
"Mo cuisle..., mau kemana?" Melihat Laurel yang berencana bangun dari tidurnya dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos, tangan Dave yang masih berada di balik selimut langsung menarik lembut pinggang Laurel, lalu menahan pergerakannya, membuat Laurel kembali terbaring di tempat tidur, kembali terbaring di samping kanan Dave dengan kepalanya berada di lengan kanan Dave yang terlihat kokoh dengan otot-otot lengannya yang terbentuk sempurna.
"Aku harus segera kembali mengenakan pakaianku kalau tidak tanganmu akan terus bergerilya tanpa henti, dan melakukan perbuatan mesum," Dave langsung tersenyum, setelah itu mengernyitkan dahinya mendengar ejekan dari Laurel yang sedari tadi banyak kali sudah berusaha mengalihkan tangan Dave dari tubuhnya, namun hanya beberapa detik kemudian tangan itu sudah kembali melakukan aksinya, entah itu mengelus, memijat ataupun melakukan sesuatu yang lain yang membuat Laurel merasa gerah karena Dave yang terus memancing gairahnya dengan sentuhan-sentuhan yang Dave lakukan di tubuh polosnya.
"Mo cuisle..., kamu berjanji akan memanjakanku sepanjang hari ini," Mendengar Dave menagih janjinya, Laurel langsung melotot, kemudian memajukan bibirnya dan mendengus dengan manja di depan Dave.
"Aku mana sanggup melakukan itu sepanjang hari Mr. Shaw. Ingat ada baby kita sekarang," Dave meringis mendengar jawaban Laurel.
"Sekali lagi..., ya?" Dave berbisik pelan dengan suara terdengar memohon dengan tangannya yang langsung menyentuh bagian sensitif tubuh Laurel dan bermain di sana.
"Mo cuisle....? Bolehkan?" Laurel hanya bisa meringis mendengar Dave kembali bertanya dengan suara bernada memohonnya, yang akhirnya membuat Laurel tidak menjawab tapi dengan wajah sedikit malu-malu justru langsung bergerak mendekat ke arah tubuh Dave, menggerakkan kedua tangannya untuk memeluk leher Dave dan memberikan sebuah ciuman penuh gairah di bibir Dave yang langsung tersenyum dan tanpa menunggu lama langsung membalas ciuman Laurel dengan tidak kalah bergairahnya, bersiap mengulang kembali apa yang tadi sudah mereka lakukan untuk saling membuktikan dan mengungkapkan rasa cinta mereka kepada satu sama lain.
# # # # # # #
Suara indah dengan petikan gitar di tangan Dave yang begitu menikmati saat menyanyikan lagu I Can't Help Falling in Love With You yang dipopulerkan oleh Elvis Presley membuat Laurel begitu terlena. Lagu itu dikenal romantis sepanjang masa, dan lagu yang tetap dikenal oleh banyak orang sampai saat ini, membuat Laurel begitu menikmatinya. Alunan suara gitar dan suara Dave yang terdengar begitu menghanyutkan membuat hati Laurel berdesir, bahkan berdebar-debar dan terbawa suasana romantis dengan kepala yang bersandar di bahu Dave sambil memejamkan matanya.
Dave yang tangannya terlihat begitu lincah memainkan gitarnya, menyanyikan lagu itu sambil sesekali mencium kepala Laurel yang bersandar di bahunya ketika ada jeda bagi Dave saat menyanyikan lagu romantis tersebut. Sambil memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di bahu Dave, hati Laurel terasa bergetar mendengar kata-kata yang ada di lagu itu. Begitu Dave selesai menyanyikan lagu itu, Laurel langsung mengangkat kepalanya dari bahu Dave dan memandang Dave dengan senyum manisnya.
"Nyanyikan satu lagu lagi buatku," Laurel yang duduk di samping kanan Dave yang sedang memangku gitarnya dan baru saja selesai memainkannya, dengan suara manja langsung meminta Dave untuk kembali memainkan kembali gitar di pangkuannya dan menyanyikan sebuah lagu lagi untuknya.
"Kamu mau aku menyanyikan lagu apa untukmu?" Laurel sedikit mendongakkan kepalanya dengan mata yang berputar ke atas, dahi yang mengernyit, dengan wajah tampak berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Dave.
"Apapun, asal mendengar petikan gitar dan suaramu sudah cukup memanjakan telingaku," Dave memandangi wajah Laurel sambil tersenyum mendengar pujian Laurel untuk dirinya.
