Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Berunding


__ADS_3

Pagi hari kembali menyapa warga desa Ketang, masih sekitar pukul 08:25 namun warga sudah hilir mudik. Masih dipagi hari, namun sudah terjadi kehebohan di desa Ketang.


Ada sebagian warga yang menangis putus asa, ada juga yang sebagian marah dan emosi atas apa yang sudah terjadi.


"Bagaimana ini kang? Padahal baru beberapa bulan kemarin ada kejadian seperti ini, dan sekarang kejadian lagi. Padahal belum lama kita memelihara ternak, namun sudah mati saja." ucap salah satu warga kepada semua warga lelaki yang berdiri seperti perkumpulan bapak bapak


"Entahlah kang, mana panen masih lama." sahut salah satu warga


"Iyo kang, tidak mungkin toh jika kita minta bantuan kepada petinggi desa lagi. Selama ini sudah banyak yang mereka keluarkan untuk kita, sekarang saja desa kita masih mengalami krisis." sahut yang lain menimpali


"Duh piye iki."


(Duh bagaimana ini)


Disaat mereka sibuk berkeluh kesah, tidak lama petinggi desa pun datang. Seperti lurah, kamituwo, carik, kabayan, dll. Mereka tidak perlu menanyakan apa yang terjadi, karena sebagian perangkat desa yaitu carik memiliki ternak dan mereka juga mengalami hal yang sama.


Setelahnya semua warga pun diajak ke balai desa untuk memutuskan keputusan apa yang akan diambil, jika memberi bantuan pun tidak akan semua yang terkena musibah kedapatan.

__ADS_1


Note :


Lurah adalah sebutan lain dari Kepala Desa. Lurah memiliki tanggung jawab dan tugas utama dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Seperti kepala daerah lainnya, lurah berperan sebagai kepala koordinasi dalam urusan pemerintahan desa


Kamituwo yang membantu lurah di wilayah bagian desa atau Dusun. Kamituwo bertugas melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dusun. Selain pembangunan, Kamituwo bertanggung jawab dalam ketentraman dan ketertiban di wilayah kerjanya.


Carik bertugas dalam urusan surat menyurat maupun perihal kearsipan. Carik berperan untuk mengkoordinasi unsur-unsur pelaksana, menjalankan administrasi pemerintahan desa serta memberikan pelayanan administratif. Meskipun sebagai penanggung jawab dalam bidang administrasi, tapi carik juga lah yang mengambil alih fungsi lurah jika lurah sedang berhalangan.


Kabayan atau Bayan, bertanggung jawab dalam hal pengembangan kemampuan dan potensi warga desa.


Setelah berada di aula, mang Kurdi beserta rombongan seperti mbah Bayan, Kemal, dan mbah Sastro pun sudah turut hadir. Mbah Sastro tentu tahu apa yang terjadi, namun ia memilih untuk diam sejenak agar warga tidak nekat mendatangi hutan larangan.


Jadi, kami bisa saja memberi bantuan terhadap orang orang yang terkena musibah. Namun kami tidak yakin jika semua orang yang terkena musibah akan kedapatan, mengingat hampir semua warga mengalami hal serupa." Pak Lurah pun mengangkat bicara


"Maka kami mengajak kalian untuk berkumpul agar mendapatkan keputusan yang terbaik, kira kira bagaimana menurut kalian?" tanya Pak Lurah lagi


Hening, semua warga terdiam dengan pikiran berkecamuk. Sesekali warga saling berbisik bisik menanyakan keputusan apa yang akan diambil, hingga mbah Sastro buka suara.

__ADS_1


"Kalian para petinggi desa cukup melakukan tugas seperti biasanya saja, biar masalah warga dan kerugian biar saya yang urus." ucap mbah Sastro


Sontak semua pasang mata menatap kearah mbah Sastro, bukan main main mbah Sastro mengatakan hal itu. Mengingat ia adalah penguasa dilaut Segoro, tidak hanya istana yang terbuat dari emas. Namun mbah Sastro juga punya banyak emas didalam istana, dan emas emas itu adalah asli. Bukan seperti ditv tv, uang berubah menjadi daun.


Jika mbah Sastro mau, ia sudah mengambil semua emas miliknya dan hidup di desa sebagai juragan. Namun ia tidak mau melakukan itu, ia bertekad untuk membantu warga dengan apa yang ia punya. Mbah Sastro tidak mau berbuat serakah, ia selalu menggunakan emas itu untuk membantu sesama manusia.


"Tapi mbah." sahut pak Lurah keberatan


Petinggi desa bahkan semua warga tahu siapa mbah Sastro, tentang semua kehidupan mbah Sastro menurut cerita nenek dan kakek buyut mereka. Namun mereka tidak tahu akan adanya istana milik mbah Sastro, itu sebabnya mereka ragu.


"Sudah, percayakan semua pada saya." ucap mbah Sastro dengan suara seraknya khas pria sepuh


"Baiklah, seperti yang kalian dengar. Mbah Sastro yang akan mengurus hal ini, bukan berarti kami akan lepas tangan. Tidak sama sekali, kami akan saling membantu untuk memenuhi kebutuhan warga." ucap Pak Lurah


Setelah musyawarah sepakat, mereka semua pun kompak meninggalkan balai desa. Sementara mbah Sastro sendiri lekas pergi kembali ke istana laut Segoro, ia akan mengambil banyak emas emas yang ia punya untuk dibagikan kepada warga.


Sepertinya emas emas milik mbah Sastro pun tidak akan habis sampai tujuh turunan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2