CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
BERPALINGLAH PADAKU


__ADS_3

Dave tidak bisa mendengar dengan jelas apapun yang dikatakan Hana kepada Laurel, tapi mengingat sifat Hana, Dave bisa menebak itu pasti bukan sesuatu yang mengenakkan untuk didengar, apalagi Dave teringat kejadian tadi siang di kantornya yang berakhir dengan sebuah insiden yang melibatkan Laurel dan Leo.


"Aku menyukaimu Dave, aku mencintaimu," Dave yang berdiri di depan meja kerjanya terdiam sesaat mendengar pengakuan dari Hana setelah Hana mengucapkan selamat ulang tahun untuknya barusan.


"Jangan bercanda Hana, ada apa denganmu hari ini?" Dave mencoba tertawa agar suasana tidak menjadi canggung karena kata-kata Hana sebelumnya yang cukup membuatnya kaget. Walaupun sejak awal Dave tahu Hana menyimpan rasa suka padanya, tapi dia tidak menyangka sebagai wanita Hana berani mengungkapkan perasaan sukanya terlebih dahulu padanya, padahal selama ini dia sudah berusaha keras menunjukkan kepada Hana bahwa dia hanya menganggap Hana sebagai sahabat, tidak lebih, karena hatinya sudah diisi dengan sosok gadis lain.


"Aku mencintaimu, aku tidak bercanda, kamu tahu itu," Dave menarik nafas dalam-dalam, mencoba berpikir untuk mengeluarkan kata-kata penolakan yang tidak menyakiti Hana, karena bagaimanapun hubungan mereka bukan sekedar bos dan karyawan, tapi juga teman lama.


"Kamu gadis yang anggun, lembut, cantik, pasti banyak pria yang tertarik denganmu, kenapa harus aku? Aku sudah memiliki orang yang aku cintai, aku sudah pernah mengatakannya padamu tentang itu, dan aku bukan hanya sekali mengatakan itu,"


"Laurel? Laurel Tanputra?" Dave sedikit tersentak mendengar Hana menyebutkan nama Laurel dengan tatapan penuh kemarahan dan sekilas terlihat kilatan kebencian dari tatapan matanya.


"Kamu belum ada sebulan mengenalnya, bagaimana bisa kamu mengatakan kamu mencintainya dibandingkan dengan aku yang sudah lama mengenalmu Dave?" Airmata Hana tiba-tiba mengalir di pipinya tanpa bisa dia kontrol lagi.


"Hana, jangan menangis, hubungan kami tidak sedangkal seperti yang kamu sebutkan, hanya saja aku belum bisa menjelaskannya padamu sekarang," Hana menatap tajam ke arah Dave dengan airmata masih mengalir di pipinya.


"Kenapa? Karena dia selalu datang ke kantormu dan menggodamu? Berusaha mencari-cari kesempatan untuk mendekatimu? Aku sudah sering melihat dia begitu sering keluar masuk kantormu dibanding karyawan lain. Apa wajah ceria dan penuh senyumnya sudah membuatmu tertipu? Jangan tertipu dengan wajah cantiknya Dave! Kamu bukan orang bodoh, kenapa kamu tidak tahu bedanya serigala berbulu domba dan domba asli?" Mata Dave terbeliak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Hana, bagaimanapun dia tidak terima istrinya direndahkan seperti itu oleh Hana.

__ADS_1


"Hana! Hentikan hinaanmu terhadap Laurel!" Mendengar kata-kata Hana tentang Laurel, nada suara Dave meninggi, membuat Hana sedikit tersentak, karena baru kali ini dilihatnya Dave membentaknya.


"Tidak! Aku akan mengatakan semua yang ada di pikiranku sekarang!” Hana berjalan mendekat ke arah Dave.


“Kamu tahu banyak dokter pria di rumah sakit ini yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian Laurel, apa karena itu jiwa laki-lakimu bangkit dan merasa ingin berlomba dengan mereka? Aku begitu lama menyukaimu, tapi kamu tidak pernah menganggapku ada. Apa karena dia gadis yang begitu pandai merayu? Apa yang sudah dia tawarkan kepadamu? Kalau kamu suka gadis seperti dia, aku akan berubah menjadi seperti dia. Apapun yang kamu suka darinya, aku bisa membuat diriku berubah seperti itu,” Dave menahan nafasnya sambil tangan kanannya memegang keningnya.


“Kamu sudah salah faham dengan Laurel, dia bukan gadis murahan seperti apa yang kamu katakan, sebenarnya dia adalah…,”


“Dave! Aku mencintaimu! Aku tidak mau mendengar apapun tentang dia dari mulutmu!” Tangan kiri Hana bergerak ke arah wajah Dave, dengan cepat Dave menahan tangan Hana dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya tanpa sengaja menyenggol gelas yang ada di atas meja, di samping kirinya sehingga terjatuh ke lantai dan pecah, dan beberapa detik setelah itu terdengar suara pintu dibuka. Mata biru Dave terbeliak kaget saat melihat sosok Laurel yang berdiri di depan pintu, sehingga membuatnya tidak sigap saat Hana bergerak mencium pipinya di depan Laurel.


Dave menarik nafas panjang mengingat kejadian tadi siang, dengan langkah pelan Dave bermaksud mendekati Laurel yang terlihat masih termangu di tempatnya, di kursi beton itu, tapi tiba-tiba saja dari arah lain datang Leo dan dengan santai dan langsung duduk di sebelah Laurel, membuat Dave kembali menghentikan langkahnya dan hanya bisa memandangi mereka dari jauh.


