
"Sebaiknya mbah pulang saja, biar kami saja yang menjaga mayat Yayan dan Mamat." ucap Pangeran Segoro setelah Kemal dan Pangeran Segoro sampai di balai desa
Mbah Sastro masih memperhatikan wajah Pangeran Segoro dengan lekat, tampak matanya sedikit membengkak setelah menangis tadi. Sementara Pangeran Segoro berusaha untuk menutupi kegundahan hatinya dengan tersenyum, meskipun ia tahu itu percuma karena mbah Sastro tidak bisa dibohongi.
"Baiklah." sahut mbah Sastro setelah menghela nafas sejenak
Mbah Sastro dan mbah Bayan dan beberapa warga yang tampak sepuh pun pamit undur diri, kini tinggal yang muda muda seperti Pangeran Segoro dan Kemal dan pria paruh baya yang lain.
"Sebaiknya kita berganti ganti saja, sebagian tidur sebagian lagi berjaga. Ini masih tengah malam, dan pagi masih lama muncul." ucap Pangeran Segoro
Mereka kemudian membagi kelompok, setelahnya beberapa ada yang tidur dan ada yang berjaga. Sedangkan Pangeran Segoro dan Kemal sendiri, mereka memilih untuk berjaga sampai pagi.
Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 02:10 WIB, tampak mereka yang sedang berjaga gelisah dan tidak tenang. Pasalnya, mereka mencium aroma busuk yang sangat menyengat.
"Iki bau opo yo? Sampeyan buang angin yo." ucap Panjul kepada salah satu warga yang berada disamping nya
"Enak saja menuduh orang sembarangan, aku tidak ada buang angin yo." sahut salah satu warga itu tidak terima
"Lah terus, ini bau apa?" tanya Panjul seraya mengendus endus aroma busuk
__ADS_1
"Baunya berasal dari kedua mayat itu." ucap Pangeran Segoro yang masih tenang bahkan masih berada diposisi nya duduk sedia kala tidak bergerak sedikitpun
Beberapa warga yang masih berjaga melongo mendengar ucapan Pangeran Segoro, bagaimana bisa? Tapi mungkin saja mengingat kedua mayat itu sudah tewas semalam, hanya saja Pangeran Segoro menemukan nya sekarang.
"Bagaimana bisa? Memangnya sudah berapa hari mereka tewas?" tanya Panjul
"Satu hari." sahut Pangeran Segoro singkat
"Mosok sudah bau menyengat begini, seperti sudah berhari hari." ucap Panjul
Mereka semua terheran heran melihat mayat yang sudah mengeluarkan aroma anyir busuk, bahkan kedua mayat itu sudah dikerubungi oleh hewan hewan yang berterbangan.
"Bagaimana caranya bisa tidur jika bau seperti ini."
Setelah beberapa menit akhirnya mereka tenang, tidak ada lagi suara suara heboh. Mereka semua berusaha menahan aroma busuk itu, namun tidak lama mereka kembali membelalak terkejut.
Tampak mereka yang memandang lurus keluar balai desa terkesiap, mereka melihat seseorang berjalan dengan sangat cepat. Mereka tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas karena mereka berada didalam balai desa, mereka hanya melihat dari samping.
"Siapa itu tadi?" mereka semua bertanya tanya
__ADS_1
"Bapak bapak, kalian tunggu saja disini. Biar saya dan Kemal yang mengecek, semoga saja bukan masalah serius." ucap Pangeran Segoro yang sudah berdiri disusul dengan Kemal
"Saya juga ikut." ucap Panjul yang langsung berdiri
"Baiklah ayo."
Mereka bertiga pun segera mengejar seseorang tadi dengan langkah cepat, mereka tidak mau jika kehilangan jejak.
"Kenapa jalannya begitu cepat." ucap Panjul
"Sepertinya dia dalam kendali demit." sahut Pangeran Segoro yang membuat Panjul dan Kemal ketar ketir
"Loh loh, dia kemana kok tidak ada." ucap Kemal
"Jangan jangan dia bukan manusia?" tanya Panjul seraya bergidik ngeri
"Sebaiknya kita cari saja pelan pelan, kita ikuti saja jalan ini." sahut Pangeran Segoro mengintrupsi
...****************...
__ADS_1