
Begitu mendengar suara langkah kaki dari arah dalam rumah, Devan langsung membalikkan tubuhnya, dan begitu melihat sosok Laurel dengan gaun sepanjang 10 cm di bawah lutut bewarna krem dengan bentuk kerah turtle (kerah turtle merupakan jenis kerah baju yang berbentuk tinggi sehingga kerah ini biasanya dapat dilipat atau dipanjangkan menutupi leher. Sejarah turtleneck sebenarnya bisa diteusuri hingga abad ke-15. Dimana waktu itu turtleneck merupakan jenis pakaian yang biasa digunakan para pelaut untuk melindungi tubuh mereka bekerja di tengah terpaan angin laut. Memasuki tahun 60-an para pecinta fashion makin tergila-gila pada turtleneck, ketika banyak musisi rock mulai memakai item fashion tersebut saat perform. Sejak saat itulah turtleneck mulai banyak digemari dan digunakan sebagai pelengkap gaya penampilan di berbagai belahan dunia dan diaplikasikan pada berbagai model pakaian) berjalan ke arahnya, wajah Devan langsung dipenuhi dengan rasa kagum.
Laurel sengaja mengenakan gaun dengan model turtleneck dan lengan gaun hampir mencapai siku lengannya untuk menutupi bekas perbuatan Dave kemarin malam yang sampai sore ini masih meninggalkan bekas di tubuhnya yang berkulit putih mulus.
“Hari ini kamu terlihat cantik sekali, apa kamu mau menghadiri pesta?” Laurel mengangguk dengan ogah-ogahan, sengaja berusaha sedikit mungkin membalas kata-kata Devan dan tidak mempersilahkan Devan masuk ke dalam rumah, bahkan merasa risih karena Devan memandangannya tanpa berkedip dengan senyum tersungging di bibirnya. Bila saja itu terjadi 7 tahun lalu, senyuman dan pandangan kagum Devan akan membuat angan-angannya melambung tinggi, tapi tentu saja kondisi saat ini sudah tidak lagi sama dengan 7 tahun lalu.
“Aku ada acara malam ini, kali ini apa yang membawamu ke sini?” Devan tersenyum mendengar perkataan Laurel yang walaupun dengan nada datar menunjukkan kalau Laurel tidak ingin dia berada di sini, dan itu cukup membuat Devan merasakan nyeri di dadanya karena sikap penolakan Laurel atas kehadirannya.
“Aku hanya ingin menjengukmu, aku dengar dari seorang teman beberapa waktu lalu kamu mengalami penusukan oleh seseorang yang tidak dikenal. Bagaimana kondisimu sekarang? Apa kejadian ini ada hubungannya dengan kasus yang sama 7 tahun lalu? Apa perlu aku mencari tahu siapa pelaku penusukan itu?” Laurel sedikit menahan nafasnya mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Devan, yang sebenarnya menunjukkan bahwa laki-laki itu masih begitu perduli padanya, tapi bagi Laurel justru perhatian itu membuatnya tidak nyaman. Bagi Laurel, perhatian dan penjagaan dari seorang Dave sudah lebih dari cukup, dia tidak memerlukan perhatian dari laki-laki lain, apalagi jika keberadaan laki-laki itu bisa menimbulkan salah paham antara dia dan suaminya.
“Aku tidak tahu kamu mendengar kabar dari siapa, tapi ada baiknya, mulai sekarang kamu tidak perlu mencari info tentang apapun yang aku alami. Suamiku akan mengurus semuanya yang menyangkut tentang aku. Jangan khawatir, dia lebih dari kompeten untuk dapat menyelesaikan masalahku, jadi kamu tidak perlu repot-repot memikirkan apapun lagi tentang aku,” Devan menarik nafas panjang mendengar apa yang dikatakan Laurel, namun sebentar kemudian Devan kembali tersenyum.
“Kamu masih seperti dulu, gadis cantik yang keras kepala. Aku memang pantas mendapat perlakuan seperti ini darimu. Aku tidak akan pernah menyalahkanmu, tapi aku tidak akan berhenti sampai aku bisa menunjukkan bahwa aku benar-benar mencin…,” Devan menghentikan kata-katanya melihat sosok seseorang yang tiba-tiba saja berjalan ke arah mereka berdua.
Melihat perubahan wajah Devan, tanpa perlu bertanya Laurel bisa menebak kira-kira sosok siapa yang sedang dilihat oleh Devan dari arah dalam rumahnya. Laurel langsung menoleh dan senyuman manis langsung tersungging di bibirnya begitu melihat sosok Dave yang terlihat tampan dengan setelan jas dengan warna yang senada dengan gaun Laurel, berjalan mendekat ke arah mereka berdua.
