
Sosok wanita cantik dengan pakaian ratu keraton itu langsung berbalik, ia juga penasaran dengan seseorang yang hampir menembus nya.
Deg
Jantung mereka berpalu tidak karuan, ada sesuatu glenyar aneh yang berdesir dan membuat tubuh mereka merinding. Untuk sesaat mereka hanya saling memandang, hingga pangeran Segoro membuka keheningan diantara mereka.
"Ri...Riana, kamu Riana." ucap pangeran Segoro terbata
Namun kebisuan yang didapat, Riana atau Nyi Danuwati tidak menjawab sama sekali. Ia hanya terus memandang pangeran Segoro guna membaca pikiran pemuda itu, tidak ada perasaan cinta yang sama seperti pangeran Segoro rasakan saat ini.
"Pangeran Segoro." ucap Nyi Danuwati seraya tersenyum sinis
"Riana." gumam pangeran Segoro pelan hampir tidak terdengar
"Aku Nyi Danuwati."
Deg
Hingga kedua kalinya pangeran Segoro dibuat terkejut, penguasa lautan Segoro itu tampak menggeleng pelan. Ia merasa perempuan yang ia cintai itu sedang berbohong, ia tidak bisa menerima semua ini.
"Tidak, ini tidak mungkin." ucap pangeran Segoro
"Inilah faktanya, aku adalah Nyi Danuwati sosok yang akan menghancurkan desa hingga menjadi lautan darah. Aku tahu, kau pasti sudah mengetahui semua ini. Jadi, untuk itu aku mengatakan jangan ikut campur atau kau akan mati." sahut Nyi Danuwati dengan suara yang menggelegar
Mendengar ucapan Nyi Danuwati seketika pangeran Segoro tersadar.
"Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi Nyi, aku akan melindungi desa dan warganya. Jika kau ingin menghancurkan desa itu, maka hadapi aku." ucap pangeran Segoro
Kini Nyi Danuwati terpaku sesaat, ia tidak masalah dengan ucapan pangeran Segoro. Tapi ia terdiam kala pangeran Segoro menyebutnya dengan nama Nyi, ada perasaan tidak rela yang bergejolak didalam dada.
"Hentikan teluh yang kau kirimkan Nyi, warga tidak bersalah atas apa yang menimpa mu dulu." ucap pangeran Segoro lagi
Sebenarnya pangeran Segoro tidak yakin bahwa wanita yang berdiri dihadapan nya adalah Riana, sebab Riana dan Nyi Danuwati memiliki watak yang berbeda.
Namun melihat wajah Nyi Danuwati yang persis seperti Riana, serta perkataan mbah Sastro yang menyebutkan bahwa Nyi Danuwati adalah sosok Ienge Jagad membuat ia yakin bahwa Nyi Danuwati adalah Riana.
__ADS_1
"Salah, jelas mereka bersalah dan aku akan menghancurkan nya." sahut Nyi Danuwati kembali dengan suara lembut mendayu
"Mereka tidak bersalah Nyi." ucap pangeran Segoro berteriak
Mendengar teriakan pangeran Segoro membuat Nyi Danuwati emosi, ia tidak suka bila ada orang lain yang berteriak atau membentak nya. Prinsip Nyi Danuwati hanya ia yang bisa membentak orang lain, sementara orang lain tidak bisa.
"Tutup mulutmu bedebah." sahut Nyi Danuwati
Setelah mengatakan itu, Nyi Danuwati gerak cepat dan menerjang tubuh pangeran Segoro. Pangeran Segoro yang tidak menyadari akan serangan mendadak seketika kalah telak, ia tidak bisa melihat jelas hingga membuat Nyi Danuwati bebas.
Bughh
Satu tendangan bersarang tepat dibagian dada membuat pangeran Segoro tersungkur kebelakang.
"Argghh." pangeran Segoro meringis kesakitan
"Kau masih ingin ikut campur hah." ucap Nyi Danuwati masih dengan suara lembut
"Intinya aku akan menyelamatkan desa meskipun aku harus mati." shaut pangeran Segoro penuh dengan penekanan
Nyi Danuwati hanya tersenyum sinis, ia kembali mengambil ancang ancang kala pangeran Segoro sudah berdiri. Kini mereka saling menyerang satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah.
