CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
AKU SELALU MENDUKUNGMU


__ADS_3

"Jangan khawatir, aku baik-baik saja," Laurel tertawa kecil mendengar suara Lusiana yang menanyakan kondisinya tanpa henti, tanpa ada jeda sedikitpun, dan Laurel bisa memastikan ada suara Indah dan Nia yang ingin ikut menanyakan kabarnya namun sepertinya Lusiana tidak memberikan kesempatan kepada yang lain untuk ikut berbicara dan menyapanya.


Dave yang sedang duduk dengan kaki berselonjor di atas tempat tidur, di samping Laurel sambil membaca sebuah buku tentang herniasi otak (Herniasi otak adalah kondisi ketika jaringan otak dan cairan otak (cerebrospinal fluid) bergeser dari posisi normalnya. melewati celah di tulang tengkorak, baik celah terbentuk secara alami maupun akibat operasi di kepala. Kondisi ini dipicu oleh pembengkakan otak akibat cedera kepala, stroke, atau tumor otak, penumpukan nanah atau zat lain yang terbentuk karena infeksi bakteri atau jamur, penumpukan cairan dalam tengkorak yang dapat menyebabkan pembengkakan otak, terapi radiasi, kerusakan pada struktur otak.  Kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu harus segera mendapatkan penanganan medis), sedikit menoleh dan ikut tersenyum mendengar bagaimana Laurel begitu bersemangat bercerita melalui telepon dengan para sahabatnya.


"Apa kalian sudah begitu merindukanku? Besok aku akan kembali bekerja," Lusiana, Nia dan Indah saling berpandang-pandangan sambil saling melempar senyum mendengar Laurel mengatakan bahwa dia akan kembali bekerja besok setelah dua hari ini Dave memaksanya untuk mengambil libur.


"Apa Bos sudah mengijinkanmu untuk kembali bekerja?" Mendengar pertanyaan dari Lusiana, Laurel tersenyum sambil melirik ke arah Dave yang sudah kembali berkonsentrasi membaca buku di pangkuannya.


"Kondisiku sangat sehat, tidak ada masalah jika besok aku sudah kembali bekerja. Kita bisa mengobrol besok," Laurel berkata sambil memainkan ujung bantal yang ada di pangkuannya dengan jari-jarinya.


"Apa besok Bos tidak ke rumah sakit?"


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" Laurel langsung balik bertanya mendengar pertanyaan Lusiana tentang Dave.


"Tidak, hanya saja..., biasanya kalau Bos ada di rumah sakit, tidak sedetikpun kami akan mendapatkan kesempatan mengobrol denganmu," Laurel langsung tertawa tergelak mendengar suara Lusiana yang terdengar seperti seorang gadis yang mengeluh tentang perilaku kekasihnya yang kurang perhatian dengannya.


"Tenang saja, aku akan pastikan besok kita bisa mengobrol di jam istirahat kita," Dave yang mendengar Laurel menjanjikan jam istirahatnya untuk mereka sedikit mengangkat kepalanya sambil melirik ke arah Laurel yang juga sedang melirik ke arahnya dengan senyum manis terpasang di wajahnya, membuat Dave hanya bisa menghela nafas panjang.


Sepertinya setelah ini aku harus bersiap-siap untuk memenuhi permintaanmu agar besok kamu bisa bersama dengan teman-temanmu. Melihat wajah cantik dengan senyumanmu, aku yakin kamu sudah menyiapkan rayuan mautmu untuk membuatku mengabulkan permintaanmu, Dave berkata dalam hati sambil mengalihkan pendangannya dari Laurel yang masih tersenyum ke arahnya.


“Kalau begitu sampai bertemu besok ya,” Laurel baru saja mau menutup teleponnya ketika di dengarnya teriakan kecil dari Nia.


“Kenapa Nia?” Lusiana langsung mengarahkan handphonenya ke Nia agar suara Nia bisa terdengar jelas oleh Laurel.


“Jangan lupa, tunjukkan foto-foto yang aku kirim beberapa hari lalu ke Bos. Beberapa hari ini terus terang aku terus memikirkan tentang foto-foto itu, apalagi aku sempat mendengar dari Lusiana tentang bagaimana mantan kekasihmu itu tetap berusaha untuk mendekatimu walaupun tahu kalau kamu sudah menikah,” Laurel mengernyitkan dahinya, dia baru saja teringat tentang foto-foto Raga dan Devan yang dikirimkan oleh Nia. Foto-foto itu memang belum sempat Laurel tunjukkan ke Dave karena kejadian malam itu cukup membuatnya melupakan beberapa hal penting.


"Ok, jangan khawatir, aku akan segera memberitahukannya kepada Bos. Sudah dulu ya, kita sambung pembicaraan kita besok," Setelah teman-temannya mengiyakan, Laurel buru-buru menutup sambungan teleponnya, matanya langsung melirik ke arah Dave yang sedang memandangi wajahnya dengan tersenyum.


