
POV AUTHOR
Setelah memberikan tatapan yang penuh mengintimidasi kepada Purwo, Ki Geni kemudian menghembuskan nafas dalam dan melirik kearah Purwo.
Ia kemudian mengatakan apa tujuan dan hubungan juragan Karno yang tidak lain adalah bapak Purwo sendiri untuk mendatangi tempat ini, ia kemudian menceritakan semua.
"Saya sebenarnya tidak mengenal Karno, hanya saja waktu itu ia sempat datang kesini bersama seorang pria bertubuh tinggi, tegap, dan kekar. Mereka meminta agar saya mencelakai keluarga orang yang saya juga tidak tau siapa, saya sudah mencoba untuk mencelakai mereka." ucap Ki Geni terhenti sesaat ia menghembuskan nafas panjang kemudian lanjut bercerita
"Namun saya tidak sanggup sebab keluarga mereka memiliki sebuah keris yang sangat sakti, saya tidak tau bagaimana keris itu bisa berada ditangan mereka. Konon, banyak yang memperebutkan keris itu. Siapa pun yang mendapatkan keris itu akan memiliki kekuatan dahsyat, hanya saja mereka harus benar benar hitam dalam arti mereka harus melepas nurani mereka." ucap Ki Geni lagi
"Lalu." desis Purwo kebingungan
"Saya tidak sanggup jadi saya menyuruh mereka untuk pergi keatas bukit yang paling tinggi yang berada di selatan, disana ada seorang dukun yang paling sakti bahkan saking saktinya ia menjadi kaki tangan penunggu hutan di selatan sana." ucap Ki Geni
Seketika Purwo yang mendengar itu langsung tersentak, ia terkejut mendengar bahwa bapaknya berurusan dengan dukun. Memang juragan Karno tidak akan segan segan menghabisi orang yang dianggap benalu, sifatnya sama persis dengan Purwo.
Namun, jika berurusan dengan dukun Purwo sedikit tidak percaya. Bahkan, dulu bapaknya tidak percaya dengan hal hal seperti itu.
"Lalu waktu beberapa hari yang lalu bapak bilang ingin kesini, untuk apa Ki?" sahut Purwo bertanya
"Karno mengatakan bahwa anak buah nya satu per satu mati, dia merasa ada yang tidak beres. Jadi ia datang kesini untuk menanyakan hal itu, namun sayang nya saya tidak bisa melihat. Karna sosok itu adalah orang yang sama yang ingin Karno celakai, ia memiliki keris itu." ucap Ki Geni
"Lalu siapa laki laki yang ikut bersama bapak, apa hubungannya dengan keluarga itu?" tanya Purwo lagi
__ADS_1
"Sudah saya bilang saya tidak tau, dia memakai penutup wajah disaat saya ingin menerawang ia sudah lebih dulu dilindungi oleh dukun itu." ucap Ki Geni dengan melotot
"Siapa dukun itu." ucap Purwo
"Dia adalah Ki Ageng, calon penguasa dihutan selatan sana."
"Lalu siapa keluarga yang ingin dicelaki bapak?" tanya Purwo
Blarrrrrr
Belum sempat Ki Geni menjawab, petir sudah lebih dulu menggelegar membuat penghuni rumah ataupun diluar tersentak kaget.
Purwo yang mengingat anak buah nya seketika langsung keluar, kilat menyambar dimana mana cuaca juga sudah mulai gelap.
Seketika Purwo diam sejenak, ia tampak berfikir kemudian mengangguk setuju.
"Baiklah." sahut Purwo
Sementara ditempat lain, lebih tepatnya di sebuah kamar tampak Riana membuka matanya. Tidak ada kata apapun yang terucap, bahkan tidak ada ekspresi sama sekali yang ditampilkan wajahnya. Hanya mata yang tajam, dan memiliki sebuah arti.
Sementara ditempat Purwo setelah berpamitan mereka pun lekas pergi dari area gubuk itu dengan menunggangi kudanya, tampak ditengah hutan cuaca sudah sangat tampak gelap.
Dikarenakan memang matahari tidak dapat masuk karna pohon dan semak yang sangat rimbun, ditambah cuaca yang sangat mendung.
__ADS_1
Mereka yang melihat keadaan sekitar yang tampak gelap tiba tiba saja merinding, ada ketakutan yang lagi lagi menyergap diri mereka.
"Gelap banget iki kang, semoga saja tidak ada hantu." ucap Naryo yang selalu tidak bisa menjaga mulutnya
"Huss mulut mu iki loh Yo." sentak Harjo
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka semua memang ketakutan, dan berharap apa yang dikatakan Naryo benar bahwa tidak ada hantu.
Namun sepertinya alam tidak ingin mendengar mereka, tiba tiba saja sebuah bayangan putih melesat kearah mereka.
Wushhhh
"Kiiikkkk." Kuda mereka bersuara secara bersamaan dan melompat tinggi untung mereka semua dengan sigap mampu menjinakkan kuda mereka, jika tidak mungkin mereka bernasib sama dengan juragan Karno.
"Tuh kan kang, baru saja diomongin hantu nya sudah nongol." ucap Naryo
Tidak ada yang menjawab ocehan Naryo, semua tampak dinas dengan mata awas ke segala penjuru. Namun, dari arah belakang mereka ada sesosok nenek tua dengan wajah yang sangat menyeramkan.
"Arghhh." ucap Harjo berteriak kala sedang memperhatikan sekitar manik matanya menangkap sesosok nenek tua dengan wajah menyeramkan
Seketika ia menarik tali kekang kudanya dengan kencang, mereka yang melihat lekas mengikuti Harjo.
****************
__ADS_1