CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
IKUT BERLIBUR


__ADS_3

“Apa yang sedang kalian berdua lakukan disini?” Mendengar pertanyaan Dave, Evelyn langsung duduk di samping kiri Dave dan bergelayut mesra di lengan kiri Dave, sedang Freya langsung berjalan dan berdiri di samping Laurel yang mencoba mengarahkan pandangan matanya ke tempat lain, agar Evelyn dan Freya tidak melihat bagaimana salah tingkahnya dia saat ini.


“Mama memberitahu kakak sedang berlibur di tempat ini. Sudah lama kita tidak mengunjungi villa ini karena sekarang Kak Dave dan Kak Bryan begitu sibuk, makanya aku minta ijin mama untuk ikut berlibur kesini, sekalian aku ajak Freya untuk menemaniku,” Mendengar penjelasan Evelyn, Dave hanya bisa menarik nafas panjang.


“Kenapa tidak memberitahu kakak dulu supaya bisa mengaturkan segala sesuatunya untuk kalian? Ini liburan para pegawai rumah sakit, bukan liburan keluarga,” Evelyn tersenyum mendengar protes dari Dave.


“Kami janji, keberadaan kami tidak akan mengganggu acara kalian disini,” Evelyn menjawab perkataan Dave dengan lantang.


Apa maksud kalian dengan tidak mengganggu? Baru saja kedatangan kalian benar-benar mengganggu acara kami berdua, Dave menggerutu dalam hati sambil sedikit mengalihkan pandangannya dari wajah Laurel yang berdiri di hadapannya, untuk mengendalikan debaran di dadanya yang masih terasa sampai sekarang.


Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Laurel, justru debaran yang begitu hebat di dadanya saat ini membuatnya kehilangan kata-kata, sehingga dia memilih diam melihat Dave berdebat dengan adiknya.


“Ayolah kak, ijinkan kami ikut beribur disini,” Dengan suara merajuk Evelyn menatap wajah Dave yang terlihat sedikit kesal.


“Toh, kalian sudah ada disini, mau bagaimana lagi. Tapi ingat ya, jangan mengganggu yang lain,” Evelyn mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat, wajahnya terlihat begitu senang mendengar Dave memberinya ijin untuk ikut berlibur di tempat ini.


“Hai Evelyn, kamu disini juga?” Evelyn langsung menoleh mendengar seseorang menyebutkan namanya, dan begitu di lihatnya sosok Leo yang mendekat, Evelyn langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arahnya.


“Kak Leo baru datang juga?” Leo mengangguk pelan, tangan kanannya langsung terulur mengacak rambut Evelyn.


“Ishhh, Kak Leo! Aku bukan anak kecil lagi,” Evelyn menjauhkan kepalanya dari jangkauan tangan Leo, membuat Leo tertawa.


“Kenapa? Bagiku kamu tetap anak kecil yang suka ikut campur urusan orang lain,” Evelyn sedikit memberengut mendengar candaan Leo.


“Siapa yang mengantarmu kesini?” Mendengar pertanyaan Leo, Evelyn tersenyum manja.

__ADS_1


“Aku menyetir sendiri, Freya, yang menemaniku,” Leo sedikit membeliakkan matanya dengan wajah terlihat khawatir, dipandanginya Evelyn dari atas ke bawah, memastikan gadis itu baik-baik saja.


“Kenapa kamu nekat sekali membawa mobil sendiri kesini?” Mendengar protes Leo, Evelyn tertawa ringan. Evelyn benar-benar maklum bagaimana Leo begitu khawatir jika dia menyetir sendiri saat melakukan perjalanan di jalan dengan medan yang cukup berkelok-kelok, karena Leo tahu beberapa tahun lalu saat Evelyn baru saja belajar menyetir pernah nekat mengajak Leo dan Dave ke villa dan hampir saja mobil mereka terguling.


“Ah, Kak Leo selalu menganggapku seperti anak kecil, kejadian itu sudah berlalu lama, sekarang aku sudah mahir,” Leo menarik nafas panjang melihat Evelyn yang tidak mau mendengar apa yang dikatakannya.


“Evelyn, telpon ke rumah besar, suruh sopir kesini, kalau kamu pulang dengan menyetir sendiri lagi, lain kali aku tidak akan mengijinkanmu untuk menyetir lagi,” Dave yang mendengar pembicaraan Evelyn dan Leo langsung memerintahkan Evelyn untuk meminta sopir dari rumahnya menyusul kesini.


“Tidak perlu, pulangnya nanti biar aku yang akan menyetir mobil Evelyn,” Leo langsung menengahi masalah itu, supaya tidak berkelanjutan.


“Terimakasih Kak Leo,” Dengan manja Evelyn langsung meraih lengan Leo dan menggerak-gerakkannya, membuat Leo kembali mengacak rambut Evelyn yang langsung memberengut.


“Lagi-lagi…,” Leo hanya tertawa melihat reaksi jengkel Evelyn karena dia mengacak rambutnya, setelah itu Leo langsung berjalan menjauh.


“Bagaimana kondisimu sekarang?” Leo langsung mengambil posisi duduk di samping Dave dan menepuk lembut bahunya.


“Tahun lalu kamu sudah pernah mencoba naik bus dan mabuk padahal perjalanan hanya 1 jam, kenapa sekarang kamu nekat mencobanya lagi?” Mendengar pertanyaan Leo, Dave tersenyum kecut sambil melirik ke arah Laurel yang terlihat menahan senyumnya mendengar ternyata ini bukan kali pertama Dave mabuk karena naik bus dan tetap nekat mencobanya lagi.


