CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
KELEMAHAN TAPI JUGA KEKUATANMU


__ADS_3

Dave mengamati foto-foto dan berkas-berkas yang dia dapat dari Bryan beberapa waktu lalu yang diserahkan oleh Evelyn. Dave meletakkan semua foto-foto dan berkas-berkas itu di atas mejanya dengan posisi berjajar, sehingga memenuhi hampir seluruh permukaan meja kerjanya.


Ah, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membongkar semua ini di depan Laurel? Dan membuatnya kembali salah paham? Dan akhirnya kembali pergi dariku? Dave menutup matanya untuk beberapa saat sambil menghela nafasnya, mencoba berpikir keras, apa yang harus dia lakukan dengan file-file yang ada di depannya sekarang.


Aku tidak ingin menyakitimu untuk kesekian kalinya. Aku hanya ingin kamu selalu bahagia, aku ingin menjadi orang yang selalu bisa melindungimu. Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini mo cuisle? Kalaupun aku berusaha keras untuk tidak menyakitimu, tapi mereka terus berusaha mendesakku, sehingga aku harus menghentikan mereka, yang artinya itu juga akan menyakitimu karena sebagian dari orang jahat ini adalah orang yang dekat denganmu dan kamu percayai selama ini, Dave kembali berkata dalam hati sambil memijat keningnya yang terasa sakit setelah melihat apa yang ada di dalam amlpop yang berasal dari Bryan.


# # # # # # #


Tepat pukul 11:59 Laurel berdiri di depan pintu kantor Dave dengan bibir yang menyunggingkan senyum. Tangan Laurel langsung bergerak mengetuk pintu kantor Dave, dan tidak sampai ketukan ketiga, tanpa ada suara yang memerintahkannya untuk masuk, tiba-tiba pintu dibuka dari dalam. Baru saja Laurel melangkah dua langkah ke dalam kantor Dave, dengan cepat tangan Dave menarik pergelangan tangan Laurel, membawanya untuk segera masuk ke kantornya dan menguncinya.


Laurel yang masih tersentak kaget tentu saja tidak siap sama sekali ketika Dave langsung memeluknya dengan erat sambil beberapa kali menghela nafasnya, seolah-olah berusaha melepaskan beban yang menghimpit dadanya.


“I miss u mo cuisle,” Laurel tersenyum mendengar bisikan mesra Dave di telinganya, membuat Laurel langsung menggerakkan kedua lengannya untuk membalas pelukan Dave, yang justru tiba-tiba dengan gerakan cepat bergerak menjauh dari Laurel.


“Ah, gila! Aku benar-benar sulit mengendalikan diriku jika berada di dekatmu,” Dave membalikkan tubuhnya, membelakangi tubuh Laurel.


Mendengar kata-kata Dave, Laurel hanya bisa tersenyum geli. Dengan gerakan lembut Laurel meraih lengan kiri Dave, memeluknya dan menariknya ke arah rumah kaca.


“Ayo kita makan dulu, aku lapar,” Dave melirik ke arah Laurel, rasanya ingin sekali dia mengecup bibir istrinya, mencium aroma wangi tubuhnya, menjelajahi seluruh bagian wajah istrinya dengan bibirnya.


“Hari ini tidak ada Bi Yuni?” Laurel bertanya sambil matanya melihat ke sekeliling mencari keberadaan Bi Yuni.


“Setelah membersihkan rumah dan menyiapkan makan siang kita dia kembali ke rumah besar, aku tidak terlalu suka jika ada orang yang mengganggu waktu kita untuk berduaan yang cuma sebentar ini,” Wajah Laurel langsung memerah mendengar perkataan Dave.


Sejak jam di tangannya menunjukkan pukul 11:45 tadi, Dave dengan sengaja sudah berdiri di belakang pintu, menunggu adanya suara ketukan di pintu kantornya. Siang ini, setelah dia membuka semua info dari Bryan, rasanya detik itu juga Dave ingin berlari ke tempat Laurel. Ingin sekali rasanya Dave menikmati keberadaan Laurel di dekatnya agar dia sadar bahwa Laurel benar-benar nyata ada di dekatnya, Laurel yang sudah dia tunggu sejak 7 tahun lalu saat ini sudah benar-benar menjadi istrinya, menjadi wanita miliknya seutuhnya, baik hati dan tubuhnya, bukan hanya dalam khayalannya, bukan sekedar mimpi di siang bolong dan dia berharap tidak ada seorangpun yang akan dapat memisahkan mereka kembali.

