Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Jiwa Jiwa Sesat


__ADS_3

Hingga malam harinya, desa Ketang masih terasa sunyi bagaikan desa mati. Semua pintu maupun jendela rumah warga tampak tertutup rapat, bahkan sangat rapat hingga tidak meninggalkan celah sedikitpun.


Hanya ada penerangan obor yang berada didepan rumah warga, itupun tidak semua warga yang menyalakan obor didepan rumahnya.


Lolongan hewan sejenis serigala mengaum dari dalam arah hutan, bunyi jangkrik dan burung hantu saling bersahutan di pemukiman warga membuat suasana semakin mencekam.


"Kamu kenapa le?" tanya mbah Sastro kala melihat Pangeran Segoro masih berdiri melamun didepan jendela


"Tidak mbah, aku hanya merasa bahwa Nyi Danuwati sedang melakukan sesuatu yang akan membahayakan nyawa warga desa." sahut Pangeran Segoro masih menatap hamparan kegelapan diluar sana melalui jendela yang dibuka lebar


"Ingat Gusti Allah le, tetaplah berserah padanya walau apapun yang terjadi. Kamu jangan takut, apapun yang terjadi nanti jangan menyerah." ucap mbah Sastro memberi wejangan


"Njih mbah."


"Sudah jangan dipikirkan, sebaiknya kita tidur saja."


Tanpa menjawab, Pangeran Segoro lekas mengikuti perkataan mbah Sastro. Ia segera menutup jendela dan menguncinya, kemudian mereka beranjak kekamar masing masing.


"Ahhh rumit sekali." gumam Pangeran Segoro setelah merebahkan tubuhnya diatas kasur


Matanya tampak tidak bisa terpejam, pikiranya masih bersikeras untuk memikirkan apa yang akan terjadi. Walaupun akhir akhir ini desa tampak tenang, namun Pangeran Segoro percaya bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

__ADS_1


Bagaikan sungai yang mengalir dengan tenang, namun menghanyutkan.


...****************...


Sementara dialam goib, disebuah istana yang besar dan megah yang dijaga oleh ratusan bahkan ribuan prajurit. Tampak Nyi Danuwati ingin melakukan sesuatu sebelum ia melaksanakan semedi untuk mendapatkan. ilmu rawa rontek dan tulah gending kapaten.


Ilmu rawa rontek adalah ilmu sakti yang tidak semua dukun maupun demit yang mampu mendapatkan ilmu itu, ilmu yang tidak akan membuat seseorang yang memiliki ilmu itu mati dengan mudah.


Gending kapaten sebuah tulah yang mampu melenyapkan satu desa, tampak Nyi Danuwati sangat berambisi untuk memiliki semua ilmu itu.


Jika digabungkan maka Nyi Danuwati harus bertapa selama sebulan bahkan lebih, sebelum melaksanakan semua itu ia ingin membebaskan sukma Ki Ageng untuk menakuti Ginanjar beserta anak buahnya yang tersisa.


Mulut Nyi Danuwati terlihat komat kamit membaca ajian mantra tanpa bersuara, hingga kabut hitam muncul dihadapan nya. Tanpa menunggu lama, ia segera masuk dan menembus kedalam kabut itu.


Hingga tiba tiba ia sudah berada disebuah tempat yang sangat panas seperti padang gurun, masih dialam goib. Tidak ada satupun tanaman yang tumbuh, hanya ada hamparan tanah yang kering.


Didepan sana terlihat Ki Ageng beserta jiwa jiwa yang lain yang selama hidup telah menyekutukan Tuhan, bahkan dengan teganya mereka mengabadikan diri kepada makhluk gaib dengan harapan mereka tidak akan bisa mati.


Banyak orang orang yang datang ketempat yang dikeramat kan hanya untuk meminta umur yang panjang, sampai mereka lupa jika yang Maha Kuasa jauh diatas makhluk goib.


Tampak jiwa jiwa sesat itu kerja rodi tanpa ada sedikitpun kata istirahat, mereka dijaga ketat oleh sosok dengan pakaian berwarna hitam namun bukan prajurit istana hutan larangan.

__ADS_1


Tampak sosok yang berpakaian prajurit itu tidak segan untuk menyiksa jiwa jiwa mereka yang berhenti sejenak karena letih, bahkan tangan dan kaki mereka tampak berdarah darah namun tetap dipaksa bekerja.


Nyi Danuwati berjalan anggun menghampiri mereka, anehnya Nyi Danuwati tidak merasakan panas sedikitpun. Justru dengan datangnya Nyi Danuwati mereka yang tadinya kepanasan seketika merasa sejuk, melihat ratu mereka seketika sosok yang berpakaian prajurit memberi hormat.


"Selamat datang ratu Nyi Danuwati." ucap mereka serempak


Tanpa menjawab kacung nya, Nyi Danuwati menoleh kearah Ki Ageng.


"Kau akan kubebaskan, dengan catatan pergilah ke alam manusia dengan rupa yang mengerikan dan teror Ginanjar pelanggan setia mu beserta anak buahnya." ucap Nyi Danuwati tanpa ba bi bu


Ki Ageng yang memang dendam kepada Ginanjar sebab meninggalkan jasadnya digubuk reot jauh didalam hutan, entah bagaimana nasib jasad itu sekarang. Sekaligus tidak betah berada ditempat seperti itu, Ki Ageng langsung saja menyetujui ucapan Nyi Danuwati.


"Bagus." ucap Nyi Danuwati seraya menarik sebelah bibirnya hingga terangkat keatas seperti tersenyum sinis


"Lepaskan dia." ucap Nyi Danuwati kepada sosok yang berpakaian hitam seraya menunjuk Ki Ageng


Tanpa bertanya mereka melepaskan Ki Ageng, mereka membuka rantai yang mengikat kaki mereka semua. Dan juga, tampak sebuah yang mirip seperti kaca yang tidak terlihat yang membuat mereka terpental jika ingin kabur.


Atas persetujuan dari Nyi Danuwati, Ki Ageng bisa keluar dari tempat terkutuk itu dengan mudah tanpa adanya penghalang kaca yang membuat tubuhnya terpental.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2