Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Menolong


__ADS_3

Bruk


Tubuh Udin dan Juki pun ambruk jatuh ketanah, hanya berselang beberapa detik tiba-tiba tubuh mereka kejang kejang dan mengeluarkan darah segar yang mengalir deras dari mulut.


"Gusti, apa kedaden kanggo wong-wong mau?" tanya Joko


(Apa yang terjadi pada mereka?)


"Ora ngerti kang, mungkin karma mereka karena sudah serakah." sahut yang lain


"Mereka diinginkan, saya tidak yakin kejadian ini akan terjadi lagi nanti suatu saat. Tapi, jika kejadian seperti ini terulang lagi maka sebisa mungkin jangan lihat wajahnya atau bersitatap dengan sosok tadi." ucap mbah Sastro buka suara


"Emang sosok tadi siapa mbah? Tidak biasanya desa kita kedatangan sosok yang seperti itu. Hiy, seram." sahut yang lain lagi menimpali


"Sebaiknya memang kalian tidak perlu tahu, karena semakin kalian mencari tahu maka bahaya semakin dekat menghampiri. Tidak semua yang harus kita tahu akan berdampak positif, ada kalanya semakin banyak kita tahu maka justru akan celaka." sahut mbah Sastro tersenyum


"Sudah sudah, sebaiknya kalian tolong angkat mereka kerumah saya." ucap mbah Sastro lagi kala warga hanya diam


"Njih mbah, siap."

__ADS_1


"Jangan lupa beritahu keluarga mereka njih." ucap mbah Sastro


Sebagian para warga pun berduyun duyun membantu menggotong tubuh Udin dan Juki, beberapa warga lagi disuruh pulang oleh mbah Sastro. Mereka pun berjalan menuju rumah Pangeran Segoro yang dihuni bersama oleh mbah Sastro, sesampainya didepan rumah mang Kurdi langsung sigap membuka pintu.


Tubuh Udin dan Juki pun direbahkan dengan pelan ditikar pandan, setelahnya mbah Sastro menyuruh mereka semua pulang dengan cepat sebelum kejadian tadi terulang lagi. Menyisakan mang Kurdi, mbah Bayan, dan Kemal.


Mereka menawarkan diri untuk tetap berada dirumah guna bisa membantu mbah Sastro, Kemal juga awalnya merasa canggung karena cuma dia satu satunya pemuda yang berada dirumah itu. Tapi karena jiwa sosialnya yang tinggi, maka ia juga memutuskan untuk tinggal terlebih selama ini Kemal memang bergaul dengan rombongan mbah Sastro.


"Tolong ambilkan air yang berada dikendi didalam kamar mbah le, kendi itu terletak didekat lemari." ucap mbah Sastro kepada Kemal


"Njih mbah."


Krieett


Pintu dibuka secara perlahan menampakkan isi didalam kamar mbah Sastro, sebuah tempat tidur yang terbuat dari kayu jati. Ada juga lemari jati kuno, seketika fokus Kemal tertuju pada lemari itu.


Tampak disamping lemari terdapat sebuah meja yang hanya setinggi pinggang orang dewasa, dan diatas meja itu terdapat sebuah kendi yang terbuat dari tanah liat.


Dan disamping kendi itu juga sudah disiapkan beberapa gelas yang masih terbuat dari bambu asli, lekas Kemal berjalan dan mengambil satu bambu yang sudah didesain menjadi gelas. Ah tidak juga, tepatnya hanya dipotong setinggi gelas biasanya dan tulang bambu dibiarkan begitu saja agar tidak tumpah jika diisi air.

__ADS_1


Setelah Kemal mengambil air itu, ia segera keluar dari kamar milik mbah Sastro.


"Ini mbah." ucap Kemal seraya menyodorkan gelas bambu yang berisi air


Mbah Sastro segera menerima gelas bambu itu dari tangan Kemal, kemudian ia kembali menyuruh Kemal mengambil garam didapur. Tanpa sedikitpun bantahan, Kemal segera berjalan cepat menuju dapur karena jika berlari sudah pasti rumah itu akan bergoyang.


"Ini garam nya mbah." ucap Kemal lagi


"Matur suwun yo le." sahut mbah Sastro


Mbah Sastro pun mengambil sejumput garam dan memasukkan nya kedalam gelas bambu tadi, kemudian tampak mulut mbak Sastro komat kamit membaca sesuatu yang seisi rumah tidak tahu karena mbah Sastro tidak bersuara.


Awalnya mbah Sastro sedikit ragu mengingat Nyi Danuwati memang menginginkan mereka ditambah kekuatan Nyi Danuwati juga bukan tandingan nya, namun hanya ini satu satunya cara untuk membantu Udin dan Juki.


Setidaknya mbah Sastro sudah membantu sebisa mungkin, maka dengan begitu mbah Sastro tidak akan merasa gelisah karena dosa sebab tidak mau membantu sesama manusia yang terkena musibah.


"Tolong bantu buka mulutnya." ucap mbah Sastro yang langsung di angguki oleh mang Kurdi


...****************...

__ADS_1


__ADS_2