CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MENIKMATI WAKTU BERSAMAMU


__ADS_3

Tidak henti-hentinya Dave memandangi wajah Laurel yang sesekali tersenyum geli karena sikap Dave yang terlihat begitu berbeda malam ini, terlihat begitu bahagia. Rasanya bagi Laurel yang dulunya sering melihat wajah datar dan tatapan dingin Dave, wajah bahagia dengan tatapan lembut Dave malam ini benar-benar mengagumkan dan membuat jantungnya berdetak tidak beraturan.


“Ayolah Mr Shaw, konsentrasilah dengan makanan di depanmu,” Laurel tertawa pelan sambil telunjuk tangan kanannya menunjuk ke arah piring di depan Dave yang terlihat masih belum tersentuh sama sekali. Alih-alih menikmati hidangan lezat di depannya, Dave lebih memilih untuk menikmati wajah cantik Laurel yang sedang duduk di depannya sambil menikmati makanannya.


“Perutku sudah kenyang,” Mendengar perkataan Dave, Laurel membuka sedikit mulutnya, dan mengambil nafas melalui mulutnya sambil melirik ke arah Dave.


“Ckckck, andai saja benar hanya dengan memandangi makanan perutmu sudah kenyang, pasti kekayaanmu semakin tidak terhitung,” Dave tertawa pelan mendengar candaan Laurel.


“Aku tidak menginginkan angka nol di simpananku bertambah tapi tidak bisa menikmati kesempatan bersama denganmu seperti malam ini,” Laurel tersenyum mendengar kata-kata Dave.


“Aku tidak menyangka orang sependiam kamu bisa mengeluarkan kata-kata yang terdengar manis seperti itu,” Dave mengernyitkan alisnya mendengar perkataan Laurel.


“Apa aku separah itu?” Laurel menganggukkan kepalanya dengan cuek sambil menikmati makanan di piringnya, membuat Dave meletakkan telapak tangannya di tengkuknya dengan wajah terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan wajah sedikit malu mengingat apa yang sudah dilakukannya kepada Laurel di masa lalu saat gadis itu baru saja bergabung untuk bekerja di rumah sakitnya.


“Maaf kalau selama ini ternyata sikapku separah itu,” Laurel tertawa pelan mendengar perkataan Dave.


“Dave, jangan dipikirkan, aku hanya bercanda, walaupun sejak awal sikapmu selalu dingin, rasanya sejak awal pertemuan kita, aku begitu sulit untuk tidak memikirkanmu,” Mata Dave terbeliak mendengar perkataan Laurel yang baginya seperti pernyataan cinta kembali kepadanya, karena jujur saja selama ini dia selalu berpikir awalnya Laurel sudah jatuh cinta dengan yang lain, sedangkan dia menjadi pria terakhir yang akan dipikirkan oleh Laurel karena melihat begitu banyaknya pria yang berusaha mendekatinya, dan sikap Laurel sendiri tidak pernah dilihatnya memiliki ketertarikan kepadanya, apalagi ingatan tentang Laurel meninggalkan dia di hari pernikahan mereka membuat Dave tidak menyangka bahwa Laurel akan mengatakan sudah tertarik padanya sejak awal pertemuan mereka di rumah sakit.


Dave menghela nafas panjang sambil tersenyum, tentu saja dengan sifat Laurel yang selalu berhati-hati dan penuh perhitungan dalam bertindak, tidak akan mudah membuatnya menunjukkan secara terang-terangan bahwa selama ini ternyata gadis itu bahkan sudah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama mereka, sama dengan apa yang dialaminya 7 tahun lalu, jatuh cinta pada pandangan pertama sejak dia melihat sosok Laurel.


“Ayolah, makanlah makananmu Dave,” Melihat Dave masih terdiam, Laurel mengambil sendok di piring Dave, menyendok makanan yang ada di piring itu dan mengarahkannya ke mulut Dave yang langsung membuka mulutnya.


“Wahhhh, tidak disangka ternyata bosku seorang yang manja, kalau hal ini kuceritakan kepada pegawai yang lain pasti akan jadi berita besar,” Laurel berkata sambil tertawa melihat respon Dave yang dengan rela menerima suapan darinya tanpa malu-malu.


