CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
TETAP ADA DI DEKATMU


__ADS_3

“Ok semua, kita segera berangkat dalam 20 menit lagi, tolong cek kembali barang-barang bawaan kalian supaya tidak ada yang tertinggal,” Mendengar pengumuman dari Raga semua menganggukkan kepalanya, termasuk Laurel yang sedang berdiri di samping Mira dan Dave di depan pintu bangunan villa utama, yang sudah bersiap dengan membawa koper mereka, tentu saja tidak dengan Dave, karena Odi sudah mengurus semua barang-barang bawaannya sejak tadi siang.


“Kak Dave,” Mendengar suara panggilan dari Evelyn, Dave langsung menoleh ke samping, dilihatnya Evelyn dan Freya juga sudah bersiap kembali ke kota, dan dari arah dalam villa terlihat Leo berjalam mendekat ke arah mereka.


“Kami akan pulang duluan ya,” Evelyn berpamitan kepada Dave sekaligus Laurel.


“Jadinya siapa yang akan menyetir mobilmu? Apa perlu aku yang menyetir mobilmu?”


“Tenang saja, aku yang akan menyetir mobil Evelyn,” Leo langsung mewakili Evelyn untuk menjawab pertanyaan Dave.


“Tuh kak, orang baik selalu saja ada saja yang menolong,” Evelyn berkata sambil tertawa senang melihat Dave hanya bisa menarik nafas panjang.


“Kamu ini, jangan selalu merepotkan Leo, hari ini dia disini sebagai wakil pimpinan rumah sakit, tapi kamu tetap saja membuatnya repot mengurusi keperluan pribadimu,” Evelyn sedikit memberengut mendengar teguran dari Dave.


“Jangan terlalu keras pada Evelyn, dia juga baru akan lulus kuliah tahun depan, belum mengerti dunia kerja,” Mendengar Leo membelanya, Evelyn langsung meraih lengan Dave dan memeluknya dengan manja, mencoba merayu kakaknya agar mengijinkan Leo membantunya kali ini.


“Maaf kak, lain kali aku tidak akan mengulanginya, untuk kali ini biarkan Kak Leo membantuku ya?” Mendengar pertanyaan Evelyn, Dave melirik ke arah Leo.


“Kalau Kak Leomu tidak keberatan apa boleh buat,” Leo tertawa kecil, sejak dia kenal dengan Dave yang walaupun memiliki karakter pendiam, dia akan selalu mengalah jika itu berkaitan dengan kemauan adik-adiknya, selama dia bisa menurutinya.


“Kak Dave yang terbaik,” Tanpa malu-malu Evelyn langsung mencium pipi Dave dan memeluk tubuhnya dari samping.


“Hei, jangan buat kakakmu malu di depan umum,” Mira langsung menegur Evelyn yang langsung meringis, setelah itu langsung meraih tangan Leo.


“Ayo Kak Leo, kita berangkat sekarang, besok ada tugas dari kampus yang harus segera aku selesaikan malam ini,” Dengan bergegas, Evelyn menarik tangan Leo, mengajaknya ke arah mobilnya, menyusul Freya yang sedari tadi sudah berpamitan dengan Dave dan Laurel, sudah menunggu Evelyn di mobil.


Hah…,” Dave menarik nafas panjang melihat tingkah Evelyn yang masih seperti anak kecil dengan usianya yang sudah 21 tahun, mungkin karena dia adalah anak perempuan satu-satunya di keluarganya dan anak paling kecil, sehingga semua orang yang ada di rumah begitu memanjakannya.


“Melihat mereka seperti itu, rasanya seperti melihat sepasang kekasih saja,” Dave tersentak kaget mendenger komentar dari bibir Laurel tentang Leo dan Evelyn, diliriknya sekilas wajah Laurel yang tersenyum sambil matanya melihat ke arah Evelyn dan Leo yang sudah memasuki mobil Evelyn.

__ADS_1


Ternyata kamu ini polos sekali, bagaimana kamu tidak bisa melihat bahwa Leo begitu menyukaimu, kalau saja statusmu bukan istriku, pasti dia dengan segala daya upaya akan membuatmu berada di sisinya, karena aku tahu betul siapa Leo, dan dengan dengan karakter Leo yang selalu perhatian kepada orang lain, mungkin tidak ada wanita yang akan bertahan dengan pesonanya jika dia menginginkan seorang wanita dan mengejarnya, tapi kamu adalah milikku, dengan alasan apapun aku tidak akan membiarkan seorangpun merebutmu dariku, siapapun orang itu, Dave berkata sambil sedikit menahan nafasnya, mengingat sedari dulu Leo merupakan laki-laki yang begitu perhatian dan perduli dengan orang lain, banyak gadis yang begitu menyukai Leo karena sikapnya yang selalu menjadi orang yang bisa menenangkan orang lain, menjadi sosok kekasih idaman bagi banyak wanita, namun entah kenapa sampai sekarang dia lebih memilih untuk tetap sendiri, karena itu Dave begitu terkejut ketika dalam kemarahannya Leo sempat menyatakan bahwa dia menyukai Laurel siang itu.