"Apa yang mau kamu beritahukan kepadaku? Apa..., itu ada hubungannya dengan rencana makan siangmu besok bersama teman-temanmu?" Mendengar perkataan Dave yang seolah-olah meminta pertanggungjawabannya terhadap apa yang dijanjikannya kepada teman-temannya membuat Laurel tersenyum geli, melihat bagaimana Dave tenyata dengan sengaja sudah menunggunya menyelesaikan pembicaraan dengan teman-temannya dengan pandangan mata yang terus mengawasinya.


"Ehmmm...," Laurel bergumam pelan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dave sekaligus memanyunkan bibirnya ke depan, membuat Dave tersenyum geli melihat tindakan manja istrinya.


"Ada yang mau kamu sampaikan kepadaku mo cuisle? Sebuah permohonan?" Laurel langsung meringis begitu Dave bertanya setelah mengecup bibirnya sekilas dengan lembut. Kecupan yang membuat Laurel tersenyum sehingga bibitnya tidak lagi manyun.


"Sebelum itu aku mau memberitahukan sesuatu yang lebih penting," Dave langsung mengernyitkan dahinya melihat wajah Laurel yang tiba-tiba berubah serius.

__ADS_1


"Apa yang mau kamu beritahukan kepadaku? Kenapa wajahmu serius sekali?" Dave menutup buku yang ada di pangkuannya dan memindahkannya ke atas nakas yang ada di sebelah tempat tidur mereka, untuk kemudian mulai fokus memperhatikan Laurel.


"Di hari sebelum perayaan ulang tahun dokter Leo, Nia memberiku beberapa foto yang dia ambil ketika sedang jogging di taman kota," Laurel membuka layar handphonenya, lalu menunjukkan foto-foto Raga dan Devan yang diambil oleh Nia pagi itu.


(Jogging adalah bentuk berlari atau berlari dengan kecepatan lambat atau santai. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik dengan lebih sedikit tekanan pada tubuh daripada berlari lebih cepat tetapi lebih dari berjalan, atau untuk mempertahankan kecepatan tetap untuk periode waktu yang lebih lama).


"Devan dan Raga...," Bibir Dave bergumam pelan menyebutkan nama Raga dan Devan dengan dahi sedikit berkerut.


"Aku sudah menduga..., dibalik Raga ada seseorang dengan kekuatan dan kemampuan besar yang mengendalikannya," Dave mengalihkan pandangannya ke arah Laurel yang wajahnya terlihat begitu tegang.


"Mo cuisle, jangan terlalu dipikirkan, aku pasti akan segera menyelesaikan semuanya. Kamu hanya perlu menjaga kesehatanmu dan buat dirimu sendiri bahagia," Laurel tersenyum mendengar perkataan Dave.


"Aku percaya padamu Dave. Dan bagiku, kebahagiaanku adalah bisa berada di sisimu, bisa menjadi istri yang terbaik untukmu, menjadi ibu dari anak-anakmu," Dave menggerakkan tangannya dengan cepat, diraihnya bahu Laurel dan dipeluknya dengan erat, dengan wajah Dave langsung menyusup ke arah leher Laurel dan langsung menciuminya dengan mesra.


"Terimaksih untuk cintamu mo cuisle," Laurel tersenyum, dan begitu Dave menjauhkan bibirnya dari lehernya, Laurel langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Dave.


"Kalau begitu bolehkan selama jam makan siangku besok, aku bersama teman-temanku?" Dave tergelak mendengar permintaan dari Laurel dan tangannya yang tadinya memeluk erat bahu Laurel langsung bergerak mengacak rambut Laurel.


"Aku sudah menduga bahwa kamu sudah menyiapkan rayuan mematikan untuk membuatku mengijinkanmu menghabiskan makan siangmu besok bersama teman-temanmu," Laurel tertawa mendengar perkataan Dave.


"Jadi...,"


"Apa menurutmu aku mampu menolak keinginan istriku?" Mendengar pertanyaan Dave, kedua lengan Laurel langsung memeluk leher Dave, dan bibirnya langsung mencium bibir Dave dengan mesra dan hangat.


"Terimakasih Mr. Shaw," Laurel berkata sambil tersenyum manis, membuat Dave hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum, dengan matanya memandang Laurel dengan tatapan penuh cinta.


"Yang penting kamu senang saja. Kamu juga harus ingat, acara pesta perayaan pernikahan kita tinggal menghitung hari. Kamu harus benar-benar menjaga kesehatanmu, sekarang bukan hanya kamu, tapi ada bayi kita yang tidak boleh terlalu lelah," Laurel tersenyum sambil melihat ke arah tangan Dave yang mengelus perutnya dengan lembut, seolah sengaja melakukannya untuk menyapa bayi kecil dalam perut Laurel dengan sentuhan lembutnya.


# # # # # # #


Dave sedang begitu menikmati permainan pianonya yang sengaja memainkan lagu Canon D Major untuk Laurel dan bayi dalam perutnya, ketika suara notifikasi dari handphonenya berbunyi. Menunjukkan baru saja ada pesan baru yang masuk.


