Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Kepulangan Pangeran Segoro


__ADS_3

Hingga pagi menjelang siang, sekitar pukul 11:12 pagi Pangeran Segoro sudah tiba didepan gapura desa Ketang. Ia tidak berniat untuk memasuki desa terlebih dahulu, karena Pangeran Segoro merasakan ada yang tidak beres dengan desanya.


"Sepertinya selama aku tidak disini sudah terjadi sesuatu dengan desa ini." gumam Pangeran Segoro pelan bahkan saking pelan nya nyamuk sekalipun tidak mendengar


"Hawa negatifnya sangat kental terasa, tapi mengapa? Bukankah perempuan itu seharusnya masih bersemedi karena ia ingin mendapatkan dua ajian." Pangeran Segoro terus bertanya tanya


Bugh


Tiba tiba seseorang menepuk pundak Pangeran Segoro dari belakang membuat ia tersentak kaget, perlahan Pangeran Segoro menoleh kebelakang dan mendapati pria paruh baya tetangga nya.


"Ternyata pakde Panjul toh? Buat kaget saja." ucap Pangeran Segoro meringis seraya menyalami tangan Panjul selaku yang lebih tua


"Loh sampeyan, tak kira sopo kok yo daritadi berdiri saja." sahut Panjul


Pangeran Segoro hanya cengengesan.


"Syukurlah kamu sudah pulang, selama kamu tidak ada banyak kejadian aneh yang menimpa desa kita kasian mbah Sastro." ucap Panjul


'Ternyata firasat ku benar.' batin Pangeran Segoro


Belum sempat bertanya, Panjul sudah pamit duluan karena ingin mengantarkan salah satu warga kepasar.

__ADS_1


"Coba nanti tanya mbah Sastro saja." gumam Pangeran Segoro kemudian memasuki desa Ketang


Sepanjang jalan setiap kali Pangeran Segoro bertemu dengan warga tak hentinya Pangeran Segoro mengumbar senyum, beberapa warga membalas senyumannya. Beberapa warga lagi seolah bahagia melihat Pangeran Segoro kembali, entah apa yang mereka alami sehingga sangat bahagia melihat kepulangan Pangeran Segoro.


Tiba saatnya Pangeran Segoro melewati kediaman Ginanjar, Pangeran Segoro pun berhenti sejenak dan menatap lurus rumah yang terlihat sepi itu. Namun, Pangeran Segoro tentu tahu dirumah itu ada orang dan apa yang dialami.


"Itu belum seberapa, tunggu saja pembalasan ku." gumam Pangeran Segoro


Disaat ingin mengalihkan pandangan, Pangeran Segoro tidak sengaja menangkap siluet tubuh melalui ekor matanya. Lekas Pangeran Segoro secepat kilat kembali menoleh kearah jendela rumah Ginanjar, namun kosong.


Tapi bukan Pangeran Segoro namanya jika ia tidak tahu apa apa, mengingat ia adalah penguasa lautan ia tahu sosok yang berada di jendela tadi adalah arwah Hayati adiknya. Hanya satu orang yang Pangeran Segoro tidak bisa menembus, yaitu Nyi Danuwati karena ia jauh lebih tinggi ilmunya.


Tidak lama terdengar suara teriakan, namun Pangeran Segoro tidak perduli dan memilih untuk melanjutkan langkahnya. Hingga tiba didepan pintu rumahnya yang terbuka lebar, Pangeran Segoro pun mengetuk pintu.


Tok tok


Baru dua kali mengetuk pintu, terlihat Kemal berlari tergopoh gopoh kearah Pangeran Segoro. Bahkan, rumah itu sampai bergetar.


"Sampeyan sudah pulang." ucap Kemal seraya memeluk Pangeran Segoro


"Is opo sih Mal, aku masih normal yo." sahut Pangeran Segoro

__ADS_1


Mendengar hal itu sontak Kemal melepas pelukannya secara kasar dan memutar mata malas, tidak lama muncul rombongan mbah Sastro beserta Yeti ibunya Kemal.


"Kamu sudah pulang le." ucap mbah Sastro


"Njih mbah."


Pangeran Segoro pun menyalami dan mencium punggung tangan mbah Sastro, mbah Bayan, dan Yeti ibunya Kemal. Mang Kurdi tampak tidak ada karena ia masih berada di kebun, apalagi ini bisa dibilang masih pagi.


"Ada yang kurang." ucap Pangeran Segoro


"Iyo, mang Kurdi masih di kebun katanya lagi panen. Sementara Mahendra, ia sudah kembali ke kota sebulan yang lalu." sahut Kemal


Pangeran Segoro hanya mengangguk, lagi lagi hatinya terasa sesak kala merasakan lelaki lain mencintai wanitanya begitu dalam hingga memutuskan pergi agar bisa melupakan sosok Riana yang sudah menjelma menjadi Nyi Danuwati.


Yah, hanya Pangeran Segoro dan mbah Sastro yang tahu alasan pasti Mahendra pergi.


"Yowes kamu tidak boleh istirahat, sampeyan harus bantu bantu memasak agar cepat selesai. Lagian, siapa suruh pulang cepat." ucap Kemal membuat semua yang ada disana menggeleng pelan melihat interaksi kedua sahabat itu


"Iyo iyo, wes ayo." sahut Pangeran Segoro dengan malas


...****************...

__ADS_1


__ADS_2