Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Bahaya


__ADS_3

POV Author


Keesokan paginya dikediaman Damar, setelah Damar berangkat ke kebun kini hanya ada Ratna ibunya Damar seorang diri. Ia memilih untuk menyapu halaman saja, ibunya Damar segera keluar dan mengambil sapu disamping rumah.


Setelah hendak menyapu, dari kejauhan terlihat Sekar anak mang Kurdi berjalan.


"Sugeng enjang bude." ucap Sekar setelah berada didepan ibunya Damar


"Sugeng enjang nak, ada perlu apa njih?" tanya ibunya Damar


"Kang Damar nya ada bude?" tanya Sekar balik


"Yo sudah pergi ke kebun toh." ucap ibunya Damar


"Eumm...Yasudah kalau begitu Sekar ke kebun saja bude." sahut Sekar


"Yasudah hati hati."


"Matur nuwun bude."


"Njih."


Sekar pun berbalik dan pergi tanpa sadar ia menjatuhkan sebuah kantungan, ibunya Damar yang melihat itu lekas mengambilnya dan memperhatikan nya sejenak.


"Punya Sekar kali yo, mumpung baru pergi aku susul sajalah palingan masih dijalan tidak jauh dari sini." gumam ibunya Damar


Segera ibunya Damar meletakkan sapunya, dan lekas berlari menyusul Sekar.


"Nah itu dia." gumam ibunya Damar


Lekas ia mempercepat langkah kakinya kala melihat Sekar tidak jauh dari ia berlari, namun dari jarak yang tidak jauh dan tidak juga dekat terlihat seorang pria berjubah hitam menemui Sekar.


Tampak mereka berdua seperti berbicara sebentar dan keduanya pun pergi kedalam hutan yang lebat, ibunya Damar langsung teringat waktu berbulan bulan lalu mbok Sri bercerita bahwa mereka dikejar pria berjubah hitam.


Takut terjadi sesuatu dengan Sekar tanpa pikir panjang ibunya Damar pun memilih mengikuti dengan cara diam diam, ibunya Damar pun berlari mengikuti mereka. Kala sudah lumayan dekat, ibunya Damar pun berjalan mengendap endap.


Setelah cukup lama berjalan, sampailah mereka disebuah pinggir sungai yang cukup dalam dan arusnya cukup sangat deras. Ibunya Damar memilih bersembunyi dibalik semak semak, tampak mereka berbicara dan kali ini ibunya Damar mendengar.


"Apa kau sudah mendapat info dari pria yang pernah menjalin hubungan dengan Riana." ucap sosok pria berjubah hitam

__ADS_1


"Damar." sahut Sekar ketus


"Terserah, bagaimana apa ada info dimana gadis itu." ucap pria berjubah hitam


"Tidak, bahkan Damar tidak pernah berbicara apapun padaku." sahut Sekar


"Argghh sialan, bahkan dukun yang paling sakti sekalipun tidak mampu menembus keberadaan Riana." ucap pria itu


"Kau pernah mengatakan bahwa adikmu Mahendra membantu mencari keberadaan Riana bukan? Tanya saja dia." sahut Sekar


"Sampai sekarang dia belum menemukan Riana, entahlah aku merasa dia menyembunyikan sesuatu." ucap pria misterius itu


"Bukan urusanku." sahut Sekar lagi dengan ketus


"Aku tidak perduli, kau harus mencari informasi lewat Damar itu atau lewat apapun pokoknya cari. Atau..." ucap sosok pria berjubah hitam itu menghentikan kalimat terakhirnya dan melihat kearah Sekar


Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Sekar dan berbisik.


"Atau aku akan membunuhmu sebagai gantinya." ucap pria itu berbisik


Seketika raut wajah Sekar menegang, sosok pria itu pun melengos pergi.


"Kalau bukan karena aku tidak menyukai Riana itu dekat dengan Damar aku tidak mungkin berada di situasi ini, aku harus mencarinya bahkan jika perlu aku sendiri yang akan membunuhnya." ucap Sekar seorang diri


Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ibunya Damar mengintip dan mendengar percakapan mereka, seketika ibunya Damar menutup mulut dengan sebelah tangan tidak percaya.


Tanpa pikir panjang ia keluar dari persembunyian nya tanpa memikirkan bahwa bahaya mungkin saja mengintai nya, ia berlari dan menjambak rambut Sekar.


"Jadi kamu dalang dibalik semua ini hah." ucap ibunya Damar setengah berteriak


Seketika Sekar merasakan panas di kepala nya kala seseorang menjambak rambutnya, namun itu tidak lama kala ia melihat siapa yang menyerang nya.


Seketika wajah Sekar pucat dan kelimpungan, namun segera ia memperbaiki raut wajahnya.


"Lepas." ucap Sekar kasar seraya menepis tangan ibunya Damar dengan kasar juga


Dari segi tenaga sudah pasti ibunya Damar kalah, melihat kondisi fisiknya ibunya Damar sudah lemah dan sudah tidak lagi muda.


"Saya akan mengatakan semua ini pada Damar." ucap ibunya Damar seraya hendak pergi

__ADS_1


Namun baru berbalik badan ia berhenti kala Sekar menarik tangannya, kemudian tanpa kasihan Sekar mendorong ibu Damar hingga terjungkal.


"Aahh." ibunya Damar merintih kesakitan


"Jangan melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal bude." ucap Sekar seraya menyeringai seram


Seketika wajah ibunya Damar pias seketika, ia tidak percaya bahwa seseorang yang berdiri di depan nya adalah Sekar.


Seorang wanita yang lugu, polos, ramah kepada semua orang kini berubah menjadi monster hanya karena lelaki yang sudah jelas tidak mencintainya.


Ibunya Damar menggeleng lemah.


"Saya tidak akan diam saja, saya akan memberi tahu anak saya." ucapnya seraya merangkak dan berdiri


'Sial, aku harus membunuhnya yah aku harus membunuhnya.' batin Sekar


Segera Sekar mencari sesuatu dan manik matanya menangkap sebuah kayu lumayan besar, dengan sigap ia mengambil kayu itu dan secepat kilat ia ayunkan kepada ibunya Damar dan mengenai kepalanya.


"Arghhhh." teriak ibunya Damar seraya memegang bagian kepalanya yang sudah mengeluarkan cairan kental berwarna merah


Tanpa buang waktu, dan tanpa belas kasih Sekar mendorong tubuh ibunya Damar hingga terjungkal dan masuk kedalam aliran sungai yang sangat deras.


"Rasakan itu, sudah kuperingatkan bukan." gumam Sekar seraya tersenyum jahat


Sekar segera pergi dari tempat itu, sementara ibunya Damar berusaha untuk menyelamatkan diri meskipun percuma.


Sungai yang lumayan dalam dan arus yang deras, ditambah ibunya Damar terluka dan tidak bisa berenang.


"Tidak, aku harus memberi tahu seseorang tentang ini dulu." gumam Ibunya Damar


"Ya Allah Gusti tolong." ucapnya lagi seraya megap megap didalam air


"Riana." desisnya


"Kasian kamu nduk." ucapnya lagi tanpa terasa air matanya berlinang deras


"Riana." gumamnya lagi


Seketika tubuh ibunya Damar sudah masuk sepenuhnya kedalam air, hanya menyisakan tangannya yang terlihat.

__ADS_1


__ADS_2