“Selamat malam Tuan Devan Amarta,” Devan hanya bisa tersenyum kecut mendengar sapaan dari Dave. Dia benar-benar tidak menyangka harus bertemu Dave di saat seperti ini, karena sampai saat ini Devan masih berpikir hubungan Dave dan Laurel belum membaik sejak dia menjelaskan tentang apa yang terjadi padanya akibat perbuatan Dave, sehingga dia terpaksa harus meninggalkan Laurel 7 tahun lalu, apalagi di pertemuan sebelumnya Devan dengan sengaja membuat Laurel berpikir bagaimana Keluarga Shaw sudah menghancurkan kehidupan papa Laurel dan perusahaannya.
__ADS_1
“Apa aku mengganggu urusan kalian?” Dave baru saja hendak menjauh ketika tangan Laurel langsung menarik pergelangan tangannya untuk mendekat, membuat Dave menyunggingkan senyum tipis di bibirnya karena tindakan Laurel.
Walaupun ada rasa tidak rela melihat Laurel dan Devan sedang berbicara berdua, awalnya Dave ingin menunjukkan kepada Laurel bahwa dia begitu mempercayai Laurel, sehingga berencana memberikan waktu kepada Laurel untuk menyelesaikan masalahnya dengan Devan. Namun dengan tindakan Laurel yang justru menarik pergelangan tangannya untuk tetap berada di sisi Laurel, membuat Dave semakin percaya diri dan bahagia karena dengan itu menunjukkan bahwa Laurel benar-benar tidak menganggap sosok Devan merupakan sosok yang berarti bagi Laurel lagi. Menunjukkan bahwa bagi Laurel, sosok Devan sekarang tidak berarti apa-apa dibanding dengan keberadaannya.
“Dave, temani aku di sini. Apa masih ada yang perlu kamu sampaikan padaku Devan? Kalau tidak aku berharap ini terakhir kalinya kita bertemu, karena sebenarnya aku merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita berdua,” Devan menarik nafas dalam-dalam mendengar perkataan Laurel, diliriknya sosok Dave yang hanya diam di samping Laurel tanpa berusaha untuk mengeluarkan pendapatnya sama sekali.
“Laurel, dulu kamu sudah mengenalku lebih dari 3 tahun, aku yakin kamu tahu aku serius dengan apa yang aku katakan padamu baik waktu itu ataupun hari ini,” Laurel menatap Devan dengan tajam.
“Waktu bisa mengubah karakter maupun hati seseorang. Aku mengenal Devan yang 10 tahun lalu bertemu denganku. Tapi bagiku, bahkan Devan yang saat ini ada di depanku, ataupun Devan yang 7 tahun lalu sudah meninggalkanku, aku sama-sama tidak mengenalnya. Mungkin kamu juga melihatku sudah berubah, sepertinya memang saat ini kita sudah tidak saling mengenal satu dengan yang lain, jadi lebih baik kita sama-sama menjalani hidup kita masing-masing, di jalan kita masing-masing. Aku berdoa yang terbaik untukmu, semoga kamu juga mau mendoakan yang terbaik untukku,” Devan sedikit terbeliak mendengar kata-kata Laurel yang terdengar seperti kata-kata perpisahan baginya, menunjukkan Laurel tidak pernah ingin melihat keberadaannya lagi.
“Dave Alexander Shaw, apa yang kamu lakukan pada Laurel sehingga dia berubah menjadi seperti ini. Bukan seperti Laurel yang aku kenal,” Dave mengernyitkan alisnya mendengar apa yang dikatakan Devan kepadanya.
Laurel sedikit memejamkan matanya, mencoba mengingat kembali apa yang sudah dilakukan Devan padanya. Sejak 7 tahun lalu Devan meninggalkannya karena uang yang ditawarkan oleh Keluarga Shaw, belum pernah sekalipun Devan melakukan sesuatu untuknya, berusaha mencari keberadaannya, apalagi membantunya. Sedangkan Dave, walaupun dia melakukan segala cara untuk mendapatkannya, sampai sekarang banyak hal yang sudah dilakukan Dave untuk membuktikan cintanya, dan tidak pernah sekalipun Dave pernah berpikir untuk meninggalkannya, apalagi menukarnya dengan sesuatu yang lain yang menguntungkan baginya, yang ada justru dia mengorbankan dirinya untuk bisa membuktikan cintanya pada Laurel.
“Devan, kami sudah menikah, dan tidak ada yang bisa mengubah status kami, jadi mulai sekarang, tolong jangan mengharapkan apapun tentang hubungan kita. Hubungan kita sudah berakhir 7 tahun yang lalu. Maaf, aku harus pergi bersama suamiku menghadiri pesta malam ini. Kami permisi untuk pergi lebih dahulu, kami sudah terlambat banyak dan harus segera pergi,” Tanpa menunggu respon dari Devan, Laurel menarik tangan Dave untuk segera menjauh, berjalan ke arah mobil tanpa menoleh lagi ke arah Devan yang menatap kepergian sosok Laurel dengan pandangan nanar dan tidak rela.