"Hmmm..., aku belum pernah mendengar kamu menyanyi. Nyanyikan sebuah lagu untukku, aku akan mengiringinya dengan gitar. Baru setelah itu aku akan menyanyikan lagu lain untukmu," Mendengar permintaan Dave, Laurel langsung tertawa tergelak.
"Tidak Dave, nanti telingamu sakit gara-gara mendengar suara sumbangku. Atau bahkan bisa-bisa kamu muntah karena suaraku yang lebih parah dari kaleng kosong yang dipukul," Mendengar penolakan Laurel dengan alasan karena suara jeleknya, tangan Dave langsung bergerak ke arah dahi Laurel dan menjitaknya pelan menggunakan ruas jari telunjuknya.
"O, ya? Benarkah? Tapi dari info yang aku dengar, ketika SMA kamu pernah mengikuti lomba paduan suara antar sekolah tingkat SMA walaupun sekolahmu hanya menjadi juara ketiga. Tapi kamu pernah terpilih untuk bergabung di tim paduan suara? Aku tidak yakin suaramu sumbang," Laurel terbeliak kaget mendengar perkataan Dave.
"Darimana kamu tahu...? Ah, dasar! Apa sih yang kamu tidak tahu tentang aku? Seperti waktu kamu memaksaku untuk ikut tim lomba voli ketika perayaan ulang tahun IDI. Dengan sengaja kamu membuatku kehabisan akal untuk menolak karena ternyata kamu sudah mempersiapkan potongan artikel tentang keikut sertaanku dalam lomba basket dan voli di sekolahku dulu. Kamu sudah tahu segalanya tentang aku," Dave tertawa mendengar perkataan Laurel yang diucapkan dengan nada mengeluh, seolah seseorang telah melakukan sesuatu yang buruk padanya, seperti seseorang sudah membullynya.
"Kamu pikir mudah menghadapi seorang Laurel Tanputra yang merupakan seorang wanita yang cerdas? Sejak awal sebelum kamu kembali ke Indonesia aku harus mempersiapkan segalanya dengan baik agar kamu tidak bisa lepas lagi dariku apalagi kembali menghilang meninggalkanku," Laurel tertawa mendengar penjelasan dari Dave, dalam hati ada rasa bangga menyeruak bagaimana dia yang seorang gadis biasa-biasa saja sudah berhasil membuat laki-laki hebat seperti Dave begitu tergila-gila padanya.
"Haruskah aku menyanyi untukmu?" Laurel bertanya sambil menggerakkan kepalanya ke arah Dave dengan sedikit menundukkan kepalanya sambil memiringkannya ke samping, memandang ke arah Dave dengan senyum manis di wajahnya. Senyum yang selalu membuat Dave tidak mampu mengendalikan dirinya untuk tidak semakin mencintai dan menginginkan wanita yang sedang memandangnya sekarang.
“Ayolah mo cuisle, aku sangat menyukai musik dan menyanyi, tapi sejak kamu meninggalkanku tujuh tahun lalu, belum pernah sekalipun aku menyentuh lagi gitarku apalagi menyanyi. Setelah lewat tujuh tahun, untuk pertama kalinya aku kembali memegang gitar dan memainkannya kembali adalah saat kita berlibur dengan tim rumah sakit kita di villa. Sejak saat itu aku memiliki impian suatu saat aku akan memainkan gitarku untuk mengiringi kamu menyanyikan satu lagu untukku,” Laurel tersenyum mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Dave.
Sepertinya kepergianku tujuh tahun lalu telah membuatmu melalui masa-masa yang begitu gelap dan menyakitkan. Aku berjanji mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkanmu mengalami hal menyakitkan seperti itu lagi. Aku akan menjadi sinar dan kebahagiaanmu, sama seperti kamu yang selalu berada di sisiku menyinariku dan memberiku kebahagiaan, Laurel berkata dalam hari sambil menatap ke arah Dave yang terlihat serius mengamatinya, menunggu Laurel untuk mengabulkan keinginannya, untuk bernyanyi dengan diiringi oleh permainan gitarnya.
