
"Masalah yang sempat aku minta padamu, bisakah kita..., membayar kembali apa yang sudah Tante Lina berikan padaku?" Dave tersenyum sambil mengelus kepala Laurel lembut melihat bagaimana Laurel masih terlihat begitu gugup membahas masalah keuangan dengannya, membuat Dave justru merasa gemas.
"Sebelumnya, bisakah aku bertanya selama ini apa yang kamu dengar tentang Tante Lina sehingga membuatmu ingin mengembalikan apa yang pernah dia berikan padamu? Apa dia meminta padamu untuk mengembalikannya?" Laurel menggerakkan kepalanya yang awalnya bersandar di dada Dave menjauh dari dada Dave. Lalu dengan gerakan pelan Laurel duduk dengan posisi tubuh tegak memandang ke arah Dave.
"Awalnya dulu dia selalu mengirimkan uang tepat waktu ketika aku di Amerika, setelah itu beberapa waktu kemudian kiriman uang sering terlambat, setelah itu Tante mengatakan kondisi keuangannya memburuk dan tidak lagi bisa mengirimkan uang kepadaku," Dave menarik nafas dalam-dalam mendengar cerita Laurel.
"Apa kamu pernah bertanya kepada mama Denia kesulitan keuangan apa yang dialami Tante Lina?" Laurel menggeleng pelan, membuat Dave menarik lembut kepala Laurel ke arahnya.
"Tidak pernah, karena aku selalu berpikir Tante Lina yang membantuku pergi melarikan diri ke Amerika, aku berpikir bahwa setelah peristiwa itu hubungan antara Mama Denia dan Tante Lina pasti memburuk, apalagi aku tidak mungkin menceritakan kepada Mama Denia bagaimana Tante Lina membantu biaya hidupku selama di Amerika. Jika mendengar itu pasti akan membuat Mama Denia malu sekaligus sedih. Karena itu sejak tujuh tahun lalu, aku tidak pernah menyebutkan tentang Tante Lina di depan Mama Denia," Dave mengangguk-anggukkan kepalanya pelan mendengar penjelasan dari Laurel.
"Kamu benar-benar polos. Karena itu tanpa sadar banyak orang memanfaatkan kepolosanmu," Dave berkata sambil mencium puncak kepala Laurel, membuat Laurel mengernyitkan dahinya, mencoba menebak apa maksud kata-kata Dave.
"Apa maksudmu Dave?" Mendengar pertanyaan Laurel, kedua tangan Dave bergerak ke arah wajah Laurel dan merangkum wajah cantik itu dengan kedua tangannya, sedang Laurel memandang wajah Dave dalam-dalam, menunggu penjelasan dari Dave.
"Maaf mo cuisle, tapi kita berdua sudah berjanji untuk tidak lagi saling menyimpan rahasia, kita berjanji untuk saling percaya dan saling menjaga. Dengan apa yang akan aku beritahukan kepadamu setelah ini. Bisakah kamu berjanji untuk tidak sakit hati ataupun sedih. Aku tidak mau ada penyesalan dalam dirimu. Berjanjilah padaku," Laurel mengangguk dengan pelan dengan wajah tidak sabar menunggu apa yang akan dikatakan Dave.
"Tante Lina..., aku tahu pasti dia yang mengurus segala keperluanmu bahkan merencanakan dengan detail bersamamu rencana kepergianmu ke Amerika hari itu," Dave berkata sambil melepaskan tangannya dari wajah Laurel, lalu menggenggam kedua tangan Laurel yang ada di pangkuannya.
"Hari itu juga, di saat kamu pergi meninggalkan Indonesia, aku menemui Tante Lina," Laurel terbeliak kaget mendengar pernyataan dari Dave.
"Tapi Dave..., saat Tante Lina bertemu kamu, kenapa dia terlihat tidak mengenalmu, bahkan menanyakan siapa kamu?" Dave tersenyum melihat kernyitan di dahi Laurel yang tampak mengingat-ingat kejadian sore itu ketika mereka mengunjungi rumah mewah Tante Lina.
Melihat kernyitan di dahi Laurel, Dave menggerakkan bibirnya ke arah kening Laurel dan menciumnya lembut, membuat Laurel sedikit tersentak dan tanpa sadar kernyitan di dahinya menghilang. Melihat itu Dave sedikit tertawa geli.
"Jangan biarkan wajah cantikmu berkerut karena terlalu sering mengeryitkan dahi," Dave berbisik pelan.
