Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Tangisan Pilu Pangeran Segoro


__ADS_3

Fiuhh


Pangeran Segoro tampak menghembuskan nafas panjang, pemuda tampan itu baru saja selesai membersihkan tubuhnya walaupun hari sudah larut malam. Ia merasa seluruh tubuhnya terasa lengket, terlebih ia juga ingin menjernihkan pikiran nya dengan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


"Kini hidupku terasa hampa." gumam Pangeran Segoro seraya menatap nanar jauh didepan sana melalui jendela yang terbuka lebar


"Mengapa begitu cepat ibuku dipanggil." gumam nya lagi seraya mengangkat kepalanya keatas melihat hamparan langit yang sangat gelap


Disaat menoleh lagi kedepan, Pangeran Segoro terbelalak kaget. Untuk sesaat ia terpaku ditempat ia berdiri, matanya bahkan tidak berkedip sama sekali.


Tampak didepan sana terlihat sosok wanita berparas manis khas wanita desa dengan raut wajah pucat seperti mayat, rambut pendek sebahu tampak meliuk liuk diterpa angin malam. Ia tersenyum menatap kearah Pangeran Segoro, namun jika diperhatikan lagi senyuman itu tampak hambar ditambah dengan tatapan yang kosong.


"Hayati." ucap Pangeran Segoro dengan lirih


Sosok itu masih tersenyum, kali ini sosok Hayati tampak memperlihatkan dirinya dengan wajah manis persis seperti semasa hidup dulu walaupun dengan raut wajah yang pucat pasi. Biasanya ia akan muncul dengan wajah yang hancur dan menyeramkan, namun tidak kali ini.


Pangeran Segoro tidak ingin beranjak dari tempatnya karena takut jika sosok yang mirip seperti adiknya itu menghilang, ditambah lagi sosok Hayati adalah arwah gentayangan. Sementara Pangeran Segoro adalah penguasa laut yang memiliki ilmu yang lumayan tinggi, jelas itu akan mempengaruhi eksistensi nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu seperti ini Hayati? Kembalilah ke alam mu dan bertemu kembali dengan ibu dan ayah, tapi jangan lupakan kang mas mu ini tunggu aku di keabadian sana." ucap Pangeran Segoro dengan nada bergetar


Suasana hati Pangeran Segoro masih berkabung, terlebih sang ibu baru dimakamkan tadi. Tampak sosok Hayati melihat Pangeran Segoro dengan sedih, siapapun yang melihat pandangan sosok itu pasti akan merasa kasihan.


"Apakah kamu tahu jika ibu sudah tiada?" tanya Pangeran Segoro dengan pandangan kosong


Ia tetap saja berbicara, meskipun ia tahu jika sosok Hayati takkan menyahut.


"Kenapa kamu tidak menolong ibu?" tanya Pangeran Segoro


"Arghhh." detik kemudian Pangeran Segoro berteriak sembari memukul mukul kepalanya


Perlahan kepala Hayati bergerak, ia menggeleng dengan pelan bahkan sangat pelan seperti slowmotion. Ia juga bergerak dengan gerakan kaku, kemudian setelah lama terdiam kini ia pun berbicara.


"Aku masih ingin membalaskan dendam ku sebelum Ratu mengambilnya, ikhlaskan ibu mas. Mungkin ini adalah takdir yang terbaik buat ibu, berjanjilah agar kang mas tetap bahagia. Kang mas tidak boleh pergi secepat itu, kang mas harus membantu para warga." ucap sosok Hayati


Tidak lama wanita berambut pendek dan memakai pakaian terusan berwarna putih itu tampak bergetar, sedetik kemudian ia menghilang terbawa hembusan angin.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu rumah yang berada disebelah rumah Pangeran Segoro tampak pintunya terbuka lebar, disusul dengan suara derap langkah.


Tap tap tap


"Ya Gusti, sampeyan iki kenapa toh?" tidak lama terdengar pekikan keras


Tampak Kemal merasa kesal melihat Pangeran Segoro yang memukul mukul kepalanya, sesekali ia juga menarik rambutnya hingga terlepas dari kulit kepala beberapa helai.


"Wes toh." ucap Kemal seraya mengamankan kedua tangan Pangeran Segoro agar tidak berulah


"Takdir begitu kejam Mal hiks hiks, takdir begitu gampang merengut kehidupan seseorang dengan mudahnya hiks hiks. Kenapa? Kenapa harus ibuku? Kenapa takdir begitu tega?" tanya Pangeran Segoro dengan deraian air mata


"Sudah ikhlaskan saja, jangan pernah berfikir jika yang Maha Kuasa tidak adil. Sampeyan salah, Tuhan selalu adil. Karena yang terbaik bagimu belum tentu yang terbaik baginya, selalu ada hikmah dari kehidupan yang kita jalani." ucap Kemal seraya menepuk pundak Pangeran Segoro


"Kuatlah, ada begitu banyak orang yang perlu bantuan mu. Kamu harus bisa tegar, jika tidak desa ini akan mengalami kehancuran untuk yang kedua kali." ucap Kemal lagi


"Kematian sudah pasti terjadi, tidak ada yang kekal di dunia ini. Sekarang kamu masih bisa tertawa tapi besok belum tentu kamu masih bisa melihat matahari, begitulah takdir." ucapnya lagi berusaha untuk menyemangati Pangeran Segoro

__ADS_1


...****************...


__ADS_2