“Aku jauh lebih baik sekarang, bagaimana kondisi yang lain? Apa semua team sudah sampai?” Dave langsung mengalihkan pembicaraan tentang mabuknya, Leo menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Dave.


"Mereka sedang beristirahat sebelum acara 30 menit lagi," Dave mengangguk mendengar penjelasan Leo.


“Selamat siang bos,” Mira yang baru saja memasuki ruangan itu langsung menyapa Dave.


“Hai Kak Mira, aku dan Freya akan ikut berlibur disini. Ada Kak Mira disini, semua urusan pasti beres,” Begitu melihat Mira, Evelyn langsung memeluknya, membuat Laurel sedikit mengernyitkan alisnya, mencoba menerka sedekat apa hubungan mereka sehingga mereka terlihat begitu akrab.

__ADS_1


“Hei, kalian sudah berjanji untuk tidak mengganggu acara kami, jangan merepotkan Mira,” Evelyn langsung tertawa mendengar teguran dari Dave.


“Iya kakak, tenang saja. Kakak kenapa sih tumben sekali hari ini terlihat kesal melihatku? Apa aku sudah melakukan sesuatu yang salah kepada kakak?” Dave baru saja berencana untuk membalas perkataan Evelyn, tapi dengan cepat Laurel mendekat ke arah Evelyn, lalu menarik lengan Evelyn untuk sedikit menjauh dari Dave.


“Kakakmu sedang tidak enak badan, jangan mengganggunya, lebih baik seperti yang kalian berdua katakan tadi, kalian bilang punya acara sendiri. Lakukan apa yang tadinya sudah menjadi rencana kalian,” Evelyn tersenyum senang mendengar perkataan Laurel.


“Kak Laurel memang yang terbaik. Ayo Frey, kita berkeliling menikmati pemandangan villa ini, setelah itu kita habiskan waktu kita di kolam renang villa ini,” Dengan cepat Evelyn mendekat ke arah Freya dan langsung menarik pergelangan tangannya, mengajaknya untuk menjauh.


“Eh, Kak Leo, kalau ada waktu temani kami bermain dong,” Sebelum pergi Evelyn, berkata kepada Leo sambil memegang lengan tangan kiri Leo yang langsung tersenyum lembut kepada Evelyn, membuat Laurel tersenyum, memang Leo selalu bersikap baik pada semua orang bahkan dirinya, tapi melihat bagaimana Leo begitu perduli pada Evelyn membuat Laurel berpikir bahwa Leo benar benar menganggap Evelyn seperti adik kandungnya sendiri, lebih dari sekedar adik dari teman baiknya.


“Kamu sudah dengar perintah dari kakakmu, jangan mengganggu acara liburan para pegawai rumah sakitnya. Lain kali kita bisa mengatur waktu untuk berlibur sendiri ke tempat ini,” Evelyn langsung tertawa mendengar janji Leo.


Dave hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tindakan Evelyn yang begitu manja kepada Leo, walaupun usia Evelyn dan Leo berjarak hampir 10 tahun, tapi tetap saja saat ini Evelyn sudah menjadi gadis dewasa, bukan seperti beberapa tahun yang lalu. Sudah seharusnya Evelyn tidak bisa lagi bersikap terlalu manja terhadap Leo jika tidak mau ke depannya menjadi masalah atau salah paham jika Leo menikah atau Evelyn sudah memiliki kekasih.


“Kak Dave, dengar janji Kak Leo ya, suatu hari aku pasti akan menagih janjinya, dan Kak Dave harus ikut bersama kami menemaniku,” Tanpa menunggu respon Dave yang hanya bisa tersenyum, Evelyn langsung melanjutkan niatnya untuk keluar dari ruangan itu sambil menarik tangan Freya.


“Pak Odi, minta tolong koperku dan Freya di mobil masukkan ke kamar yang biasanya aku pakai ya,” Evelyn langsung meminta tolong Odi untuk mengaturkan tasnya dan tas Freya begitu dia melihat sosok Odi yang baru saja berjalan hendak menemui Dave.


"Baik non," Odi langsung mengiyakan perintah Evelyn.


"Makasih Pak Odi, minta tolong sekalian ada beberapa kotak kue yang aku bawa tadi di mobilku, tolong Pak Odi ambilkan dan serahkan kepada Kak Mira, biar bisa dijadikan untuk snack mereka. Juga aku bawakan beberapa buah-buahan untuk Kak Dave, tolong masukkan ke dalam kulkas,"


"Ya non," Odi lagi-lagi langsung mengiyakan permintaan majiakannya. Evelyn sudah hampir melangkah pergi, tapi tiba-tiba teringat sesuatu.


"Eh, lupa, tolong khusus kue red velvet (Bolu red velvet atau kue red velvet biasanya adalah bolu lapis coklat berwarna merah, coklat kemerahan, atau kemerahan, yang dilapisi dengan keju krim putih. Resep-resep tradisional tak memakai pewarna makanan, dengan warna merah didapatkan dari bubuk coklat yang mengandung antosianin) di kotak kecil langsung letakkan di kamar yang biasa dipakai Kak Leo. Roti kesukaan Kak Leo," Begitu selesai memberikan tugas kepada Odi, Evelyn kembali menarik tangan Freya untuk keluar menikmati pemandangan di sekitar villa.

__ADS_1


__ADS_2