Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Mantra


__ADS_3

Sementara itu, didalam sebuah istana keraton yang sangat megah yang seluruhnya terbuat dari emas tampak sosok wanita cantik berkemben merah tengah berfikir keras. Itu dapat dilihat dari kerutan didahinya yang terlihat, dengan berjalan mondar mandir ia memikirkan sesuatu.


'Hukuman apalagi yang akan kuberikan.' batin Nyi Danuwati


"Hanya sisa tiga, hmm empat ditambah Ginanjar. Aku harus melenyapkan mereka semua, tapi apa yang harus kulakukan." gumam nya


Tiba tiba muncul sosok wanita yang sama cantiknya dengan Nyi Danuwati, namun sudah berusia tua seperti mbah Sastro. Ia adalah Nyi Danu, Nyi Danu pun menghampiri Nyi Danuwati yang sedari tadi terus berfikir.


"Adakah yang mengganjal dipikiran mu anakku?" tanya Nyi Danu


Nyi Danuwati menoleh sesaat, bukannya menjawab Nyi Danuwati justru menanyakan hal lain.


"Ibu darimana saja?" tanya Nyi Danuwati


"Ibu ada urusan yang harus ibu selesaikan." sahut Nyi Danu

__ADS_1


Berbeda jika diluar istana atau didalam istana dan bertemu makhluk lain Nyi Danu akan memasang wajah dingin dan datar, namun jika dihadapan Nyi Danuwati yang sudah ia anggap anak maka raut wajah Nyi Danu tampak hangat dan selalu tersenyum. Berbeda dengan Nyi Danuwati, jangan ditanyakan lagi. Diluar atau didalam, entah itu orang lain atau ibunya wajahnya tetap saja dingin sedingin es.


"Ibu hukuman apa yang menurutmu pantas kuberikan?" tanya Nyi Danuwati


"Menurutmu?" Nyi Danu justru menanyakan hal yang sama


"Entahlah ibu aku tidak ingin lagi bermain main ini sudah lama, mereka harus mati secepatnya." sahut Nyi Danuwati dengan kilatan amarah dimata nya bahkan Nyi Danu dapat melihat jelas


"Kalau begitu langsung saja habisi mereka." sahut Nyi Danu tenang


"Ibu benar, kalau begitu aku akan mengirim mereka mantra agar mereka kembali kesini." sahut Nyi Danuwati


"Lakukanlah nak, setelah itu kita akan menghancurkan desa ini." ucap Nyi Danu


Mendengar hal itu seketika Nyi Danuwati mendongak menatap Nyi Danu, sekilas bayangan masalalu muncul. Dimana keluarga mereka dulu sangat ramah dan selalu menolong warga, namun balasan warga justru menyakitkan.

__ADS_1


Kini Nyi Danu melihat jelas jika pancaran mata Nyi Danuwati tersirat akan kemarahan yang membara, mata Nyi Danuwati bahkan berubah yang tadinya cokelat kekuningan seperti mata kucing kini berubah total menjadi merah. Itu menandakan jika Nyi Danuwati sangat marah, bahkan ia ingin menghancurkan orang orang itu sekarang.


"Itu pasti ibu, mereka semua harus mati desa itu harus mati." ucap Nyi Danuwati


Melihat sang putri yang terlihat tidak terkendali, Nyi Danu memutuskan untuk pergi. Cara menenangkan Nyi Danuwati adalah kesendirian, maka ia akan mengendalikan dirinya sendiri.


"Arghhhh." teriak Nyi Danuwati menggelegar penuh dengan kemarahan


"Aku akan membunuh mereka semua, tunggu sebentar lagi nikmati saja masa masa hidup kalian." ucap Nyi Danuwati


Ia segera bangkit dan menuju salah satu ruangan yang sangat gelap, entah mengapa bisa gelap dan berbeda dengan ruangan lain. Namun itulah goib, ia segera masuk dan duduk bersila ditengah ruangan.


Kemudian ia memejamkan mata dan dalam pikirannya Nyi Danuwati memikirkan wajah wajah suruhan Ginanjar yang tersisa, setelahnya mulut Nyi Danuwati komat kamit membaca mantra.


Nyi Danuwati membuka mata dan tersenyum, baru kali ini Nyi Danuwati terlihat tersenyum setelah sekian lama.

__ADS_1


"Selesai." gumamnya


__ADS_2