“Aku kan sudah bilang, selera makanku selalu membaik setiap ada kamu menemaniku makan,” Dave berkata sambil mengunyah makanannya dengan tetap memandangi wajah Laurel. Rasanya malam ini dia tidak ingin melewatkan sedetikpun tanpa menikmati kecantikan wajah istrinya.

__ADS_1


Dave yang dengan santai duduk berhadapan dengan Laurel sambil menyilangkan kedua kakinya untuk beberapa saat tetap memandangi wajah Laurel dengan sesekali tersenyum karena melihat Laurel yang kadang menggodanya dengan menyuapkan makanan ke arahnya tapi sebelum sampai ke mulutnya, Laurel dengan cepat menarik kembali sendoknya dan memakan sendiri makanan itu. Tapi tidak lama setelah itu wajah Dave berubah serius karena ingat tentang sesuatu yang harus dia sampaikan ke Laurel.


“Laurel, tiga hari ke depan aku harus ke Kalimantan untuk melakukan pengecekan rutin di cabang rumah sakit kita yang ada di sana,” Laurel sedikit membeliakkan matanya mendengar kata-kata Dave barusan.


“Berarti besok kamu harus pergi lagi? Baru saja hari ini kamu kembali dari Irlandia dan besok harus pergi lagi?” Dave menganggukkan kepalanya.


“Kenapa? Apa kamu tidak rela?” Laurel tersenyum mendengar pertanyaan Dave, walaupun sebenarnya rasa tidak rela itu merupakan salah satu alasannya untuk kaget. Mereka baru saja bertemu setelah kepergian Dave dari Irlandia, tapi ternyata hanya malam ini saja mereka bisa bertemu dan besok sudah harus berpisah lagi, rasanya begitu sulit memiliki waktu berdua padahal mereka baru saja meresmikan hubungan mereka malam ini. Laurel menarik nafas panjang, membuat Dave tersenyum melihatnya.


“Mau ikut denganku?”


“Tidak,” Laurel langsung menjawab singkat.


“Kenapa?”


“Memangnya ada yang salah dengan itu?” Dave balik bertanya, membuat Laurel sedikit menahan nafasnya.


“Kalau saja pergi dengan rekan kerja, justru tidak masalah. Karena mulai malam ini kita sudah resmi berpacaran, kita harus bisa membatasi diri untuk tidak pergi berdua di tempat yang jauh, berbahaya,” Dave langsung tertawa tergelak mendengar kata-kata Laurel.


“Apa kamu takut aku akan berbuat macam-macam?” Laurel langsung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Dave.


“Bukan, takutnya aku yang tidak tahan melihat pesonamu,” Mendengar perkataan Laurel, Dave yang sedang meneguk minuman di gelasnya langsung tersedak, membuat Laurel tertawa terbahak-bahak karena merasa berhasil menggoda Dave, tapi hanya sebentar kemudian Laurel langsung menghentikan tawanya.


“Dave,” Wajah Laurel berubah serius, membuat Dave sedikit mengernyitkan dahinya.


“Kenapa? Apa kamu ada masalah?”

__ADS_1


“Mmm, boleh aku minta untuk sekarang ini masalah hubungan kita tidak kita publikasikan dulu?” Mendengar permintaan Laurel, Dave sedikit terbeliak, dia langsung mendekatkan tubuhnya ke arah meja di depan mereka sehingga tubuhnya mendekat ke arah Laurel.


“Memangnya kenapa kalau orang lain tahu tentang kita?” Laurel menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Dave yang terlihat jelas keberatan dengan apa yang baru saja diminta Laurel darinya.


“Aku masih baru saja bekerja di rumah sakitmu, kalau tiba-tiba kamu mengumumkan tentang hubungan kita, rasanya aku menjadi tidak nyaman dengan yang lain, mungkin sebagian besar orang akan berpikir aku sengaja menggodamu, apalagi dengan gosip yang beredar sejak kita sering makan siang bersama. Mereka hanya tahu kita makan di kantormu, entah apa yang akan mereka katakan kalau mereka tahu kita makan siang di rumahmu,” Dave menghela nafasnya.


