CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
WAKTU TELAH MEMBUATMU BERUBAH


__ADS_3

"Hari itu, saat kamu meninggalkan Indonesia di hari pernikahan kita, hari itu juga aku menemui Tante Lina begitu mendapatkan penjelasan dari Mama Denia bahwa Tante Lina adalah orang yang sudah membantumu pergi ke Amerika. Aku langsung menemuinya untuk membicarakan tentang kepergianmu," Dave menghentikan bicaranya sebentar, direngkuhnya bahu Laurel ke dalam pelukannya, disandarkannya kepala Laurel ke dada bidangnya, merasa bersyukur karena kenangan buruk tujuh tahun lalu saat ini sudah tergantikan dengan kenangan bahagia karena kehadiran Laurel di sisinya.


"Saat aku mendengar cerita dari Tante Lina bahwa dia bersedia membantu sebagian biaya selama kamu kuliah di Amerika, aku mengatakan padanya bahwa aku sebagai suamimu akan menggantikan tanggung jawab itu. Bagiku bukan masalah jika apa yang aku lakukan saat itu tetap memakai nama Tante Lina agar kamu tetap mau menerimanya. Dan saat itu dia menyetujui permintaanku. Tapi ternyata, uang yang selama ini aku kirim ke akunnya tidak seluruhnya dia serahkan padamu, hanya sebagian saja. Bahkan setelah 2 tahun berlalu dia sengaja menghubungimu dan mengatakan kebohongan bahwa usahanya mengalami kesulitan sehingga keuangannya bermasalah, padahal sampai detik terakhir kamu berada di Amerika aku selalu mengirimkan uang kepadamu melalui Tante Lina," Dave berkata sambil pandangan matanya menatap ke arah keluar jendela yang menunjukkan langit gelap dan terlihat berawan, sehingga tidak terlihat satupun bintang di langit, bahkan malam itu sepertinya bulan juga tertutup awan sehingga tidak nampak adanya sinar sedikitpun di langit, seolah-olah ikut bersimpati atas cerita tidak mengenakkan yang harus didengar Laurel hari ini, dikhianati oleh saudara yang selama ini sudah begitu dia kagumi dan sayangi.


Untuk beberapa lama Dave memandang ke arah langit yang gelap, setelah itu matanya kembali memandangi sosok istrinya yang terlihat termenung. Terlihat dari raut wajahnya, Laurel benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja didengarnya tentang Tante Lina.


"Jadi Tante Lina...," Laurel berkata sambil menggerakkan kepalanya yang bersandar pada dada Dave agar bisa melihat wajah Dave yang sedang memandang ke arahnya dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Ya. Benar. Dengan alasan dia sedang mengalami kesulitan keuangan, beberapa lama ini dengan sengaja dia mengambil semua uang yang aku kirimkan untukmu. Dia menggunakannya untuk memperbesar usaha koperasi simpan pinjamnya yang ilegal. Jadi bisa dikatakan dia menjadikan uang-uang itu sebagai modal menjadi seorang rentenir. Dengan usahanya sekarang bahkan dia tidak seringkali menyewa debt collector ilegal yang tidak segan-segan bertindak kejam untuk kelancaran usahanya. Karena itu tidak heran jika kemarin kamu melihat bagaimana megahnya rumah Tante Lina sekarang, dan aku yakin dua tamu wanita kemarin merupakan salah satu customernya," Laurel menahan nafasnya mendengar penjelasan dari Dave tentang apa yang sudah dilakukan oleh Tante Lina selama ini di belakangnya, tanpa sepengetahuannya.


(Debt collector sebetulnya istilah yang berasal dari “debt collection” yang artinya proses menagih pembayaran terhadap debitur yang berutang. Di negara-negara maju, aktivitas debt collection ini sampai terorganisir ke dalam agensi yang menyediakan jasa penagihan utang).


Kenapa hanya karena uang sudah membuatmu menjadi seperti itu Tante? Bukannya dulu kamu selalu menyayangiku seperti anakmu sendiri? Aku tahu mungkin awalnya Tante tidak berniat melakukan itu. Sebenarnya apa yang terjadi selama aku tidak berada di sini sehingga membuatmu berubah begitu drastis Tante? Laurel berbisik dalam hati sambil mencoba memikirkan kira-kira apa yang sudah dialami Tante Linanya sehingga menjadi seseorang yang berubah materialistik seperti itu. Dalam ingatan Laurel dulunya Tante Lina merupakan sosok seorang wanita yang baik hati dan ringan tangan, bahkan sebelum membantunya melarikan diri ke Amerika, hampir setiap saat Tante Lina memberikan bantuan kepada Mama Denia begitu papa Laurel meninggal dan usahanya bangkrut.

