Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Pertarungan Melawan Riana


__ADS_3

Setelah puas meluapkan semua kemarahan dan kesedihannya, ia segera pergi melesat menuju hutan keramat. Hanya berselang beberapa menit saja ia sudah sampai, disana terlihat Ki Ageng dan Ginanjar.


"Ternyata kalian semua ada disini, kenapa? Takut?" ucap Riana seraya mengangkat satu sudut bibirnya keatas hingga seperti tersenyum sinis


"Tidak usah banyak omong kowe!" sentak Ki Ageng


Namun Riana tidak menanggapi, ia hanya tersenyum semakin mengerikan. Tidak ingin membuang waktu, ia segera melompat tinggi dan menerjang tubuh Ki Ageng dan Ginanjar secara bersamaan.


Bughhh


Bughhh


Ginanjar dan Ki Ageng yang belum siap dan tidak menyadari serangan dadakan seketika tersungkur kebelakang, Riana hanya memandang mereka dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Karena terlalu fokus dengan kedua orang yang sedang tersungkur, Riana tidak menyadari bahwa Nyi Warsih diam diam mendekati Riana. Dikarenakan memang Nyi Warsih adalah demit, itu sebabnya tidak terdengar pergerakan apapun.


Dengan setengah melayang ia mendekati Riana, hingga setelah sedikit dekat ia lekas diam diam mengambil keris milik Riana yang berada dibelakang punggung.


Merasa ada yang menyentuh punggung nya membuat Riana berbalik, tepat setelah Nyi Warsih berhasil meraih keris itu.


"Kauu.." ucap Riana tidak mampu melanjutkan perkataan nya


Nyi Warsih hanya diam kemudian menghilang, Riana hanya mampu menatapnya dengan tatapan nanar.


"Arghhh dasar pengkhianat." ucap Riana berteriak

__ADS_1


"Hahahaha." Ki Ageng tertawa menggelegar


"Diam kau kakek tua." ucap Riana


Riana kemudian kembali melompat hingga semakin lama semakin tinggi, kemudian ia mendekat kearah Ki Ageng dengan tubuh bergulung gulung diatas.


Ki Ageng hanya menatap awas karena ia tidak bisa melihat jelas, karena Riana bergulung gulung dengan sangat cepat hingga hanya meninggalkan angin.


Setelah tepat berada diatas kepala Ki Ageng, ia segera menendang tubuh Ki Ageng hingga kembali terjungkal hingga menabrak pohon. Kemudian ia berjalan mendekat kearah Ginanjar, sementara Ginanjar yang panik mencari sesuatu untuk melawan Riana.


Manik matanya menemukan sebuah kayu sebesar betis orang dewasa, segera Ginanjar meraih kayu itu dan melemparkan nya kearah Riana. Secepat kilat tangan mulus milik Riana menangkap kayu itu, dan membuang nya ke sembarang arah.


Ki Ageng yang melihat Ginanjar tengah terdesak, ia segera bangkit dan duduk bersila. Ia kemudian memanggil demit kesayangan Nyi Warsih yang sangat tinggi, yaitu Banaspati.


"Dasar pecundang." ucap Riana berseru


"Serang wanita itu." ucap Ki Ageng


Seketika semua sosok yang berada disana kini mendekat kearah Riana yang masih tidak menunjukkan ketakutan apalagi kekalahan, para jin yang lain kini tengah menahan tubuh Riana.


Sementara Banaspati kini sudah siap melayangkan serangan nya, ia kemudian membuka mulutnya lebar lebar. Segera setelah ia membuka mulut, bola bola api seketika keluar.


Tiba tiba sosok Buto Ireng datang dan menjauhkan para jin itu dari Riana, setelah terlepas segera Riana berlari kesamping untuk menghindar.


Seketika serangan Banaspati melesat dan menyambar pepohonan, sementara Buto Ireng hanya dengan sekali kibasan tangan seketika para jin menghilang. Kini hanya tersisa Banaspati, segera Buto Ireng menyerang Banaspati itu.

__ADS_1


Sedangkan Riana kini fokus menyerang para bedebah, tampak Ki Ageng gelagapan. Riana segera berlari dengan kecepatan tinggi menuju kearah Ki Ageng, setelah jarak mereka hampir dekat segera Riana melompat tinggi kesalah satu pohon.


Kemudian Riana segera melompat kembali dari pohon yang diinjak ke pohon yang lain, Ki Ageng dan Ginanjar yang menyaksikan itu hanya bisa ternganga. Lekas Riana menggunakan kesempatan itu, ia segera menukik cepat dan.


Bughh


Bughhh


Riana menendang tepat dibagian dada Ki Ageng dan Ginanjar hingga mereka terjungkal, Ki Ageng yang sudah tua seketika mendapat serangan itu segera darah segar keluar dari mulutnya. Sementara Ginanjar, ia tersungkur dibalik semak semak.


Riana berjalan kearah Ki Ageng dan mencekik lehernya, hingga tubuh Ki Ageng terangkat keatas. Tampak mulut Ki Ageng mangap mangap mencari oksigen, tepat disaat ia hampir kehabisan nafas Nyi Warsih segera melesat dan menusuk dada Riana dengan benda pusaka nya yaitu tusuk konde.


"Arghhh." Riana berteriak kala merasakan panas dan perih di dadanya


Pegangan dileher Ki Ageng seketika terlepas, segera Ki Ageng meraup oksigen dengan begitu rakusnya.


"Kau sudah kelewatan batas Nyi." ucap Riana dengan pancaran mata sirat akan kemarahan


"Aku bersumpah, aku bersumpah akan membuat kalian semua hancur dan menderita." ucap Riana


Nyi Warsih seketika menghilang, begitu juga dengan Ki Ageng yang lekas membopong tubuh Ginanjar dan melesat pergi. Kini hanya tinggal Riana yang merasakan perih, tubuhnya bahkan menggigil.


"Arghh." ucapnya meringis seraya memegang dadanya yang mengeluarkan banyak darah


Hingga pandangan nya semakin buram dan semakin gelap, ia pun pingsan. Tidak beberapa lama, muncul Buto Ireng yang tiba tiba menghilang. Lekas ia menyambar tubuh Riana, dan membawa nya pergi.

__ADS_1


__ADS_2