“Ok Mr. Shaw, ada satu lagi yang selalu ingin aku nyanyikan untukmu, semoga kamu menyukainya,” Laurel menarik nafas panjang setelah mengucapkan perkataannya, lalu tersenyum dengan manis, dan dengan gerakan cepat Laurel mencium pipi Dave untuk beberapa saat, membuat Dave hanya bisa tersenyum dengan memjamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya karena rasa bahagia yang begitu tidak bisa dia ungkapkan karena tindakan Laurel padanya.
“Lagu apa yang akan kamu nyanyikan mo cuisle?” Dave bertanya sambil jari-jarinya mulai memetik senar gitarnya dengan lembut, dengan mata yang masih terpejam karena menikmati hembusan nafas Laurel yang hangat di pipinya.
“Because you loved me, Celine Dion. Lagu ini benar-benar menceritakan apa yang selama ini terjadi padaku, apa yang sudah kamu lakukan untukku, kata-kata di dalamnya mewakili apa yang aku rasakan tentang kamu,” Laurel berkata pelan dengan hidungnya masih menempel di pipi Dave. Setelah itu bibir Laurel mencium mesra bibir Dave sebelum dia mulai menyanyikan lagu Because You Loved Me diiringi suara petikan gitar dari Dave.
For all those times you stood by me
Untuk seluruh waktumu berada di sampingku
For all the truth that you made me see
Untuk semua kebenaran yang kulihat karenamu
For all the joy you brought to my life
Untuk semua kebahagiaan yang kamu bawa ke dalam hidupku
For all the wrong that you made right
Untuk semua kesalahanku yang telah kau luruskan
For every dream you made come true
Untuk setiap mimpi yang kau wujudkan
For all the love I found in you
Untuk semua cinta yang kutemukan di dalam dirimu
I’ll be forever thankful baby
Aku akan selamanya berterimakasih sayang
__ADS_1
You’re the one who held me up
Kaulah yang menopangku
Never let me fall
Tidak pernah membiarkanku terjatuh
You’re the one who saw me through through it all
Kaulah yang melihatku melewati semua ini
You were my strength when I was weak
Kamulah kekuatanku saat aku lemah
You were my voice when I couldn’t speak
Kamu adalah suaraku saat aku tidak bisa berbicara
You were my eyes when I couldn’t see
Kamu adalah mataku ketika aku tidak bisa melihat
You saw the best there was in me
Kamu melihat yang terbaik yang ada di dalam diriku
Lifted me up when I couldn’t reach
Mengangkatku saat aku tidak bisa mencapainya
You gave me faith ‘coz you believed
Kamu memberi aku keyakinan karena kamu percaya
I’m everything I am
Aku benar-benar menjadi diriku sendiri
Because you loved me
Karena kamu mencintaiku
Kamu memberiku sayap dan membuatku terbang
You touched my hand I could touch the sky
Kamu menyentuh tanganku hingga aku mampu menyentuh langit
I lost my faith, you gave it back to me
Aku kehilangan kepercayaanku, Kamu mengembalikannya kepadaku
You said no star was out of reach
Kamu bilang tidak ada bintang yang di luar jangkauan
You stood by me and I stood tall
Kamu berdiri di sisiku dan aku berdiri tegak
I had your love I had it all
Aku memiliki cintamu, aku memiliki semuanya
I’m grateful for each day you gave me
Aku bersyukur untuk setiap hari yang kau berikan untukku
Maybe I don’t know that much
Mungkin aku tidak tahu banyak
__ADS_1
But I know this much is true
Tapi aku tahu semua yang kutahu itu nyata
I was blessed because I was loved by you
Aku diberkati karena aku dicintai olehmu
You were my strength when I was weak
Kamulah kekuatanku saat aku lemah
You were my voice when I couldn’t speak
Kamu adalah suaraku saat aku tidak bisa berbicara
You were my eyes when I couldn’t see
Kamu adalah mataku ketika aku tidak bisa melihat
You saw the best there was in me
Kamu melihat yang terbaik yang ada di dalam diriku
Lifted me up when I couldn’t reach
Mengangkatku saat aku tidak bisa mencapainya
You gave me faith ‘coz you believed
Kamu memberi aku keyakinan karena kamu percaya
I’m everything I am
Aku benar-benar menjadi diriku sendiri
Because you loved me
Karena kamu mencintaiku
You were always there for me
Kamu selalu ada untukku
The tender wind that carried me
Angin lembut yang membawaku
A light in the dark shining your love into my life
Cahaya dalam kegelapan menyinarkan cintamu ke dalam hidupku
You’ve been my inspiration
Kamu telah menjadi inspirasiku
Through the lies you were the truth
Dalam kebohongan kamulah kebenaran
My world is a better place because of you
Duniaku menjadi tempat yang lebih baik karenamu
Dave memainkan gitarnya dengan mata yang tanpa bosan-bosannya memandang ke arah Laurel yang menyanyikan lagu Because You Loved Me dari Celine Dion dengan penuh perasaan. Hati Dave benar-benar merasa begitu berbunga-bunga dan bahagia mendengar Laurel menyanyikan lagu yang Dave tabu betul artinya yang sungguh dalam baginya, bahkan bagi Laurel isi dari lagu itu benar-benar mewakili kisah cintanya dengan Dave. Sebuah lagu yang berisi tentang bagaimana seseorang yang begitu memuja dan menghargai cinta dari pasangannya. Seseorang yang merasa dikuatkan, dibahagiakan dan diberkati karena telah dicintai begitu besar dan dalam oleh pasangannya.
