
Hingga pagi hari kembali menyapa, suara ayam berkokok saling bersahutan dengan suara riuh kicauan burung yang bertengger diatas dahan pohon. Tampak mbah Sastro duduk santai diatas dipan bambu yang berada diluar tepatnya dibawah pohon jambu, seraya menikmati kopi dan pemandangan warga desa yang sibuk dengan urusan masing masing.
Tidak lama muncul Kemal, kedatangan nya yang tergopoh gopoh membuat mbah Sastro mengernyitkan alis bingung. Bahkan peluh sudah membanjiri seluruh tubuhnya, padahal hari masih pagi yang notabene nya pasti dingin karena terletak dibawah kaki gunung.
"Ono opo?" tanya mbah Sastro
"A..anu mbah, mang Kurdi demam tinggi." ucap Kemal
"Kenapa bisa, sampeyan tahu darimana?"
"Tidak tahu mbah, tadi saya disuruh Pangeran Segoro mengecek kebun milik mendiang pak lurah. Secara langsung pasti melewati rumah mang Kurdi toh, terus saya lihat obor depan rumahnya masih menyala.
Yasudah saya berniat untuk memanggil mang Kurdi saja, karena tidak biasanya mang Kurdi masih dirumah. Saya sudah mengetuk pintu berkali kali namun tidak dibuka, saya iseng buka pintunya mbah malah beneran kebuka tidak dikunci.
Saya masuk kedalam mbah meskipun saya tahu itu tidak sopan, terus saya mendengar suara orang menggigil. Pas saya cek ternyata itu mang Kurdi, yowes saya lansung kesini." ucap Kemal menjelaskan segera rinci
"Opo mungkin Kurdi bertemu dengan wanita itu?" tanya mbah Sastro tepatnya pertanyaan untuk dirinya sendiri
Sedang asik berbicara sampai mereka tidak sadar akan kehadiran Pangeran Segoro, Pangeran Segoro sendiri sedari tadi sedang berkutat didapur untuk memasak.
"Lagi bahas opo?" tanya Pangeran Segoro tiba tiba hingga mengagetkan mereka berdua
__ADS_1
"Itu, mang Kurdi demam tinggi." sahut Kemal mengulangi lagi ucapannya
"Kenapa bisa?" tanya Pangeran Segoro yang membuat Kemal menghembuskan nafas kesal
Kemal kemudian kembali mengulangi ceritanya persis seperti yang ia ceritakan pada mbah Sastro, kini perhatian Pangeran Segoro beralih pada mbah Sastro setelah mendengar cerita Kemal.
"Sudah sudah, sebaiknya kita sarapan dulu saja setelah itu kita menjenguk Kurdi." ucap mbah Sastro yang risih ditatap sebegitu rupa oleh Pangeran Segoro
Mereka pun mengangguk setuju, mereka kemudian masuk kedalam rumah Pangeran Segoro untuk sarapan bersama.
...----------------...
"Kira kira mang Kurdi kenapa yo?" tanya Kemal
"Kemungkinan mang Kurdi juga bertemu dengan mereka semalam, dan mungkin saja mang Kurdi terlalu syok atau ketakutan yang berlebihan dan menyebabkan mang Kurdi demam." sahut Pangeran Segoro yang dibalas anggukan oleh mbah Sastro
"Apakah mereka itu tidak menyakiti mang Kurdi?" tanya Kemal lagi
"Kurasa tidak." sahut Pangeran Segoro
Hingga mereka kini tiba didepan sebuah rumah yang bisa dikatakan kecil, obor nya bahkan masih menyala karena Kemal tidak berfikir sampai kesana.
__ADS_1
Pangeran Segoro kemudian beranjak dan mematikan api obor itu, setelahnya mereka mengetuk pintu rumah mang Kurdi.
Tok tok tok
"Kulo nuwun." ucap Pangeran Segoro kemudian membuka pintu karena mang Kurdi tidak akan bisa membuka pintu
Mereka bertiga kemudian segera memasuki rumah mang Kurdi, dan benar saja. Mereka langsung mendengar suara rintihan, mereka kemudian memutuskan untuk masuk kedalam kamar mang Kurdi.
"Herghh herghh." tampak mang Kurdi menggigil sampai giginya saling bergemelutuk
"Apa sampeyan masih bisa mendengar kami?" tanya mbah Sastro
Mang Kurdi hanya bisa mengangguk lemah, kini mbah Sastro menatap Kemal dan Pangeran Segoro bergantian.
"Sepertinya sampeyan saja yang kembali kerumah dengan menggunakan ajian agar lebih cepat, sepertinya Kurdi belum makan. Bawakan makanan, dan jangan lupakan bawa air yang berada didalam kamar mbah yang ada didalam gentong." ucap mbah Sastro yang tertuju pada Pangeran Segoro
"Njih mbah." sahut Pangeran Segoro
Pangeran Segoro pun keluar dari rumah mang Kurdi, dan setelah memastikan tidak ada siapa siapa. Pangeran Segoro segera membaca suatu ajian seperti biasa, tidak lama muncul asap putih dan Pangeran Segoro segera memasuki asap itu.
Sementara didalam rumah, mbah Sastro mencoba untuk bertanya kepada mang Kurdi. Mengapa pria paruh baya itu bisa terkena demam tinggi, jika ulah kedua wanita itu tidak mungkin.
__ADS_1
"Sebenernya sampeyan kenapa?" tanya mbah Sastro
...****************...