__ADS_1
"Dave..., seriuslah.... Kita sedang membicarakan masalah serius kamu justru bercanda," Laurel berkata sambil sedikit memajukan bibirnya.
"Aku serius, kenapa harus membuat wajah cantikmu berkerut seperti itu?"
"Ah, nanti kalau aku sudah tua pasti juga akan berkerut juga kulit wajahku. Apa kamu akan mencari gadis muda lain saat itu?" Laurel berkata sambil memajukan bibirnya.
"Sembarangan!" Dave berkata sambil mencium bibir Laurel dengan sedikit menggigitnya, menunjukkan dia tidak suka mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Laurel.
"Akhhh..., Dave...," Laurel menyentuh bibirnya yang baru saja digigit oleh Dave, tidak terasa sakit, tapi cukup membuatnya kaget.
"Mau 20 tahun lagi, 30 tahun, atau bahkan 50 tahun lagi, bagiku, kamu tetap wanitaku yang paling cantik. Aku tahu kita akan menua bersama, kecantikan atau ketampanan akan menghilang dengan berjalannya waktu. Tapi saat ini aku berharap wanitaku tidak sering-sering mengerutkan keningnya karena sekarang belum waktunya kulit cantikmu menua," Laurel tertawa terbahak mendengar perkataan Dave.
"Dave..., jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan. Ayo, ceritakan tentang kejadian tujuh tahun lalu waktu kamu bertemu Tante Lina. Apa kamu memarahinya? Mengancamnya?" Dave melotot mendengar pertanyaan Laurel.
"Ada yang salah? Seingatku selama mengenalmu, kamu sudah beberapa kali menjebak dan mengancamku, bahkan surat kontrak kerjaku pun sengaja kamu buat untuk mengancamku," Laurel berkata sambil tersenyum mengingat bagaimana tindakan ekstrim yang telah dilakukan Dave untuk mendapatkan cintanya.
Mulai dari menekan keluarga Devan, berpura-pura meninggal, selalu mencari cara agar Laurel selalu datang ke kantornya dan menegurnya dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal, mengancamnya dengan surat kontrak kerja yang sudah dimanipulasi oleh Dave, memaksanya berlibur dan tinggal bersama di bangunan villa yang sama. Selain itu ingatan tentang bagaimana dia terjebak di kamar hotel bersama Dave ketika ada pelatihan dan terkahir kalinya bagaimana tanpa perduli dengan pendapatnya Dave langsung pindah ke rumahnya saat dia mengalami penusukan. Mengingat semua itu membuat Laurel tersenyum geli sekaligus membuat dadanya berdebar kembali mengingat setiap kenangan perjalanan cintanya dengan Dave.
"Kenapa hal-hal yang buruk justru yang kamu ingat?" Dave memencet pelan hidung Laurel yang langsung tertawa.
"Tidak, aku tidak mengingatnya sebagai sesuatu yang buruk. Justru aku mengingatnya sebagai usaha kerasmu untuk meluluhkan hatiku. Dan sepertinya tidak ada laki-laki lain yang aku kenal yang senekat Dave Alexander Shaw, dan tidak alasan bagiku untuk bisa bertahan melihat perjuanganmu selama ini, disamping pesonamu yang luar biasa," Laurel berkata sambil mencium lembut leher Dave yang duduk di sampingnya.
"I love you Dave. Apapun yang sudah kamu lakukan untukku di masa lalu, hanya kamu laki-laki yang telah membuatku benar-benar jatuh cinta dan tergila-gila padamu," Mendengar kata-kata Laurel yang dia ucapkan dengan bibirnya menempel di lehernya membuat Dave hanya bisa memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam-dalam.
Dasar..., dan kamu benar-benar satu-satunya wanita yang sanggup membuat pikiranku buntu karena begitu mencintaimu. Dan kamu selalu saja menggodaku, mengobrak-abrik segala pertahananku, Dave berbisik pelan dalam hati, dan dengan cepat tanpa mengatakan apapun pada Laurel, Dave meraih tengkuk Laurel, membawa wajahnya mendekat ke arahnya dan mencium bibir Laurel dengan penuh kerinduan, dengan tangannya yang lain bergerak ke balik t shirt longgar yang dipakai Laurel, mengelus lembut kulit punggung Laurel yang sedikit tersentak melihat tindakan Dave.
__ADS_1
"Dave...," Laurel berbisik lembut begitu Dave sedikit melepaskan bibirnya dari Laurel untuk menarik nafas.
Dengan gerakan pelan Dave melepaskan tengkuk Laurel, sedang tangannya yang tadinya mengelus lembut kulit punggung Laurel bergerak ke depan tubuh Laurel dan mengelus perut Laurel lembut, setelah itu berhenti untuk beberapa saat di sana.