“Aku juga ingin menjaga perasaan beberapa orang seperti Arnold yang baru saja aku tolak dan juga dokter Hana, yang tampaknya begitu menyukaimu,” Laurel berkata lirih dan Dave mengkerutkan kedua alisnya, tampak kurang senang mendengar Laurel menyebutkan tentang Hana yang menyukainya, apalagi mengingat Hana yang pernah bertindak sesuatu padanya yang sempat membuat Leo dan Laurel salah paham, belum lagi Hana yang menemui Laurel di taman rumah sakit sore itu, yang Dave yakin pasti sedang mengintimidasi Laurel.


Selama ini Dave bukannya tidak pernah mendengar tentang gosip yang menyatakan dokter Hana seringkali mengancam para pegawai perempuan di rumah sakitnya supaya tidak mendekatinya. Namun, selama ini Dave dengan sengaja membiarkan tindakan Hana karena dianggapnya justru membantu agar dia tidak perlu repot-repot meladeni para wanita yang jelas-jelas memiliki ketertarikan dengan dirinya, karena tindakan Hana membuat para wanita yang menyukainya tidak berani mendekatinya. Tetapi, jika itu menyangkut tentang Laurel, tentu saja Dave tidak rela jika Hana memperlakukan Laurel seperti pegawai yang lain, karena pada kenyataannya memang Laurel adalah istrinya, yang harusnya memang dihormati dan diperlakukan beda karena statusnya.


“Dave,” Laurel tersenyum sambil memiringkan kepalanya melihat Dave yang terlihat sedikit melamun karena permintaannya barusan. Telapak tangan Laurel bergerak ke samping kanan dan kiri berulang-ulang di depan wajah Dave yang masih terdiam.


“Ayolah Dave, jangan bersikap terlalu dingin, walaupun kita tidak membalas perasaan mereka, kita harus tetap menganggap mereka teman, apalagi kita bekerja di rumah sakit yang sama, harus saling menjaga hubungan baik,” Dave sedikit memaksakan senyumnya mendengar penjelasan Laurel yang sebenarnya masuk akal, tapi sebenarnya bukan Arnold, justru Leo yang saat ini membuatnya sedikit khawatir.


Jangankan mengumumkan tentang hubungan mereka yang bagi Laurel hanya sebatas berpacaran, saat ini saja sebenarnya Dave ingin langsung menjelaskan kepada Laurel siapa sebenarnya dirinya, tentang kenyataan bahwa hubungan mereka bukan hanya sekedar sepasang kekasih, tetapi sudah sah sebagai suami istri, dan memberitahukan kepada semua pegawai di rumah sakitnya, supaya Laurel diperlakukan selayaknya sebagai istri dari pemimpin mereka, bukan hanya sekedar kekasihnya.


“Aku akan tetap diam tentang hubungan kita, tapi untuk beberapa orang yang dekat denganku pasti aku tidak bisa menghindar untuk memberitahu mereka, lagipula aku berani menjamin mereka orang-orang yang bisa menjaga rahasia. Tapi, aku tidak mau masalah ini terlalu lama, ke depannya jika kamu sudah siap, kita harus tetap mengumumkan tentang hubungan kita,” Laurel tersenyum senang mendengar kata-kata Dave, dengan gerakan cepat diraihnya tangan kanan Dave dan digenggamnya dengan erat dengan kedua tangannya.


“Terimakasih,” Dave tersenyum mendengar ucapan terimakasih Laurel dan langsung membalas genggaman tangan Laurel, orang pertama yang ingin dia beritahu tentang hubungan mereka adalah Leo, supaya Leo bisa dengan sukarela mundur dan mulai menghilangkan rasa sukanya kepada Laurel. Dave tidak perduli dengan Arnold, Feri, Roy atau siapapun yang lain yang memendam rasa kepada Laurel, tapi dia tahu pasti dan kenal siapa Leo, yang sebenarnya merupakan sahabat terdekatnya, sekaligus orang kepercayaannya selama ini.


NOTE: Hari ini author lagi banyak waktu luang, jadi bisa kasih 1 episode tambahan buat para reader. Makasih dukungannya selama ini yang bikin author tambah semangat menulis cerita. Selamat membaca… Jangan lupa komen, vote, like, follow, join grup, I LOVE U ALL


 


 

__ADS_1


__ADS_2