Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Gangguan


__ADS_3

Pangeran Segoro tidak memperdulikan penampakan makhluk makhluk menyeramkan itu, ia terus berjalan sampai didepan sana dari jarak yang tidak jauh dan tidak dekat terdapat cahaya menyilaukan.


Lekas Pangeran Segoro mempercepat langkahnya, setelah hampir sampai tanpa pikir panjang Pangeran Segoro segera menembus cahaya putih itu. Tiba tiba ia sudah sampai di sebuah lautan yang sangat lebar dan berwarna merah, sejenak Pangeran Segoro merasa terkesima.


"Aku tidak percaya ternyata segara getih itu benar benar ada." gumam nya seraya menatap hamparan laut dengan tatapan berbinar


"Aku harus bersemedi dimana." gumam nya lagi


Tiba tiba ia mendengar suara bisikan yang mirip seperti suara mbah Sastro.


"Kamu berenang lah ketengah laut itu le, kemudian masuk kedalam dan bertapa. Dibawah nanti kamu akan menemukan sebuah batu besar, duduklah di atas nya kemudian lakukan semedi." ucap sosok yang mirip mbah Sastro meski yang terdengar hanya suara saja


"Jadi aku harus bersemedi didalam ini, apakah aku bisa? Apa aku bisa bernafas?" Pangeran Segoro bertanya tanya pada diri sendiri


"Tenang le, kamu tidak akan kesulitan bernafas." ucap sosok itu lagi


"Njih matur suwun mbah." sahut mbah Sastro


(Iya terimakasih mbah)


Pangeran Segoro kemudian meletakkan kain jarik yang Kemal jadikan tas, Pangeran Segoro mengambil tas yang ia lampirkan dibahu dan meletakkan nya diatas tanah.

__ADS_1


"Dugaan ku benar, aku tidak membutuhkan ini." gumam Pangeran Segoro menatap tas pemberian Kemal itu seraya menggeleng gelengkan kepalanya


"Tapi aku akan menghargai pemberian Kemal." ucapnya lagi


Kemudian Pangeran Segoro membuka kain jarik itu dan mengambil satu buah pisang dan sebotol minuman yang terbuat dari bambu.


Pangeran Segoro dengan cepat melahap habis pisang itu dan minum, kemudian ia kembalikan ketempat semula.


"Aku letakkan disini saja, tidak akan hilang toh tidak ada orang." ucapnya seraya celingak celinguk menatap sekitar


Setelah memastikan aman, Pangeran Segoro segera berenang tanpa membuka pakaian. Ia berbenang ketengah sesuai dengan arahan mbah Sastro, cukup lama ia harus berenang sebab ia tidak boleh menggunakan kekuatan nya.


Pangeran Segoro juga harus menahan nafas sebab air itu benar benar bau anyir, dari pinggir ia merasakan dingin yang menusuk tulang tapi setelah hampir sampai ditengah ia merasakan hangat.


Setelah berada tepat dipertengahan laut, ia berhenti sejenak dan menyembulkan kepalanya mendongak keatas. Seketika sinar matahari menerpa wajah tampan Pangeran Segoro, namun Pangeran Segoro mengabaikan hawa panas itu.


Setelah dirasa cukup, ia kembali berenang menyusuri dasar lautan yang sangat panjang. Seketika aroma anyir semakin menyeruak, bahkan wajah Pangeran Segoro sudah memerah akibat menahan nafas.


Tapi semakin masuk kedalam aroma anyir itu hilang, seketika Pangeran Segoro bisa bernafas lega.


'Akhirnya.' batinnya

__ADS_1


Pangeran Segoro kemudian dapat berenang dengan tenang, hingga ia sampai juga didasar lautan. Ia segera mencari batu besar yang dikatakan mbah Sastro, kemudian ia menemukan batu itu berada dibelakang nya namun sedikit jauh.


Lagi lagi Pangeran Segoro harus berenang menghampiri batu besar itu, setelah sampai ia segera duduk bersila diatas nya.


"Fokuslah dengan tujuanmu le, karena jika kamu gagal kamu akan celaka. Dan tentu nya kamu tahu, jika kamu tidak selamat maka warga juga akan merasakan hal yang sama." ucap sosok mbah Sastro namun yang terdengar hanya suaranya saja


'Baik mbah.' sahut Pangeran Segoro dalam hati


"Ingat akan banyak rintangan dan gangguan yang kamu hadapi, namun tetap abaikan itu dan fokus." ucap sosok mbah Sastro


Kemudian hening, tidak ada suara apapun lagi. Pangeran Segoro kemudian mulai memejamkan matanya, kedua tangan ia katupkan dikedua paha.


Namun baru hari pertama sudah ada gangguan seperti suara bisikan seseorang disusul dengan suara desisan seekor ular, namun Pangeran Segoro tetap fokus dan mengabaikan gangguan itu.


Kemudian suara bisikan dan desisan ular itu menghilang, namun sejenak kemudian suara itu digantikan dengan suara seseorang terkikik.


Hihihihihi


Suara kikikan itu hilang timbul, terkadang mendekat terkadang menjauh. Namun tetap saja, Pangeran Segoro tetap pada pendirian nya yang memilih fokus.


Karena Pangeran Segoro tahu jika ia gagal maka bisa saja kematian menimpa nya, sementara jika ia mati maka tidak ada lagi yang membantu warga dan desa. Sedangkan mbah Sastro tentu saja tidak akan mampu sendiri, mengingat Nyi Danuwati sangat kuat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2