__ADS_1


Aku benar-benar seperti orang gila hari ini, sedangkan belum ada setengah hari aku berpisah darimu, padahal selama hampir 4 bulan ini aku bisa menahan diriku dengan baik, tapi sekarang kenapa justru semakin sulit? Kenapa semakin hari semakin besar ketakutanku kamu akan pergi dariku lagi, menghilang seperti waktu itu. Aku mohon jangan pernah membiarkan aku mengalami hal seperti itu lagi mo cuisle, I love you. I can’t live if living it without you (aku tidak bisa hidup jika hidup tanpamu), Dave berkata dalam hati sambil menarik nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya.


Sesampainya di dapur rumah kaca milik Dave, Laurel melirik ke arah Dave yang menunjukkan wajahnya yang terlihat galau. Dengan gerakan pelan tanpa suara, Laurel berjalan mendekat ke arah Dave yang tampak tidak fokus hari ini.


“Ada apa denganmu hari ini Dave? Apa ada masalah? Apa mungkin aku bisa membantumu?” Mendengar pertanyaan Laurel Dave mengalihkan pandangan matanya ke arah Laurel, menatap wajah Laurel dalam-dalam, membuat Laurel tersenyum dan dengan lembut tangannya menggenggam tangan Dave.


“Aku begitu mencintaimu,”


“Aku tahu,” Laurel menjawab perkataan Dave dengan singkat.


“Laurel, bisakah kamu percaya bahwa apapun yang kulakukan adalah untuk kebaikanmu?”


“Aku percaya,” Lagi-lagi Laurel menjawab singkat.


“Aku sudah mempercayakan diriku padamu, sepenuhnya, karena aku percaya kamu adalah laki-laki yang bisa dipercaya dan akan bertanggung jawab atas aku sebagai suami yang terbaik bagiku. Karena itu, aku juga percaya apapun yang mungkin bagi orang terlihat tidak baik, bagiku, kamu tetap yang terbaik dan kamu akan melakukan apapun yang terbaik untukku,” Mendengar kata-kata Laurel Dave langsung meraih tengkuk Laurel dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya langsung bergerak meraih pinggang Laurel agar mendekat ke arah tubuhnya, sehingga Dave bisa memeluk tubuh Laurel dan mencium bibir istrinya dengan penuh rasa cinta.


Begitu mereka sudah berada di kamar Dave, dengan cepat tangan Dave meraih remote dan mengatur dinding kamarnya agar berubah menjadi tidak tembus pandang setelah membaringkan tubuh Laurel di atas tempat tidurnya.


“Dave…,”


“Hmmmm…,” Tanpa perduli dengan suara Laurel yang memanggil namanya dengan lembut, bibir Dave kembali berusaha mengusai bibir Laurel, tidak memberi kesempatakan  kepada Laurel untuk meneruskan kata-katanya. Begitu bibir Dave mulai bergerak ke arah leher Laurel dan tangan Dave bergerak ke balik pakaian yang dikenakan Laurel, tangan Laurel bergerak untuk menahan gerakan tangan Dave.


“Dave…, kenapa denganmu hari ini?” Begitu mendengar pertanyaan Laurel, Dave langsung menghentikan gerakannya, baik tangan dan bibirnya, dengan gerakan pelan Dave menjauhkan tubuhnya dari tubuh Laurel, lalu mengambil posisi duduk di samping Laurel.


“Apa aku tidak boleh meminta itu sekarang? Ini jam istirahat kita, bukan jam kerja, artinya saat ini kita adalah suami istri, bukan pimpinan dan karyawan. Apa kamu tidak menginginkannya?” Laurel tersenyum mendengar pertanyaan Dave, dipeluknya tubuh Dave dari samping, untuk menunjukkan bahwa dia begitu mencintai suaminya itu.

__ADS_1


“Bukan maksudku untuk menolakmu, tapi katakan padaku. Apa yang terjadi padamu hari ini? Aku melihat Dave yang sedang galau hari ini, bukan Dave yang seperti biasanya. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” Dave memandang ke arah wajah Laurel yang mendongakkan kepalanya ke arah Dave, membuat Dave bisa melihat dengan jelas mata istrinya yang sedang memandangnya dengan penuh cinta.


“Bagi seorang pria melakukan hubungan suami istri kadang merupakan perlarian atas masalahnya. Saat kondisi kalian para pria sedang tertekan mungkin itu menjadi pelepasan untuk kalian, tapi kami sebagai wanita yang mencintai suaminya. Bukannya kami tidak mau membantu mengurangi beban kalian, tapi kami hanya ingin tahu apa masalah kalian, kami ingin pria yang kami cintai juga tahu bahwa kami ingin menjadi istri yang bisa membantu suaminya dengan sepenuh hati, bukan hanya dengan tubuh kami. Kalau ada yang bisa aku bantu untuk menyelesaikan masalahmu, aku akan bahagia sekali Dave,” Mendengar apa yang dikatakan Laurel, Dave memejamkan matanya, lalu dengan pelan Dave mencium bahu Laurel, meletakkan kepalanya diantara leher dan bahu Laurel, menunjukkan posisi pasrah.


