Dendam Yang Terbalaskan

Dendam Yang Terbalaskan
Membuat Kekacauan


__ADS_3

Didalam sebuah istana goib, istana hutan larangan milik Nyi Danuwati yang tidak semua orang bisa melihatnya. Hanya orang orang tertentu yang memiliki kebatinan yang bisa melihat, itupun belum tentu jika sang ratu tidak mengijinkan.


"Apakah kamu berhasil nduk? Ini masih terlalu cepat." ucap Nyi Danu kepada Nyi Danuwati


"Aku hanya mampu mendapatkan satu ajian saja ibu, karena aku sudah tidak kuat. Ditempat itu, sama seperti bui aku tidak bisa menggunakan kekuatanku selama berada disana." sahut Nyi Danuwati


"Ajian apakah itu?" tanya Nyi Danu penasaran


"Gending kapaten."


"Ajian yang bisa membunuh semua warga desa." sahut Nyi Danu terbelalak


"Njih ibu."


"Kamu mampu mendapatkan ajian seperti itu saja sudah hebat nduk, jarang sekali orang orang berhasil mendapatkan ajian itu dan berkahir mengenaskan."

__ADS_1


Memang untuk mendapatkan ajian seperti itu tidaklah mudah, bukan hanya melakukan semedi berbulan bulan atau bahkan setahun. Namun setelah semedi selesai mereka harus melakukan ritual khusus lagi yang membahayakan nyawa, karena ajian itu memang ajian paling sakti dibandingkan ajian lainnya.


Namun Nyi Danuwati mampu menyelesaikan hal itu, setelah memulihkan tenaga dan mengirim gangguan kepada beberapa anak buah Ginanjar. Nyi Danuwati kembali meneruskan ritual yang mengerikan, walaupun ia berhasil tapi tidak menutup fakta bahwa Nyi Danuwati kembali ke istana dalam kondisi yang memprihatinkan.


"Tapi ibu senang kamu selamat." ucap Nyi Danu tulus


Entahlah, mungkin saja Nyi Danu merasakan kerinduan sebagai seorang ibu. Nyi Danu memang tidak memiliki seorang anak, diperkosa oleh banyak pemuda desa sewaktu malam pertama tidak membuatnya hamil.


Tapi tidak ada yang tahu, mungkin saja memang Nyi Danu pernah mengandung tanpa ia sadari dan karena terlalu fokus mencari ilmu hitam ia jadi tidak sadar sudah keguguran entahlah tidak ada yang tahu.


Nyi Danu hanya mengangguk pelan kemudian pergi meninggalkan Nyi Danuwati yang sedang meredakan amarahnya, disaat sudah tenang Nyi Danuwati menyeringai.


"Akhirnya dua bedebah itu telah tiba, sementara sisanya akan aku urus belakangan. Jika aku membunuh mereka semua, mainan ku akan cepat habis." ucap Nyi Danuwati pelan namun siapapun yang mendengar akan merasakan merinding karena takut


"Aku akan membiarkan kalian berdua tidur dengan nyenyak, sebelum aku membuat kalian tidur selamanya." gumam Nyi Danuwati lagi dengan sinis

__ADS_1


Kemudian Nyi Danuwati memilih untuk duduk di singgasana miliknya, disana sudah terlihat buto ireng pengawal setia Nyi Danuwati.


Tampak Nyi Danuwati masih berfikir keras, ia ingin membuat kekacauan di desa. Sudah lama mereka hidup dengan tenang setelah kepergian Nyi Danuwati, kini Nyi Danuwati ingin memberi pelajaran.


Namun tidak mungkin ia menggunakan ajian yang baru didapatkan secepat ini, ia tidak ingin para warga mati dengan cepat sebelum waktu nya.


Setelah mendapatkan ide, Nyi Danuwati tampak tersenyum senang. Kemudian ia kembali berdiri dan menghampiri pengikut nya yang berupa demit atau arwah yang terkurung didalam istana karena kematian yang terpaksa.


Iya terpaksa, karena Nyi Danu dulu akan membunuh dengan mengirimkan teluh kepada seseorang atau seseorang sendiri yang datang kehutan larangan dengan tujuan mencari kekuasaan. Nyi Danu yang pada saat itu membutuhkan pengikut dan warga untuk hutan larangan, akan membunuh siapapun yang dia mau.


"Aku akan melenyapkan beberapa hewan ternak mereka, lumayan untuk makanan pengawalku." gumam Nyi Danuwati seraya berjalan menyusuri luasnya istana


Sesampainya ditempat yang ia tuju, ia segera memerintahkan anak buahnya untuk membunuh hewan ternak warga dengan membawa kepalanya. Setelah para jin itu pergi, Nyi Danuwati kembali ke singgasana nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2