
Sementara dari jarak yang jauh, tepatnya disebuah lautan alam goib. Terlihat mbah Sastro sedang berlatih dengan Damar, mbah Sastro sudah memberikan energi kepada Damar sekarang menyusul kekuatan yang lain.
"Kamu sudah siap le?" tanya mbah Sastro
"Sudah mbah."
"Sekarang duduk lah bersila dan menghadap belakang."
Lekas Damar menuruti perintah mbah Sastro, ia segera duduk dengan bersila dan membelakangi mbah Sastro. Kini, mbah Sastro sudah berada dibelakang punggung Damar.
"Satukan telapak tangan kamu didepan dada." ucap mbah Sastro
Tanpa menjawab, Damar segera mengatupkan kedua tangan didepan dada. Segera mbah Sastro bersiap untuk memberikan seluruh kekuatan nya, pertama mbah Sastro menggosok kedua telapak tangan nya hingga mengeluarkan cahaya putih.
Kemudian, dengan hentakan kuat mbah Sastro menepuk punggung Damar dan menempelkan kedua telapak tangan nya sejenak untuk mengalirkan kekuatan. Semenit kemudian, seluruh tubuh Damar menegang kala merasakan seperti terkena setrum.
Dan detik kemudian tubuhnya menggelinjang hebat, tampak jelas di wajah Damar jika ia berusaha kuat. Hingga getaran tinggi itu berhenti, namun baru saja Damar menghela nafas lega kini ia merasakan hawa panas menjalari tubuhnya.
Saking panasnya bahkan wajah Damar sudah memerah seperti kepiting rebus, tampak kedua telapak tangan Damar mengepal kuat hingga menonjolkan urat urat kehijauan untuk menahan panas. Hingga semenit kemudian, hawa panas itu telah berganti dengan hawa yang sangat dingin sedingin es dikutub.
Bahkan Damar sampai menggigil hebat, seluruh tubuhnya seperti kaku tidak bisa digerakkan. Ia merasa dirinya sudah seperti mayat, hingga teriakan Damar mengakhiri bersamaan dengan mbah Sastro melepaskan tangannya.
"Sudah selesai, tapi kamu harus berlatih terus." ucap mbah Sastro
__ADS_1
"Njih mbah." sahut Damar
"Karena kamu sudah menjadi penerus mbah, dan sekarang kamu sudah memimpin istana lautan Segoro maka kamu harus berganti nama." ucap mbah Sastro
"Ganti nama." desis Damar
"Benar, mulai sekarang kamu adalah pangeran Segoro pemimpin laut Segoro." ucap mbah Sastro dengan raut wajah serius
"Baik mbah, saya terima." sahut Damar lugas
"Bagus le, nanti malam kita akan adakan peresmian."
Tampak raut wajah Damar berfikir keras seperti ingin bertanya namun ragu, mbah Sastro yang menyadari hal itu seketika menanyakan keinginan Damar.
"Siapakah sosok yang akan menghancurkan desa?" tanya Damar
"Ienge Jagad." ucap mbah Sastro
"Ienge Jagad." beo Damar
"Iyo le, Ienge Jagad merupakan sosok kegelapan yang sangat hitam pekat di seluruh wilayah hutan. Sosok ini dipenuhi oleh dendam, kebencian, amarah. Hingga hal itu menghilangkan sisi kemanusiaan nya dan hanya menyisakan sisi setan yang sangat kejam. Ia penguasa di seluruh hutan yang terkenal angker, ia adalah sosok manusia yang kehilangan jati diri." ucap mbah Sastro
"Penguasa di seluruh hutan yang terkenal angker mbah? Berarti ia sangat kuat sekali, mengingat hutan seperti itu tidak hanya satu atau dua." sahut Damar alias pangeran Segoro
__ADS_1
Namun mbah Sastro tidak menjawab, ia hanya menatap Damar dengan tatapan teduh.
"Siapakah sosok Ienge Jagad itu mbah?" tanya Damar penasaran
"Ratu Nyi Danuwati." sahut mbah Sastro
Hening, Damar tidak lagi menjawab atau bertanya. Tiba tiba saja saat mendengar nama itu ia merasakan dadanya berdebar kencang, padahal ia sama sekali tidak mengenal Nyi Danuwati.
Sementara mbah Sastro sendiri langsung pergi meninggalkan Damar, karena perasaan mbah Sastro tampak gelisah. pria sepuh itu lekas memasuki kamarnya yang sangat lebar yang seluruhnya terbuat dari emas, kemudian ia mencoba untuk menerawang.
Mbah Sastro segera duduk bersila dan memejamkan mata, mulutnya tampak membaca mantra.
Adpada bajra adguna ayapi
Bahning pradip baku
balbag bala sewu
bamba bijig
Setelah meraplkan mantra itu, tampak dalam penglihatan mbah Sastro melihat orang kepercayaan nya dulu sedang bertarung dengan Nyi Danuwati dan mengalami kekalahan. Sukma mbah Bayan dikurung oleh Nyi Danuwati disebuah sel, kemudian mbah Sastro beralih ke desa dimana raga mbah Bayan tampak memperihatinkan.
Segera mbah Sastro membuka mata dan menghembuskan nafas dalam, ia tampak berfikir keras bagaimana cara membebaskan sukma mbah Bayan. Ia segera berdiri untuk mempersiapkan acara peresmian untuk pangeran Segoro, setelah itu ia akan berusaha membebaskan sukma yang terkurung.
__ADS_1
...****************...