Dave Alexander Shaw! Kamu sudah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku! Aku akan melakukan apa yang aku bisa untuk membuat Laurel berpaling darimu. Walaupun pada akhirnya Laurel tetap memilihmu, aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang karena sudah mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Walaupun aku tidak bisa menghancurkanmu, aku akan menjadi benalu yang akan selalu mengikuti dan mengganggumu. Laurel kenapa kamu tidak menungguku barang sebentar lagi dan memilih untuk meninggalkanku? Apa kesalahanku terlalu besar sehingga di matamu kesalahan Dave menjadi begitu tidak ada artinya? Devan berteriak dalam hati dengan wajah terlihat begitu frustasi, sebelum akhirnya dia berjalan ke arah mobilnya sendiri dan menginjak gas kuat-kuat, meninggalkan rumah Laurel.
__ADS_1
# # # # # # #
Laurel menarik nafas dalam-dalam, bagaimanapun kedatangan Devan malam ini membuat suasana hatinya memburuk. Dave melirik ke arah Laurel, walaupun Dave tahu pasti Laurel mencintainya, bahkan sudah menyerahkan dirinya secara utuh kepadanya, namun sebagai lelaki normal, apalagi menyadari Laurel adalah sosok wanita yang begitu cantik dan menyenangkan, tetap saja ada rasa cemburu dan tidak nyaman, apalagi mengingat dulunya Laurel dan Devan adalah sepasang kekasih, dan dia sadar sepenuhnya bahwa dia adalah orang yang sudah memisahkan mereka berdua.
“Dave…,” Dave yang sudah mengalihkan pandangannya ke depan kembali melirik ke arah Laurel.
“Kenapa? Apa ada sesuatu yang mau kamu katakan?”
“Aku minta maaf karena tiba-tiba saja Devan muncul di rumah kita hari ini. Tapi percayalah, bukan aku yang mengundangnya, dan aku tidak memiliki perasaan apapun lagi padanya,” Dave tersenyum tipis.
“Aku tahu, dia pasti kesulitan untuk menghubungimu makanya dia nekat untuk muncul di hadapanmu. Kamu pasti sudah blokir nomor handphonenya di handphonemu,” Laurel menganggukkan kepalanya pelan mendengar perkataan Dave.
“Dave, menurut pepatah, ada 3 hal yang bisa membuat pria jatuh, yaitu tahta, harta dan wanita, aku sungguh berharap kamu dijauhkan dari tiga hal itu,” Dave meraih tangan Laurel dalam genggamannya.
“Kamu tahu, aku menjalankan semua usaha baik rumah sakit maupun bisnis dalam keluarga Shaw dengan hati-hati, aku berusaha keras agar apa yang aku lakukan tidak merugikan atau menjatuhkan orang lain, karena bukan hanya untuk diriku, apa yang aku bangun sekarang harus yang terbaik yang bisa aku lakukan agar bisa aku wariskan dengan baik kepada keturunanku kelak. Tapi maaf, untuk masalah wanita, aku sudah jatuh terlalu dalam karena keberadaan seorang wanita bernama Laurel Tanputra. Aku sudah terlalu dalam jatuh cinta kepada wanita ini, satu-satunya wanita yang bisa membuatku jatuh, bahkan jatuh dengan kerelaan hati, dan sepertinya tidak ada seorangpun yang akan bisa menolongku dari kejatuhanku yang satu ini,” Dave berkata sambil tersenyum dengan wajah menggoda Laurel, membuat Laurel hanya bisa tersenyum tipis dan kembali menunjukkan wajah serius.
“Dave…, mulai sekarang aku tidak mau ada kebohongan lagi diantara kita, aku tidak akan menyembunyikan suatu apapun darimu, dan aku berharap kamu juga melakukan hal yang sama padaku,” Dave sedikit menahan nafasnya, namun buru-buru memandang ke arah Laurel dan tersenyum sebelum Laurel sempat menyadari apa yang dia lakukan sebelumnya.
__ADS_1
Aku bersyukur kamu bisa melupakan perasaanmu kepada Devan, dan memberikan hatimu padaku, tapi jika kamu tahu kebenaran lain tentang Devan, aku tidak yakin kamu tidak akan sakit hati karena di belakangmu, laki-laki itu sudah dan sedang melakukan sebuah permainan kotor untuk mendapatkanmu kembali. Dan aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencegah dia terus mendekatimu, agar kamu tidak tersakiti, Dave berkata dalam hati sambil berusaha mengalihkan wajahnya dari pandangan Laurel agar Laurel tidak melihat ada kekhawatiran yang muncul di wajah Dave saat mereka membicarakan tentang Devan.
Ingatan Dave kembali pada amplop coklat yang diberikan Bryan melalui Evelyn beberapa waktu yang lalu. Dave sengaja menyimpan amplop itu dan tidak membukanya di hadapan Laurel, karena di dalam sana ada bukti-bukti permainan kotor yang dilakukan Devan selama ini untuk mencapai kesuksesannya, dan Devan tidak bekerja seorang diri, tapi bekerja sama dengan orang yang begitu dekat dengan keluarga Laurel dan Keluarga Shaw.