“Bos, saya permisi dulu, saya harus segera naik ke bus saya,” Dave sedikit tersentak  dari lamunannya mendengar kata-kata Laurel yang berpamitan kepadanya.


“Eh, iya,” Mira tersenyum melihat Dave yang menjawab perkataan Laurel dengan ogah-ogahan.


“Ayo Mir, kita ke naik bus kita,” Tanpa menunggu jawaban dari Mira, Laurel segera berjalan ke arah busnya, meninggalkan Dave yang masih berdiam di tempatnya bersama Mira.


“Kenapa bos? Masih mau mencoba naik bus lagi?” Mira bertanya sambil menahan senyum di bibirnya, sedang Dave hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.


“Kamu tahu, andai saja aku bisa mengatasi mabukku,”


“Sepertinya kali ini bos harus merelakan dokter Laurel menjadi teman sebangku saya, lagipula kita tidak mungkin melakukan trik yang sama untuk kedua kalinya.


“Tenang saja bos, saya akan menjaga istri bos dengan baik,” Dave tersenyum mendengar perkataan Mira yang sengaja melirihkan suaranya agar tidak didengar oleh orang lain.


“Tidak masalah, toh dua hari ke depan aku akan punya waktu lagi untuk bersamanya,” Mira tersenyum mendengar perkataan Dave, dan tahu benar apa yang dimaksud oleh Dave.


# # # # # # #


“Tunggu saja dulu dok, dokter Lusiana belum kesini,” Laurel tersenyum mendengar jawaban Mira, tangan kanannya langsung menarik kursi di depan meja kerja Mira dan duduk disana.


“Mir, apa dari rumah sakit kita peserta yang mengikuti Medical Leadership hanya aku dan Lusiana?”


“Iya dok, biasanya memang begitu, kalau acaranya ada di kota ini biasanya bos akan mengirim lebih banyak orang, tapi karena di kota lain, bos hanya mengirimkan kalian, supaya pekerjaan yang di sini juga tidak terbengkalai,” Laurel mengangguk-anggukkan kepalanya menanggapi penjelasan dari Mira.


“Siang Mir. Eh? Kamu sudah di sini Laurel?” Lusiana yang baru saja datang dan membuka pintu ruangan Mira langsung tersenyum melihat Laurel yang sudah duduk di depan meja kerja Mira.


“Silahkan duduk dokter Lusiana, saya perlu jelaskan beberapa hal berkaitan dengan keberangkatan kalian ke kota X untuk Medical Leadership besok,” Lusiana langsung menarik kursi yang ada di samping Laurel dan menyusulnya untuk duduk disana.

__ADS_1


“Di amplop ini sudah ada tiket pesawat dan bukti reservasi hotel untuk dokter Laurel dan Lusiana menginap besok, karena acara akan diadakan 2 hari berturut-turut. Cuma, ada perubahan mendadak atas perintah bos. Beliau mengharapkan sore ini dokter Laurel dan Lusiana berangkat ke kota X, karena acara besok akan dimulai tepat pukul 9 pagi, bos tidak mau anda berdua mengalami resiko terlambat menghadiri acara kalau-kalau terjadi delay (delay adalah penundaan penerbangan dimana maskapai penerbangan mengalami keterlambatan untuk lepas lantas atau mendarat dari jadwal yang sudah ditentukan) pada pesawat yang  anda berdua tumpangi,” Mendengar penjelasan Mira, Lusiana dan Laurel saling berpandangan.


“Jam berapa kami harus berangkat sore ini?” Lusiana bertanya kepada Mira sambil membuka handphonenya, mengecek jadwalnya sore ini.


“Penerbangan anda berdua sore ini akan berangkat jam 3 sore ini. Saya sudah aturkan surat ijin untuk pulang lebih awal agar anda berdua bisa bersiap-siap. Untuk jadwal praktek poli sore ini saya sudah aturkan dokter pengganti,” Mira menyodorkan dua lembar surat ijin untuk pulang lebih awal yang sudah dibubuhi tanda tangan Dave sebagai kepala rumah sakit.


“Untuk bukti keikutsertaan Medical Leadership, buku modul pelatihan (modul adalah suatu paket belajar yang berisi satu unit materi belajar, yang dapat dibaca atau dipelajari seseorang secara mandiri. Modul merupakan suatu unit pengajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar), tiket pesawat, bukti reservasi hotel secara fisik sudah ada dalam amplop ini hanya untuk berjaga-jaga, selain itu saya sudah mengirimkan file digitalnya kepada anda berdua melalui email,” Mira menyodorkan amplop coklat yang ada di hadapannya ke arah Laurel dan Lusiana.


