculnya para kompetitor produk yang sejenis, pamanmu juga melakukan korupsi dan melakukan pencucian uang, bahkan mencuri akta tanah perusahaan dan meminjam uang di bank dengan jumlah besar untuk keperluan pribadinya. Penyakit jantung papamu sudah mulai ada dua tahun sebelum kasus itu terjadi. Masalah kesehatan itu juga yang membuat papamu tidak mampu lagi menjalankan usaha dengan baik seperti sebelumnya. Karena masalah kesehatan papamu waktu itu, kami sepakat tidak melibatkan kalian anak-anak karena kalian masih terlalu muda,” Mama Denia menarik nafas panjang dengan wajah terlihat sedih, karena harus menceritakan kembali kejadian 7 tahun lalu yang cukup membuatnya menderita dan teringat kembali kejadian menyedihkan itu, kehilangan pria yang sangat dia cintai untuk selama-lamanya.


“Bukan hanya itu yang telah dilakukan oleh Dave. Dia menghilangkan tuntutan dari bank dengan membayar semua utang yang dimiliki oleh perusahaan kita karena perbuatan pamanmu, mengambil kembali semua surat-surat yang dijaminkan ke bank oleh pamanmu. Saat itu Dave menawarkan kepada mama untuk menjalankan kembali usaha papamu, tapi mama menolak, karena baik mama maupun kalian anak-anak mama tidak ada yang memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha tersebut, bahkan kita harus jujur, kalaupun Dave memulihkan perusahaan kita, itu bukan hak kita lagi, harusnya itu milik Keluarga Shaw, karena Dave sudah menebus dan menyelesaikan semuanya,” Laurel terdiam mendengar penjelasan dari Mama Denia, berbagai hal berkecamuk di dalam dadanya yang dia sendiri tidak dapat menjelaskannya.


“Surat-surat kepemilikan tanah bekas tempat usaha kita saat ini mama yang menyimpannya, 7 tahun lalu Dave menyerahkannya pada mama, tapi karena mama merasa itu sudah bukan hak kita lagi, mama hanya bisa menyimpannya,” Tenggorokan Laurel tercekat mendengar semua perkataan mamanya tentang Dave, tidak tahu harus berkata apalagi.


“Kak, kakak tahu bahwa sejak kejatuhan papa, kita tidak memiliki uang sepeserpun. Selama ini yang membiayai semua biaya pendidikanku, memberi mama modal, bahkan café yang sekarang aku jalankan, semua Kak Dave yang mengaturkan untuk kami. Mungkin Kak Dave tidak pernah mengatakannya pada Kakak, tapi beberapa tahun ini Tante Lina juga mengalami kesulitan keuangan, jadi dengan mengatasnamakan Tante Lina, Kak Dave yang selama ini mengirimkan uang untuk kebutuhan Kakak di Amerika. Sejak awal Kak Dave ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Kakak selama di Amerika, tapi dia tidak berani bertindak ceroboh yang justru akan membuat Kakak melarikan diri darinya lagi, jadi dia sengaja membiarkan Kakak tetap kuliah sambil bekerja paruh waktu,” Laurel tersentak kaget mendengar kata-kata tambahan dari Freya.


“Dengan semua hal yang sudah dilakukan Dave untuk keluarga kita, apa menurutmu kita memiliki hak untuk membenci Keluarga Shaw?” Laurel menundukkan kepalanya kembali mendengar perkataan mamanya.


“Ma, dengan latar belakang keluarga kita yang hancur secara ekonomi juga nama baik karena papa pernah dipenjara, aku bukan gadis yang pantas bersanding dengan Dave, kenapa Dave tetap ingin menikahiku? Dia bisa memilih gadis lain, kenapa harus aku?” Mendengar pertanyaan Laurel tangan Mama Denia mengelus lembut rambut Laurel.

__ADS_1


“Mama tidak tahu pasti alasan Dave menikahimu, tapi Dave mengatakan pada mama dia sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu di pemakaman papamu,” Laurel menghela nafasnya, hari ini, lagi-lagi dia mendengar tentang rahasia Dave yang selama ini dia tidak pernah tahu, dan tiba-tiba kepalanya terasa benar-benar sakit memikirkan semuanya itu.


__ADS_2