“Maaf…, kalau aku tidak bisa mengendalikan diri hari ini, membuat kamu merasa aku memaksakan kehendakku padamu,” Laurel menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Tidak Dave, aku hanya ingin kamu tenang saat menghadapi masalahmu. Mungkin aku tidak bisa banyak membantu, tapi percayalah paling tidak aku bisa menjadi pendengar yang baik,” Laurel berkata pelan di telinga Dave, membuat Dave menghela nafas, tidak tahu harus berkata apa, namun di satu sisi ada rasa lega dan hati yang terhibur mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Laurel kepadanya.


“Mo cuisle, kamu adalah kelemahan terbesarku, dan seseorang berusaha memanfaatkan itu, dan berusaha membuatmu menjauh dariku,” Laurel tersenyum mendengar Dave mulai membicarakan apa yang sedang terjadi walaupun belum jelas.


“Dave, kondisi kita sudah tidak sama dengan 7 tahun lalu, bahkan sebulan yang lalu. Saat ini kita sudah menjadi satu, kamu adalah aku, aku adalah kamu. Siapa yang bisa memisahkan kita sekarang?” Laurel melepaskan pelukannya, tangan kirinya bergerak ke arah leher Dave dan mengelusnya lembut.


“Seperti katamu, aku bukan lagi gadis remaja berumur 18 tahun seperti 7 tahun lalu yang hanya bisa menghindar dan melarikan diri dari masalah. Sekarang aku adalah wanitamu, yang akan tetap berada di sisimu apapun yang akan terjadi,” Tangan Laurel bergerak ke wajah Dave, mengelusnya dengan lembut, membuat wajah Dave berubah tenang, dan dengan pelan diraihnya tangan Laurel yang awalnya mengelus wajahnya, lalu diciuminya punggung telapak tangan Laurel dengan mesra.


“Kamu tidak harus mengatakan apa masalahmu sekarang, tapi kendalikan dirimu jangan sampai masalah mengusaimu, kau yang harus bisa mengusai keadaan. Setahuku, suamiku seorang pria yang hebat, bisa mengendalikan Shaw Corporation sekaligus rumah sakit swasta terbesar di negara ini, siapa yang berani melawanmu?” Laurel tersenyum begitu melihat aura di wajah Dave mulai berubah cerah dan di bibirnya tersungging sebuah senyuman.


“Kamu adalah pria hebat Mr. Shaw, jangan ada seorangpun mengintimidasimu, dan aku adalah wanita milikmu yang akan selalu berada di sisimu dan mendukungmu.” Setelah Laurel mengucapkan kata-katanya, Laurel berdiri, lalu duduk di pangkuan Dave.


“Kamu bilang aku adalah kelemahanmu, tapi jangan lupa, aku juga adalah kekuatanmu,” Laurel melingkarkan kedua tangannya di leher Dave, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Dave, dan menciumnya dengan mesra.


Begitu Laurel berencana menjauhkan bibirnya dari bibir Dave, tangan kiri Dave langsung meraih tengkuk Laurel dan menariknya untuk mendekat ke arahnya, sehingga membuat ciuman mereka semakin dalam, panas dan bergairah.


Beberapa saat berlalu hingga bibir Dave mulai mencium leher Laurel, dan dengan gerakan lembut kembali membaringkan Laurel ke atas tempat tidurnya. Kali ini tidak ada lagi penolakan dari Laurel, Laurel membiarkan bibir Dave mulai mencium leher dan bagian lain tubuhnya, dan membiarkan tangan Dave bergerak ke balik pakaiannya, mulai memegang dan mengelus bagian-bagian sensitif tubuh Laurel dan bahkan mulai melepaskan kancing pakaian yang menutupi tubuh Laurel.


“Kali ini aku memintanya karena aku begitu mencintaimu mo cuisle,” Laurel tidak menjawab apa yang dikatakan Dave, bahkan Laurel lebih memilih untuk memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan dan ciuman dari Dave yang mulai menjelajah ke seluruh tubuhnya, membuat Dave mengerti tanpa perlu jawaban bahwa saat ini Laurelpun menginginkan dirinya seperti dia menginginkan Laurel.

__ADS_1


 


 


__ADS_2