Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Lipat Bumi


__ADS_3

Sementara itu, masih dihari yang sama namun ditempat yang berbeda. Jauh dari ketenangan desa dan dekat dengan hiruk pikuk kota, di kedalaman beberapa meter dalamnya lautan yang berwarna merah darah tampak pemuda tampan membuka mata secara perlahan. Kini, sesuatu yang melilit lehernya sudah menghilang.


"Akhirnya." gumam Pangeran Segoro seraya tersenyum puas


Matahari yang berada diatas sana tidak mampu menyinari sampai didasar laut, suasana tampak gelap ditambah dengan Pangeran Segoro yang baru membuka mata setelah sebulan tertutup.


Namun tiba tiba saja didalam dasar laut itu muncul sebuah seperti angin membuat air laut meruak ruak seperti air mendidih, tidak lama setelahnya muncul sesosok dengan tubuh yang mirip manusia berbadan besar dan berotot manusia menyebutnya berbadan atletis. Hanya saja, tubuh sosok itu lebih besar dari tubuh manusia yang semestinya.


Rambut yang panjang seluruhnya berwarna putih, serta sebelah tangan memegang sebuah trisula yang besar dan diujung trisula itu mengeluarkan cahaya berwarna api yaitu merah keemasan Pangeran Segoro pun berubah sikap menjadi waspada.


"Ternyata kamu mampu bersemedi selama sebulan penuh." ucap sosok itu


Meskipun Pangeran Segoro terbilang cukup baru sebagai bagian dari laut, namun ia cukup tahu siapa siapa saja penguasa lautan.


"Poseidon." gumam Pangeran Segoro

__ADS_1


Sosok makhluk yang besar itu hanya tersenyum mendengar Pangeran Segoro menyebut namanya, setelah sadar Pangeran Segoro lekas bersujud ditempatnya.


"Maafkan kelancangan hamba Raja Poseidon." ucap Pangeran Segoro


"Tidak masalah."


Seketika Pangeran Segoro mendongak menatap sosok penguasa laut itu, jika diperhatikan lagi ternyata sosok Poseidon berdiri menggunakan ekor naga. Tampak dari pinggang kebawah terdapat ekor naga, selama yang Pangeran Segoro tahu sosok itu memiliki kaki.


'Mungkin ia menjelma.' gumam Pangeran Segoro


"Pergilah, semoga saja kau berhasil menaklukan sosok Ienge Jagad." ucap Poseidon


"Terimakasih Raja Poseidon." sahut Pangeran Segoro seraya bangkit dari duduknya


"Tapi ingat satu hal, sosok Ienge Jagad itu lain daripada yang lain. Meskipun ia penguasa kegelapan, itu karena hatinya sudah mati. Sebab itu, serang dia menggunakan hati." ucap Poseidon ambigu

__ADS_1


Sontak Pangeran Segoro mengernyit kan alis tanda bingung, saking bingungnya alis Pangeran Segoro tampak menyatu. Belum sempat Pangeran Segoro bertanya, sosok Poseidon itu terlebih dahulu berbicara.


"Nanti kau akan mengerti, ingatlah bahwa ikuti kata hatimu." ucap sosok itu yang langsung menghilang dalam satu kedipan mata


Untuk sesaat Pangeran Segoro tertegun dan berdiri mematung, sedetik kemudian ia pun tersadar dan segera berenang hingga ke daratan. Tidak seperti pertama kali, kali ini Pangeran Segoro hanya membutuhkan waktu sedikit untuk sampai ke daratan.


Fiuhhh


Pangeran Segoro menghembuskan nafas kasar kala kakinya sudah menapak diatas tanah yang basah karena terkena cipratan air karena tubuh Pangeran Segoro yang basah.


Tampak kain jarik yang dijadikan tas itu masih tergeletak ditempat semula beserta isinya, ketika dicek semua makanan yang dibawa kini sudah basi dan berbau. Buah buahan yang dibawa pun membusuk hingga mengeluarkan ulat kecil, Pangeran Segoro pun membersihkan kain jarik itu hingga tidak ada satupun makhluk menjijikkan yang tertinggal.


"Hari hampir siang, sebaiknya aku menggunakan ajian lipat bumi saja." gumamnya


Pangeran Segoro pun mulai merapalkan ajian lipat bumi, suatu ajian yang memunculkan jalan pintas agar cepat sampai ke tujuan. Bisa dikatakan jalan goib, karena pastinya jalan itu berada didunia makhluk halus.

__ADS_1


Tidak lama muncul sebuah asap putih yang mengepul tebal, hingga semkain lama membentuk bulat hingga mencapai ukuran manusia dewasa. Pangeran Segoro pun lekas masuk kedalam asap itu, dan benar saja sepanjang jalan hanya dihiasi dengan berbagai macam makhluk menyeramkan.


...****************...


__ADS_2