__ADS_1


"Selama ini aku begitu penasaran kenapa kamu bekerja dengan begitu keras selama di Amerika, padahal aku sudah mengirimkan uang yang bagiku pasti cukup untuk memenuhi kebutuhanmu selama di sana, karena aku pun pernah tinggal di Amerika selama menyelesaikan pendidikan spesialis bedah sarafku. Aku sengaja mengirim orang untuk menyelidiki tentang apa yang sudah dilakukan oleh Tante Lina selama beberapa waktu ini. Ternyata Tante Lina tidak menyerahkan uang itu kepadamu dengan semestinya," Laurel terdiam untuk beberapa waktu setelah mendengar penjelasan Dave.


"Kenapa Tante Lina bisa berubah sedrastis itu? Dalam ingatanku Tante Lina merupakan Tanteku yang sangat baik, bahkan saat itu dia satu-satunya yang berani menentang habis-habisan ketika mama menyetujui persyaratan yang kamu ajukan untuk membeli rumah peninggalan papa sekaligus menikahiku. Karena saat itu di pikiranku dan Tante Lina, Mama Denia begitu tega menjualku kepada orang asing," Mendengar itu Dave meraih kepala Laurel dan mencium puncak kepala Laurel dengan lembut.


"Saat itu aku terlalu bernafsu untuk segera memilikimu, sehingga tidak berusaha untuk mendekatimu agar kamu bisa mengenalku lebih dalam sebelum kita menikah. Saat itu yang ada di pikiranku adalah ketakutanku jika kamu menjadi milik orang lain, takut kamu akan direbut oleh orang lain jika aku tidak segera bergerak cepat untuk menjadikanmu milikku. Apalagi saat itu kamu sudah memiliki Devan sebagai kekasihmu. Waktu itu aku juga harus segera melanjutkan studiku di spesialis bedah saraf. Dengan alasan itu aku ingin mengikatmu dengan sebuah pernikahan agar kamu tidak bisa lagi direbut oleh orang lain saat aku menyelesaikan studiku di luar negeri," Laurel memandang wajah Dave dalam-dalam mendengar perkataan Dave barusan, ada rasa penyesalan kenapa tidak awal mereka bertemu dan menjalin hubungan yang bahagia, saling menguatkan dan saling mendukung seperti saat ini. Laurel tidak pernah menyangka sama sekali bahwa keberadaannya sejak tujuh tahun lalu sudah membuat Dave begitu terikat kepadanya.


"Waktu itu kamu tidak pernah menceritakan kesulitanmu selama di Amerika dengan siapapun, sehingga aku tidak pernah tahu tentang itu, jadi aku berpikir semuanya baik-baik saja. Aku juga sempat berpikir bahwa kamu sengaja menghemat uang yang aku kirimkan kepadamu untuk kamu tabung dan mau kamu jadikan modal kerjamu di masa depan. Mungkin kamu ingin membuka klinikmu sendiri. Maafkan aku karena tidak berusaha mengerti bagaimana gadis remaja sepertimu waktu itu begitu ketakutan karena harus menikah dengan seorang pria asing yang tidak kamu kenal," Dave melanjutkan bicaranya sambil  menggenggam erat telapak tangan Laurel. Sesekali membuka genggaman tangannya, lalu kembali menggenggamnya kembali.


Walaupun Devan hanya merupakan masa lalu Laurel, mengingat Laurel pernah menjalin hubungan dengan Devan masih saja membuat dada Dave bergetar, merasa tidak nyaman. Rasanya keegoisannya sebagai seorang laki-laki tetap membuat api cemburu dalam dadanya tersulut jika menyangkut tentang siapapun laki-laki yang menyukai ataupun berusaha mendekati Laurel, termasuk Devan, bahkan termasuk Leo sekalipun.


"Mo cuisle, sebenarnya bukan hanya itu yang dilakukan oleh tantemu. Dua tahun setelah mendengar kamu melarikan diri di hari pernikahan kita, Devan berusaha mencarimu, namun tidak ada satupun dari keluargamu memberinya info tentang keberadaanmu, sampai akhirnya dia menemui Tante Lina. Saat itu Tante Lina memanfaatkan kesempatan untuk berbohong kepada Devan bahwa kamu mengalami kesulitan keuangan di Amerika. Devan yang saat itu usaha keluarganya mulai pulih walaupun belum pulih dengan sempurna, seringkali juga mengirimkan uang kepadamu melalui Tante Lina tapi uang itu tidak pernah diserahkan kepadamu. Dan selama beberapa tahun ini Tante Lina sengaja tidak memberikan alamatmu di Amerika kepada Devan agar Devan tidak bisa menemuimu. Karena jika kamu bertemu dengan Devan dia takut kebohongannya akan terbongkar, selain itu Tante Lina juga bukan orang bodoh yang berani menentangku untuk mempertemukanmu dengan Devan," Laurel terbeliak kaget mendengar cerita lain dari Dave tentang Devan.