# # # # # # #


“Terimakasih ya Frey,” Setelah mengucapkan terimakasih kepada Freya karena sudah mengantarnya ke bandara, Laurel segera turun dari mobil diikuti Lusiana yang sengaja berangkat bersama-sama Laurel agar tidak perlu membawa mobil sendiri.


“Iya Kak, hati-hati di jalan, jangan lupa sesampai di sana hubungi mama ya,” Laurel langsung menganggukkan kepalanya mendengar permintaan dari Freya yang langsung meninggalkan lokasi bandara untuk kembali ke cafenya.


“Ah, aku senang sekali bos mengaturkan kamu yang menemaniku menghadiri pelatihan ini. Aku senang sekali 2 hari ke depan bisa menghabiskan waktu bersamamu, sedikit menenangkan pikiranku yang sedikit kacau,” Lusiana tersenyum geli mendengar perkataan Laurel, apalagi Laurel sempat mengungkapkan keinginannya untuk sedikit menjauh dari Dave, mencoba memikirkan sebenarnya bagaimana dan apa yang diinginkan hatinya.


Dalam hati sebenarnya Lusiana cukup gemas melihat tingkah Laurel yang jelas-jelas dari mata dan gerak tubuhnya terlihat mencintai Dave, tapi tetap bersikap angkuh dan bersikeras dengan terus mencoba menghindari Dave, tapi di sisi lain dia mengerti sekali bagaimana sejak kejatuhan bisnis keluarganya, Laurel memiliki rasa tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri, yang pada akhirnya membuat pikirannya justru terlalu rumit.


Sampai kapan kamu mau bersikap pura-pura tidak mencintai suamimu? Kenapa gadis secantik dan secerdas kamu terus berkutat dalam rasa tidak percaya dirimu? Pandangan sinis orang lain terhadap masa lalu seseorang memang bisa menghancurkan hidup orang lain, Lusiana berbisik dalam hati sambil menghela nafas dalam-dalam. Tangan kanan Lusiana langsung menarik tangan Laurel dan berjalan untuk memasuki gedung terminal keberangkatan pesawat mereka untuk melakukan check in.


“Eh, Mira?” Laurel mengernyitkan alisnya begitu melihat sosok Mira di dekat area gedung bandara. Melihat sosok Mira, Lusiana dan Laurel segera mendekat ke arah Mira.


“Mir? Kenapa kamu disini? Kamu akan ikut juga ke acara pelatihan?” Mira tersenyum mendengar pertanyaan dari Lusiana.


“Tidak, saya hanya membantu mengaturkan keberangkatan bos, sekaligus memberitahukan kepada anda berdua, saya sudah mengirimkan e-tiket (e-tiket adalah tiket elektronik yang dikeluarkan pada saat Anda menyelesaikan pembelian. Tiket seperti itu memiliki hak sama seperti tiket kertas untuk melakukan perjalanan. E-tiket legal bagi maskapai dan Anda tidak perlu mencetak ulang di konter maskapai) ke email anda berdua, karena ada perubahan nama pesawat dan kelas penerbangan untuk anda berdua, walaupun jam keberangkatan tetap sama,” Mendengar perkataan Mira, Laurel dan Lusiana langsung membuka email mereka via handphone, dan membaca tentang tiket pesawat mereka yang sudah berubah menjadi penerbangan first class dengan pesawat YYY.


“Kamu bilang mengaturkan keberangkatan bos? Bukannya kamu bilang peserta dari rumah sakit kita hanya aku dan dokter Lusiana?” Laurel bertanya dengan sedikit mengernyitkan dahinya.


“Aku ikut ke pelatihan itu bukan sebagai peserta, tapi sebagai tamu undangan, sebagai pembicara, untuk membawakan materi pelatihan,” Sebuah suara dari arah belakang Laurel segera menjawab pertanyaan Laurel, membuat Laurel dan Lusiana langsung membalikkan badannya dan melihat sosok Dave sudah berdiri di belakang mereka, berpakaian rapi, mengenakan kaca mata hitamnya, dengan Odi yang tampak berjalan belakangnya dengan tangan kanannya menarik koper yang pastinya milik Dave yang siap untuk melakukan penerbangan, membuat Laurel langsung menarik nafas panjang, sedang Lusiana hanya bisa menahan senyumnya melihat kejadian itu.

__ADS_1


Sepertinya semakin hari akan semakin sulit untuk kamu menghindari keberadaan suamimu, Lusiana berbisik dalam hati sambil melirik ke arah wajah Laurel yang terlihat sedikit tegang menyadari kenyataan bahwa Dave akan ikut pergi ke kota X bersama mereka.


__ADS_2