Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Bekerja Sama


__ADS_3

Sementara diatas bukit paling tinggi dibagian utara, terlihat seorang kakek tua yang menyeramkan sedari tadi resah.


"Kurang ajar, lagi lagi aku tidak bisa menembusnya." ucap pria tua itu


"Bahkan cukup lama aku harus mencari tahu orang orang yang dekat dengannya, setelah aku mendapatkan orang itu justru tidak bisa dilukai." gumam nya


Seketika senyum smirk menyeramkan terpahat di bibirnya.


"Jangan panggil aku Ki Ageng jika tidak bisa memusnahkan kalian hahahaha." ucapnya seraya tertawa mengerikan


Kemudian Ki Ageng pun berdiri, ia pun berjalan keluar rumah.


"Aku harus menemui Nyi Warsih, ia harus membantuku." gumam nya


Yah, Nyi Warsih penunggu hutan keramat. Ki Ageng sudah lama mengabdikan dirinya kepada wanita penunggu hutan keramat itu, sementara Riana bisa dikatakan masih baru.


Riana dan Ki Ageng sama, sama sama anak buah Nyi Warsih. Kekuatan Riana jauh lebih besar dikarenakan ia juga bersemedi meminta kekuatan kepada Nyi Waksita, penunggu sendang.


Ki Ageng pun segera melesat cepat menuju hutan keramat, sesampainya disana. Ia segera duduk bersimpuh, seraya merapalkan suatu ajian untuk memanggil penunggu hutan keramat.


Sebanyak tiga kali ia merapalkan ajian itu hingga tiba tiba, angin berhembus sangat kencang hingga hampir merobohkan pohon pohon yang besar dan tinggi.


Hingga tidak lama kemudian, Ki Ageng bisa melihat dari ujung matanya sepasang kaki yang putih pucat dan mengambang. Segera Ki Ageng mengangkat kepalanya untuk melihat lebih jelas, Ki Ageng dapat melihat penunggu hutan keramat.


Sosok wanita cantik, yang memiliki rambut hitam panjang sepinggang. Kulit yang putih dan halus, hidung yang mancung, sangat sempurna.

__ADS_1


Nyi Warsih memakai mahkota perak, serta kemben dan jarik berwarna senada yaitu hijau.


"Berdiri lah anak buah ku yang paling setia." ucap Nyi Warsih


Ki Ageng pun dengan cepat berdiri, dan tersenyum lebar kearah Nyi Warsih.


"Apa yang kamu inginkan." ucap Nyi Warsih


"Hahahaha ternyata kamu mengetahui pikiran ku Nyi." sahut Ki Ageng seraya tertawa menggelegar


"Aku hanya ingin kamu membantuku Nyi, bantu aku untuk melenyapkan wanita itu. Jika tidak bisa, lenyap kan saja orang orang yang disayangi." ucap Ki Ageng


"Hahahaha." kali ini Nyi Warsih yang tertawa menggelegar


"Melawan wanita saja kau tidak mampu Ki." ucap Nyi Warsih


"Tapi dia sangat sakti Nyi."


"Hmm, siapa kira kira wanita itu."


"Riana, dia bernama Riana Nyi. Dia pun memiliki benda pusaka peninggalan keluarga nya yang sangat sakti, aku tidak bisa menembusnya."


Mendengar nama itu tanpa disadari Ki Ageng ekspresi Nyi Warsih kini berubah, wanita cantik itu terpaku sesaat. Ia ingat betul, Riana wanita yang datang kehutan ini mencarinya untuk meminta kekuatan.


Keris milik Riana masih ada ikatan hubungan antara beberapa penunggu, itu sebabnya Riana hanya datang mencari kekuatan dibeberapa tempat yang masih berhubungan dengan keris miliknya.

__ADS_1


Riana tidak bisa meminta kekuatan ditempat lain, jika itu tidak berhubungan dengan keris miliknya. Dan Nyi Warsih pun tahu itu, itu sebabnya ia bersedia membantu Riana.


Sekarang, Nyi Warsih dihadapkan dengan pilihan sulit. Antara membantu Ki Ageng murid yang sudah lama mengabdi padanya dan paling setia, atau membiarkan Riana.


'Tapi, Riana sangat keras kepala. Ia tidak pernah mengikuti perintahku untuk membuang hatinya yang suci itu, itu yang membuat aku muak.' batin Nyi Warsih


"Aku akan membantu mu, sekarang kau pergi lah. Aku akan membantu, tapi tidak sekarang. Kita tunggu waktu yang pas, kau mengerti." ucap Nyi Warsih


"Mengerti Nyi, tapi siapa yang akan Nyi serang?" tanya Ki Ageng


"Yang pasti bukan wanita itu, karena ia cukup kuat." sahut Nyi Warsih


"Baik Nyi, aku mengerti." ucap Ki Ageng dan pergi dari hutan keramat itu


Tanpa disadari, bahwa sedari tadi sosok Buto Ireng mengawasi mereka dari jauh. Bersamaan perginya Ki Ageng, Buto Ireng pun menghilang.


"Apa yang kau dapatkan?" tanya Riana kala sosok makhluk bertubuh besar muncul di depan nya


"Pria tua itu bekerja sama dengan penunggu hutan keramat, mereka ingin melenyapkanmu Nyi Ratu. Tapi, dari yang aku dengar sepertinya target mereka adalah orang orang yang berada didekat mu Nyi Ratu." sahut Buto Ireng dengan suara ganda


"Sial, Nyi Warsih menghianati ku." ucap Riana geram


Dengan perasaan amarah ia masuk kedalam kamarnya, kemudian ia duduk bersila. Ia berniat untuk melenyapkan Ki Ageng segera, ia muak jika menunggu lagi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2