Jadi saat itu Devan serius berusaha mencariku juga, dan ingin kembali padaku, Laurel berkata dalam hati sambil mengingat tentang bagaimana Devan yang berusaha menemuinya dan menyarakan keinginannya untuk kembali padanya beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Aku juga baru mendapatkan informasi itu setelah kita kembali bersama. Aku juga tidak tahu selama ini Devan berusaha untuk mencarimu dan ingin kembali ke sisimu. Di satu sisi aku tidak suka dengan kebohongan yang dilakukan Tante Lina, tapi di sisi lain aku bersyukur paling tidak kamu tidak pernah menerima sepeserpun bantuan dari Devan. Paling tidak karena tindakan Tante Lina, sampai saat ini kamu tidak berhutang apapun kepada Devan," Laurel menghela nafasnya melihat Dave menceritakan tentang Devan dengan wajah terlihat sedikit sayu.


Apa nama Devan bahkan sampai saat ini masih saja membuatmu cemburu dan tidak percaya diri? Padahal aku sudah menjadi milikmu sepenuhnya, bahkan bukti dari cinta kita sekarang ada dalam tubuhku, Laurel berkata dalam hati sambil menepuk, lalu mempererat genggaman tangannya di tangan Dave. Dengan tindakannya itu Laurel berusaha meyakinkan Dave bahwa bagi Laurel tidak ada yang lebih dicintainya daripada seorang Dave.


Laurel tahu pasti sesuatu yang sulit bagi Dave untuk menceritakan padanya bahwa Devan juga merupakan laki-laki yang berusaha membantunya dalam diam, sama dengan apa yang sudah dilakukan Dave selama ini untuknya. Walaupun pada akhirnya bantuan itu akhirnya direbut oleh Tante Lina, tapi Laurel bisa memastikan bahwa Dave pasti merasa tidak senang mengetahui tentang kenyataan bahwa Devan juga berusaha cukup keras untuk meraih hati Laurel, berharap bisa merebut kembali Laurel seperti saat Dave merebut Laurel darinya, meskipun saat itu Dave berhasil merebut Laurel dari sisi Devan juga karena Devan sendiri yang memutuskan untuk melepaskan Laurel akibat tekanan sekaligus iming-iming dari keluarga Shaw.


"Apa kira-kira Devan sudah tahu tentang uangnya yang dipergunakan oleh Tante Lina?" Mendengar pertanyaan Laurel, Dave mengangguk pelan.


"Aku sudah mendapatkan info bahwa sebenarnya Devan sudah mengetahui tindakan Tante Lina sejak dua tahun lalu, tapi melihat usaha Tante Lina yang meminjamkan uang dengan bunga mencekik berkembang pesat justru sekarang Devan seringkali mengirimkan uang kepada Tante Lina sebagai investasi sehingga Devan bisa mendapatkan keuntungan besar juga dari usaha Tante Lina untuk membesarkan usaha peninggalan papanya dengan lebih cepat," Bibir Laurel yang sedikit terbuka karena tercekat akibat kaget, menarik udara dan menghembuskannya dengan sedikit keras mendengar tentang sosok Devan yang diceritakan oleh Dave, bukan lagi seperti sosok Devan yang dikenalnya dulu.


Devan yang dulu dikenal oleh Laurel adalah seorang remaja laki-laki baik yang seringkali tidak bisa menolak jika seseorang meminta bantuannya, apalagi jika itu orang yang dia kenal dan dekat dengannya. Walaupun Devan bukan remaja yang pemberani seperti Dave, tapi dulu dia sosok remaja yang baik hati saat Laurel mengenalnya dulu.


Sepertinya waktu sudah banyak mengubahmu, menjadi seorang laki-laki dewasa yang tidak lagi aku kenal, Laurel berbisik dalam hati sambil mengingat kembali sosok Devan yang sempat bertemu dengannya di bandara dan saat laki-laki itu berkunjung ke rumahnya saat itu. Mengingat sosok Devan sekarang, dari tatapan mata dan penampilan Devan saat itu Laurel melihat bagaimana waktu sudah mengubah sosok Devan menjadi seorang laki-laki yang keras dan sepertinya rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, berusaha mencapai ambisinya, memanfaatkan orang-orang di sekitarnya walaupun mungkin itu bertentangan dengan hukum atau norma yang berlaku di masyarakat. Sepertinya sosok Devan yang ceria dan sedikit penakut dulu sudah menghilang entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2