(Canon In D Major adalah salah satu karya klasik yang berhasil diciptakan oleh Pachelbel di zaman Barok Eropa. Penyebutan kata Canon di sini merujuk pada salah satu cara atau teknik dalam memainkan irama musik di mana sekumpulan nada akan di ulang secara terus menerus berdasarkan pada interval – interval tertentu. Karya klasik “Canon in D Major” dikomposisikan oleh Johann Pachelbel di abad 17, sekitar tahun 1680-an, menjadikannya masuk dalam kategori musik Baroque (Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750). Karya ini sangat populer pada era Pachelbel masih hidup, namun kemudian terlupakan).


Awalnya Dave tidak begitu memperdulikan notifikasi dari handphonenya, namun Laurel yang sedang duduk di sampingnya dengan kepalanya bersandar pada bahu Dave yang sedang memainkan piano dengan jari-jarinya yang terlihat begitu lincah bergerak di atas tuts piano, mengangkat kepalanya memandang ke arah wajah Dave dari samping dengan dagunya masih menopang pada Dave.

__ADS_1


"Dave..., ada pesan masuk," Laurel berbisik pelan ke telinga Dave.


“Biarkan saja, setelah ini aku akan baca pesannya,” Dave berkata dengan jari-jari tangannya tetap memainkan tuts pianonya.


"Mungkin ada sesuatu yang penting terjadi di rumah sakit, lihat dulu pesan yang masuk di handphonemu," Akhirnya dengan enggan Dave menghentikan permainan pianonya, mengecup puncak kepala Laurel lembut baru setelah itu tangan kirinya bergerak mengelus perut Laurel lembut sebelum akhirnya Dave membaca pesan di handphonenya.


Selamat sore kak Dave,


Kak Dave, apa Kakak sedang ada masalah serius sehingga tidak sempat menjengukku barang sebentar saja?


Aku benar-benar mengharapkan Kak Dave untuk menguatkanku menghadapi operasiku yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi,


Aku benar-benar takut Kak Dave,


Bisakah Kak Dave menyempatkan waktu untuk mengunjungiku?


Aku benar-benar mengharapkan kehadiran Kak Dave agar merasa lebih tenang,


Dave tertegun melihat pesan dari Meria, membuat Laurel yang melihat perubahan wajah Dave terlihat sedikit menebak-nebak pesan dari siapa sehingga membuat Dave terlihat risau.


"Dave...," Dave sedikit tersentak kaget mendengar panggilan lembut dari Laurel.


"Siapa yang mengirim pesan? Kenapa wajahmu terlihat tidak tenang?" Dave langsung menoleh ke arah Laurel sambil menyodorkan handphonenya ke arah Laurel yang langsung menarik nafas panjang setelah membaca pesan-pesan dari Meria untuk Dave.


"Karena aku hari itu kamu tidak jadi mengunjungi Meria, bahkan kita belum tahu kondisinya bagaimana sekarang," Laurel sedikit mendongakkan kepalanya memandang ke arah Dave yang masih terdiam.


"Kamu bisa pergi kesana untuk menjenguknya supaya perasaanmu merasa lega," Dave memandang Laurel sekilas.


"Aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Hari itu sudah cukup menjadi peringatan keras bagiku untuk tidak lagi mencoba pergi ke sana tanpamu. Apalagi Leo sudah memperingatkan aku dengan keras agar aku tidak lagi percaya dengan Meria. Aku merasa Leo mengetahui sesuatu tentang Meria namun tidak mau mengatakannya langsung kepadaku. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi antara Leo dan Meria, kenapa Leo terlihat begitu tidak menyukai Meria," Laurel tersenyum, dielusnya lembut leher Dave.


Aku benar-benar penasaran. Apakah Leo tidak menyukai Meria karena tidak ingin Meria menyakitimu, atau ada sesuatu yang lain yang telah terjadi antara Leo dan Meria yang aku tidak tahu, Dave berbisik dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar.


"Kalau begitu aku akan menemanimu kesana," Dave sedikit tersentak mendengar apa yang dikatakan oleh Laurel.


"Kenapa...,"

__ADS_1


"Aku tidak ingin kamu terlalu berpikir tentang Meria tanpa melakukan apapun. Kalau kamu merasa ada yang tidak beres sedang terjadi, ya.., temui dia, buktikan kecurigaanmu. Karena kamu bilang tidak akan pernah menemuinya tanpa aku, maka aku akan menemanimu. Kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah, bukan hanya melihat dan memikirkannya, apalagi menghindarinya," Laurel langsung memotong perkataan Dave, sedang Dave langsung terdiam mendengar perkataan Laurel. Bukannya dia tidak mau menyelesaikan masalahnya, tapi untuk sementara apalagi mendekati hari pesta perayaan pernikahan mereka Dave sebenarnya tidak ingin membawa Laurel banyak keluar dari rumah.


__ADS_2