Begitu Laurel selesai menyanyikan lagunya untuk Dave, Laurel bangkit dari duduknya lalu berdiri di hadapan Dave dengan kedua tangannya saling menggenggam di belakang tubuhnya. Dave yang masih memeluk gitar di pangkuannya, begitu melihat Laurel berdiri di depannya, langsung mendongakkan kepalanya, memandang wajah Laurel yang sedang sedikit membungkukkan tubuhnya dengan kepala menunduk ke arah Dave dan memandangi wajah Dave dengan senyum di wajahnya.
"Dave Alexander Shaw, betapa aku sangat mencintaimu. Karena kamu yang begitu mencintaiku, aku menjadi seseorang yang begitu berharga dan dapat mencapai setiap keinginan dan mimpi-mimpiku. Karena cintamu yang luar biasa untukku, kamu membuatku menjadi seorang wanita yang luar biasa. Terimakasih untuk cinta yang kamu berikan padaku, cintamu yang selalu membuatku bisa berdiri teguh dan selalu bahagia," Laurel berkata dengan suara lembut, dengan matanya yang meneteskan airmata bahagianya karena menyadari begitu besarnya cinta Dave kepadanya selama ini yang sudah membawanya sampai ke posisinya sekarang ini, dengan semua yang sudah berhasil dia capai.
"I love you Dave Alexander Shaw. I love you, my prince, my hero, my man, my romeo, my beloved, my soul mate. I love you..., I love you so much," Laurel mengakhiri kata-katanya dengan bergerak mendekat ke arah Dave yang masih duduk di tempatnya dengan gitarnya.
Dengan penuh perasaan cinta dan bahagia Laurel mencium mesra bibir Dave yang awalnya membiarkan gitar di pangkuannya, namun setelah beberapa saat menikmati ciuman mesra dari Laurel, Dave menyingkirkan gitar dari pangkuannya, dan dengan gerakan lembut diraihnya tubuh Laurel sehingga duduk di pangkuannya tanpa saling melepaskan ciuman di bibir mereka. Laurel sendiri begitu duduk di pangkuan Dave, salah satu tangannya langsung melingkar di leher Dave dan mengelus-elus lembut kepala bagian belakang Dave sampai ke tengkuknya, sedang tangannya yang lain melingkar di tubuh Dave dan mengelus lembut punggung Dave.
__ADS_1
Setelah Laurel duduk di pangkuannya, dengan lembut satu tangan Dave memeluk tubuh Laurel, mengelus-elus punggung Laurel dari atas sampai ke bawah, sedang tangannya yang lain meraih tengkuk Laurel, menarik kepala Laurel ke arahnya sehingga ciuman mereka semakin dalam. Ciuman mereka begitu mesra dan hangat, tidak menuntut dan tidak dipenuhi gairah yang menggebu seperti yang sudah mereka lakukan tadi pagi. Tapi ciuman siang itu begitu lembut, hangat, dan membuat mereka saling menunjukkan cinta mereka dan kebahagiaan mereka terhadap satu sama lain melalui ciuman itu.
Laurel membiarkan airmata bahagianya tetap menetes membasahi pipinya yang akhirnya juga membasahi wajah Dave. Bagi Laurel saat ini rasanya tidak ada yang lebih penting selain keberadaan Dave di hidupnya, laki-laki yang selama ini sudah begitu mencintai dan mendukungnya, bahkan sejak sebelum Laurel membalas cintanya.