Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Mencabut Ilmu Nyi Warsih


__ADS_3

Dikediaman Nyi Danuwati, lebih tepatnya di istana goib hutan larangan. Mungkin jika warga mencari hutan larangan mereka akan menemukan hutan itu jauh diatas bukit desa Ketang, tapi jika mereka mencari istana mungkin tidak akan pernah ketemu kecuali jika orang itu memiliki kemampuan khusus atau yang dipilih oleh Nyi Danuwati.


Tampak dua wanita cantik sedang membicarakan hal penting, terlihat dari wajah Nyi Danu yang terkadang tegang.


"Aku ingin bersemedi untuk mendapatkan ilmu rawa rontek dan teluh gending kapaten ibu." ucap Nyi Danuwati


"Kamu sudah gila Danuwati, ilmu itu bahaya. Jangankan manusia, demit saja tidak sanggup menguasai ilmu itu. Jika kamu gagal, kamu bisa mati Danuwati." sahut Nyi Danu dengan wajah tegang


"Aku berjanji tidak akan terluka ibu, percayalah padaku." ucap Nyi Danuwati meyakinkan


Tampak Nyi Danu menoleh ke lain arah dan menghela nafas dalam serta berbagai pikiran berkecamuk.


"Bagaimana dengan Nyi Warsih, apa kau akan menjadikan ia tawanan selamanya." ucap Nyi Danu yang masih menoleh ke lain arah


"Aku akan menghabisi nya sekarang juga." ucap Nyi Danuwati yang mampu membuat Nyi Danu menatapnya


"Terserah kau saja, ingat ini baik baik ibu tidak mau terjadi sesuatu padamu." ucap Nyi Danu menyerah


Nyi Danuwati sangat keras kepala dan Nyi Danu tahu hal itu, itu sebabnya dia pasrah apapun keputusan Nyi Danuwati sebab melarang pun tidak ada gunanya.


"Njih matur suwun ibu." sahut Nyi Danuwati datar


Ia pun segera berjalan namun tidak menapak lantai menuju ruangan sel tempat dimana Nyi Warsih ditahan, entah darimana datangnya tiba tiba pengawal Nyi Danuwati muncul dan mengawal ratu mereka.

__ADS_1


Wushhhh


Hanya suara angin yang menandakan kedatangan mereka, tidak ada bunyi sepatu atau tapak kaki yang terdengar hanya ada angin.


Nyi Warsih yang memang sedari tadi berdiri didepan besi sel seketika pucat kala melihat Nyi Danuwati, bahkan mungkin Nyi Warsih bisa merasakan ini terakhir kali ia bernafas.


"Buka sel nya dan bawa wanita itu dihadapan ku." ucap Nyi Danuwati suaranya menggema memenuhi ruangan sel itu meskipun hanya sebuah ruangan untuk menahan musuhnya tetap saja ruangan itu sangat besar.


Beberapa algojo nya seketika menjalankan perintah sang ratu hutan larangan, mereka membuka sel dan segera menarik Nyi Warsih menghadap ratu mereka.


"A...apa yang ingin ka...kau lakukan, bunuh saja aku, bunuh aku." ucap Nyi Warsih meraung


"Memang itu yang ingin kulakukan." sahut Nyi Danuwati meskipun dengan wajah datar tanpa ekspresi tetap saja sorot matanya mengerikan


Nyi Warsih terpaku sekian detik, meskipun ia meminta hal itu tetap saja didalam hatinya ada ketakutan.


"Tolong ampuni aku." ucap Nyi Warsih yang seketika langsung berlutut dan mengatupkan kedua tangan diatas


Itu tidak berlaku bagi Nyi Danuwati yang sudah menyatu dengan kegelapan, ia sama sekali tidak tersentuh bahkan jika melihat pembunuhan sekalipun didepan nya.


"Tegakkan tubuhnya dan tahan." ucap Nyi Danuwati


Dua dari sepuluh algojo itu menuruti perintah Nyi Danuwati, dua dari algojo itu menarik tubuh Nyi Warsih dan membuatnya berdiri tegak kemudian mereka menahannya.

__ADS_1


Nyi Danuwati kemudian mendekat dan memegang dada Nyi Warsih dengan telapak tangannya yang terbuka, ia berniat mencabut kekuatan Nyi Warsih seperti Ki Ageng. Bedanya Ki Ageng adalah manusia sedangkan Nyi Warsih demit, itu sebabnya prosesnya berbeda dan lebih mudah mencabut kekuatan Nyi Warsih.


"Arghhh." teriakan Nyi Warsih menggema memenuhi isi ruangan itu


Bahkan tubuhnya menggelinjang hebat membuat dua algojo itu kewalahan menahan, hingga mereka menambah dua algojo lagi.


"Argghh sa...kit."


Perlahan tapi pasti asap hitam keluar dari dada Nyi Warsih secara perlahan dan masuk kedalam telapak tangan Nyi Danuwati seolah ada magnet yang menyerap.


Hingga mungkin hampir setengah jam mereka melakukan hal itu hingga tubuh Nyi Warsih terkulai lemas namun tidak pingsan, Nyi Danuwati kemudian komat kamit membaca mantra tanpa bersuara dan menghembuskan nafas.


Anehnya, nafas itu berubah menjadi asap hitam yang sangat pekat dan masuk kedalam tubuh Nyi Warsih melalui rongga hidung.


"Itu yang kau lakukan kepada mbok Sri, sekarang rasakan gimana rasanya." ucap Nyi Danuwati dingin


Setelah asap hitam itu masuk kedalam tubuh Nyi Warsih sejenak ia menunduk, hingga tiba tiba Nyi Warsih mengangkat kepalanya menatap Nyi Danuwati.


Kemudian satu tangan Nyi Warsih mengambil tusuk konde yang tersemat di kepalanya, tanpa menunggu lama dan berfikir dua kali Nyi Warsih menusuk kan tusuk konde itu tepat di dadanya persis seperti Nyi Warsih yang menusuk Nyi Danuwati dulu.


Hingga setelah beberapa detik, tubuh Nyi Warsih bergetar hebat kemudian hancur berkeping keping bagaikan pecahan kaca. Tubuh itu seketika hancur menjadi asap dan melebur menjadi satu kemudian hilang, Nyi Danuwati hanya tersenyum menyaksikan hal itu.


"Aku sudah membalaskan dendam mu mbok, kini tinggal sedikit lagi agar aku bisa membalaskan dendam keluarga ku." ucap Nyi Danuwati dengan pandangan sayu dan sedih

__ADS_1


"Ah tidak, aku juga harus menghancurkan desa itu karena warganya sangatlah munafik dan serakah." ucapnya lagi yang hanya dalam hitungan detik ekspresi wajahnya berubah menjadi jahat


...****************...


__ADS_2