"Hah..., baby, apa kamu tahu mamamu begitu pintar membuat papa tergoda tapi tidak dapat membalas godaan mamamu karena kami harus melindungi tubuh kecilmu. Cepatlah tumbuh dengan kuat agar papa bisa segera mengunjungimu," Laurel tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana Dave mengajak bicara bayi dalam perutnya dan menumpahkan rasa frustasinya.
"I love you Dave, I love you so much my hero. I love you Mr. Shaw, really really love you," Laurel berkata sambil mencium mesra bibir Dave sambil tanpa henti-hentinya menyatakan cintanya pada Dave dengan suara lirih dan mesra, membuat Dave hanya bisa tersenyum dan membalas ciuman Laurel dengan tidak kalah mesranya.
"Jangan berpikir hanya kamu yang menginginkannya Dave. Aku juga begitu merindukan sentuhanmu, tapi kita harus menahan diri demi baby kita," Laurel mengakhiri tindakan mesranya kepada Dave dengan berbisik pelan di telinga Dave yang sontak membuat Dave tertegun, untuk kemudian tersenyum, merasa sangat bahagia mendengar bagaimana pernyataan Laurel barusan telah menunjukkan bahwa Laurel juga begitu mencintai dan menginginkannya.
"Kamu sudah mengisi penuh energiku hari ini," Laurel berkata sambil menyentuh tangan Dave yang masih berada di perutnya dan menyatukan jari-jarinya dengan jari-jari tangan Dave lalu menggenggamnya sambil tersenyum manis ke arah Dave.
"Thank you for you love mo cuisle," Tangan Dave yang lain bergerak lembut ke arah wajah Laurel yang juga langsung menyentuh lembut tangan Dave yang berada di wajahnya dengan lembut, lalu membawa tangan Dave ke bibirnya dan menciuminya dengan mesra.
Kamu benar-benar membuatku kehilangan kata-kata, satu-satunya yang mampu membuat hatiku benar-benar meleleh dan siap merelakan apapun yang kamu minta dariku, apapun yang berharga bagiku akan kuberikan jika kamu yang memintanya. Karena bagiku tidak ada yang lebih berharga selain dirimu, Dave berkata dalam hati, lalu menarik tangannya dari bibir Laurel dan membawa tangannya yang lain yang berada di perut Laurel, menarik tangan Laurel tersebut, tangan Laurel yang sedang menggenggam tangannya dan menciumnya lembut, membalas ciuman dari Laurel.
"Ok, sekarang aku siap mendengar apapun yang akan kamu katakan tentang Tante Lina. Seburuk apapun berita yang akan kamu sampaikan, aku siap untuk mendengarkannya," Laurel berkata sambil tangannya menepuk lembut tangan Dave yang sedang menggenggam tangannya yang lain, membuat Dave sedikit kaget mendengar perkataan Laurel barusan.
"Darimana kamu tahu Tante Lina sudah...?" Laurel tersenyum melihat bagaimana Dave yang terlihat kaget dengan apa yang baru saja dikatakannya.
"Dave, dari wajahmu tergambar jelas bagaimana kamu selalu berusaha menenangkan dirimu saat kita membicarakan tentang Tante Lina, sikap kalian saat bertemu juga terlihat aneh bagiku, membuatku berpikir apa yang sudah dilakukan Tante Lina. Apakah ada sesuatu yang buruk yang telah dilakukannya kepadaku atau kepadamu, sehingga wajahmu menunjukkan rasa tidak nyaman saat berada di dekatnya," Dave hanya bisa menahan nafasnya, benar-benar tidak menyangka bahwa Laurel selalu bisa membaca situasi yang tergambar di wajahnya dengan jelas.
Benar-benar sepertinya aku tidak bisa merahasiakan sesuatu di hadapanmu mo cuisle, ternyata instingmu begitu tajam, Dave kembali berbisik dalam hati.
"Selama ini, tanpa kamu tahu, Tante Lina yang selalu kamu anggap baik dan kamu anggap selalu berada di pihakmu dan membelamu, sudah membohongimu bahkan mengambil apa yang seharusnya merupakan milikmu," Dave berkata pelan sambil mengamati wajah Laurel yagn terlihat sedikit kaget dengan kata-kata Dave, tapi dia berusaha untuk tetap tenang karena dia sudah benar-benar menyiapkan hatinya saat ini, menunggu penjelasan Dave selanjutnya.
__ADS_1