Bugh
Bughh
Dua kali tendangan pangeran Segoro daratkan ketubuh Nyi Danuwati kala ia sedang lengah, seketika Nyi Danuwati pun tersungkur. Disaat para pengawal istana hutan larangan hendak membantu, Nyi Danuwati segera mengangkat telapak tangan keatas pertanda tidak.
Melihat kode itu seketika para pengawal kembali ketempat nya masing masing untuk menjaga gerbang, sementara Nyi Danuwati langsung bangkit. Kemudian dengan gerakan cepat ia melompat tinggi dan bergulung gulung, tampak pangeran Segoro menatap awas.
Hingga setelah sampai tepat diatas kepala pangeran Segoro, Nyi Danuwati langsung mengarah kebelakang punggung dan.
Bughh
Tendangan keras membuat pangeran Segoro tersungkur dan mengalirkan cairan kental berwarna merah melalui mulut.
__ADS_1
Namun masih tidak menyerah, jiwa pangeran Segoro itu tampak mengeluarkan benda pusaka nya sebagai penguasa lautan. Setiap penguasa tempat yang keramat, mereka memang memiliki benda pusaka sakti sebagai kekuatan kala terdesak.
Sebuah keris ia keluarkan dari warangkanya, warangka dan gagang kris itu terbuat dari emas. Tubuh keris itu berwarna putih bercampur emas sedikit hingga terlihat samar, disaat pangeran Segoro membuka keris itu seketika terpancar cahaya berwarna putih keemasan hingga membuat silau.
Nyi Danuwati hanya diam menyaksikan, ia tidak perlu mengeluarkan apapun karena kekuatan atau benda pusakanya terletak pada mahkota yang tersemat di kepala. Bahkan, selendang miliknya juga memiliki kekuatan walaupun sedikit.
"Serang." ucap pangeran Segoro dengan tetap menggenggam keris itu masih dengan posisi duduk
Seketika keris itu mengeluarkan cahaya lebih silau dari pada yang tadi, hingga orang awam yang melihat mungkin langsung buta seketika.
Bersamaan dengan itu, mahkota milik Nyi Danuwati juga mengeluarkan cahaya putih kemerahan yang sangat menyilaukan mata. Pancaran cahaya itu keluar dari permata yang berada dimahkota Nyi Danuwati, kedua cahaya itu tampak saling menubruk.
Blarrr
Suara nyaring bahkan lebih nyaring daripada petir mengisi kesunyian di istana larangan, jika orang awam yang mendengar mungkin telinga mereka akan mengeluarkan darah segar atau mungkin sudah tidak bisa mendengar.
Bersamaan dengan suara petir yang kencang dan disusul dengan percikan api seperti kembang api diatas langit itu membuat kedua manusia yang sedang bertarung itu tersungkur bersama sama.
Darah segar mengalir deras dari mulut mereka berdua, walaupun begitu pangeran Segoro tetap lebih parah karena Nyi Danuwati memang bukan tandingan nya. Sama halnya dengan Nyi Danu, bukan lawan yang seimbang jika disanding kan dengan mbah Sastro.
Disaat pangeran Segoro masih sibuk dengan kesakitan nya, Nyi Danuwati segera mengambil kesempatan. Ia segera bangkit dan menyerang pangeran Segoro, Nyi Danuwati mengambil selendang miliknya dan mengibaskan nya ke udara.
Seketika selendang berwarna emas itu terbang meliuk liuk seperti ular di udara menuju kearah pangeran Segoro, hingga disaat hampir sampai didepan pangeran Segoro seketika cahaya putih terang tiba tiba muncul entah darimana dan menyambar selendang milik Nyi Danuwati.
Seketika selendang itu terpental jatuh kebawah, cahaya putih itu segera mengangkat jiwa pangeran Segoro dan pergi dari tempat itu.
"Siapa dia." gumam Nyi Danuwati pelan pada diri sendiri
Ia masih terpaku ditempat ia berdiri.
"Aku bisa merasakan energi nya sangat kuat, dia bukan orang sembarangan." ucap nya lagi
Setelah sadar, ia segera mengambil selendang nya dan memakainya. Sebelum masuk kedalam istana, ia membacakan suatu mantra untuk menutup istana ini dari pandangan manusia atau demit.
...****************...
__ADS_1