Untuk beberapa lama Dave membiarkan tubuhnya diguyur oleh hujan yang cukup deras sambil menengadahkan kepalanya ke atas dengan mata terpejam dan kedua tangannya terkepal, sampai tiba-tiba sebuah tangan menariknya lembut ke arah tepi bangunan untuk mengajaknya berteduh.


"Bos...," Dave menoleh ke arah suara yang memanggilnya dengan suara lembut, dan tanpa ada penolakan Dave mengikutinya ke arah salah satu teras bangunan yang ada di dekat taman rumah sakit untuk berteduh.


"Bos, eh.., Dave.., kenapa membiarkan dirimu kehujanan seperti ini?" Dave memandang dengan tidak percaya Laurel yang saat ini sedang berdiri di depannya, sedang Laurel sendiri sibuk mengambil sapu tangan dari saku jas dokternya dan menyodorkannya kepada Dave yang terlihat tidak perduli.

__ADS_1


"Kenapa kamu kembali kemari?" Laurel sedikit bingung mendengar pertanyaan Dave, dari pertanyaannya berarti sudah sedari tadi Dave ada disini, dan entah seberapa banyak yang dia tahu tentang kejadian-kejadian yang dialaminya hari ini di taman sejak dia bersama Arnold tadi.


Awalnya Laurel sudah hampir kembali ke poliklinik penyakit dalam sampai dia sadar harus kembali ke kantornya karena ada file yang tertinggal, dan kebetulan dia memilih melewati taman rumah sakit untuk ke kantornya dan kebetulan dilihatnya sosok Dave di tengah-tengah hujan, dan sosoknya saat itu terlihat begitu menyedihkan, membuat tanpa sadar Laurel mendekat ke arahnya dan dengan reflek menarik tangannya untuk menjauhi hujan.


"Laurel...," Dave berjalan mendekat ke arah Laurel, membuat Laurel berjalan mundur ke belakang sampai tubuhnya menempel pada dinding bangunan dan tidak bisa bergerak mundur lagi.


"Iya..., kenapa Dave?" Tangan kanan Dave bergerak ke arah dinding di belakang Laurel, membiarkan lengan bawah sampai dengan bagian siku tangan kanannya menempel di dinding belakang Laurel, tepat di atas kepala Laurel, dengan telapak tangan kanannya mengepal. Dave menundukkan kepalanya ke arah wajah Laurel yang hanya bisa menundukkan kepalanya. Dengan tinggi badan Dave yang cukup jauh selisihnya dengan tinggi badan Laurel membuat posisi Laurel saat ini seperti dalam kungkungan lengan kanan Dave. Dan jarak tubuh yang dekat, membuat tetesan air hujan yang telah membasahi seluruh tubuh Dave ikut membasahi tubuh Laurel lewat air yang menetes dari ujung-ujung rambut, wajah dan lengan Dave yang menempel pada dinding di belakang Laurel di sebelah atas kepala Laurel.


Dada Laurel berdebar-debar dengan hebatnya saat ini, dia tahu secara logika sebagai seorang gadis, harusnya dia berlari menjauh dari tempat ini, tapi entah kenapa melihat sosok Dave saat ini justru membuatnya ingin berada dekat dengan laki-laki itu, tidak ingin membiarkan Dave sendiri seperti yang barusan dia lihat di tengah-tengah hujan tadi. Bahkan jika saja memungkinkan, saat ini Laurel ingin memeluk tubuh laki-laki yang ada di depannya ini, entah apa yang sedang dipikirkannya yang membuatnya saat ini terlihat bukan seperti sosok Dave yang biasanya terlihat kuat dan berkharisma, yang biasanya terlihat hebat dan dikagumi banyak orang, dan melihat keadaan Dave saat ini tanpa sadar membuat hati Laurel terasa nyeri, ada rasa tidak rela melihat sosok laki-laki di depannya hari ini terlihat begitu rapuh.


"Tidak bisakah? Tidak bisakah kamu hanya melihatku saja? Kenapa kamu melakukan ini padaku?" Setelah mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti oleh Laurel, Dave menutup wajahnya dengan telapak tangan kirinya dengan posisi kepala tertunduk di atas wajah Laurel.


"A..., apa maksudmu? Apa aku sudah melakukan suatu kesalahan padamu?" Dave melepaskan telapak tangannya dari wajahnya, dan dengan cepat lengan kirinya sebelah bawah memukul dinding di belakang Laurel, membuat Laurel tersentak kaget. Setelah itu kedua lengan tangan Dave diam menempel pada dinding itu, membuat tubuh Dave dan Laurel semakin dekat, hampir-hampir tidak ada jarak lagi dan celah untuk Laurel bergerak menghindar.


"Tuan Shaw...," Suara panggilan lembut dari bibir Laurel yang menyebutkan namanya dengan sebutan Tuan Shaw mendadak membuat Dave tersadar, dengan cepat Dave menyingkirkan kedua lengannya dari dinding dan bergerak menjauhi tubuh Laurel.


"Maafkan aku," Dave menggerakkan tubuhnya ke samping, dan tanpa berkata-kata lagi dia segera menjauh dari Laurel, berjalan menuju kantornya dengan kondisi tubuhnya yang basah kuyup, membiarkan Laurel memandang kepergiannya dengan hati yang seolah-olah ikut tercabik-cabik, dan entah kenapa melihat sosok Dave hari ini membuat Laurel menitikkan airmatanya, andaikata mungkin sepertinya dia ingin berlari ke arah Dave dan memeluk tubuh laki-laki itu, mencoba untuk menghiburnya, tapi mengingat semua yang Hana katakan tadi membuatnya hanya bisa memandangi sosok Dave yang semakin menjauh.

__ADS_1


 


 


__ADS_2