Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Sosok Wanita Cantik


__ADS_3

Para warga pun seketika membubarkan diri karena malam sudah semakin larut, namun tiba tiba mereka berhenti karena mendengarkan bunyi yang tidak pernah terdengar sebelumnya.


Gong


Gong


Gong


Terdengar bunyi gong yang sepertinya diketuk sebanyak tiga kali.


"Suara opo iki?"


Namun belum sempat yang lain menjawab, terdengar lagi suara gamelan yang sayup namun terkadang terdengar sangat dekat kadang menjauh.


Mbah Sastro yang berada di paling depan dengan rombongan mbah Bayan, mang Kurdi, dan Kemal ikut penasaran. Tidak, lebih tepatnya hanya mang Kurdi dan Kemal. Sementara mbah Bayan yang di jaman dulu menjadi orang kepercayaan mbah Sastro tentu saja peka dan tahu apa yang sedang terjadi, seolah tahu apa yang terjadi mbah Sastro segera menyuruh warga untuk kembali berjalan.


Namun belum sempat mereka melanjutkan langkah, terdengar suara tapak kuda disusul dengan suara gemericing.


Cring cring cring


Warga yang mendengar itu seketika bergidik ngeri.


"Cepat, warga yang jarak rumahnya sudah tidak jauh lekas berlari cepat dan jangan lupa kunci pintu semetara yang lain lekas sembunyi." ucap mbah Sastro setengah berteriak

__ADS_1


Sebenarnya mbah Sastro tahu ia tidak perlu sepanik itu, karena sosok itu hanya menginginkan Udin dan Juki yang sudah ditunggu tunggu. Namun, mbah Sastro juga harus waspada.


Seketika beberapa warga yang rumahnya sudah dekat sontak berlari sekencang mungkin, sebagian lagi hendak bersembunyi namun belum sempat mereka melangkah tiba tiba seekor kuda delman sudah dekat dengan mereka hanya berjarak tiga meter saja.


Namun warga hanya terfokus kepada sosok yang sedang duduk anggun didalam delman itu, hingga tersadar kala mendengar suara mbah Sastro.


"Jangan lihat." ucap mbah Sastro mengingatkan warga


Sontak semua warga mengalihkan tatapannya, ada yang menunduk menatap tanah ada juga yang mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah. Namun tidak dengan kedua manusia yang bebal, Udin dan Juki.


"Cantik sekali." bahkan tanpa sadar Juki bergumam


Udin dan Juki menatap penuh damba kepada sosok itu, sosok yang sangat cantik jelita dengan kulit putih seputih pualam dan lembut selembut kain sutra.


Tampak kepalanya juga dihiasi bunga mawar semerah darah, dan ronce melati yang bergantungan di sisi kiri dan kanan kepala sosok itu.


Ia adalah Nyi Danuwati, disaat kepala Nyi Danuwati ia gerakkan menatap kearah Juki dan Udin seketika mereka berdua bergidik ngeri melihat tatapan Nyi Danuwati yang sangat tajam sementara wajahnya datar tanpa ekspresi.


Kala mata Udin dan Juki berserobok dengan mata Nyi Danuwati detik itu juga darah segar mengalir dari arah lubang hidung mereka, sedetik kemudian lagi tiba tiba pandangan Udin dan Juki seketika kosong tanpa gairah.


Nyi Danuwati pun pergi meninggalkan mereka, setelah melihat Nyi Danuwati sudah pergi warga pun memberanikan diri menoleh kearah Nyi Danuwati yang hanya terlihat punggung nya saja. Namun detik kemudian, warga sadar jika kuda itu jalan sendiri tanpa ada yang menunggangi.


"Dia siapa yo?" tanya salah satu warga

__ADS_1


"Sepertinya bukan manusia, lihat saja penampilan nya seperti pakaian ratu keraton." sahut yang lain


"Hiy seram." ucap Joko pekerja pembangunan rumah Nyi Danuwati alias Riana seraya bergidik ngeri


"Kok merinding yo." ucap mang Kurdi


"Lah, saya juga kang." sahut yang lain para warga pun membenarkan


Seketika mereka semua bergidik ngeri, bulu bulu halus yang memenuhi tubuh mereka sontak berdiri tegak.


"Tapi sewaktu saya tidak sengaja melihat wajahnya kok sepertinya tidak asing yo, walaupun sosok itu jauh lebih cantik." ucap salah satu warga


Mendengar itu mbah Sastro tiba tiba merasa gelisah, namun tidak ada yang menyadari.


"Serius kang? Sopo?" tanya yang lain


"Entah saya lupa, wong lihatnya hanya sekilas karena diperingatkan oleh mbah Sastro."


"Oalah."


Dan lagi lagi tanpa disadari warga, mbah Sastro menghela nafas lega. Seperti tersadar, warga melihat Udin dan Juki yang tampak aneh.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2